p-Index From 2021 - 2026
5.144
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences Dialektika Diponegoro Journal of Management Buletin Al-Turas Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Poetika: Jurnal Ilmu Sastra KEMBARA Ranah: Jurnal Kajian Bahasa JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Al-Qalam Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya JENTERA: Jurnal Kajian Sastra ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Jurnal Sasindo Unpam Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Journal Peqguruang: Conference Series INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal REFEREN VOKAL: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Nusantara Raya Public Health Risk Assesment Journal Calamity: A Journal of Disaster Technology and Engineering BAHASTRA Journal of Civil Engineering, Planning, and Design (JCEPD) Proceedings Series of Educational Studies JILS (Journal of Indonesian Legal Studies) Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA POP-UP UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN NILAI RELIGIOSITAS KEPADA GURU TPA Syihaabul Hudaa; Yumniati Agustina; Irma Novida; Ahmad Bahtiar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.232 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3434

Abstract

Abstrak: Guru-guru TPA dalam era modern cenderung mengajarkan nilai-nilai religiositas melalui pembelajaran agama, mengaji, dan ceramah. Akan tetapi, hal tersebut justru membuat siswa merasakan bosan dan tidak dapat menyimak dengan baik. Melalui pelatihan ini, pembina bertujuan mengajarkan kepada guru TPA membentuk suatu media yang kreatif yang di dalamnya terimplementasi nilai-nilai religiositas melalui model pop-up yang digunakan. Pengajaran menggunakan pop-up terlebih dahulu disesuaikan dengan rencana pembelajaran guru di TPA. Kemudian, dari rencana pembelajaran tersebut guru diajarkan cara membuat bahan ajar menggunakan pop-up. Pembina mengundang narasumber yang berkompetensi membuat pop-up standar dengan memanfaatkan media seperti Google, YouTube, dan mesin pencarian lainnya. Tujuannya untuk memberikan inspirasi kepada guru dalam membuat bahan ajar yang menarik berbasis pop-up dan di dalammnya terdapat nilai religiositas. Hasil pengabdian yang dilakukan oleh pembina didapatkan bahwa guru TPA mampu meningkatkan kompetensinya dalam membuat bahan ajar berbasis media kreatif dengan pop-up yang di dalamnya terimplementasi nilai religiositas.Abstract: TPA teachers in the modern era tend to teach the values of religiosity through religious learning, the Koran, and lectures. However, this actually makes students feel bored and unable to listen well. Through this training, the coach aims to teach TPA teachers to form a creative media in which the values of religiosity are implemented through themodel pop-up used. Teaching using pop-ups is adjusted to the teacher's lesson plan at the TPA. Then, from the lesson plan the teacher is taught how to make teaching materials using pop-ups. The coach invites competent speakers to create pop-ups standardusing media such as Google, YouTube, and other search engines. The aim is to inspire teachers in making interesting teaching materials based on pop-ups and in which there is a value of religiosity. The results of the dedication carried out by the supervisor found that TPA teachers were able to increase their competence in making teaching materials based on creative media with pop-ups in which the value of religiosity was implemented.
Penanaman Karakter Siswa Melalui Ragam Bahasa dalam Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Ahmad Bahtiar; Mahsusi Mahsusi; Nuryani Nuryani
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 9 No 1 (2021): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v9i1.226

Abstract

[STUDENT CHARACTER BUILDING THROUGH VARIOUS LANGUAGES ​​IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING ACTIVITIES]. This study aims to describe character planting through the variety of languages used in Indonesian language and literature learning activities in schools. Learning activities are activities that are dominated by the delivery of material by the teacher. In delivering the material, the teacher uses a variety of languages. Therefore, the use of various languages can also be used as a way to instill student character. The research method used in this research is descriptive qualitative. The location of this research is Triguna Utama Senior High School with the research subjects of class XA on Indonesian Language and Literature learning. The method of data collection was carried out by direct observation in learning activities and in-depth interviews with students and teachers as well as several parties involved in learning activities. Based on the analysis carried out, it can be concluded that in learning activities, the use of formal (formal), consultative, relaxed, and familiar modes are found. The use of various languages by the teacher is able to create various situations and contexts that take place in learning. The variety of languages used can also be used to instill student character both in the classroom environment and outside the classroom. When the teacher uses language with a polite choice of words, students will also follow. Likewise in other contexts when the teacher chooses to use a variety of familiar languages, students will also follow the familiar language choice.
PENGENALAN LOKALITAS BUDAYA INDONESIA KE MANCANEGARA MELALUI WEBTOON Arien Cahyani Putri; Eka Silvia; Safira Azzahra; Ahmad Bahtiar
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2021): JURNAL LITERASI OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.815 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v5i2.5343

