Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Optimization of White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) Growth Using Various Media Enriched with Millet Flour Muttaqin, Zainul; Rahim, Iradhatullah; Zamzam, Syamsiar; Suherman
Integrated and Sustainable Agriculture Vol 1 No 2 (2024): Integrated and Sustainable Agriculture
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the best growing medium for the mycelium growth of F1 oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) seeds using millet flour as a nutritional supplement. A Completely Randomized Design (CRD) was applied with two factors: the type of growing medium (corn, sawdust, rice husks) and the concentration of millet flour (0%, 25%, 50%, 75%). Observed variables included mycelium growth (cm), mycelium density, and daily growth on the 7th, 14th, and 21st days after inoculation. The results indicated that corn without millet flour (J1P0) produced the best mycelium growth, while adding 25% millet flour to corn (J1P1) and sawdust (J2P1) enhanced mycelium density. However, higher millet concentrations (50% and 75%) tended to reduce growth efficiency due to excessive moisture content. This study recommends using millet flour at low concentrations to improve the efficiency of sustainable F1 oyster mushroom seed production.
Pemberdayaan Petani Milenial Melalui Pelatihan Teknologi Irigasi Sederhana dan Pengelolaan Pupuk Organik dalam Konservasi Pertanian Berkelanjutan Suherman Suherman; Edi Kurniawan; Syamsiar Zamzam; Abdul Halil Fatwa; Zulkifli Zulkifli; Indah Fitriani; Husni Asmi; Asysyuura Asysyuura
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3840

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan petani milenial melalui pelatihan teknologi irigasi sederhana dan pengelolaan pupuk organik guna mendukung praktik konservasi pertanian berkelanjutan. Mitra sebagai peserta dalam kegiatan ini adalah Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Parepare. Kegiatan dilakukan melalui metode pelatihan dan pendampingan teknik budidaya, khususnya penerapan teknologi irigasi sederhana dan pengolahan pupuk organik sebagai upaya konservasi pertanian berkelanjutan. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan melalui metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang konsep dasar pupuk organik, teknik konservasi air, serta efisiensi penggunaan air melalui teknologi irigasi sederhana. Berdasarkan hasil pre-test, diketahui bahwa pengetahuan awal peserta masih terbatas, antara lain hanya 66,7% peserta memahami tujuan utama konservasi air, 55,6% memahami sistem irigasi tetes, dan 88,9% mengetahui jenis-jenis pupuk organik, namun belum sepenuhnya memahami pengelolaannya secara praktis. Setelah mengikuti pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta, seperti 100% peserta mampu memahami manfaat pupuk organik dalam meningkatkan kesuburan tanah, 100% peserta mampu mengidentifikasi langkah perawatan sistem irigasi sederhana, serta peningkatan pemahaman tentang teknik mulsa sebesar 62,5%. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani milenial, khususnya Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Parepare, dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan serta hemat sumber daya.
PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM SEBAGAI IMPLEMENTASI PERTANIAN PERKOTAAN DI KOTA PAREPARE Syamsiar Zamzam; Mayasari Yamin; Sri Nur Qadri; Andi Dita Tawakkal Gau
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i2.645

Abstract

The conversion of land into settlements is increasing every year, resulting in reduced agricultural land. The lack of agricultural land makes people in urban areas have to grow crops with urban farming concepts such as oyster mushroom cultivation. The concept of urban farming is one of the best solutions that can be implemented in a city like Parepare. Cultivating oyster mushrooms with the concept of urban farming is expected to increase people's income in Parepare City. This activity will be held at the Mushroom Cafe in March - April 2023. The formulation of this activity is that the people of Parepare City lack agricultural land and lack knowledge about urban farming. The purpose of this activity is so that people can apply the concept of urban farming by cultivating oyster mushrooms. This activity was carried out using 3 methods, namely: 1) socialization, 2) training and 3) practice. The stages of this activity are, 1) the community is given material on mushroom cultivation starting from preparing the tools and materials needed for harvesting and marketing, 2) the community is given the opportunity to practice directly accompanied by resource persons and 3) the community practices independently what has been given by resource persons. As a result of these activities, the people of Parepare City enthusiastically listened to every material presented and carried out hands-on practice. The conclusion from this activity is that the people of Parepare City are interested in applying the concept of urban farming with oyster mushroom cultivation.
Karakteristik Pupuk Slow Release Berbasis Biochar Tongkol Jagung yang Diperkaya Nutrisi Ayu Nita; Sukmawati; Iradhatullah Rahim; Suherman; Sri Nur Qadri; Syamsiar Zamzam; Noerfitryani; Pratiwi MK
Jurnal Galung Tropika Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v14i2.1370

Abstract

This research aims to determine the characteristics of slow-release fertilizer based on corncob biochar which is enriched with various nutrient sources (NPK, SP36, cow urine and Azotobacter). Research methods include making biochar through pyrolysis and nutrient impregnation. Fertilizer characterization includes analysis of nutrients, material fractions, biochar stability, and functional groups using spectra (FTIR). The results of the four analyzes carried out showed that the SRFbiochar+SP36+cow urine formulation provided the best results in retaining nutrients and water.  The nutrient content produced by SRFbiochar+SP36+cow urine, namely N(0.35%) P (0.63%), K (0.7%), Corganic (6.49%), volatile content (15%) strengthened by the ultimate results which show high nutrient content (C=10.09%, N=0.35%), which is explained by the formation of hydroxy functional groups (O-H) in tire 3444.87 and carboxy groups on the band 1635.64. These results indicate that the SRF-BiocharSP36+bovine urine formulation has the potential to be developed as a slow-release fertilizer to increase fertilization efficiency in dry land for sustainable soil fertility improvement.
Training on Making Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) Planting Media (Baglog) to Support DUDI Programs in Parepare City Mayasari Yamin; Sri Nur Qadri; Andi Dita Tawakkal Gau; Nur Silfiah Amin; Syamsiar Zamzam
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 5 No 1 (2024): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v5i1.1630

Abstract

Jamur tiram (Pleurotus sp.) merupakan salah satu jenis komoditas sayuran eksotik yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sangat potensial untuk dikembangkan secara komersial. Berdasarkan hal ini diperlukan sosialisasi untuk pengembangan Pleurotus ostreatus skala rumah tangga melalui tahap pelatihan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat lokal terkait media tanam jamur tiram putih (baglog), memberikan informasi terkait komposisi baglog, menambah informasi terkait manfaat dari masing-masing kandungan media tanam, dan melatih masyarakat lokal dalam pembuatan media baglog sehingga berpeluang dalam membuka usaha mikro. Metode yang digunakan yaitu melalui sosialisasi dan demonstrasi langsung terkait pembuatan media tanam (baglog). Melalui pengabdian berbasis pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan menambah pengalaman masyarakat dalam pembuatan media tanam (baglog) jamur Pleurotus ostreatus yang dibuktikan melalui antusias masyarakat dalam mengikuti sertiap tahap dari pelatihan ini. Selain itu, melalui pelatihan ini pula masyarakat mengetahui peranan limbah dari UMKM kerajinan rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi media tanam jamur Pleurotus ostreatus dan dosis komposisi bahan yang digunakan.