Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN ALAT PENYEDOT MADU KLANCENG HUTAN MENGGUNAKAN DINAMO SOCK DRAT 160 PSI DAN SPEED CONTROLLER Syaputra, Edo; Retno Eka Pramitasari; Mohammad Munib Rosadi; Dian Anisa Rokhmah Wati
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6228

Abstract

Pengembangan alat penyedot madu menggunakan dinamo sock drat 160 Psi dan Speed Controller ini dilakukan karena pada alat terdahulu masih terdapat kekurangan, yaitu lambatnya proses pemanenan karena pompa dinamo terlalu kecil dan wadah madu hanya berukuran 500 ml. Sehingga pengembangan dengan menggunakan dinamo sock drat 160 Psi ini dilakukan agar alat dapat lebih maksimal dan cepat dalam proses pemanenan madu.Metode penelitian yang digunakan adalah R&D (Research & Development) sebuah metode untuk menghasilkan produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada dan digunakan sebagai pengujian keefektifan produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain dari pengembangan alat penyedot madu dan untuk mengetahui waktu penyedotan dari alat. Hasil pembuatan dan perakitan dari pengembangan alat penyedot madu ini telah sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat. Uji validasi alat juga dilakukan. Untuk hasil uji validasi alat dari uji fungisonalnya, alat ini mendapatkan rata – rata nilai 87,5% dengan kriteria sangat baik. Untuk uji kelayakannya, alat ini mendapatkan rata – rata nilai 100% dengan kriteria nilai sangat baik. Pada saat proses uji coba alat,  media yang digunakan adalah madu. Hasil yang didapatkan dari alat ini dalam waktu 10 menit 21 detik yaitu 450 ml.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KELAPA BERMATRIKS EPOXY TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT Ubaidillah, Muhammad Wahyu; Rokhmah Wati, Dian Anisa; Rosadi, Mohammad Munib; Irfa'I, Mochmad Arif
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6256

Abstract

Komposit adalah bahan gabungan dari dua bisa lebih bahan yang lainya. Komposit mempunyai rangakaian dua bisa lebih bahan yang digabung jadi satu bahan secara mikroskopis dimana bahan pembentuknya terlihat masih seperti asli dan diantaranya masih memiliki hubungan kerja sehingga mampu menunjukan sifat yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh serat kelapa terhadap kekuatan tarik komposit dengan fraksi volume 40%, 50% dan 60% bermatrik epoxy. Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalisis menggunakan Anova satu jalur pada aplikasi SPSS 16.0. Hasil yang diperoleh dari uji Anova satu jalur menyatakan bahwa terdapat pengaruh perbedaan fraksi volume 40%, 50% dan 60% menghasilkan sig. sebesar 0.003 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat di simpulkan bahwa rata-rata ke tiga uji tarik fraksi volume tersebut “berbeda” secara signifikan. Jadi dari  ketiga variasi memiliki pengaruh berbeda yang signifikan.
PENGARUH VARIASI KADAR PEREKAT TERHADAP LAJU PEMBAKARAN PADA BRIKET BERBAHAN DASAR SERBUK KAYU Edi Sunaryo; Dian Anisa Rokhmah Wati; Retno Eka Pramitasari; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6343

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh variasi kadar perekat pada briket berbahan dasar serbuk kayu terhadap laju pembakaran variasi komposisi bahan serbuk kayu 95% : 5% perekat, serbuk kayu 90% : 10% perekat, serbuk kayu 85% : 15% perekat, serbuk kayu 80% : 20% perekat, serbuk kayu 75% : 25% perekat. Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalisis menggunakan uji kruskal wallis pada aplikasi SPSS 25. Hasil Dari Penelitian ini diketahui nilai signifikan untuk pengaruh kadar perekat pada briket berbahan dasar serbuk kayu terhadap laju pembakaran adalah 0,012 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima yang berarti ada perbedaan signifikan.
PENGARUH VARIASI PERBANDINGAN SAMPAH PLASTIK JENIS LDPE DAN PS TERHADAP VOLUME DAN NILAI KALOR MINYAK PADA PROSES PIROLISIS Efita Nadine Anggraini; Basuki; Mohammad Munib Rosadi; Dian Anisa Rokhmahwati
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7048

