Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Effect of the Traditional Dakon Game on the Intelligence of Children Aged 4–5 Years at KB Ester Sidoasri, Sumbermanjing Wetan (An Experimental Quantitative Study) Nurpitayani, Dwi; Muntomimah, Siti; Nita, Cicilia Ika Rahayu
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 3 (2025): (On Progress) Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v14i3.14402

Abstract

This study aims to determine the effect of the traditional game dakon on the intelligence of children aged 4–5 years at KB Ester Sidoasri, Sumbermanjing Wetan District, before and after being given an intervention in the form of the dakon game. This research employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest experimental design. The subjects of the study were children aged 4–5 years enrolled at KB Ester Sidoasri. The instrument used was an intelligence test administered before (pretest) and after (posttest) the dakon game intervention. The results showed a significant increase in the children’s intelligence levels following the intervention. The game proved effective in stimulating children’s cognitive abilities, such as logical thinking, counting, and decision-making. Therefore, the traditional game dakon can serve as an enjoyable and beneficial learning medium to support the cognitive development of early childhood.
Implementation of Round and Grab Fun Game to Improve the Cognitive Abilities of Early Childhood Khasana, Niswatul; Kumala, Farida Nur; Muntomimah, Siti
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 3 (2025): (On Progress) Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v14i3.14410

Abstract

This classroom action research aims to improve the cognitive abilities of 4-5-year-old children at TK Muslimat NU 1 Tumpang through the Round and Grab Fun game. The research subjects consisted of 20 students, including 11 boys and 9 girls. The study was conducted in two cycles using the Kemmis and McTaggart model, which consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The results showed that after Cycle I, the children's cognitive abilities improved by 60%, from an initial observation of only 35%, but this result was still not optimal as the expected success rate was 75%. This affected the outcome in Cycle II, where the children's cognitive abilities improved by 85%. Therefore, it can be concluded that the implementation of the Round and Grab Fun game can improve the cognitive abilities of 4-5-year-old children at TK Muslimat NU 1 Tumpang.
ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SEBAGAI DASAR PROGRAM PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN 1 PAJARAN KECAMATAN PONCOKUSUMO Nurhidayah, Evi; Muntomimah, Siti; Ramli Akbar, Mochammad
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2025): in Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v7i2.2792

Abstract

This study aims to analyze parents' information needs regarding the importance of early childhood education (PAUD) as the basis for children's gross motor development. One way to improve gross motor skills is through the active involvement of parents in understanding the importance of physical education and programs that suit their children's needs. At Dharma Wanita Persatuan 1 Pajaran Kindergarten, Poncokusumo District, the partnership between parents and the school has not been optimal. Parents' lack of understanding of the role of ECE has resulted in low participation in supporting children's learning activities, including gross motor skills. This study used a qualitative descriptive method with interviews of three parents and two teachers. The results showed that most parents did not understand the importance of physical activity as part of ECE and still relied on information from unofficial media. Therefore, an educational strategy through an effective, collaborative, and sustainable parenting program is needed to increase parents' awareness of the essence of PAUD and its impact on children's overall development, especially gross motor skills. These findings form the basis for the design of appropriate communication and education programs in the PAUD environment.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun melalui Permainan Sirkuit Palola di KB Ar-Rohmah I Singosari Sulaipah; Nita, Cicilia Ika Rahayu; Muntomimah, Siti
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i1.2253

