Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN KERUSAKAN LAPIS PERMUKAAN JALAN BERDASARKAN SPESIFIKASI BAHAN (STUDI KASUS ASPHALT CONCRETE PADA JALAN KRUENG GEUKUEH - BEREUGHANG) Akbar, Said Jalalul
TECHSI - Jurnal Teknik Informatika Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Teknik Informatika Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/techsi.v12i3.9191

Abstract

Lapis permukaan jalan yang sering digunakan di Indonesia adalah Asphal Concrete. Kenyataanyang masih terjadi masih banyak kerusakan pada lapis permukaan jalan lebih awal dari umurrencana yang ditentukan. Dalam hal ini perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahuisecara pasti sebab-sebab kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Krueng Geukueh - Beureughang,Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Serta bagaimana upaya perbaikannya pada ruasjalan yang menggunakan lapisan Asphalt Concrete yang cepat mengalami kerusakan terutamapada tempat pemberhentian, tikungan, serta tanjakan. Pada penelitian dengan menggunakanpengujian Marshall Test dan Ektrasi Test hasil yang telah dicapai dengan menggunakan tigasample, maka kesimpulannya telah terjadinya penurunan pada kadar aspal, pengurangan agregatsehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan pada jalan tersebut. Ditambah dengan pembebananyang meningkat dalam kurun waktu 1 (satu) tahun semakin menambah kerusakan pada jalantersebut, oleh karena itu diperlukan perbaikan pada ruas jalan tersebut. Maka dari itu denganpenelitian ini diharapkan bisa memberi masukkan untuk meningkatkan kualitas bahan dan lapisanperkerasan permukaan jalan tersebut.
EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN JALAN AKIBAT MUATAN BERLEBIH PADA RUAS JALAN LAMPEUNERUT-BILUY- SIBREH KABUPATEN ACEH BESAR Akbar, Said Jalalul
TECHSI - Jurnal Teknik Informatika Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Teknik Informatika Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/techsi.v12i3.9190

Abstract

Jalan Lampeunerut - Peukan Biluy - Pekan Sibreh adalah jalan kebupatenyang menghubungkan kecamatan Darul Imarah, Darul Kamal, Simpang TigaDan Kecamatan Suka Makmur, merupakan jalan yang begitu banyakpemanfaatnya. Pemanfaatan tetap jalan ini adalah truk pengangkut materialberupa tanah timbun, batu gunung, kerikil dan pasir karena di daerah initerdapat quary galian C. Oleh karena itu untuk sekarang ini kondisi ruas jalanLampeuneurut-Biluy-Sibreh terlihat rusak berat, sehingga kerusakan tersebutdapat kita jumpai disepanjang badan jalan dan sangat mengganggu aktifitaslalu lintas yang melaluinya. Salah satu faktor yang menyebabakan kerusakanjalan biasa disebabkan oleh truk pembawa muatan berlebih dari muatan yangdiizinkan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa besarpengaruh muatan berlebih terhadap kerusakan ruas Lampeuneurut-Biluy-Sibreh kabupaten Aceh Besar pada STA (07 + 800 s.d 09 + 800) denganmenggunakan Metode Analisa Komponen Bina marga, SKBI 1987 yangmelibatkan beberapa jenis kendaraan berat seperti kendaraan ringan (2 ton),Truk 2 As Colt (8 ton), Truk 2 As Engkel (15 ton) dan truk 3 As Tronton (20ton). Setelah dilakukan analisa perhitungan pada jenis-jenis kendaraantersebut, kendaraan yang sangat berpengaruh terhadap kerusakan jalan adalahTruk 3 As Tronton, akan tetapi ditinjau dari segi konfigurasi pembebanankendaraan yang lebih cepat merusak perkerasan jalan adalah truk 2 AsEngkel dengan nilai Ekivalen (E) sebesar 1,0375. Untuk lapisan perkerasanbeban realisasi untuk surface course (5 cm), Base Course (15 cm) danSubbase Course (10 cm). Sedangkan untuk lapisan beban rencana surfacecourse (5 cm), Base Course (15 cm) dan Subbase Course (10 cm). Jenis -jenis kerusakan yang terjadi pada STA 07 + 800 s.d 09 + 800 pada ruas jalanLampeuneurut-Biluy-Sibreh Kabupaten Aceh Besar rata - rata adalah retakkulit buaya, penggemuka, terurai dan Amblas. Dari hasil penelitian bahwahubungan antara Indeks permukaan dengan lintas ekivalen selama 10 tahunkedepan, maka untuk ruas jalan Lampeuneuru-Biluy-Sibreh Kabupaten AcehBesar ini harus dilakukan pelapisan tambahan karena telah menunjukkanhubungan nilai Indeks permukaan (IP) sebesar 1,5 maka jalan tersebut untuktingkat pelayanan jalan masih terendah untuk dilalui kendaraan berat.
The Effect of Carbon Nanotubes on the Marshall Characteristics of AC-WC Asphalt Mixture Akbar, Said Jalalul; Maizuar, Maizuar; Muthmainnah, Muthmainnah; Ersa, Nanda Savira; Desmi, Adzuha; Arfiandi, Joni; Adha, Ridwan; Larasati Putri, Ditya
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i1.690