Abstract

Sastra siber merupakan salah satu tanda perkembangan sastra pada era sekarang. Kecanggihan teknologi membawa pengaruh dalam media publikasi. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses situs online sastra, salah satunya adalah platform Webtoon. Web komik asal Korea Selatan ini tak hanya mempublikasikan karya-karya dari negerinya saja, namun juga merambah di beberapa negara Asia, Eropa, dan Amerika. Para penulis Indonesia memanfaatkan Webtoon dengan memasukkan unsur budaya lokal Nusantara dalam karyanya sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa Indonesia. Adanya fitur Bahasa dalam platform tersebut, memberikan kemudahan pembaca internasional untuk bisa memilih bahasa dan memahami isi bacaan karya sastra gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengenalan lokalitas budaya Indonesia melalui Webtoon ke mancanegara. Kajian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan mengambil data bersumber dari Webtoon dan menyajikan hasil analisis secara deskriptif. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa kepopuleran Webtoon di seluruh negara bisa menjadi strategi pengenalan lokalitas budaya Indonesia dengan memasukkan unsur kebudayaan dalam teks cerita dan visualisasi gambar. Fitur Bahasa pada Webtoon dan Fan Translation membantu meluaskan penyebaran karya sastra ke mancanegara.
RELASI KUASA DALAM DUA NOVEL INDONESIA MODERN BERLATAR WABAH Ahmad Bahtiar; Anas Ahmadi
Kelasa Vol 15, No 2 (2020): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v15i2.126

Abstract

Salah satu bencana yang melanda umat manusia adalah wabah.  Beberapa kali wabah juga dialami bangsa Indonesia. Penelitian kualitatif ini memberikan gambaran wabah dalam sastra Indonesia modern. Data dalam penelitian bersumber dari novel Cerita Calon Arang (Pramodya Ananta Toer, 2003) dan Cerita Nyai Pania (H. Kommer, 2003).  Temuan penelitian  ini menyimpulkan bahwa wabah tersebut tidak hanya  menimbulkan penderitaan tetapi juga kematian banyak orang. Dengan teori feminisme sastra, dapat diungkapkan bawah  wabah  dalam kedua cerita tersebut  merupakan alat perlawanan terhadap hegemoni kekusaaan. Tokoh-tokoh perempuan dalam  dalam kedua cerita  itu, Calon Arang dalam karya Pramodya Ananta Toer dan Nyi Paina dalam karya H. Kommer mengalami permasalahan yang sama yaitu perlakuan yang tidak menyenangkan akibat patriarki. Dengan wabah, Calon Arang membalas dendamnya kepada orang-orang di negara Daha sehingga mereka menderita penyakit kuning yang menyebabkan banyak penderitaan bahkan kematian.  Sedangkan, Nyi Paina melalui penyanyi cacar yang sedang mewabah saat itu membalas dendamnya kepada Tuan Briot yang merupakan representasi penguasa yang sewenang-wenang. Kata Kunci : wabah, Cerita Calon Arang, Tjerita Nji Paina, feminisme Abstract One of the disasters that hit humanity is the plague. Several times the plague was also experienced by the Indonesian people. This qualitative research provides a picture of the plague in modern Indonesian literature. The data in this study were sourced from the novel Cerita Calon Arang Arang (Pramodya Ananta Toer, 2003) and Tjerita Nyi Paina (H. Kommer, 2003). The findings of this study concluded that the outbreak did not only cause suffering but also the death of many people. With the theory  literature of feminism, it can be revealed that the plague in both stories is an instrument of resistance to the hegemony of power. The female characters in the two stories, Calon Arang in Pramodya's work and Nyi Paina in H. Kommer's work experienced the same problem of unpleasant treatment due to patriarchy. With the plague, Calon Arang took revenge on the people in the country of Daha so they suffered from jaundice which caused much suffering and even death. Meanwhile, Nyi Paina through the smallpox singer who was plagued at that time took revenge on Mr. Briot who was an arbitrary representation of the ruler. Keywords: plague, Cerita Calon Arang, Tjerita Nji Paina, feminism 
Konflik Agama dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari Ahmad Bahtiar
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.723 KB) | DOI: 10.26499/jentera.v7i2.683

