Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : Jurnal Valtech

REKOMENDASI IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO SUPPLY CHAIN KERIPIK PISANG MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) (Studi Kasus: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indochips Alesha Trimulya) Dicky Atmajaya; Dayal Gustopo; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2362

Abstract

Dalam pemesanan bahan baku pisang UMKM Indochips Alesha Trimulya sering kali terjadi keterlambatan pengiriman yang diakibatkan musim. Selain itu ketergantungan pada satu supplier. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian agar dapat menangani risk agent (agen risiko) yang menyebabkan adanya risk event (kejadian risiko) dengan cara merekomendasikan strategi mitigasi/penanganan menggunakan metode House of Risk (HOR). Dalam metode House of Risk (HOR), dilakukan 2 tahap yaitu: HOR fase 1 dan HOR fase 2. Pada HOR fase 1 dilakukan identifikasi kejadian risiko, penilaian tingkat dampak, identifikasi agen risiko, penilaian tingkat peluang, identifikasi korelasi antara kejadian risiko dengan agen risiko, dan mengurutkan agen risiko yang paling tinggi ke rendah. Sedangkan pada HOR fase 2 dilakukan penentuan agen risiko yang paling prioritas, mengidentifikasi strategi mitigasi/penanganan, identifikasi korelari antara agen risiko dengan strategi mitigasi/penanganan, mencari keefektivitasan dari strategi mitigasi/penanganan, identifikasi tingkat kesulitan dari strategi mitigasi/penanganan, dan mengurutkan strategi mitigasi/penanganan mana yang akan di rekomendasikan untuk awal implementasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan, kejadian risiko pada aliran supply chain UMKM Indochips Alesha Trimulya sebanyak 66 kejadian risiko, agen risiko sebanyak 22 yang menyebabkan terjadinya kejadian risiko dan strategi mitigas/penanganan antara lain: memberlakukan reward and punishment bagi pekerja (PA6), membuat pembagian job description dan wewenang kepada pekerja (PA7), mengadakan training kepada pekerja (PA5), membuka lahan perkebunan pisang (PA1), membuat sistem informasi yang terintegrasi (PA8), melakukan pencarian supplier baru menggunakan metode AHP Analytical Hierarcy Process (PA2), menetapkan kebijakan penilaian supplier (PA3), mengguakan aplikasi untuk mengetahui keadaan lalu lintas (PA9), dan membuat kontrak dengan supplier (PA4).
OPTIMASI KEBUTUHAN TRANSPORTASI ANGKUTAN KONVENSIONAL DI KOTA MALANG Suta Dwi Atmawiyanur; Nelly Budiharti; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2370

Abstract

Angkutan konvensional merupakan aspek pelayanan publik yang diberikan oleh swasta untuk memenuhi kewajiban pemerintah. Sebagai sarana publik dan transportasi yang menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat untuk memperlancar aktivitas ekonomi, sosial, dan sebagainya. Akan tetapi tidak seimbangnya antara jumlah mikrolet dengan jumlah penumpang pada rute - rute yang dilewati yang sudah di atur oleh pemerintah setempat. Pada saat penelitian jumlah angkutan konvensional mikrolet aktif sebesar 42 unit pada jalur ADL. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah yang optimal dari angkutan konvensional mikrolet jalur Arjosari – Dinoyo – Landungsari sebagai masukkan kepada daerah setempat dan sopir angkutan konvensional mikrolet itu sendiri berapa jumlah yang ideal untuk beroperasi. Analisa data menggunakan metode Work Sampling, Work Load Analysis dan Load Factor. Hasil perhitungan dengan work sampling dan work load analysis jumlah angkutan konvensional mikrolet menjadi 23 unit. Hasil perhitungan dengan load factor diperoleh hasil menjadi 38 unit dan untuk jam sibuk (14.00 – 16.00 WIB) adalah 24 unit kendaraan angkutan konvensional mikrolet. Dari hasil tersebut maka perlu adanya pengurangan dan Upgrading pada sistem angkutan konvensional mikrolet dengan menggunakan aplikasi online.
UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI BAGIAN PRODUKSI DENGAN 5S DALAM KONSEP KAIZEN DI PT. BOMA BISMA INDRA (PERSERO) Nanang Dwi Nur Saputro; Sri Indriani; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i2.2662