Abstract

Carbon Nanotubes (CNTs) are cylindrical nanostructures with exceptional mechanical strength, high electrical conductivity, and excellent heat transfer capabilities, making them a promising additive in asphalt mixtures. This study investigates the effect of CNTs on the Marshall parameters of Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) mixtures using 60/70 penetration asphalt. CNTs were added to asphalt at 60°C, followed by coarse and fine aggregates preheated to 150°C. Marshall parameter tests were conducted on the samples, and the results showed a significant increase in stability compared to conventional asphalt. Asphalt stability increased by 9%, with the highest value obtained at a CNT concentration of 0.015%, reaching 2177.83 kg. The optimal stability was achieved at a CNT concentration of 0.015%. This study demonstrates that CNTs can be effectively utilized to enhance the performance of AC-WC asphalt mixtures. The flow values decreased as the CNT content increased because CNTs make the asphalt mixture stiffer, improving temperature resistance.
Performance Analysis Of Simpang Empat Matang Seulimeng Roundabout, West Langsa District, Langsa City Azkia Salsabila; Lis Ayu Widari; Teuku Mudi Hafli; Said Jalalul Akbar; Muthmainnah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i1.907

Abstract

In West Langsa District, Langsa City, you can find Gampong Matang Seulimeng. Langsa is now home to a sizable urban population. Obviously, this will lead to daily traffic congestion in Langsa City, which in turn will result in delays, long queues, and congestion at intersections and highways. Many cars, each with its own agenda, starting point and end destination, collide at the roundabout. There are many roads leading to the Simpang Matang Seulimeng Roundabout in Langsa City, including Jalan Prof. A Madjid Ibrahim and Jalan Jendral Sudirman. The research team in Matang Seulimeng wanted to know how well the roundabout at the intersection worked and what kind of side obstacles it encountered. The results of this study, which uses PKJI 2014, suggest a new approach to improve the functionality of roundabouts. The medium class score of 494 was obtained from the data of side obstacles. The saturation degree value is 0.37 (LOS B) on Jl Prof. A. Majid AB. The intersection, 0.53 (LOS B) on Jl. Jenderal Sudirman BC, 0.87 (LOS D) on Jl. Prof. A. Majid CD, and 0.53 (LOS B) on Jl. Jenderal Sudirman DA were determined through roundabout performance analysis. These values indicate stable traffic, unstable traffic, unstable traffic, and stable traffic, respectively.
Effects of Curing Conditions and Combined Pozzolanic Material on Compressive Strength of Reactive Powder Concrete Jalalul Akbar, Said; Alkhaly, Yulius Rief; Maizuar, Maizuar; F Harahap, M Ibnu H
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i4.1107