Abstract

Sampah plastik yang sangat umum ditemui di lingkungan Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang yaitu plastik pembungkus suatu makanan atau minuman. Sampah plastik tersebut termasuk ke dalam plastik jenis LDPE dan PS. Konversi sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif dilakukan melalui proses pirolisis. Pirolisis adalah proses dimana bahan diuraikan pada suhu tinggi tanpa adanya atau terbatasnya udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari pengaruh variasi berat sampah plastik terhadap volume dan nilai kalor minyak pada proses pirolisis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental, dalam metode ini menggunakan variasi perbandingan berat sampah plastik LDPE:PS yaitu: 100%:0%; 70%:30%; 50%:50%; 40%:60% dan 0%:100% dengan total berat sampah plastik sebesar 600 gram yang diolah menggunakan teknik komparasi. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Pengujian ini dilakukan dengan proses pirolisis selama 120 menit dengan temperatur pembakaran 100 dan temperatur kondensor 10. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa variasi LDPE 0% : PS 100% menghasilkan  rata-rata volume minyak yang lebih banyak dibandingkan variasi lainnya sebesar 28,67 ml. Sedangkan variasi LDPE 100% : PS 0% menghasilkan rata-rata nilai kalor minyak yang lebih tinggi dibandingkan variasi lainnya 36197,75967  . Diketahui nilai (Sig.) untuk pengaruh variasi berat sampah plastik terhadap volume minyak pada proses pirolisis adalah 0,048 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan. Serta dapat diketahui nilai (Sig.) untuk pengaruh variasi berat sampah plastik terhadap nilai kalor minyak pada proses pirolisis adalah 0,742 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan.
PENGARUH PERSENTASE SEKAM PADI DAN TANAH GAMBUT SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET TERHADAP KADAR KARBON Setiawan, Saeful; Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Rosadi, Mohammad Munib
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7067

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Komposisi 70 % sekam padi 30 % tanah gambut, 75 % sekam padi 25 % tanah gambut, 80 % sekam padi 20 % tanah gambut, 85 % sekam padi 15 % tanah gambut, dan 90 % sekam padi 10 % tanah gambut. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan diuji dengan menggunakan aplikasi SPSS 25 dengan metode nonparametrik yaitu uji Kurskal Wallis. Hasilnya menunjukan nilai signifikan sebesar 0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Sehingga H1 diterima (terdapat perbedaan signifikan pengaruh proporsi sekam padi dan tanah gambut terhadap kandungan kadar karbon) dan H0 ditolak.
PENGEMBANGAN ALAT PEMERAS MADU DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR DRYER ES-T95CR DAN SPEED CONTROL Khabibulloh, Wildan Wahyu; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7286

Abstract

Pengembangan alat pemeras madu dengan menggunakan motor dryer ES-T95CR dan speed control ini dilakukan karena pada observasi ke peternak lebah didapati masih menggunakan cara manual. Hal ini sangat mempengaruhi lamanya proses pengolahan madu setelah pemanenan. Oleh karena itu, pengembangan alat pemeras madu ini dilakukan agar proses pemerasan madu lebih efisien atau lebih cepat diproses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan dari alat pemeras madu dan untuk mengetahui unjuk kerja dari alat yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode RnD (research and development). Hasil penelitian ini yaitu berupa hasil pengembangan alat dan unjuk kerja alat pemeras madu. Maka diperoleh hasil pengembangan alat dari manual ke mesin otomatis. Penelitian ini menggunakan uji validasi. hasil uji fungsional alat diperoleh nilai 3,75 dengan kriteria baik. Untuk uji kelayakan alat mendapat nilai 4,4 dengan kriteria sangat baik. Pada hasil uji coba alat yaitu dengan kecepatan minimum memperoleh waktu 1 menit 39 detik dengan volume yang didapatkan lebih maksimal sebesar 56 gram dengan ampas yang 35 gram. Sedangkan dengan kecepatan maksimum memperoleh waktu 1 menit 14 detik dengan volume yang didapat sebesar 50 gram dan ampas sebesar 43 gram. Jumlah peningkatan efisiensi dengan kecepatan minimum 17,2% dan kecepatan maksimum sebesar 30,8%.
Pengaruh Variasi Media Pendingin Dan Jenis Elektroda Pada Pengelasan SMAW Terhadap Uji Kekerasan Material Baja ST 36 Afif Septian Ardiansyah; Basuki; Dian Anisa Rokhmah Wati; Mochamad Arif Irfa'i
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i02.9038

