This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences Dialektika Diponegoro Journal of Management Buletin Al-Turas Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Poetika: Jurnal Ilmu Sastra KEMBARA Ranah: Jurnal Kajian Bahasa JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Al-Qalam Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Jurnal Sasindo Unpam Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal REFEREN VOKAL: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Nusantara Raya Public Health Risk Assesment Journal Calamity: A Journal of Disaster Technology and Engineering Journal of Civil Engineering, Planning, and Design (JCEPD) Proceedings Series of Educational Studies JILS (Journal of Indonesian Legal Studies) Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Model Project-Based Learning Berbasis Teknologi Digital dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Syihaabul Hudaa; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani; Kundharu Saddhono; Ahmad Bahtiar; Makyun Subuki
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1570

Abstract

Challenges in education during the Industrial Revolution 4.0 era demand the optimal utilization of digital technology. However, disparities in access and low competencies of educators and learners remain major obstacles. This study aims to develop a Project-Based Learning (PjBL) model based on digital technology to improve students’ scientific writing skills in the Indonesian language course. The research method used is Research and Development (RD) with the ADDIE model, which includes needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through pre-tests and post-tests of scientific writing skills, in-depth interviews, classroom observations, and student motivation questionnaires. The data were analyzed using qualitative descriptive analysis for interviews and observations, and paired t-test statistical analysis to examine the difference between pre-test and post-test scores quantitatively. The results show a significant improvement in students’ scientific writing ability, with an average pre-test score of 62.0 increasing to 79.1 in the post-test (p 0.05). Students also demonstrated high motivation and active involvement in the learning process, despite some technical challenges. This model is expected to be an effective alternative for integrating digital technology into Indonesian language learning in higher education institutions. AbstrakTantangan dalam pendidikan era Revolusi Industri 4.0 menuntut pemanfaatan teknologi digital secara optimal. Namun, disparitas akses dan rendahnya kompetensi pengajar serta pemelajar menjadi kendala utama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) berbasis teknologi digital untuk meningkatkan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model ADDIE yang meliputi analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test kemampuan menulis ilmiah, wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, serta kuesioner motivasi mahasiswa. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk data wawancara dan observasi, serta analisis statistik paired t-test untuk menguji perbedaan skor pre-test dan post-test secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan menulis ilmiah mahasiswa dengan rata-rata skor pre-test 62,0 menjadi 79,1 pada post-test (p 0,05). Mahasiswa juga memiliki motivasi tinggi dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran, meskipun terdapat beberapa tantangan teknis. Model ini diharapkan dapat menjadi alternatif efektif untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
POTRET INDONESIA YANG KELABU DALAM KUMPULAN PUISI MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA KARYA TAUFIQ ISMAIL M.Hum., Ahmad Bahtiar,
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

Tulisan ini mencoba menggambarkan sejarah Indonesia yang kelam pada masa akhir orde baru yang terangkum dalam kumpulan puisi Malu Aku Jadi Orang Indonesia (MAJOI) karya Taufik Ismail. Puisi-puisi dalam kumpulan ini menampilkan berbagai kebobrokan aklahk bangsa ini menyangkut prilaku korupsi, nepotisme, hedonisme,  dan pelanggaran HAM. Akibat segala macam kekecewaan, akhirnya rakyat yang dipelopori mahasiswa berhasil melengserkan rezim orde baru. Kritik  dalam kumpulan puisi ini disampaikan dengan bahasa yang indah selain penuh dengan humor. Selain persoalan bangsa, persoalan lain dimunculkan seperti olahraga, pelajaran bahasa, kisah para pahlawan, dan ketawakwaan. Hal ini membuktikan keluasan wawasan dan pangandangan penyairnya. Kata Kunci : Indonesia, Puisi, Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Taufiq Ismail
Religiusitas dalam Puisi Subuh Karya Amir Hamzah dan Kembali Pada Tuhan Karya Jalaluddin Rumi Handayani, Tutik; Bahtiar, Ahmad; Relawati, Haeni
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9169