Abstract

The aim of this research is to improve the gross motor skills of children aged 4–5 years through the application of the Palola circuit game at KB Ar-Rohmah I Singosari. Specifically, this study was directed to determine the process of implementing Palola circuit games as well as improving children's gross motor skills which include balance, agility, movement coordination and physical strength. This research method uses the Class Action Research (PTK) approach which is carried out in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementing actions, observation and reflection. The research subject was a 4–5 year old child at KB Ar-Rohmah I Singosari. Data collection techniques are carried out through observation, documentation and assessment sheets for children's gross motor abilities. Data analysis used qualitative and quantitative descriptive techniques by comparing the results of children's gross motor ability in pre-cycle, cycle I and cycle II. The research results show that the application of the Palola circuit game can improve the gross motor skills of children aged 4–5 years. This is shown by an increase in the percentage of children's gross motor skills achieved in each cycle. In pre-cycle, children's gross motor skills are in the low category. After taking action in cycle I, the child's gross motor skills have improved and are in the sufficient category. Furthermore, in cycle II there was a significant increase until it reached the good category. Thus, the Palola circuit game proved effective in improving the gross motor skills of 4–5 year old children at KB Ar-Rohmah I Singosari.
Implementasi Budaya Antre melalui Media Kereta Sabar untuk Meningkatkan Kesabaran Anak Usia 3–4 Tahun Indrawati, Indrawati; Rahayunita, Cicilia Ika; Muntomimah, Siti
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2604

Abstract

Kesabaran merupakan bagian penting dari perkembangan sosial-emosional anak usia dini, khususnya dalam kemampuan menunggu giliran atau menerapkan budaya antre. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di KB Putri Indah Dampit, kemampuan kesabaran anak usia 3–4 tahun masih tergolong rendah, ditandai dengan perilaku tidak sabar seperti berebut, memotong antrean, dan sulit mengendalikan emosi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang menggunakan media konkret yang sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan budaya antre melalui media Kereta Sabar guna meningkatkan kesabaran anak usia 3–4 tahun di KB Putri Indah Dampit. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 3–4 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan penilaian perkembangan kesabaran anak. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui peningkatan kemampuan kesabaran anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Kereta Sabar efektif dalam meningkatkan kesabaran anak. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), dari kondisi awal hingga mencapai 93,33% pada akhir siklus II. Selain itu, perilaku tertib dalam antre dan pengendalian emosi anak juga mengalami peningkatan yang signifikan.
Meningkatkan kemampuan Berbahasa Anak 4-5 Tahun melalui Permaianan Kata Berbisik di TK Muslimat NU 21 Pakis Sumilastutik, Sumilastutik; Muntomimah, Siti; Anggraini, Henni
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2563

Abstract

Kemampuan berbahasa anak usia dini merupakan dasar penting bagi perkembangan komunikasi dan berpikir anak, meliputi kemampuan mendengarkan, memahami, dan mengungkapkan pikiran serta perasaan melalui bahasa lisan atau isyarat. Anak usia 4–5 tahun mulai mengenali kosa kata sederhana, menyusun kalimat bermakna, dan merespons instruksi. Lingkungan belajar yang kaya bahasa seperti melalui cerita, lagu, percakapan, dan permainan edukatif sangat membantu menstimulasi kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa anak melalui permainan kata berbisik pada kelompok A di TK Muslimat NU 21 Pakis. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berbahasa anak dari pra-siklus hingga siklus II. Pada pra-siklus, kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 15% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) 5%. Pada siklus I meningkat menjadi 30% (BSH) dan 15% (BSB), sedangkan pada siklus II mencapai 70% (BSH) dan 20% (BSB). Anak menjadi lebih aktif, antusias, dan terlibat dalam pembelajaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan anak
Implementasi Budaya Antre Menggunakan Identity Card untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 3–4 Tahun Wardani, Feni Nur Cahyaning Ayu; Dwiyasa, Arnelia; Muntomimah, Siti
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2693

