Claim Missing Document
Check
Articles

Solidaritas sosial dalam ritual adat siraman Sedudo di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk Nefi Yulianti; Ihda Nur Sabila; Ahmad Arif Widianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siraman Sedudo is a tradition that is preserved by the people of Ngliman Village. This tradition is closely related to the belief in supernatural powers and is believed to have properties, such as curing several diseases, making youth, longevity, and facilitating mate and offspring affairs which are carried out by bathing directly in the Sedudo waterfall. In addition, this tradition also represents social values in society. This study aims to analyze the practice of social solidarity in the implementation of the Siraman ritual which is held once a year. Using Emile Durkheim's theory of social solidarity, this article describes the traditional siraman ritual process, and analyzes the forms of social solidarity of the Siraman Sedudo Traditional Ritual. This study examines these social phenomena using descriptive qualitative research methods with data collection techniques of observation, interviews, and documentation studies. The results of this study indicate that this tradition is considered a sacred ritual and has an important position for the community so that it is still preserved today. In addition, the community has social values which are indicated by the attitude of mutual cooperation, high solidarity and the nature of the community in preparing the Siraman Sedudo Traditional Ritual procession. Siraman Sedudo adalah tradisi yang dilestarikan oleh masyarakat Desa Ngliman. Tradisi ini lekat dengan kepercayaan terhadap kekuatan gaib dan diyakini memiliki khasiat, seperti menyembuhkan beberapa penyakit, menjadikan awet muda, panjang umur, dan memperlancar urusan jodoh dan keturunan yang dilakukan dengan mandi langsung di air terjun Sedudo. Selain dinilai sakral, tradisi ini juga merepresentasikan nilai-nilai sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik solidaritas sosial dalam pelaksanaan ritual Siraman yang dilaksanakan setahun sekali. Dengan menggunakan teori solidaritas sosial Emile Durkheim, artikel ini mendeskripsikan proses ritual adat siraman, dan menganalisis bentuk-bentuk solidaritas sosial Ritual adat siraman Sedudo. Penelitian ini mengkaji fenomena sosial tersebut dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ini dianggap sebagai ritual sakral dan memiliki kedudukan penting bagi masyarakat sehingga masih dilestarikan hingga saat ini. selain itu, masyarakat memiliki nilai-nilai kolektif yang ditunjukkan dengan sikap gotong royong, kesetiakawanan yang tinggi dan sifat gotong royong dalam mempersiapkan prosesi Ritual adat siraman Sedudo.
Pembinaan Karang Taruna Sebagai Penyuluh untuk Penanggulangan Penyakit HIV/AIDS Seli Septiana Pratiwi; Ahmad Arif Widianto; Desy Santi Rozakiyah; Megasari Noer Fatanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6776

