Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Penjumlahan Melalui Menggunakan Media Konkret Pada Siswa Kelas II Arita s; Erwin Nurdiansyah; Mulyadi; Abdul Wahid
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1217

Abstract

This study aimed to improve students' mathematics learning outcomes in addition material through the use of concrete media for second-grade students at UPT SDN 124 Tedeboe. This research was Classroom Action Research conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects were second-grade students of UPT SDN 124 Tedeboe. Data were collected through learning achievement tests, observations, and documentation. The results showed that the use of concrete media improved students' learning outcomes in addition material. Students became more active, enthusiastic, and better understood addition concepts through direct manipulation of real objects. Learning mastery increased from the pre-cycle to cycle I and cycle II. Therefore, concrete media effectively improved mathematics learning outcomes in addition material for second-grade students at UPT SDN 124 Tedeboe
Penerapan Pembelajaran Matematika Interaktif Berbasis Teknologi Untuk Menghubungkan Konsep Akademik Dengan Kehidupan Digital Siswa Faisal Sattar; Erwin Nurdiansyah; Nur Afni; Abdul Wahid
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1218

Abstract

This study aimed to improve students’ mathematics learning outcomes through the implementation of technology-based interactive mathematics learning to connect academic concepts with students' digital lives at UPTD SD 88 Sabantarng, Tompobulu District, Maros Regency. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects were students of UPTD SD 88 Sabantarng in the 2025/2026 academic year. Data were collected through learning achievement tests, observations, and documentation. The results showed that technology-based interactive mathematics learning improved students' learning outcomes. The use of digital learning applications, interactive videos, and digital quizzes increased students' participation, enthusiasm, and understanding of mathematical concepts related to their digital lives. Learning mastery improved from the pre-cycle to cycle I and cycle II. Therefore, technology-based interactive mathematics learning effectively improved mathematics learning outcomes in elementary school students.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Game Menggunakan Media Kartu Angka Untuk Meningkatkan Pemahaman Perkalian Siswa Kelas 3 UPT SDN 241 Labose Kamriah Kamriah; Erwin Nurdiansyah; Mulyadi Mulyadi; Abdul Wahid
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perkalian siswa kelas III UPT SDN 241 Labose melalui penerapan model pembelajaran berbasis game menggunakan media kartu angka. Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran matematika adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep perkalian karena pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan latihan soal yang kurang menarik. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III UPT SDN 241 Labose Tahun Pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis game menggunakan media kartu angka mampu meningkatkan pemahaman perkalian siswa. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran karena kegiatan belajar dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Peningkatan pemahaman siswa terlihat dari meningkatnya nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar pada setiap siklus. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis game menggunakan media kartu angka efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman perkalian siswa kelas III UPT SDN 241 Labose.
Strategi Guru dalam Menanamkan Nilai Disiplin dan Tanggung Jawab pada Siswa Kelas IV SD Inpres Batangmata Sapo No. 73 Kepulauan Selayar Abdul Basri; Sri Hastati; Mulyadi Mulyadi; Abdul Wahid
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1261

Abstract

1 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas IV SD Inpres Batangmata Sapo No. 73 Kepulauan Selayar, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi terhadap guru kelas IV sebagai informan utama, serta kepala sekolah, siswa, dan orang tua sebagai informan pendukung yang dipilih melalui purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, penguatan (reward), konsekuensi edukatif (punishment), pengawasan, serta komunikasi dengan orang tua secara konsisten dalam menanamkan nilai disiplin, sementara penanaman nilai tanggung jawab paling banyak didukung data pada strategi keteladanan dan pembiasaan. Keteladanan guru ditemukan sebagai strategi yang paling cepat membentuk perilaku siswa. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, budaya sekolah yang disiplin, kerja sama orang tua, dan kesesuaian strategi dengan tahap perkembangan siswa, sedangkan faktor penghambat meliputi pola asuh keluarga yang kurang mendukung, pengaruh teman sebaya, penggunaan gawai berlebihan, dan rendahnya kesadaran sebagian siswa akan pentingnya nilai karakter.
Penerapan Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas IV UPT SPF SDN Maradekaya 1 Kota Makassar Arini Arini; Abdul Wahid; Irma Ati Mega; Muzdaliva Muzdaliva
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1329

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya adalah rendahnya hasil belajar murid akibat proses pembelajaran yang kurang melibatkan murid secara aktif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, menyenangkan, kolaboratif, dan kompetitif secara positif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika murid kelas IV UPT SPF SDN Maradekaya 1 melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah murid kelas IV UPT SPF SDN Maradekaya 1 sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, observasi aktivitas murid, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar pada setiap tahap penelitian. Penerapan TGT dilakukan melalui pembentukan kelompok heterogen, penyajian materi, kegiatan permainan, turnamen, dan pemberian penghargaan kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model TGT menunjukkan peningkatan hasil belajar serta meningkatkan persentase ketuntasan belajar dari 40% pada kondisi awal menjadi 90% pada siklus II. Dengan demikian, model TGT dapat menjadi alternatif pembelajaran matematika yang mendorong keterlibatan aktif, kerja sama, motivasi, dan peningkatan hasil belajar murid.
Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Edukasi Pemilahan Sampah SDN Maradekaya 1 Nurhikmayani Nurhikmayani; Abdul Wahid; Nur Afni; Rina Amalia; Umrah Nasir
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 5 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i4.2895

Abstract

Permasalahan sampah di lingkungan sekolah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga dengan pembentukan kebiasaan dan karakter peserta didik dalam menjaga lingkungan. Edukasi pemilahan sampah merupakan kegiatan sederhana dan kontekstual yang dapat dikenalkan sejak sekolah dasar untuk memperkuat karakter peduli lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat karakter peduli lingkungan peserta didik SDN Maradekaya 1 melalui edukasi dan praktik pemilahan sampah. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 dengan melibatkan 24 peserta didik kelas IV. Metode yang digunakan berupa pendidikan masyarakat dan pelatihan melalui tahap edukasi, praktik pemilahan sampah, evaluasi, refleksi, dan tindak lanjut. Materi mencakup pengertian dan jenis sampah, karakteristik sampah, dampak sampah terhadap lingkungan, serta cara pemilahan yang tepat. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan pengamatan terhadap kemampuan mengenali jenis sampah, membedakan kategori, menempatkan sampah pada tempat yang sesuai, serta menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator, yaitu kemampuan mengenali jenis sampah dari 41,7% menjadi 87,5%, membedakan kategori dari 37,5% menjadi 83,3%, menempatkan sampah pada tempat yang sesuai dari 45,8% menjadi 91,7%, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dari 54,2% menjadi 91,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung dapat memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan karakter peduli lingkungan, meskipun keberlanjutannya memerlukan pembiasaan dan dukungan sekolah.