Abstract

PT. Boma Bisma Indra (Persero) merupakan Perusahaan Milik Negara yang memiliki 3 unit usaha, dan salah satu unit yang di teliti adalah unit Mesin Dan Peralatan Industri (MPI), masalah yang sering dialami adalah tingginya kecalakaan kerja yang terjadi yang mengakibatkan berkurangnya produktivitas kerja karyawan dan tindakan yang perlu di lakukan adalah melakukan perbaikan dengan menggunakan metode 5S Konsep Kaizen untuk mengurangi kecakalaan. Usulan Perbaikan Bedasarkan Metode 5S konsep Kaizen adalah : Seiri, melakukan pemilahan antara barang yang sudah tidak dipakai dengan barang yang masih di pakai; Seiton, menata atau membuat tempat khusus untuk barang yang sudah tidak dipakai ataupun masih dipakai; Seiso, semua pekerja membersihkan stasiun kerja masing-masing dan harus ada jadwal kebersihan secara berkala untuk setiap pekerja yang bekerja di perusahaan; Seiketsu, operator harus mendapatkan pengawasan saat bekerja supaya para karyawan bekerja dengan tertib dan disiplin; Shitsuke, perusahaan sebaiknya menetapkan jadwal periodik untuk melakukan audit 5S minimum seminggu sekali.
ANALISIS DAN PENGENDALIAN RISIKO RANTAI PASOK MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) (Studi Kasus : UD KARYA MANDIRI) Nova Erik Natan Luin; Ida Bagus Suardika; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i2.2674

Abstract

, Setiap aktivitas Supply Chain yang terdiri dari banyak pihak dan banyak ketidakpastian yang terjadi secara mendadak. Masalah seperti overstock, keterlambatan pengiriman, dan sebagainya pasti sering muncul dan perlu dipersiapkan oleh perusahaan. Sehingga perusahaan mampu dan siap untuk mengambil langkah – langkah yang tepat untuk mengatasi resiko yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah House Of Risk (HOR) yaitu metode yang berfokus mencari tindakan pencegahan dengan mengetahui masalah yang sering timbul dan penyebab masalah tersebut. Hasil dalam penelitian ini adalah 26 kejadian risiko dan 17 penyebab risiko. Kemudian dipilih 7 penyebab risiko dengan nilai ARP terbesar hingga bisa menentukan tindakan pencegahan sebagai aksi mitigasi. Preventive action dalam penelitian ini hanya sebatas usulan strategi, untuk pelaksanaannya diserahkan pada perusahaan. Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi usulan strategi penanganan bagi UD Karya Mandiri untuk mengatasi resiko yang ada.
OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI MENGGUNAKAN LINIER PROGAMMING DAN PERENCANAAN BAHAN BAKU DI CV.WIDI KAUZA Dhawam Yuangga Azhari; Emmalia Adriantantri; Sujianto Sujianto
Jurnal Valtech Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i2.2696

Abstract

Cv. Widi Kauza memproduksi produk hasil limbah plastik seperti gantungan baju, pasak pollybag, galon dan produk berbahan dasar limbah plastik lainnya. Pada tiap produksi ini CV. Widi Kauza memiliki masalah dalam hal fluktuasi permintaan yang tidak menentu dari beberapa perusahaan lain. Perlu dibuat suatu model untuk menentukan tingkat persediaan bahan baku yang optimal berdasarkan produksi optimal setiap batch untuk setiap produk yang ada. Penelitian ini menggunakan metode Peramalan guna untuk meramalkan produksi untuk periode produksi yang akan datang juga metode Economic Order Quantity yang berguna untuk mengoptimalkan pemesanan bahan Perlu dilakukan perencanaan produksi yang baik agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada. Perlu dilakukan perhitungan untuk perencanaan produksi yang baik agar dicapai solusi untuk mendapatkan biaya produksi yang minimum, oleh karena itu digunakan metode Linier Progamming. Berdasarkan hasil penelitian Jumlah peramalan permintaan yang didapat pada metode peramalan Exponential Smoothing untuk periode yang akan datang yaitu pada produk hanger sebesar 87588, pada produk pasak sebesar 3360, pada produk aksesoris helm sebesar 83446 dengan pemesanan bahan baku yang optimal untuk produksi yang akan datang untuk semua produk yaitu sebanyak 3 kali. Jumlah produksi produk Hanger sebanyak 87588 unit, produksi produk Pasak sebanyak 3360 unit, dan produksi produk Aksesoris Helm sebanyak 83446 unit dengan biaya produksi optimum yaitu sebesar Rp. 261.591.00
PENGUKURAN KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP PELAYANAN JASA PENYEBERANGAN LAUT DENGAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (Studi Kasus PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Singkil) Atika Febrianti; Sri Indriani; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i1.3327