Abstract

Reactive Powder Concrete (RPC) is a type of concrete with an extremely dense matrix and high compressive strength. The compressive strength of RPC was examined in this study to evaluate the effects of the combination of silica fume (SF) and rice husk ash (RHA) with up to 50% by weight of cement, which provided the highest compressive strength and low cement content under normal curing and steam curing methods. The results showed that the combination of 5% SF or 10% SF with 25% - 45% RHA reaches compressive strength over 100 MPa at the age of 28 days with a low cement content of about 650 kg/m3 under both curing conditions and maintains the slump flow more than 200 mm. This study demonstrates that SF and RHA can be used up to 50% by weight of cement to produce RPC with a compressive strength of over 100 MPa.
Analysis Probability Of Public Transportation Mode Choice Between Bus And Hiace Minibus On The Lhokseumawe - Banda Aceh Route Said Jalalul Akbar; Hafli, Teuku Mudi; M. Fauzan; Muthmainnah; Nura Usrina; Ikhsan Maulana
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1011

Abstract

Transportasi memegang peran penting dalam mendukung pembangunan nasional, berfungsi sebagai penggerak, fasilitator, dan penghubung antarwilayah. Dalam perencanaan transportasi, pemodelan pemilihan moda menjadi aspek krusial mengingat peran strategis angkutan umum dalam membentuk kebijakan transportasi. Pada rute Lhokseumawe–Banda Aceh, penumpang dihadapkan pada pilihan antara dua jenis transportasi umum berbasis jalan: bus antar kota Putra Pelangi dan minibus HiAce. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengguna transportasi umum, faktor yang memengaruhi pemilihan moda, serta probabilitas pemilihan bus Putra Pelangi atau minibus HiAce pada rute tersebut. Metode stated preference digunakan, dengan analisis data mengacu pada model binary logit melalui perangkat lunak SPSS. Hasil survei menunjukkan kecenderungan responden: 38 orang memilih bus Putra Pelangi, sedangkan 62 orang memilih minibus HiAce. Mayoritas penumpang berusia 20–30 tahun. Responden laki-laki cenderung memilih bus, sementara perempuan lebih memilih minibus HiAce. Dari segi pendapatan, penumpang dengan penghasilan Rp500.000–Rp1.000.000 per bulan cenderung memilih bus, sedangkan yang berpenghasilan di atas Rp3.000.000 lebih memilih minibus HiAce. Faktor-faktor tersebut terbukti signifikan memengaruhi pemilihan moda, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,963 atau 96,3%, menunjukkan kekuatan penjelas model yang tinggi. Fungsi utilitas yang diperoleh dari model binary logit adalah: Ubus-UHiace = 0.569 + 0.022X₁ + 0.108X₂ + 0.019X₃ + 0.129X₄ + 0.018X₅ Analisis probabilitas menunjukkan bahwa jika kedua moda transportasi ditawarkan dengan tarif yang sama, kemungkinan pemilihan bus Putra Pelangi hanya 4%, sedangkan minibus HiAce dipilih oleh 96% responden. Namun, jika tarif bus Putra Pelangi diturunkan sekitar Rp90.000, probabilitas pemilihan kedua moda akan setara, masing-masing dipilih oleh 50% penumpang.
Effect of Graphene Oxide on the Performance of Fly Ash Concrete Exposed to Ambient Temperature Maizuar; Akbar, Said Jalalul; Jalil, Abdul; Arfiandi, Joni
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 7 (2025): July
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-07-06