Abstract

Tujuan penelitian ini membandingkan puisi "Subuh” karya Amir Hamzah dan "Kembali Pada Tuhan” karya Jalaludin Rumi dan bagaimana kedua pengarang tersebut mendeskripsikan religiusitasnya. Amir Hamzah dan Jalauddin Rumi dalam mendeskripsikan religiusitas dalam puisinya. Puisi "Subuh” merupakan salah satu karya dari Amir Hamzah yang cukup populer dikalangan penikmat sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan kata-kata. Hasil dari penelitian tersebut Amir Hamzah menggambarkan sisi religusitasnya dengan memberikan gambaran seorang hamba yang kadang kali lalai terhadap perintah Tuhannya. Begitu apiknya Amir Hamzah mendeskripsikan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya (hablum min an-nas). Sedangkan puisi "Kembali Pada Tuhan” karya Jalauddin Rumi merupakan puisi yang memiliki makna cukup dalam. Menghadirkan bagaimana sifat Tuhan yang Maha pengampun terhadap hamba-Nya. Selayaknya serasi Asmaul Husna yakni al-Ghafur yang berarti Maha Pengampun atas dosa-dosanya hamba-Nya. Maha Pemurah akan sifat pengampun-Nya. Tetap menerima seorang hamba meski telah berulang kali melakukan dosa. Kedua puisi tersebut menghadirkan religiusitas dengan cara yang hampir serupa. Akan tetapi, keduanya tentu memiliki perbedaan dalam mewujudkan aspek religiusitas tersebut. Amir Hamzah menampakkkan nilai religiusitas dari sudut pandang seroang hamba. Sedangkan Jalaluddin Rumi menonjolkan nilai Religiusitas dari sudut pandang sang Pencipta.
KOMPETENSI KESUSASTRAAN GURU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI WILAYAH TANGERANG SELATAN Ahmad Bahtiar
Indonesian Language Education and Literature Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v2i2.1386

Abstract

Kompetensi kesusastraan kini tengah dikritisi oleh berbagai pihak yang memperhatikan lemahnya pembelajaran sastra di sekolah, khususnya sekolah menengah. Untuk itu penelitian dengan sasaran atau responden guru bahasa dan sastra Indonesia sekolah menengah di wilayah Kotamadya Tangerang Selatan dilaksanakan. Tulisan dengan metode deksriptif-analisis ini mendeskripsikan kompetensi yang mencakup memahami pengetahuan sastra, keberminatan dan pengalaman sastra serta keikutsertaan dalam perkembangan sastra. Data yang diperoleh dianalisis serta dikomparasikan dengan standar kompetensi kesusastraan yang ideal. Sehubungan itu intrumen yang digunakan untuk tulisan ini yaitu angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa dan sastra Indonesia di wilayah Kotamadya Selatan berdasarkan kompetensi kesusastraan masih jauh dari kriteria guru bahasa dan sastra Indonesia ideal. Untuk itu perlunya upaya meningkatkan kompetensi guru bahasa dan sastra Indonesia khususnya berkenaan dengan kesastraan. Literary competence is now criticized by the experts who pay attention on the weakness of the literature teaching-learning at schools, especially secondary schools. Therefore, this research focusing on the Indonesian language and literature teacher in secondary schools in the Municipality of Tangerang Selatan was conducted. Ths is a descriptive analysis research which explains the competencies including understanding literary knowledge, students’ literary interest and experience, and participation in developing literary activities. The data of this researchs were analyzed and compared to the ideal literary competence standards. The instrument of this research was questionnaire. The results of this research show that based on the literary competence, the Indonesian language and literature teachers in the municipality of Tangerang Selatan do not meet required standards as an ideal teacher. Therefore, it is proposed that some efforts to improve the competency of Indonesian language and literature teachers in the literature understanding and implementing on the teaching-learning process are necessary.
Project Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Pada Masa Pandemi Hindun Hindun; Ahmad Bahtiar; Maryelliwati Maryelliwati; Elvi Susanti; Aniek Irawati; Muhammad Jabl An Nur
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4695

