Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Proses Inovasi Pembelajaran Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari Kholida, Leliy; Siregar, Maragustam; Machali, Imam
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.3085

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola proses inovasi pembelajaran pada mahasiswa Fakultas Agama Islam. Sejak penerapan penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran, masih ada dosen yang belum memanfaatkan inovasi dalam pembelajarannya, sehingga penelitian ini mengeksplorasi pola inovasi identifikasi individu dan kebiasaan mahasiswa dalam tugas-tugasnya. Peneliti menggunakan studi kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengeksploitasi media sosial tidak semudah yang kita lihat, mengubah pola tontonan menjadi mengeksploitasinya membutuhkan banyak proses. Individu dapat mengidentifikasi dalam mengeksploitasi media sosial menjadi dua bagian, yaitu kelebihan dan kekurangannya, dan mereka dapat mengevaluasi diri mereka sendiri di mana proses inovasi, dominasi menunjukkan pola proses inovasi dimulai dari belum sadar, sadar, mengerti, percaya, mengambil tindakan.
Model Penjaminan Mutu Sumber Daya Manusia di Pesantren: Pendekatan Supply Demand and Resourcing Strategy Sya'bana, Azka; Siregar, Maragustam; Hasyim, A Dardiri
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/njpi.2024.v4i4-15

Abstract

Purpose – This study aims to address the gap in human resource management within Islamic boarding schools (pesantren) by developing a quality assurance model based on supply and demand estimation and resourcing strategy. It evaluates the model's effectiveness and its potential to modernize pesantren while preserving their core values.Method – This study Utilizing a research and development (R&D) approach, this study combines qualitative and quantitative methods to develop and test the model. Data were collected through interviews, questionnaires, and observations, analyzed using descriptive statistics and interval calculations to measure effectiveness.Findings – This study demonstrates that the human resource quality assurance model based on supply and demand estimation at Pondok Pesantren Al Jauhar is effective in improving HR quality, relevant, and flexible in addressing modernization challenges without neglecting traditional pesantren values. Research Implications – This study implies the need for reorienting human resource development, enhancing motivation, integrating technology into management, and conducting continuous evaluations.
Ibn Miskawaih’s Religious-Rational Thought on the Philosophy of Moral Education and Its Relevance to Contemporary Islamic Education: Pemikiran Religius-Rasional Ibnu Miskawaih tentang Filsafat Pendidikan Akhlak dan Relevansinya bagi Pendidikan Islam Kontemporer Sarmiati, Eni; Siregar, Maragustam
SiRad: Pelita Wawasan October (Vol. 1 No. 3, 2025)
Publisher : Yayasan Nurul Musthafa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64728/sirad.v1i3.art6

Abstract

Moral education plays a significant role in the field of education. Ibn Miskawaih, a Muslim philosopher who concentrated on ethical philosophy, provided an essential foundation for moral development. This article explores Ibn Miskawaih’s biography and works, his thoughts on the philosophy of moral education, and their relevance to contemporary Islamic education. This study employs a qualitative approach using library research. The primary source is the translated version of Ibn Miskawaih’s Tahdzib al-Akhlaq, while secondary sources include relevant books and scholarly journals. Data were collected through documentation and analyzed using inductive methods. Ibn Miskawaih argued that the essence of human goodness lies in the ability to think, which distinguishes humans from other creatures. The main goal of moral education is to elevate humans from a despicable state to noble character. The proposed methods include habituating students to love religious values, perform religious obligations, control worldly desires, and develop social awareness. Ibn Miskawaih also permitted light punishment as a means of discipline. His thoughts remain relevant to modern education, though their application in Indonesia faces dilemmas due to the provisions of Law No. 23 of 2002 on Child Protection. [Pendidikan akhlak memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Ibnu Miskawaih, seorang filsuf Muslim yang berfokus pada filsafat etika, telah meletakkan dasar dalam proses pembinaan akhlak. Artikel ini menguraikan biografi singkat dan karya-karya Ibnu Miskawaih, pemikirannya mengenai filsafat pendidikan akhlak, serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber primer penelitian adalah terjemahan kitab Tahdzib al-Akhlaq karya Ibnu Miskawaih, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah terkait. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi dan dianalisis dengan teknik induktif. Menurut Ibnu Miskawaih, esensi kebaikan manusia terletak pada kemampuannya berpikir, karena berpikir merupakan ciri khas manusia yang membedakannya dari makhluk lain. Tujuan utama pendidikan akhlak adalah mengangkat manusia dari derajat tercela menuju kesempurnaan akhlak. Metode yang diajukan meliputi: membiasakan murid mencintai kemuliaan agama, melaksanakan kewajiban syariat, mengendalikan hawa nafsu duniawi, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Ibnu Miskawaih juga memperbolehkan bentuk hukuman ringan sebagai sarana mendisiplinkan murid. Pemikirannya tetap relevan dengan dunia pendidikan kontemporer, meskipun penerapannya di Indonesia menghadapi dilema akibat benturan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.]
Pemikiran Fazlur Rahman (Pragmatis-Instrumental) Tentang Pendidikan Dan Relevansinya Dengan Dunia Pendidikan Islam Kontemporer Alfurqon, Muhamad Hadli; Siregar, Maragustam
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.3787

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis pemikiran Fazlur Rahman mengenai pendidikan Islam, khususnya dalam pendekatan pragmatis-instrumental, serta menganalisis relevansinya terhadap sistem pendidikan Islam kontemporer. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah stagnasi dalam sistem pendidikan Islam tradisional yang ditandai dengan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia, pendekatan literalistik, serta minimnya pengembangan nalar kritis dalam proses belajar-mengajar. Artikel ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui telaah terhadap karya-karya utama Fazlur Rahman seperti Islam and Modernity, Major Themes of the Qur’an, serta berbagai artikel akademik dan kajian sekunder yang relevan. Analisis dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap teks dan pemikiran Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fazlur Rahman menawarkan paradigma pendidikan Islam yang integratif, dinamis, dan kontekstual. Ia menolak pemisahan antara ilmu agama dan ilmu dunia, serta mengusulkan pendekatan hermeneutik historis melalui metode “double movement” untuk menafsirkan ajaran Islam secara relevan dengan tantangan zaman. Pendidikan, menurut Rahman, harus menjadi alat transformasi sosial yang membentuk intelektualisme Islam yang kritis dan etis, bukan sekadar pewarisan teks klasik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman dapat dijadikan dasar konseptual dan praktis untuk merancang sistem pendidikan Islam yang lebih adaptif dan transformatif di era modern.