Abstract

The rising global temperatures due to climate change are accelerating concrete deterioration by shortening its service life, which subsequently increases maintenance costs. Therefore, the objective of this investigation is to analyze the graphene oxide (GO) effect on the mechanical characteristics and microstructural properties of fly ash (FA) concrete exposed to ambient temperatures. Concrete specimens were created by employing GO from 0.01% to 0.05% by weight of cement and cured using two distinct methods. These include standard curing in immersed water and for 7 days followed by ambient exposure. The mechanical test showed that GO significantly enhanced compressive strength, with 0.04% GO observed to have increased strength by approximately 16% at 28 days. However, exposure to ambient conditions led to decreased compressive and flexural strength and increased mass loss. The microstructural analysis also showed that ambient-exposed concrete exhibited higher porosity and incomplete hydration. The results showed that the addition of GO enhanced durability by refining the microstructure, reducing porosity, and enhancing thermal stability. Thermal analysis also confirmed that GO minimized moisture loss and improved thermal resistance. Furthermore, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) validated the improvement in bonding for the GO-FA concrete. These results showed that GO could mitigate the adverse effects of environmental exposure, leading to its identification as an advantageous additive to increase the long-term durability and concrete performance in different temperature conditions.
Pemanfaatan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Substitusi Sebagian Aspal Pada Lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Wesli, Wesli; Yusuf, Ifsan; Widari, Lis Ayu; Ersa, Nanda Savira; Akbar, Said Jalalul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1281

Abstract

Abstrak   Tempurung kelapa merupakan limbah padat yang mudah ditemukan tetapi belum termanfaatkan dengan baik. Limbah tempurung kelapa hasil pembakaran susah untuk terurai sehingga akan mencemari lingkungan. Tempurung kelapa memiliki senyawa karbon yang mempunyai kemiripan dengan dengan karbon aspal yang aktif ketika dipanaskan dengan persentase kemiripan sebesar 91% dengan. Karbon adalah senyawa utama penyusun aspal berfungsi sebagai pengikat antar partikel yang beragam. Pemanfaatan senyawa karbon tempurung kelapa diharapkan dapat mengurangi limbah padat dan meningkatkan mutu serta kualitas aspal pada lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variasi Arang Tempurung Kelapa (ATK) yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi parameter marshall pada lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC). Metode penelitian adalah metode eksperimental dengan metode deduktif. Hasil penelitian variasi ATK sebesar 5%, 10% dan 15% dengan benda uji setiap variasi sebanyak 3 sampel dan total benda uji variasi Arang Tempurung Kelapa (ATK) adalah 9 benda uji diperoleh hasil pengujian parameter marshall dengan seluruh variasi benda uji dapat dimanfaatkan pada campuran perkerasan jalan dan telah memenuhi seluruh Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2.   Kata kunci: Arang Tempurung Kelapa, Laston AC-BC, Parameter Marshall, Substitusi Sebagian Aspal.   Abstract   Coconut shell is a solid waste that is easy to find but has not been utilized properly. Coconut shell waste from burning is difficult to decompose so it will pollute the environment. Coconut shell has a carbon compound that is similar to asphalt carbon which is active when heated with a similarity percentage of 91% with. Carbon is the main compound that makes up asphalt and functions as a binder between various particles. The utilization of coconut shell carbon compounds is expected to reduce solid waste and improve the quality of asphalt in the Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) layer. The purpose of this study was to determine the variation of Coconut Shell Charcoal (ATK) that can be utilized to meet the Marshall parameters in the Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) layer. The research method is an experimental method with a deductive method. The results of the ATK variation research of 5%, 10% and 15% with 3 samples of each variation test object and the total test object of the Coconut Shell Charcoal (ATK) variation is 9 test objects. The results of the Marshall parameter test with all variations of test objects can be used in road pavement mixtures and have met all of the 2018 General Bina Marga Specifications Revision 2.   Keywords: Coconut Shell Charcoal, Laston AC-BC, Marshall Parameters, Partial Asphalt Substitution
Inovasi Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Ekonomis di Desa Paya Gaboh Kecamatan Sawang Aceh Utara Dewi, Rozanna; Sylvia, Novi; Rahayu Retnowulan, Sri; Jalalul Akbar, Said; Subhan, Muhammad; Riza, Medyan; Ananda, Aldila
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24725