Abstract

Learning during the pandemic is changing from face-to-face to distance learning (PJJ). The system changes learning, including Indonesian language in universities, which has an impact on students and lecturers. For this reason, in addition to being supported by adequate infrastructure, PJJ must use an appropriate model so that learning is effective so that learning objectives are achieved. During the pandemic, Indonesian language learning at the Universtas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran  Jakarta used the project based learning model. With this model, not only learning becomes effective but also increases student creativity so that they can produce various products in the form of writings in scientific publications and various mass media articles. Each student is not only able to write one article but two or three articles during the lesson. This model is expected to continue to be used and developed so that Indonesian language learning becomes interesting and of high quality. AbstrakPembelajaran selama pandemi mengubah dari tatap muka langsung menjadi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Perubahan tersebut mengubah sistem pembelajaran termasuk bahasa Indonesia di perguruan tinggi yang berdampak pada mahasiswa dan dosen. Tujuan penelitian ini adalah membuat pembelajaran menjadi lebih efektif sebab kreativitas mahasiswa didorong untuk menghasilkan berbagai produk tulisan yang bisa dipublikasikan di media massa. Melalui PJJ selama pandemi, maka project based learning menjadi model yang tepat dalam melakukan metode penelitian di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa bisa mempublikasikan produk tulisannya berupa artikel selama pembelajaran. Dengan demikian, ketersediaan infrastruktur pada perguruan tinggi ini dapat mewujudkan pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi menjadi lebih berkualitas.
Pemanfaatan Teknologi untuk Pengajaran Bahasa Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 Syihaabul Hudaa; Ahmad Bahtiar; NFN Nuryani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2361

Abstract

Pandemic that struck Indonesia made learning activities at all levels of education unable to function as usual. This outbreak makes language learning activities at the university level using a variety of available technologies. However, teachers and learners have their own challenges, one of which is teaching techniques and the use of existing media. The purpose of writing this article is to convey the effectiveness of Indonesian language learning by using various kinds of available technology. This research uses direct action, by interacting with students through the Zoom, Whatsapp, and Google Classroom applications. Data in this study were collected using Google Class applications and Google Docs for collection. Then, the data are analyzed by the researchers to be presented in the discussion. The discussion of the material was carried out by researchers using the Zoom application. Based on research conducted by researchers concluded that two-way communication in language learning is needed. Students still need an interaction process, meaning that it is not enough to provide questions and answers in the Google Class column. The discussion at Zoom makes students able to work on the questions given by the lecturers well. The first cycle obtained unsatisfactory results, where students read the material and work on the questions without getting discussion through the Zoom application. However, the second cycle shows significant results where students have already gotten discussion in the Zoom application. AbstrakPandemi yang melanda Indonesia membuat kegiatan pembelajaran di semua tingkat pendidikan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Wabah ini membuat kegiatan pembelajaran bahasa di tingkat universitas menggunakan pelbagai macam teknologi yang ada. Akan tetapi, pengajar dan pemelajar memiliki tantangannya tersendiri, salah satunya teknik pengajaran dan pemanfaatan media yang ada. Tujuan penulisan artikel ini untuk menyampaikan keefektivitasan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan pelbagai macam teknologi yang ada. Penelitian ini menggunakan tindakan langsung, dengan melakukan interaksi kepada pemelajar melalui aplikasi Zoom, Whatsapp, dan Google Kelas. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan aplikasi Google Kelas dan Google Docs untuk pengumpulannya. Kemudian, data tersebut dianalisis hasilnya oleh peneliti untuk disampaikan di dalam pembahasan. Pembahasan materi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan aplikasi Zoom. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti disimpulkan bahwa komunikasi dua arah dalam pembelajaran bahasa sangatlah diperlukan. Mahasiswa masih memerlukan proses interaksi, artinya tidak cukup dengan pemberian soal dan jawaban di kolom Google Kelas. Pembahasan di Zoom membuat mahasiswa mampu mengerjakan soal yang diberikan oleh dosen pengampu dengan baik. Siklus pertama didapatkan hasil yang kurang memuaskan, di mana mahasiswa membaca materi dan mengerjakan soal tanpa mendapatkan pembahasan melalui aplikasi Zoom. Akan tetapi, siklus kedua menunjukkan hasil yang signifikan yaitu mahasiswa sudah mendapatkan pembahasan di dalam aplikasi Zoom.
EDUCATIONAL CHARACTER VALUES IN ACEH FOLK STORIES: BANTA BARENSYAH AS AN INVENTION FOR TEACHING MATERIALS IN SCHOOL Mahmudah Fitriyah; Ahmad Bahtiar; Darsita Suparno
Jurnal Gramatika Vol 11, No 2 (2025): Autumn Issue (October–March)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2025.v11i2.10008