Abstract

PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Singkil salah satu pelayanan jasa penyeberangan dengan menggunakan kapal ferry, memiliki beberapa rute penyeberangan diataranya rute Singkil - Pulau Banyak. Permasalahan pada rute Singkil - Pulau Banyak adalah banyaknya keluhan yang terjadi oleh penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan prioritas perbaikan pelayanan penyeberangan laut, dalam pengukurannya menggunakan nilai GAP dan menggunakan Importance-Performance Analysis. Pengukuran tingkat kepuasan berdasarkan lima dimensi, tangibles, realibility, responsiveness, assurance, dan emphaty. Hasil yang diperolah dari pengukuran nilai GAP berdasarkan dimensi tangibles (-0,111), realibility (-0,114), responsiveness (-0,124), assurance (-0,237), dan emphaty (0,023). Hasil analisis IPA menunjukan atribut yang perlu di prioritaskan perbaikannya adalah atribut : Memberikan informasi yang jelas ketepatan waktu keberangkatan, Cepat merespon penumpang yang datang, Kemudahan mendapatkan dan Kejelasan Informasi waktu keberangkatan dan Petugas menerapkan protokol kesehatan.
PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIOLOGIS UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA PACKAGING UPPKS MAHARANI Risky Tri Oktaviani; Ida Bagus Suardika; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i1.3393

Abstract

Abstrak, UPPKS Maharani merupakan usaha pengolahan keripik singkong di Bogor. Permasalahan yang terjadi pada UPPKS Maharani yaitu keluhan MSDs yang dirasakan pekerja packaging ketika bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung persentase keluhan MSDs, menganalisa dan mengklasifikasi beban kerja fisiologis serta merancang usulan untuk mengurangi keluhan MSDs pada pekerja packaging UPPKS Maharani. Dalam penelitian ini beban kerja fisiologis pekerja dilakukan dengan perhitungan denyut nadi, %HRR, konsumsi energi, konsumsi oksigen serta persentase keluhan bagian tubuh. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai konsumsi energi sebesar 1,05 dan 2,08 Kkal/menit, konsumsi oksigen sebesar 0,33 dan 0,36 liter/menit, %HRR kategori tidak terjadi kelelahan dan diperlukan perbaikan dimana beban kerja fisiologis termasuk kategori pekerjaan ringan. Hasil kuisioner SNQ diperoleh keluhan MSDs pada bagian tubuh sebesar 10,52 dan 12,28 %. Usulan perbaikan untuk mengurangi keluhan MSDs pada bagian tubuh yaitu rancangan meja kerja yang dapat diatur ketinggiannya dari rentang 40-60 cm dan diberikan waktu istirahat tambahan setengah jam.
PENILAIAN BEBAN FISIK PADA PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE FISIOLOGIS (Studi Kasus Pada Pekerja Packaging Home Industry Ganesa) Celsa Julia Pujatari; Dayal Gustopo; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3839

Abstract

Home Industry Ganesa ialah industri skala rumah berada di daerah claket, Mojokerto yang memproduksi olahan ketela menjadi keripik. Permasalahan yang terjadi pada Home Industry Ganesa ialah keluhan yang dirasakan oleh karyawan packaging pada saat melakukan pekerjaannya. Tujuan dari peneIitian ini yakni untuk menghitung dan mengkIasifikasikan beban kerja fisioIogis serta memberikan usuIan perbaikan postur untuk mengurangi beban kerja fisiologis pekerja packaging. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fisiologis dimana penyelesaiannya dilakukan dengan perhitungan denyut nadi sebelum dan selama bekerja, kebutuhan kalori, dan %HRR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan beban kerja berdasarkan denyut nadi diketahui terdapat 1 pekerja yang termasuk dalam kategori ringan yakni Yuhar dengan DNK sebesar 86 denyut/menit. Sedangkan 5 pekerja lainnya termasuk dalam kategori sedang yaitu Mariati, Freal, Vani, Khalifah dan Nila dengan masing-masing DNK sebesar 120 denyut/menit, 100 denyut/menit, 120 denyut/menit, 120 denyut/menit, 100 denyut/menit. Hasil perhitungan kebutuhan kalori 6 orang pekerja masuk dalam klasifikasi ringan dengan rentang 1200-2400 kkal/8 jam kerja. Hasil perhitungan %HRR yang termasuk dalam klasifikasi beban kerja fisik dilakukan perbaikan ialah Mariati, Vani, dan Khalifah dengan nilai sebesar 47,36%, 50,96%, dan 51,13%. Sedangkan 3 pekerja lainnya masuk dalam klasifikasi beban kerja fisik tidak terjadi kelelahan yakni Freal, Yuhar, dan Nila dengan nilai 15,05%, 21,66%, dan 15,55%. Usulan perbaikan untuk mengurangi beban kerja fisiologis pekerja packaging yaitu usuIan alat kerja berupa meja dengan rentang 40-60 cm daIam artian dapat diatur tingkat ketinggian mejanya dan memberikan tambahan waktu setengah jam untuk beristirahat.
ANALISIS PURCHASING ACTION RATIO (PAR) DAN BRAND ADVOCACY RATIO (BAR) UNTUK MENCAPAI BRAND EQUITY (STUDI KASUS UD. TOHU SRIJAYA) Bagas Satria Priambudi; Ida Bagus Suardika; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3843