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada bertujuan untuk mempersiapkan anggota karang taruna terlibat aktif dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS di Desa Batuaji. Kegiatan tersebut dilatar belakangi peningkatan kasus penyakit menular HIV/AIDS mempengaruhi sektor kesehatan, keamanan, ekonomi, dan bahkan sosial. Melalui keterlibatan karang taruna diharapkan tercipta pemerataan edukasi tentang penyakit menular di masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah menciptakan anggota karang taruna yang bisa memahami secara mendalam penyakit HIV/AIDS dan mengimplementasikannya dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat lainnya. Metode yang dilakukan yaitu partisipasi secara langsung dengan melibatkan anggota karang taruna melalui penyampaian materi dan diskusi aktif. Di setiap sesi peserta diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab, bertukar informasi dan pengetahuan mengenai penyakit HIV/AIDS, dan melengkapi pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS. Secara umum, peserta sudah mengetahui penyakit HIV/AIDS, peserta juga sudah memiliki pengetahuan tempat melaporkan kasus-kasus baru dari pengidap HIV/AIDS. Perlu ditingkatkan kembali pengetahuan tentang prosedur pengobatan pengidap HIV/AIDS agar anggota karang taruna dapat memberikan informasi kepada masyarakat dengan jelas dan sistematis. Kegiatan dilakukan pada bulan Oktober tahun 2022 dengan jumlah peserta 20 orang anggota karang taruna. Hasil pengabdian yaitu peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman berkaitan dengan gejala dan penyebaran penyakit HIV/AIDS. Selain itu, peserta kegiatan juga memiliki koordinasi yang lebih jelas dengan pihak desa mengenai keterlibatan dalam penanggulangan dan penanganan penyakit menular HIV/AIDS.Service activities aim to prepare Karang Taruna members to be actively involved in tackling HIV/AIDS in Batuaji Village. This activity was motivated by increased cases of the infectious disease HIV/AIDS affecting the health, security, economic and social sectors. Through the involvement of youth organizations, it is hoped that there will be an equal distribution of education about infectious diseases in the community. This activity aims to create youth members who can understand HIV/AIDS in depth and implement it in the form of outreach to other communities. The method used is direct participation by involving youth members through material delivery and active discussion. In each session, the participants were allowed to conduct questions and answers, exchange information and knowledge about HIV/AIDS, and complete their knowledge about HIV/AIDS. In general, the participants already knew about HIV/AIDS; the participants also knew where to report new cases of people living with HIV/AIDS. It is necessary to increase knowledge about procedures for treating people with HIV/AIDS so that youth members can provide information to the public clearly and systematically. The activity was carried out in October 2022 with 20 members of Karang Taruna. The result of the service is that participants know and understand the symptoms and spread of HIV/AIDS. In addition, activity participants also have clearer coordination with the village regarding involvement in the prevention and management of HIV/AIDS infectious diseases. 
ISLAM DAN PRAKTIK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: STUDI TERHADAP IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN OLEH YAYASAN SAHABAT IBU DI YOGYAKARTA Ahmad Arif Widianto
ASKETIK: JURNAL AGAMA DAN PERUBAHAN SOSIAL Vol. 1 No. 2 (2017): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emergence of non-governmental organizations (NGOs) actively empowering women can supplement the lack of implementation of the program of empowerment from the Government. Despite all its shortcomings, a previous Study demonstrated that NGOs are more effective in carrying out empowerment programs with a variety of models and strategies. Mother’s best friend Foundation (YSI) undertook to actively empower women in Yogyakarta and mengooptasi way to implement Islamic values not only on a theoretical level but also practical. This paper discusses how YSI implements Islamic values and the implications for how the process of empowerment. This research uses the qualitative approach method of verstehen to interpret the subject’s understanding of research on Islamic-based empowerment. Data collection techniques using participatory observation and in-depth interviews against informants chosen purposively. The results showed that the application of the values of Islam is more of an approach at once an instrument of women’s empowerment. Islamic practices are applied in the empowerment of such as contracts, pledges, pengajian, and infaq can push the lancarnya through the process of empowerment. The subject of research looked at that program of empowerment is the obligation to family and God. Nevertheless, there are several members resigned because the program prove incriminating. On the one hand, the implementation of Islamic values becomes the driving force of empowerment, and on the other hand, gives rise to a difference of views among the participants and facilitator so it becomes counterproductive.
Literasi Peduli Lingkungan dalam Pengembangan Merdeka Belajar di Desa Ranupani Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Desy Santi Rozakiyah; Seli Septiana Pratiwi; Megasari Noer Fatanti; Ahmad Arif Widianto
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 2 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.783 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i2.2571

Abstract

SDN Ranupani terletak di Desa Senduro Lumajang. Sekolah ini masih menjadi satu dengan sekolah SMP Negeri Satu Atap, kegiatan dan proses pembelajaran masi dalam satu gedung antara SD dan SMP. Implementasi pembelajaran yang mengembangkan literasi dan numerasi belum dipraktekkan secara langsung oleh pihak sekolah. Mengambil tema kegiatan tentang peduli lingkungan di lakukan pada siswa SDN Ranupani sebagai bentuk peningkatan stimulus dan kemampuan siswa dalam mengembangkan pemahaman literasi dan numerasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini sebagai peningkatan literasi dan numerasi pada siswa dengan melalui pendekatan lingkungan dan mengenal kondisi tempat tinggal siswa. Selain itu, dapat memberikan sikap menyadarkan siswa pentingnya menjaga lingkungan sekitar dan menanamkan sikap peduli lingkungan. Model kegiatan pengabdian yang dilakukan dalam bentuk pendampingan, sosialisasi pada siswa SDN Ranupani bagaimana membangun kesadaran siswa dalam memperhatikan sampah dan mencintai lingkungan sekitar. Hasil kegiatan dan pendampingan yang dilakukan pada siswa SDN Ranupani disambut baik oleh kepala desa maupun dari pihak Guru SDN Ranupani. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan kegiatan sangat aktif dan partisipasi, mulai dari pemaparan materi tentang menjaga lingkungan, dan praktek pemetaan sampah secara langsung selama kegiatan. Mengingat Desa Ranupani sebagai desa penyangga dari taman nasional Bromo tengger Semeru (TNBTS) yang rawan akan terjadinya banjir. Dengan adanya kegiatan ini sikap dan kesadaran dari individu siswa dapat terbentuk dan menggembangkan jiwa peduli pada lingkungan dan menjaga lingkungan sekitar setiap harinya. 
Optimalisasi Branding Agroeduwisata Jeruk-Jeruk Desa Samar Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung Guna Menuju Desa Wisata Deny Wahyu Apriadi; Nanda Harda Pratama Meiji; Ahmad Arif Widianto; Anis Cahyaning Lintang Berlian; Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas; Dian Jaya Wardani; Moh Pebrianto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ngu.v3i1.1920