Abstract

Pengelasan SMAW merupakan suatu metode penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi. Penggunaanpengelasan mencakup dalam konstruksi bangunan, system perpipaan, maupun dalam konstruksi mesin. Keuntungan penggunaan pengelasan SMAW dalam penyambungan logam disebabkan karena relatif lebih murah, lebih ringan, menghasilkan logam dengan kekuatan tinggi dan lebih bervariasi bentuk konstruksinya.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan penyajian data bersifat deskriptif kuantitatif dengan beberapa variasi antara lain media pendingin dan jenis elektroda, ada 3 variasi media pendingin yang digunakan yaitu airgaram, air coolant danoli. Sedangkan untukvariasi jeniselektrodayaitu elektroda E 6013 dan E 308 Stainless Steel. Pada penelitian ini dilakukan dengan pengujian kekerasan menggunakan alat Vickers Indenter dan Kamera Digital. Pengujian ini dilakukan padatigatitik per spesimen, spesimen yang diuji berjumlah 6 spesimen. Hasil penelitian dari pengujian kekerasan yang tertinggi diperoleh pada variasi media pendingin air garam dengan menggunakan elektroda E308 Stainless Steel dengan menghasilkan nilai 61,759 HV. Sedangkan untuk hasil pengujian kekerasan terendah diperoleh pada variasi media pendingin oli dengan menggunakan elektroda E 6013 dengan menghasilkan nilai 37,335 HV. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh antara jenis media pendingin dan jenis elektroda terhadap nilai kekerasan vickers pada pengelasan SMAW material baja ST 36.
Analisis kandungan volatile matter pada briket batok kelapa dengan metode gravimetri untuk optimasi kualitas pembakaran Wati, Dian Anisa Rokhmah; Supriyono, Toto
KOLECER Scientific Journal of Mechanical Engineering Vol. 1 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/ksjme1120252316937-44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar volatile matter pada briket batok kelapa menggunakan metode gravimetri. Briket batok kelapa dipilih sebagai objek penelitian karena potensinya sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode gravimetri digunakan untuk menentukan kadar volatile matter dengan mengukur penurunan massa briket setelah pemanasan pada suhu tertentu. Dalam penelitian ini, sampel briket batok kelapa dipanaskan dalam furnace pada suhu 950°C selama 7 menit guna menguapkan komponen volatilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar volatile matter pada briket batok kelapa berkisar antara 12% hingga 18% dari total massa briket. Nilai volatile matter yang lebih rendah menunjukkan kualitas briket yang lebih baik, karena menghasilkan lebih sedikit asap dan emisi polutan selama proses pembakaran, sehingga meningkatkan efisiensi energi dan kelestarian lingkungan. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa metode gravimetri efektif dalam menentukan kadar volatile matter pada briket batok kelapa, sehingga dapat menjadi pendekatan yang akurat dalam karakterisasi kualitas bahan bakar biomassa. Selain itu, hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa briket batok kelapa memiliki potensi besar sebagai bahan bakar alternatif berkualitas baik, yang dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta mendukung pengembangan energi terbarukan.
Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran Spindle Frais Milling Terhadap Sifat Kekasaran Alumunium 6061 Firmansyah, Mochammad; Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Wijanarko, Nadia Parwaty
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i4.552

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui seberapa kasar benda kerja aluminium 6061 dengan bereksperimen dengan kecepatan putaran spindel mesin frais yang berbeda. Data kekasaran permukaan yang dikumpulkan dari mesin frais dengan kecepatan putaran spindel variabel membentuk sebagian besar temuan studi ini. Studi ini menggunakan teknik penelitian eksperimental, yang berusaha untuk menentukan dampak dari satu variabel pada variabel lain atau kekuatan hubungan sebab akibat antara dua variabel. Temuan studi disajikan sebagai hasil dari uji kekasaran. Hasil uji diperoleh dengan memutar spindel pada kecepatan 410 Rpm, 570 Rpm, dan 660 Rpm, berturut-turut. Nilai kekasaran rata-rata 0,697 µm dihasilkan pada putaran spindel n_3 = 660 Rpm, yang merupakan nilai kekasaran terendah. Pada putaran spindel n_1 = 410 Rpm, nilai kekasaran mencapai puncaknya, dengan kekasaran rata-rata 2,164 µm. Menggunakan kecepatan spindel 570 Rpm dan 410 Rpm menghasilkan hasil yang kurang halus dibandingkan pengujian pada 660 Rpm.  
Keterampilan Sains Mahasiswa Teknik Mesin pada Materi Logam Fero dan Non-Fero Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Ardiansari, Lia
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.154