Abstract

Abstrak: Karya sastra dapat dijadikan sumber informasi  tentang kebudayaan masyarakat tertentu. Melalui berbagai peristiwa yang diciptakan tokoh, kita dapat merasakan  dan meresapi pikiran tokoh-tokoh tentang berbagai persoalan manusia. Gambaran yang ditampilkan dalam novel Indonesia salah satunya ialah pemahaman keberagamaan yang menimbulkan potensi konflik dengan kekerasan. Novel yang menampilkan hal itu ialah Maryam karya Okky Madasari. Novel ini menampilkan konflik agama terkait kedatangan  rasul yang baru. Tokoh Maryam pada novel Maryam terlahir sebagai jemaah Ahmadiyah yang selama ini dianggap menyimpang dan sesat oleh masyarakat karena, mengakui rasul lain setelah Muhammad SAW. Selain itu, kelompoknya dianggap ekslusif oleh orang-orang kampung serta masyarakat lainnya.  Akibatnya,  ia dan keluarganya mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan sehingga, terusir dari kampungnya.  Penelitian ini menggunakan teori Sosiologi Sastra ini  untuk mengetahui pola-pola, proses atau tahapan, dan resolusi konflik keberagamaan. Selain itu, penggunaan teks sastra dalam penelitian ini merupakan alternatif dalam penelitian dalam konflik keagamaan. Untuk itu  penelitian ini  juga untuk mengetahui makna secara menyeluruh terhadap novel  yang mendapat hadiah Khatulistiwa Award pada 2012. Kata Kunci : konflik keagamaan, novel Maryam,  Okky Madasari, Ahmadiyah Abstract: Literary works can be a source of information about the culture of a particular society. Through the various events created by the characters, we can feel and perceive the minds of the characters about human problems. The picture presented in the Indonesian novel is one of them is a religious understanding that raises the potential for conflict with violence. The novel featuring it is Maryam by Okky Madasari. This novel presents a religious conflict related to the coming of the new apostle. Maryam's character in the novel Maryam was born as an Ahmadiyah congregation that has been considered deviant and perverted by society because, recognize other apostles after Muhammad SAW. In addition, the group is considered exclusive by the villagers as well as other communities. As a result, he and his family suffered unpleasant treatment so, evicted from his village. This research uses Sociology Literature theory to know the patterns, processes or stages, and resolution of religious conflict. In addition, the use of literary texts in this study is an alternative in research in religious conflicts. For this study also to know the overall meaning of the novel awarded the Equator Award in 2012. Keywords: religious conflict, novel Maryam, Okky Madasari, Ahmadiyah 
Pemanfaatan Teknologi untuk Pengajaran Bahasa Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 Syihaabul Hudaa; Ahmad Bahtiar; NFN Nuryani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2361