Abstract

Pengabdian ini dilakukan untuk mengoptimalisasikan branding Agroeduwisata Jeruk-Jeruk Desa Samar melalui basis yang dimiliki oleh Desa Samar, dan juga dibantu dengan video promosi, website, serta sosial media sebagai upaya mempromosikan dan meningkatkan jumlah serta minat wisatawan untuk berkunjung ke Agroeduwisata Jeruk-Jeruk Desa Samar, sehingga perekonomian desa dapat meningkat dari sektor pariwisatanya. metode yang dipakai pada pengabdian ini berupa proses observasi, wawancara & dokumentasi dengan fokus pada masyarakat Desa Samar, Kecamatan Pegerwojo, Kabupaten Tulungagung. Dari pengabdian ini didapatkan hasil yakni selain adanya petik jeruk, pembibitan madu, dan cinderamata dari anyaman bambu yang bisa dioptimalkan dalam pemasaran dan pengenalan kepada pengunjung. Kemudian, terdapat kendala yang dialami yakni minimnya biaya operasional untuk memperbaiki dan memperbaharui fasilitas dan juga kurangnya partisipasi sumber daya manusia untuk mengembangkan Agroeduwisata Jeruk-Jeruk ini. Selanjutnya terdapat beberapa proses pelaksanaan branding yang dilakukan oleh tim pengabdi antara lain optimalisasi penggunaan website dan media sosial sebagai media promosi, dan membuat video iklan serta profil desa.
Pendampingan Masyarakat sebagai Edukator dan Pengelolaan Pariwisata Berbasis Ekowisata di Desa Samar Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung Deny Wahyu Apriadi; Nanda Harda Pratama Meiji; Ahmad Arif Widianto; Anis Cahyaning Lintang Berlian; Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas; Dian Jaya Wardani; Fitrotin Nadhifah; Moh. Pebrianto
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 3 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i3.2887

Abstract

Pendampingan pengelolaan wisata di Desa Samar masih belum optimal karena Pokdarwis Desa Samar masih kesulitan untuk mengelola wisata berkelanjutan, seperti kendala sumber daya manusia dan dana operasional yang terbatas. Pendampingan dalam pengelolaan potensi sumber daya manusia perlu dilakukan agar masyarakat mampu mengembangkan potensi wisata berbasis ekowisata dengan seperti Agroeduwisata Jeruk-Jeruk, edukasi perah susu sapi dan pemanfaatan sungai sebagai wisata river tubing secara mandiri. Pendampingan pengelolaan wisata meliputi empat tahapan, yakni (1) Sosialisasi program (2) Pelatihan dan pendampingan (3) Launching Media Promosi dan Terbentuknya Edukator, dan (4) Evaluasi dan monitoring terhadap keseluruhan tahapan yang dilakukan dalam rangka pendampingan pengelolaan wisata berbasis ekowisata di Desa Samar. Hasil dari pendampingan yang dilakukan kepada target ialah berupa pemahaman dari sosialisasi yang dilakukan oleh kelompok ahli, video promosi wisata, dan terbentuknya kelompok masyarakat sebagai edukator wisata desa.
Perempuan dalam pemberdayaan sosial di Komunitas Pelangi Nusantara Malang Emilia Nanda Sartika; Ahmad Arif Widianto
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 12, No 2 (2023): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v12i2.61513

Abstract

Penelitian mengkaji bentuk partisipasi perempuan dalam pemberdayan sosial di Komunitas Pelangi Nusantara Malang (Pelanusa). Penelitian menggunakan metode kualitatif melibatkan founder, pembina, ketua tim kreatif, anggota tim kreatif, dan anggota binaan di Pelanusa. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi aktif peserta perempuan dalam kegiatan kewirausahaan sosial dan pendampingan pada program pelatihan pembuatan produk kerajinan pembekalan kewirausahaan. Namun, disamping keterbatasan sumber daya di Pelanusa, kemauan dan kemampuan dasar peserta perempuan sedikit banyak menghambat partisipasi aktif mereka. Selain itu, beberapa peserta tidak mendapat dukungan penuh dari keluarga termasuk tidak sepernuhnya diizinkan oleh suami untuk terlibat di Pelanusa. 
Peran BUMDes dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Desa Torongrejo Pasca Pandemi COVID-19 Shiona, Altlya Elok Yearmil; Widianto, Ahmad Arif
Jurnal Pariwisata Terapan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpt.91805

