Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR

Pengaruh Pemberian Edukasi Tentang Pendidikan Seksual pada Anak Berkebutuhan Khusus Dengan Tingkat Pengetahuan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Dian Furwasyih; Sunesni; Ilham Akerda Edyyul
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v5i2.308

Abstract

Ketidakmampuan untuk bisa hidup mandiri dengan keterbatasan kecerdasan pada anak tunagrahita membuat kelompok ini rentan terhadap masalah, termasuk masalah kesehatan reproduksi. Seiring dengan minimnya pendidikan seks bagi penyandang tunagrahita ini menjadikan sebagian diantara mereka cenderung untuk dimanipulasi sehingga kerap dijadikan objek pelecehan dan pelampiasan seksual. Guru memiliki tanggungjawab untuk mengajarkan tentang pendidikan seksual di sekolah mulai dari usia dini sampai ke perguruan tinggi. Hingga saat ini, pendidikan seksual yang komprehensif masih belum terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi seksual terhadap tingkat pengetahuan guru sekolah luar biasa (SLB) Kota Padang. Desain penelitian adalah one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan formulir digital dengan perlakuan berupa pemberian materi edukasi pendidikan seks dan seksualitas pada guru SLB. Analisis data univariat dan bivariat dengan Microsoft Excel 2010. Didapatkan response rate penelitian 84,2%, dengan karakteristik responden hampir seluruh responden dengan level pendidikan sarjana atau lebih, separuh berada pada kelompok umur diatas 40 tahun, hampir seluruh responden berjenis kelamin perempuan, dan separuh dengan pengalaman kerja diatas 13 tahun. Hasil uji T didapatkan p-value 0,00010 < α (0,05) dimana ini berari ada pengaruh signifikan antara pemberian edukasi dengan tingkat pengetahuan guru SLB tentang seks dan seksualitas anak tunagrahita. Direkomendasikan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin di sekolah sehingga pemahaman guru menjadi lebih baik dan dapat menyampaikan informasi ini dengan tepat kepada peserta didik.
Studi Kasus Profil Diagnostik Terapi Wicara Pada Klien Gagap Usia 27 Tahun Ilham Akerda Edyyul; Rahmi Khalida; Yuli Afmi Ropita Sari
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v6i2.392

Abstract

One of the disruptions in fluency is the lack of smoothness in speech that does not correspond to the speaker's age, and this lack of smoothness affects the rhythm and average number of words produced when speaking. This research aims to identify disruptions in fluency rhythm experienced by a 27-year-old client with stuttering. The research method employed is a case study (qualitative descriptive). The research implementation in this case begins with observation, client interviews, and testing, including reading, storytelling, and two-way communication tests. The results of this study conclude that the client's diagnosis is beginning stuttering accompanied by secondary stuttering behaviors such as eye movements, movements downward, hand clenching, and toe tapping. The client also exhibits a feeling of fear and moderate to severe anxiety, with the ICD-10 code for stuttering being F98.5. Stuttering syndromes include core behaviors such as stoppages, repetitions, and prolongations. The total stuttering index for the client during reading is 8.9%, during storytelling is 15.06%, and during two-way communication is 10.28%. Based on the data assessment, the author suggests reducing stuttering by strengthening the client's modalities, such as fostering a strong desire to learn, parental support for the client's recovery, and motivation from the client to reduce stuttering.