Abstract

Dunia dihadapkan pada masalah mendesak dari limbah plastik, yang menimbulkan masalah lingkungan yang serius karena waktu yang lama yang dibutuhkan untuk terurai. Plastik konvensional seperti Polyethylene Terephthalate (PET) membutuhkan waktu sekitar 23 hingga 48 tahun untuk terurai di lingkungan (Adhitama et al., 2023). Sejumlah strategi telah dikembangkan untuk pengelolaan limbah plastik, termasuk mendaur ulang, pembakaran, dan penguburan. Namun, pembakaran limbah plastik telah terbukti menghasilkan produk sampingan yang berbahaya bagi mahluk hidup dan lingkungan. Di sisi lain, penguburan limbah telah terbukti sebagai metode pengelolaan limbah yang tidak efektif karena sifat limbah plastik yang sulit terurai di lingkungan (Tanjung et al., 2022). Untuk mencegah pembuangan limbah plastik yang tidak terkendali dan tidak produktif, berbagai strategi pemanfaatan telah dikembangkan (Nayanathara Thathsarani Pilapitiya et al., 2024). Beberapa langkah besar telah diambil untuk mendaur ulang limbah plastik melalui produksi di pabrik-pabrik besar, yang telah menciptakan peluang kerja bagi banyak orang (Babaremu et al., 2022). Untuk mengatasi permasalahan serius ini, salah satunya dengan cara memanfaatkan daur ulang limbah plastik menjadi produk bernilai. Pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan baku polimer bernilai dalam industri merupakan jalur yang menjanjikan menuju pengelolaan limbah yang berkelanjutan (Haba et al., 2025). Dalam era globalisasi saat ini, limbah plastik menjadi masalah yang signifikan, terutama di Indonesia yang sangat terdampak oleh isu ini (Kibria et al., 2023). Kabupaten Aceh Utara di Indonesia termasuk dalam studi ini. Hal ini dapat dikaitkan dengan kurangnya kesadaran umum tentang pemilahan dan pembuangan limbah yang benar. Hal ini telah menyebabkan peningkatan volume limbah, terutama di daerah perkotaan dan perdesaan. Sejumlah besar aktivitas manusia sehari-hari terkait dengan pembentukan limbah, termasuk penggunaan kantong plastik dan pembelian barang-barang rumah tangga, yang umumnya menggunakan kemasan atau berbahan plastik yang termasuk kedalam limbah anorganik. Penerapan kebijakan ekonomi sirkular dengan mendaur ulang limbah rumah tangga guna mencegah dampak buruk polusi lingkungan (Sahin dan Kirim, 2018). Pratisti et al., (2025) mengupayakan untuk mengurangi limbah plastik dan meningkatkan peluang ekonomi bagi ibu rumah tangga melalui produksi barang dari sisa plastik, termasuk tas hadiah, tempat tisu, dan hiasan bunga. Dewi et al., (2024) membuat plastik degradable berbasis pati sagu termodifikasi dengan penambahan polipropilena/polietilena sebagai aplikasi produk rumah tangga. Dewi et al., (2024) memanfaatkan pati biji alpukat dengan poliasam laktat yang dapat diaplikasikan untuk produk-produk rumah tangga, 3D printer dan sebagainya. Dewi et al., (2024) memanfaatkan selulosa berbasis alami dengan penambahan polipropilena/polietilena untuk aplikasi produk-produk rumah tangga, dekorasi, industri otomotif dan lain-lain. Salah satu lokasi desa di Aceh Utara yang memiliki banyak limbah plastik adalah Desa Paya Gaboh. Limbah plastik terletak dan menumpuk terbiarkan begitu saja di jalan lintas Krueng Mane – Lhokseumawe dekat dengan lingkungan masyarakat Paya Gaboh. Desa Paya Gaboh terletak di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Pengelolaan limbah di desa ini belum berjalan dengan baik. Limbah plastik ini bisa bermanfaat, selama dikelola dengan benar yaitu dengan memanfaatkannya menjadi produk-produk rumah tangga dan desain interior dengan mengandalkan teknologi sederhana. Mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai pedagang, industri rumah tangga, pelaku UMKM dan mereka mengeluh tentang pendapatan ekonomi, dalam kondisi ekonomi saat ini, telah terjadi kenaikan yang signifikan dalam harga barang-barang pokok secara harian. Masyarakat juga mengeluh terhadap limbah plastik yang menumpuk di sekitaran lingkungan mereka, dengan aroma yang bau tidak sedap dan dibakar begitu saja sehingga berdampak buruk pada kesehatan serta menurunkan estetika lingkungan. Dalam program kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendesiminasikan teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk-produk rumah tangga dan desain interior. Inisiatif ini akan membantu masyarakat mengembangkan ekonomi dan meningkatkan lingkungan dan kualitas hidup mereka. Pemanfaatan limbah plastik untuk memproduksi produk rumah tangga dan desain interior merupakan proses yang sederhana dan efisien secara biaya, dengan nilai ekonomi yang tinggi. Tujuan utama adalah melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan dan mandiri. Selain memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku dalam produksi produk rumah tangga dan desain interior, masyarakat juga dapat terlibat dalam penjualan produk-produk tersebut sebagai suvenir dari Aceh Utara, barang kebutuhan rumah tangga, dan barang-barang terkait lainnya. Teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk-produk rumah tangga dan desain interior memiliki tingkat kesederhanaan dan keefektifan biaya yang baik, sehingga prosesnya sangat mudah untuk diterapkan di desa mitra. Peningkatan pemanfaatan limbah dan promosi gerakan pembersihan lingkungan juga diharapkan akan menjadi hasil dari program ini.
PENGGUNAAN ABU BATU BARA SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-BC Abdullah, Zulfhazli Zulfhazli; Wesli, Wesli; Akbar, Said Jalalul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.174 KB) | DOI: 10.29103/tj.v6i2.95