Abstract

Community based tourism is one of the tourism development models that makes the community the main actors in its development. As an institution formed to empower the community, BUMDes Bejo has a business unit focused on tourism development. This research aims to elaborate on the role of BUMDes Bejo in developing community based tourism through the Banyu Rancang tourist attraction from its inception to the present. The research uses a qualitative descriptive research method with a case study approach. Data collection techniques in this research include observation, in-depth interviews, and documentation. The principles of Community Based Tourism (CBT) and Anthony Giddens' Structuration theory are used to analyze the results. The research results show that the role of BUMDes in developing community based tourism in Torongrejo Village is not optimal, attributed to the unclear BUMDes structure since the pandemic and a lack of suitable human resources to manage it. Despite BUMDes having a limited role in its development, Banyu Rancang tourism is still being developed with the support of the Torongrejo Village Government and the Batu City Tourism Office. Based on the significance, domination, and legitimacy structure in the development of Banyu Rancang tourism, it is concluded that several stakeholders involved, including tourism managers, youth organizations, the Torongrejo Village Government, and the Batu City Department of Tourism have played their roles well through the support and motivation given to advance Banyu Rancang tourism.
Digitalisasi Identitas Lokal: Optimalisasi Website untuk Memperkuat Daya Tarik Desa Pait, Kasembon, Malang Moh. Pebrianto; Nanda Harda Pratama Meiji; Ahmad Arif Widianto; Luly Triningsih
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5792

Abstract

The optimization of village websites is a strategic step in leveraging information technology to enhance the potential of Pait Village, Kasembon District, Malang Regency, as a tourist destination. Using a community development approach, this initiative actively involves local community participation in creating and managing website content that reflects local wisdom. Training and technical assistance were provided to village officials and residents to improve human resource capacity for sustainable website management. The results indicate significant improvements in the website’s design and content, along with increased community engagement in the development process. With this optimization, the village website functions not only as a medium for documenting village activities and promoting tourism but also as a branding tool that strengthens the local identity of Pait Village. Moving forward, sustained website management is expected to boost tourist visits and support the welfare of the village community through local economic growth. Keywords: Village website optimization, Pait Village, community-based tourism, community empowerment, information technolog
Hegemoni “Agama Resmi” Dan Ambiguitas Kebebasan Berkeyakinan Penghayat Sapta Darma Di Jember, Jawa Timur Widianto, Ahmad Arif; Hasanah, Fitriatul
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 10, No 2 (2024): Jurnal SMaRT : Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/smart.v10i2.2524

Abstract

Violations of freedom of religion or belief continue to pose significant challenges to interfaith cooperation. Adherents of indigenous beliefs frequently experience such violations despite the legal and formal guarantees of their religious rights. Believers, as a minority group, are often marginalized and subjected to restrictions, even though their identity is recognized by Constitutional Court Decision Number 97/PUU-XIV/2016. This article examines the hegemonic relationship between "official religion" and adherents of indigenous belief, as well as its impact on the freedom of belief in Sukoreno Village, Jember. The study looks into the practice of hegemony and its implications on the violations of freedom of belief experienced by Sapta Darma Believers. The originality of this research lies in its focus on hegemonic relations through socio-cultural mechanisms. A qualitative methodology is implemented to investigate the disparities in social relations from the standpoint of Sapta Darma believers. Data collection is conducted through semi-structured interviews, supplemented by direct observation to contextualize and comprehend the social practices of interfaith life. The exercise of hegemony include: 1) internalization of Islamic practices within the Sapta Darma community, 2) restriction on certain activities, as well as 3) oversight and regulation concerning permits for the believers. Findings indicate hegemony in the interactions between Muslims and Sapta Darma believers through socio-cultural mechanisms. Although social relations between Muslims and the adherents appear harmonious and peaceful, the potential for violations of religious freedom persists due to the dynamics of majority-minority relations. The believers are compelled to adhere to detrimental policies to sustain harmony and preserve the image of Sukoreno 'Pancasila' Village. The hegemony of the dominant official religion over Sapta Darma belivers engenders ambiguity concerning religious freedom.