Abstract

Pandemic that struck Indonesia made learning activities at all levels of education unable to function as usual. This outbreak makes language learning activities at the university level using a variety of available technologies. However, teachers and learners have their own challenges, one of which is teaching techniques and the use of existing media. The purpose of writing this article is to convey the effectiveness of Indonesian language learning by using various kinds of available technology. This research uses direct action, by interacting with students through the Zoom, Whatsapp, and Google Classroom applications. Data in this study were collected using Google Class applications and Google Docs for collection. Then, the data are analyzed by the researchers to be presented in the discussion. The discussion of the material was carried out by researchers using the Zoom application. Based on research conducted by researchers concluded that two-way communication in language learning is needed. Students still need an interaction process, meaning that it is not enough to provide questions and answers in the Google Class column. The discussion at Zoom makes students able to work on the questions given by the lecturers well. The first cycle obtained unsatisfactory results, where students read the material and work on the questions without getting discussion through the Zoom application. However, the second cycle shows significant results where students have already gotten discussion in the Zoom application. AbstrakPandemi yang melanda Indonesia membuat kegiatan pembelajaran di semua tingkat pendidikan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Wabah ini membuat kegiatan pembelajaran bahasa di tingkat universitas menggunakan pelbagai macam teknologi yang ada. Akan tetapi, pengajar dan pemelajar memiliki tantangannya tersendiri, salah satunya teknik pengajaran dan pemanfaatan media yang ada. Tujuan penulisan artikel ini untuk menyampaikan keefektivitasan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan pelbagai macam teknologi yang ada. Penelitian ini menggunakan tindakan langsung, dengan melakukan interaksi kepada pemelajar melalui aplikasi Zoom, Whatsapp, dan Google Kelas. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan aplikasi Google Kelas dan Google Docs untuk pengumpulannya. Kemudian, data tersebut dianalisis hasilnya oleh peneliti untuk disampaikan di dalam pembahasan. Pembahasan materi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan aplikasi Zoom. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti disimpulkan bahwa komunikasi dua arah dalam pembelajaran bahasa sangatlah diperlukan. Mahasiswa masih memerlukan proses interaksi, artinya tidak cukup dengan pemberian soal dan jawaban di kolom Google Kelas. Pembahasan di Zoom membuat mahasiswa mampu mengerjakan soal yang diberikan oleh dosen pengampu dengan baik. Siklus pertama didapatkan hasil yang kurang memuaskan, di mana mahasiswa membaca materi dan mengerjakan soal tanpa mendapatkan pembahasan melalui aplikasi Zoom. Akan tetapi, siklus kedua menunjukkan hasil yang signifikan yaitu mahasiswa sudah mendapatkan pembahasan di dalam aplikasi Zoom.
Sastra Warna Lokal Betawi Sebagai Bahan Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing (BIPA) Ahmad Bahtiar
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 23 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.477 KB) | DOI: 10.24090/insania.v23i1.2008

Abstract

Abstract: Language related to culture. Like other languages, Indonesian language is also heavily influenced by local cultures. For this reason, as a BIPA teaching strategy, it must also introduce cultures in Indonesia. Materials that can be introduced for this purpose are local color literature in the form of poetry and prose, both novels and short stories. Many local colors in Indonesian literature have been found since the birth of Indonesian literature. In addition to describing the local colors of Minangkabau, various local colors of other regions enrich the Indonesian literary repertoire. The local color literature that can be used is a collection of Terang Bulang Terang di Kali short stories : Keliling Betawi story (2007) by S.M. Ardan. The use of local colors not only introduces Indonesian culture but also increases language skills especially to expand the vocabulary of the Indonesian language. In addition they will enjoy the beauty and capture the message conveyed in the form of the literary work. Thus, teaching BIPA will be fun and useful as well as the function of the literature itself which is dulce et utile, pleasant and useful. Keywords: sastra, warna lokal, strategi pengajaran, BIPA
Kisah Kecemasan: Narasi Wabah Cacar dalam Cerpen “Variola” Karya Iksaka Banu Ahmad Bahtiar; Nailis Sa'adah
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol 1 No 1 (2021): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.848 KB) | DOI: 10.21009/Arif.011.06

Abstract

Sebelum covid-19, bangsa Indonesia sudah berulang-ulang mengalami wabah penyakit. Salah satunya variola atau cacar. Variola masuk sejak masa kolonialisme Belanda dan banyak memakan korban. Gambaran penyakit dan upaya pemerintah kolonial dalam menangani wabah cacar tampak pada cerita pendek “Variola” karya Iksaka Banu. Sumber data penelitian ini cerpen “Variola” dalam kumpulan cerpen Teh dan Pengkhianat. Pemanfaatan objek material untuk melihat upaya pemerintah kolonial menangani wabah variola dan bagaimana masyarakat kolonial menempatkan virus tersebut, yang menunjukkan praktik orientalisme. Pembahasan menggunakan teori poskolonial yang mengkhususkan pada orientalisme yang dikemukan Edward Said. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif. Penelitian menemukan beragam upaya pemerintah kolonial dalam menangani wabah cacar. Penanganan wabah cacar memunculkan praktik-praktik orientalisme yang memperkuat superioritas Barat (pemerintah Kolonial) terhadap Timur (pribumi).
Religiusitas dalam Puisi Subuh Karya Amir Hamzah dan Kembali Pada Tuhan Karya Jalaluddin Rumi Tutik Handayani; Ahmad Bahtiar; Haeni Relawati
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.92 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9169