Abstract

Abstrak, saat ini dunia sedang mengalami pergeseran dan perubahan besar pada dunia pemasaran. Untuk mengikuti pergeseran dan perkembangan tersebut UD. Tohu Srijaya harus memiliki acuan agar dapat terus berkembang dan menyaingi kompetitornya. Permasalahan yang muncul saat ini adalah sistem penjualan yang digunakan oleh UD. Tohu Srijaya saat ini masih berfokus pada sistem tradisional atau hanya berorientasi kepada penjualan melalui sistem distibutor saja sehingga aspek lain seperti menguatkan brand serta menguatkan sistem penjualan online tidak terlalu diperhatikan, sehingga membuat kurangnya tingkat pembelian dan penganjuran produk pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pembelian dan penganjuran produk serta menganalisis perilaku pelanggan menggunakan pengukuran dimensi brand equity. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Purchasing Action Ratio (PAR) untuk mengukur tingat pengkonversian kesadaran menjadi pembelian dan Brand Advocacy Ratio (BAR) untuk mengukur tingkat pengkonversian kesadaran menjadi penganjuran produk serta pembelian ulang. Selanjutnya untuk meningkatkan nilai dari PAR dan BAR dilakukan analisis perilaku pelanggan menggunakan empat dimensi brand equity: brand awareness, brand association, perceived quality dan brand loyalty. Hasil yang diperoleh dari pengukuran PAR 0,63 dan BAR 0,62, nilai tersebut menunjukkan bahwa masih perlu diadakannya peningkatan. Hasil brand equity menunjukkan brand awareness 0,64, brand association 0,59, perceived quality 0,54 dan yang terakhir brand loyalty 0,60. Dari hasil yang telah disebutkan, rata-rata tertinggi pada brand awareness yaitu sebesar 0,64. Pada kasus ini nilai PAR dan BAR masih dapat ditingkatkan menggunakan hasil pengukuran brand awareness, brand association, perceived quality dan band loyalty. Bedasarkan pengukuran tersebut maka perlu dilakukan peningkatan PAR dan BAR menggunakan hasil pengukuran brand equity tertinggi. Sehingga kedepannya tingkat penjualan dan penganjuran produk pada UD. Tohu Srijaya dapat ditingkatkan mendekati angka satu.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUKSI KAOS SABLON DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI HOME INDUSTRY 35 SCREEN PRINTING TUREN, MALANG jesika nursudinda; emmalia adriantantri; soemanto
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3846

Abstract

Home Industry 35 Screen Printing merupakan perusahaan konveksi yang berada di daerah Turen, Malang, yang memproduksi produk sesuai permintaan konsumen. Dengan produk utama adalah kaos sablon. Permasalahan yang terjadi di perusahaan Home Industry 35 Screen Printing adalah sering timbulnya kecacatan pada produk saat proses produksi sedang berjalan dan juga produk-produk yang dihasilkan tidak sesuai standard yang sudah di tetapkan. Penelitian ini bertujuan mencari jenis-jenis kecacatan yang paling sering terjadi dan mengidentifikasi penyebab cacat pada proses produksi serta membuat usulan perbaikan. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung ke pihak perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan diagram pareto untuk mencari jenis cacat tertinggi, fishbone diagram untuk mengidentifikasi faktor penyebab cacat, dan tabel FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN), serta Analisis 5W+1H untuk memberikan usulan perbaikan. Hasil analisa dalam penelitian ini, terdapat 7 jenis cacat pada kaos sablon, dengan tingkat kecacatan paling besar 3 jenis yaitu salah penempatan gambar sebesar 32,54%, perbedaan warna hasil produksi dan sampel sebesar 20,21%, dan miss register sebesar 16,71%. Jenis cacat salah penempatan gambar disebabkan oleh faktor manusia, lingkungan, metode, jenis cacat perbedaan warna hasil produksi dan sampel disebabkan oleh faktor manusia, lingkungan, material, dan jenis cacat miss register disebabkan oleh faktor manusia, mesin, metode. Implementasi perbaikan yang diusulkan berupa SOP Pembuatan Kaos, draft pendataan tanggal kadaluarsa bahan baku tinta, serta SOP Pelatihan dan Pengembangan Karyawan.