Abstract

Folklore is a local wisdom that contains many Indonesian cultural values. Many folk tales tell stories about people's lives and tell history or societal figures, accompanied by values that are very good if taught in schools. Acehnese folklore is a form of oral literature transmitted by word of mouth, containing messages or advice from experiences or natural events linked to events experienced by humans, ancestors, or pious people at that time. This research aims to describe the values of character education in the Acehnese folklore Banta Barensyah. This story is full of character education values from which many lessons can be learned to become role models for today's young generation. The story of the hard work and love between parents and children is so beautifully described, right up to the story's happy ending. This research uses a qualitative descriptive method, with data collection techniques in the form of listening and note-taking techniques, as well as data analysis techniques in the form of content analysis. Based on the study carried out, there are 13 educational character values in this folklore, including: 1) religiosity; 2) honesty; 3) hard work; 4) creativity; 5) independent; 6) democratic; 7) curiosity; 8) national spirit; 9) appreciates achevements; 10) friendly/communicative; 11) love of peace; 12) social care; and 13) responsibility. So, it can be concluded that the Acehnese folklore Banta Barensyah is very good to use as teaching material for Indonesians and schools.
Konflik Agama dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari Ahmad Bahtiar
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v7i2.683

Abstract

Abstrak: Karya sastra dapat dijadikan sumber informasi  tentang kebudayaan masyarakat tertentu. Melalui berbagai peristiwa yang diciptakan tokoh, kita dapat merasakan  dan meresapi pikiran tokoh-tokoh tentang berbagai persoalan manusia. Gambaran yang ditampilkan dalam novel Indonesia salah satunya ialah pemahaman keberagamaan yang menimbulkan potensi konflik dengan kekerasan. Novel yang menampilkan hal itu ialah Maryam karya Okky Madasari. Novel ini menampilkan konflik agama terkait kedatangan  rasul yang baru. Tokoh Maryam pada novel Maryam terlahir sebagai jemaah Ahmadiyah yang selama ini dianggap menyimpang dan sesat oleh masyarakat karena, mengakui rasul lain setelah Muhammad SAW. Selain itu, kelompoknya dianggap ekslusif oleh orang-orang kampung serta masyarakat lainnya.  Akibatnya,  ia dan keluarganya mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan sehingga, terusir dari kampungnya.  Penelitian ini menggunakan teori Sosiologi Sastra ini  untuk mengetahui pola-pola, proses atau tahapan, dan resolusi konflik keberagamaan. Selain itu, penggunaan teks sastra dalam penelitian ini merupakan alternatif dalam penelitian dalam konflik keagamaan. Untuk itu  penelitian ini  juga untuk mengetahui makna secara menyeluruh terhadap novel  yang mendapat hadiah Khatulistiwa Award pada 2012. Kata Kunci : konflik keagamaan, novel Maryam,  Okky Madasari, Ahmadiyah Abstract: Literary works can be a source of information about the culture of a particular society. Through the various events created by the characters, we can feel and perceive the minds of the characters about human problems. The picture presented in the Indonesian novel is one of them is a religious understanding that raises the potential for conflict with violence. The novel featuring it is Maryam by Okky Madasari. This novel presents a religious conflict related to the coming of the new apostle. Maryam's character in the novel Maryam was born as an Ahmadiyah congregation that has been considered deviant and perverted by society because, recognize other apostles after Muhammad SAW. In addition, the group is considered exclusive by the villagers as well as other communities. As a result, he and his family suffered unpleasant treatment so, evicted from his village. This research uses Sociology Literature theory to know the patterns, processes or stages, and resolution of religious conflict. In addition, the use of literary texts in this study is an alternative in research in religious conflicts. For this study also to know the overall meaning of the novel awarded the Equator Award in 2012. Keywords: religious conflict, novel Maryam, Okky Madasari, Ahmadiyah 
Development of Poketun Application (Augmented Reality-Based Pocket Book of Pantun) to Improve Children’s Literacy Skills and Literary Appreciation Ahmad Syaeful Rahman; Ahmad Bahtiar
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.9166