Abstract

Tujuan penelitian ini membandingkan puisi "Subuh” karya Amir Hamzah dan "Kembali Pada Tuhan” karya Jalaludin Rumi dan bagaimana kedua pengarang tersebut mendeskripsikan religiusitasnya. Amir Hamzah dan Jalauddin Rumi dalam mendeskripsikan religiusitas dalam puisinya. Puisi "Subuh” merupakan salah satu karya dari Amir Hamzah yang cukup populer dikalangan penikmat sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan kata-kata. Hasil dari penelitian tersebut Amir Hamzah menggambarkan sisi religusitasnya dengan memberikan gambaran seorang hamba yang kadang kali lalai terhadap perintah Tuhannya. Begitu apiknya Amir Hamzah mendeskripsikan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya (hablum min an-nas). Sedangkan puisi "Kembali Pada Tuhan” karya Jalauddin Rumi merupakan puisi yang memiliki makna cukup dalam. Menghadirkan bagaimana sifat Tuhan yang Maha pengampun terhadap hamba-Nya. Selayaknya serasi Asmaul Husna yakni al-Ghafur yang berarti Maha Pengampun atas dosa-dosanya hamba-Nya. Maha Pemurah akan sifat pengampun-Nya. Tetap menerima seorang hamba meski telah berulang kali melakukan dosa. Kedua puisi tersebut menghadirkan religiusitas dengan cara yang hampir serupa. Akan tetapi, keduanya tentu memiliki perbedaan dalam mewujudkan aspek religiusitas tersebut. Amir Hamzah menampakkkan nilai religiusitas dari sudut pandang seroang hamba. Sedangkan Jalaluddin Rumi menonjolkan nilai Religiusitas dari sudut pandang sang Pencipta.
Integrated Application-Based Digital Learning Technology in Successful Learning Activities During the Pandemic Mahsusi Mahsusi; Syihaabul Hudaa; Nuryani Nuryani; Ahmad Bahtiar; Makyun Subuki
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v4i2.1449

Abstract

This study aimed to look at madrasah's efforts in developing a learning system through "digital learning." This was done by examining the digital learning system implemented at MAN in terms of its advantages and disadvantages. The method used in this research was descriptive qualitative, with the data collection techniques employed were direct observation and interviews. Meanwhile, the research location is four MAN in Jakarta and Tangerang area, including. The four madrasahs that became the research locations were MAN Insan Cendekia Serpong (South Tangerang), MAN 1 Tangerang, MAN 4 Jakarta, and MAN 13 Jakarta. The researcher conducted interviews with school parties, namely teachers and principals. The results showed that three madrasahs have well-managed e-learning systems. In this case, they are MAN IC Serpong, MAN 1 Tangerang, and MAN 4 Jakarta. The e-learning system used by each madrasah is E-Learning Madrasah which can be accessed using the web and applications from Play Store. Meanwhile, MAN 13 Jakarta still needs to have its e-learning system and use standard features such as zoom, G-meet, etc. Basically. Madrasahs such as MAN IC Serpong, MAN 4 Jakarta, and MAN 1 Tangerang have registered to utilize the digital learning platform with all the features provided. Meanwhile, MAN 13 Jakarta has yet to register, so it cannot utilize the features contained in the digital learning platform. This research implies that madrasahs have innovated well in digital learning implementation so that learning during the pandemic can run well and smoothly. This research further contributes theoretically and practically to the world of education, especially for madrasas regarded as "second-class" schools. In general, this research contributes to the development of the world of digital learning by providing a valuable platform through the various features provided