Abstract

Mahasiswa yang mempelajari bidang teknik memerlukan kemampuan analitis, matematika, kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, dan kerja sama tim yang kuat sehingga membutuhkan  keterampilan sains yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan sains mahasiswa Teknik Mesin dalam mempelajari topik bahan teknik logam fero dan non-fero, yang mencakup kemampuan mengajukan pertanyaan, melakukan observasi, berkomunikasi, menginterpretasikan data, dan menerapkan konsep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 18 mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasyim Asy’ari sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket berbasis skala Likert 1-5, yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sains mahasiswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan mayoritas skor terkonsentrasi pada tingkat 2 dan 3 di semua aspek yang diukur. Tidak ada satupun mahasiswa yang memberikan nilai sempurna (skor 5) pada indikator mana pun, yang menunjukkan adanya celah antara pemahaman teoritis dan penerapan praktis. Aspek observasi dan interpretasi data memperoleh skor relatif lebih rendah, mengindikasikan perlunya pengembangan lebih lanjut dalam kemampuan analisis dan komunikasi hasil. Temuan ini merekomendasikan adanya inovasi dalam proses pembelajaran, seperti penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pendekatan kolaboratif yang lebih intensif. Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, sehingga dapat meningkatkan keterampilan sains mahasiswa teknik secara lebih komprehensif dan efektif, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia kerja. _______________________________________________________________________________________ Students studying engineering require strong analytical, mathematical, creative, problem-solving, communication, and teamwork skills, thus requiring adequate science skills. This study aims to analyze the science skills of Mechanical Engineering students in studying the topic of ferrous and non-ferrous metal engineering materials, which include the ability to ask questions, make observation, communicate, interpret data, and apply concepts. This study employed a quantitative approach with a descriptive method, involving 18 Mechanical Engineering students of Hasyim Asy'ari University as research subjects. Data were collected through a questionnaire  a using a 5-point Likert scale , which has been validated by experts. The results showed that students' overall science skills were in the moderate category, with the majority of scores concentrated at levels 2 and 3 across all measured aspects. No students achieved the maximum score (5) on any indicator, indicating a gap between theoretical understanding and practical application. The aspects of observation and data interpretation scored relatively lower, indicating a need for further development in analytical and communication skills. These findings suggest  innovations in the learning process, such as the implementation of project-based learning and a more intensive collaborative approach. These strategies are expected to create contextual learning experiences, thereby enhancing engineering students' science skills more comprehensively and effectively, while simultaneously preparing them for the demands of the workplace.
Co-Authors A'izzatul Khiyana Abdul Qodril Azizy Aditya Pangestu Akbar Yulpikar Afif Septian Ardiansyah Af’idah, Noer Agung Samudra Ainun Fitri Mughiroh Ali Hasbi Ramadani Amirulloh, Muhammad Aldy Anjarwati, Ani Ario Ardiansyah Basuki Basuki Basuki , BASUKI BASUKI Basuki Basuki Bayu Satriyo Daristin, Pipit Erika Desi Wulandari, Desi Dimas Yoga Arianto Dwinata, Anggara Edi Sunaryo Efita Nadine Anggraini ELLY INDAHWATI Erfan Ali Mubarok Fajar Satriya Hadi Fajar Satriya Hadi Falah, Fajrul FIRMANSYAH, MOCHAMMAD Hadi, Fajar Satriya Haryanti, Peni Hermin Arista Hidayati, Athi' Imam Sopingi Imamatul Ummah Imamatul Ummah Irfa'I, Mochmad Arif Irfa’i, Mochamad Arif Ivatul Laily Kurniawati Khabibulloh, Wildan Wahyu Khafid, Ahmad Lutfian Kusnul Ciptanila Yuni K Lia Ardiansari M Lutfi Al Akbar M Syifa Attamam M. Ikbal Sahansah Ma'rufan, Mahdi Maulana, Muhammad Alfian Rifqi Minto Minto Minto, Minto Mochamad Arif Irfa'i MOCHAMAD ARIF IRFAI Mochamad Latief Rizaldi Mochammad Arif Irfa'i Mohammad Munib Rosadi Mohammad Munib Rosadi Mubin, Fatkhur Muflihah, Nur Musfiroh, Anita MUSLIMIN IBRAHIM Nailul Izzati Noer Af'idah Nourma Ulva Kumala Devi Nugroho, Meriana Wahyu Nur Kholis Purnomo, Irfan Sufyan Adi Qomariyah, Ryzca Siti Rahma Ramadhani rendra tri Retno Eka Pramitasari Retno Eka Pramitasari Rosadi, Mohammad Munib Roudhoutul Aulia Rochim Setiawan, Saeful Supiyadi, Ahmad Syaputra, Edo Toto Supriyono, Toto Tukiran Tukiran Tukiran Tukiran Ubaidillah, Muhammad Wahyu Wasono, Jami’ul Adi Wijanarko, Nadia Parwaty