Abstract

This study aims to develop Poketun (Pocket Book Pantun Based on Augmented Reality) as an interactive digital medium to enhance elementary school students’ reading literacy and literary appreciation. The research adopted a research and development (R&D) design with a qualitative approach, based on the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate). Data were collected through observation, interviews, documentation, and expert validation, and were subsequently analyzed descriptively. The results revealed that students’ initial reading literacy and pantun appreciation were still low; most students merely memorized pantun without understanding their aesthetic and moral values. The Poketun application was then designed with thematic pantun content, AR visualization, audiovisual features, and interactive tools that support both reading and composing pantun. Expert validation indicated that the application was feasible to use, with suggestions for improvement such as simplifying navigation, adding more diverse pantun, and providing offline access. Classroom implementation showed positive responses: students were more enthusiastic, motivated to read, and better able to grasp the meaning of pantun. Teachers also reported that the application enriched learning variation and reduced students’ boredom. The novelty of this study lies in integrating AR with literary learning, in contrast to previous studies that mostly focused on science or mathematics. Theoretically, the study expands the discourse on reading literacy and children’s literary appreciation in digital contexts, while practically, it offers innovative learning media and contributes to preserving local cultural heritage.
KAJIAN GENDER TENTANG DUNIA PENDIDIKAN DI MEDIA SOSIAL: PENELITIAN BIBLIOMETRIK BERBASIS DATA SCOPUS Ahmad Bahtiar; Syihaabul Hudaa
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 21(1), 2025
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v21i1.34973

Abstract

Abstract. The rapid development of social media has influenced various aspects of life, including education and gender construction. These issues have become increasingly complex in line with the growing use of digital media, thus requiring comprehensive scientific mapping. This study aims to map research trends on the theme of gender–education–social media based on metadata from articles indexed in the Scopus database during the period 1995–2023. The novelty of this research lies in its bibliometric approach to analyzing the evolution of keywords, author collaboration, and publication trends both thematically and spatially over a long time span. The data were analyzed using biblioshiny based on RStudio, following these steps: (1) searching for articles using specific keywords, (2) collecting metadata in Excel format, (3) processing the data through biblioshiny, and (4) conducting a descriptive bibliometric analysis. The scope of analysis includes the number of publications, author productivity, international collaboration networks, as well as thematic mapping and keyword evolution. This study is limited to metadata analysis without full-text content review and focuses only on articles available in the Scopus database. The results indicate that female authors dominate publications related to gender issues in Scopus. The most frequent collaborations occurred between authors from the USA–UK, USA–New Zealand, and USA–Canada. This mapping identifies emerging, stagnant, and potentially expandable themes. The study contributes to identifying research gaps and may serve as a foundation for further studies that explore the intersection of gender, education, and social media in more contextual and interdisciplinary ways.   Abstrak. Perkembangan pesat media sosial telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan konstruksi gender. Isu-isu ini semakin kompleks seiring meningkatnya penggunaan media digital, sehingga memerlukan pemetaan ilmiah yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren riset bertema gender–pendidikan–media sosial berdasarkan metadata artikel yang terindeks dalam database Scopus selama periode 1995–2023. Kebaruan (novelty) dari riset ini terletak pada pendekatan bibliometrik dalam menganalisis evolusi kata kunci, kolaborasi penulis, dan tren publikasi secara tematik dan spasial dalam rentang waktu panjang. Data dianalisis menggunakan biblioshiny berbasis RStudio, dengan tahap: (1) pencarian artikel sesuai kata kunci, (2) pengumpulan metadata dalam format Excel, (3) pemrosesan data melalui biblioshiny, dan (4) analisis deskriptif bibliometrik. Ruang lingkup analisis mencakup jumlah publikasi, produktivitas penulis, jaringan kolaborasi antarnegara, serta peta tematik dan evolusi kata kunci. Batasan penelitian ini adalah tidak dilakukannya telaah isi penuh artikel serta keterbatasan pada artikel yang tersedia di database Scopus. Hasil menunjukkan bahwa penulis perempuan mendominasi publikasi terkait isu gender di Scopus. Kolaborasi paling sering terjadi antara penulis dari USA–UK, USA–New Zealand, dan USA–Canada. Pemetaan ini mengidentifikasi tema-tema yang berkembang, stagnan, dan potensial untuk digali lebih lanjut. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi celah riset (research gap) serta dapat menjadi dasar untuk pengembangan studi lanjut yang mengkaji hubungan antara gender, pendidikan, dan media sosial secara lebih kontekstual dan lintas disiplin.