p-Index From 2021 - 2026
4.862
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences Dialektika Jurnal INSANIA Diponegoro Journal of Management Buletin Al-Turas Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Poetika: Jurnal Ilmu Sastra KEMBARA Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Al-Qalam Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya JENTERA: Jurnal Kajian Sastra ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Jurnal Sasindo Unpam Jurnal Bébasan Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Journal Peqguruang: Conference Series INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal REFEREN VOKAL: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Nusantara Raya Public Health Risk Assesment Journal Calamity: A Journal of Disaster Technology and Engineering BAHASTRA Journal of Civil Engineering, Planning, and Design (JCEPD) Proceedings Series of Educational Studies JILS (Journal of Indonesian Legal Studies) Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Buletin Al-Turas

Revolusi dalam Dua Novel Indonesia : Sebuah Bandingan Ahmad Bahtiar; Rosida Erowati; Novi Diah Haryanti
Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.229 KB) | DOI: 10.15408/bat.v25i2.10228

Abstract

Penelitian ini beranjak dari permasalahan bagaimana gambaran masa revolusi fisik serta pengaruhnya terhadap masyarakat yang diungkapkan melalui tokoh-tokohnya dalam dua novel Indonesia yaitu Jalan tak Ada Ujung  karya Mochtar Lubis (1952) dan Pulang  karya Toha Mohtar (1957). Untuk itu, tujuan penelitian ini mengetahui gambaran masa revolusi serta pengaruhnya terhadap tokoh  dalam kedua novel tersebut. Sebagai strategi pembacaan digunakan  pendekatan Sosiologi Sastra serta metode naturalistik.  Dari latar waktu, tempat, sosial, dan budaya yang tampil pada kedua novel tersebut, diperoleh sejumlah informasi gambaran  masa itu yang ditampilkan pengarang.  Temuan dalam penelitian adalah kedua novel tersebut  mengungkapkan  gambaran revolusi yang berbeda. Novel Jalan Tak Ada Ujung menggambarkan masa penting dalam revolusi yang menampilkan kondisi sosial yang tidak jelas.  Kondisi tersebut melahirkan tokoh yang semakin degradatif secara moral dan spiritual. Sedangkan Pulang menampilkan gambaran masa-masa tenang setelah tidak lagi terjadi konflik-konflik fisik. Namun, ketenangan tersebut menyimpan memori konflik yang mengganggu hubungan sosial dalam mengisi kemerdekaan.  This article discusses about the problem of how the physical revolution and its influence on society were portrayed through its characters in Indonesian novels. The novel full of information at that time is the Way of No Edge by Mochtar Lubis and Pulang by Toha Mohtar. Two approaches, the Sociology of Literature approach and naturalistic methods are used to reveal new meanings and produce different interpretations. From the setting of time, place, social, and cultural background that appears in the two novels, there are a number of information and descriptions of the period that the author displays. The results of the analysis reveal a different picture of the revolution between the two novels. Novel Jalan Tak Ada Ujung describes an important period in maintaining independence so that it displays social conditions that are not clear. This condition gives birth to figures who are increasingly morally and spiritually degradative. Whereas Pulang shows a picture of calm times after no physical conflicts occur. However, this calm saves a memory of conflicts that disrupt social relations in filling independence.