Abstract

Abu batu bara terdiri dari partikel-partikel halus, gradasi dan kehalusan abu batu bara dapat memenuhi persyaratan gradasi untuk mineral filler. Penggunaa filler pada campuran aspal beton adalah untuk mengisi rongga dalam campuran, untuk mengikatkan daya ikat aspal beton, dapat meningkatkan stabilitas dari campuran aspal beton. Tujuannya dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan nilai Parameter Marshall akibat pengaruh penggunaan abu batu bara sebagai pengganti filler dengan beberapa variasi campuran. Metode penelitian menggunakan Metode Marshall dengan rujukan Spesifikasi Bina Marga tahun 2010 Revisi 2. Hasil penelitian didapat nilai Flow pada campuran aspal mengalami peningkatan pada kadar 25% abu batu bara nilai sebesar 3,30 mm dan kemudian meningkat sebesar 0,91% menjadi 3,33 mm pada kadar 50% abu batu bara,  kemudian terus meningkat seiring bertambahnya kadar abu batu bara seiring bertambahnya kadar abu batu bara dalam camputran,hal ini disebabkan nilai VIM dapat menerima kadar abu batu bara bertambah dan rongga dalam campuran bertambah licin.Sedangkan nilai stabilitas pada campuran aspal mengalami penurunan dimulai pada kadar 25% abu batu bara nilai stabilitas sebesar 1431 kg kemudian menurun sebesar 70,79% pada kadar 50% abu batu bara sebesar 1418 kg nilai stabilitas mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar abu batu bara dalam campuran. Hal ini disebabkan oleh menurunnya penggunaan butiran abu batu yang mengakibatkan film aspal menjadi tebal, sehingga fungsi aspal sebagai pengikat berubah menjadi pelicin dan akan menurunya nilai stabilitas.