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan aspek fundamental dalam pendidikan anak usia dini yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan anak untuk berinteraksi secara sosial. Salah satu permasalahan yang sering ditemukan di lembaga PAUD adalah rendahnya kemampuan anak dalam menunggu giliran dan mematuhi aturan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya antre menggunakan media identity card dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 3–4 tahun di KB Putri Indah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya antre menggunakan identity card mampu meningkatkan kemampuan sosial emosional anak, khususnya pada aspek kesabaran menunggu giliran, pengendalian emosi, dan perilaku prososial. Pada akhir siklus II, lebih dari 75% anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik. Dengan demikian, penggunaan identity card efektif sebagai media visual dalam menumbuhkan budaya antre dan meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini.
GAMBARAN POLA PENGASUHAN KAKEK NENEK PADA ANAK USIA DINI DI KB AL-IHSAN DESA GONDOWANGI Kabho, Irma; haryono, sarah; muntomimah, siti
Jurnal Golden Age Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola pengasuhan yang diterapkan oleh kakek dan nenek kepada anak usia dini yang mereka asuh di KB AL-IHSAN Desa Gondowangi. Pola pengasuhan ini menjadi penting untuk dikaji karena adanya pergeseran peran pengasuhan dari orang tua kepada kakek dan nenek, baik karena faktor ekonomi, perceraian, maupun kesibukan orang tua. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan yang diterapkan oleh kakek dan nenek bervariasi, mulai dari pola asuh demokratis, permisif, hingga otoriter, dengan kecenderungan dominan pada pola demokratis. Pengasuhan oleh kakek dan nenek cenderung menghasilkan anak yang lebih mandiri dan disiplin, meskipun tantangan tetap ada, terutama dalam hal batasan dan kedisiplinan. Kata kunci: pengasuhan, grandparenting, anak usia dini
Lokakarya Pengembangan Project Media Interaktif pada Kurikulum Merdeka bagi Guru PAUD Al-Quran Baiturrahman Kota Malang Pratiwi, Hestiningtyas Yuli; Muntomimah, Siti; Asmah, Ayu; Syarofah, Alfiatus; Jumriyah, Jumriyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum inovatif yang memberikan kebebasan kepada guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, lokakarya pengembangan project media interaktif diadakan untuk memberikan pelatihan kepada guru PAUD dalam menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan interaktif. Lokakarya ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada guru PAUD dalam menggunakan berbagai teknologi dan aplikasi untuk menciptakan media interaktif yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Guru diajarkan tentang penggunaan alat desain grafis seperti Canva, aplikasi video editing seperti iMovie, serta penggunaan alat interaktif seperti Kahoot dan Nearpod. Hasil lokakarya menunjukkan bahwa guru PAUD sangat antusias dan termotivasi untuk mengembangkan project media interaktif. Mereka merasa bahwa penggunaan media interaktif dapat meningkatkan minat dan partisipasi anak-anak dalam pembelajaran. Selain itu, guru-guru juga merasa lebih percaya diri dalam merancang materi pembelajaran yang kreatif dan menarik sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Lokakarya pengembangan project media interaktif pada Kurikulum Merdeka bagi guru PAUD memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penggunaan media interaktif dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Melalui lokakarya ini, guru PAUD dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuandalam menciptakan media interaktif yang efektif dan kreatif, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan anak usia dini.
Improving Listening Skills Through Storytelling Methods with Digital Storybooks in Early Childhood Sari, Suciyanik Nilam; Kumala, Farida Nur; Muntomimah, Siti
JURNAL RISET PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jrpp.v4i1.978

Abstract

This study aims to enhance the listening comprehension skills of 5-6-year-old children at TK Mutiara Hati Ngantang through the storytelling method using digital storybooks. The research method employed is Classroom Action Research (CAR) with the spiral model of Kemmis and McTaggart, consisting of two cycles, each with two meetings. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles & Huberman data analysis model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show a significant improvement in the children’s listening comprehension after the implementation of the digital storybook storytelling method. In the initial observation, only 33.3% of children were categorized as emerging. However, in cycle 1, the first meeting showed a 40% improvement, and the second meeting reached 53.3%. Cycle 2 showed even greater progress, with the first meeting achieving 66.6% and the second meeting reaching 86.6%. These results indicate that the use of digital storybooks effectively helps children comprehend the story content, retell the story in the correct sequence, and follow more complex instructions. In conclusion, the storytelling method using digital storybooks is proven to be an effective tool in improving listening comprehension skills in 5-6-year-old children. The significant improvements in listening comprehension, along with the children’s increased enthusiasm and focus, highlight the potential of digital storybooks as an engaging and interactive learning medium for early childhood education.