Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Perencanaan Pendidikan Dalam Studi Alquran Dan Hadits Main Ngadi; Said Subhan Posangi; Herson Anwar
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai perencanaan pendidikan dalam alquran dan hadis penelitian ini menggunakan metode content analysis. Analisis isi adalah sebuah metode penelitian yang tidak menggunakan manusia sebagai objek penelitian. Metode ini menggunakan simbol atau teks yang ada dalam media tertentu untuk diolah dan dianalisis. Analisis teks dalam pesan teks didasarkan pada indera manusia baik itu didengar, dilihat, dan dirasakan maksud teks. Yang memiliki tujuanu ntuk menganalisis tujuan perencanaan pendidikan menurut alquran dan hadis, prinsip perencanaan pendidikan alquran dan hadis dan fungsi perencanaan pendidikan menurut alquran dan hadis serta bagaimana pengaplikasian didunia pendidikan. Sehingga proses kegiatan perencanaan tetap tersu berjalan secara optimal. tujuan perencanaan pendidikan adalah sebagai alat ukur atau penentu sasaran atau tujuan yang akan dicapai. Perencanaan pendidikan yang dicontohkan oleh nabi muhammad merupakan perencanaan flexibel. fungsi perencanaan
Pengawasan Pendidikan Mengacu Terhadap Al-Qur’an Dan Hadits Trilusi Podomi; Said Subhan Posangi; Lian G Otaya
Jurnal Al Himayah Vol. 3 No. 2 (2019): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pengawasan pendidikan dalam Al-Quran dan Hadist. penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka dengan menggunakan metode kajian tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Quran dan Hadist. Hasil penelitian menemukan bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu proses dalam mengoptimalkan, menyelaraskan, memberdayakan dan meningkatkan semua sumber-sumber yang terdapat dalam pendidikan agar dapat dikelola secara produktif, efektif, efisien, sehingga bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan. fungsi manajemen pendidikan salah satunya adalah Pengawasan pendidikan, yang berupaya agar visi, misi, tujuan dan rencana yang sudah ditetapkan dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan pengawasan harus memperhatikan persyaratan atau prinsip pengawasan untuk memperkuat posisinya sesuai fungsi yang diharapkan. Pengawasan pendidikan dalam Al-Quran dan hadist juga memiliki tujuan yaitu fokus pada dasar tujuan yang hendak dicapai terhadap guru di sekolah seperti upaya meningkatkan kepribadian guru, meningkatkan profesinya, kemampuan berkomunikasi, bergaul, baik dengan warga sekolah maupun masyarakat, dan upaya membantu meningkatkan kesejahteraan serta ketaqwaan mereka.
Telaah Konsep atas Pengembangan Pendidikan Agama dalam Era Multikultural Said Subhan Posangi
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 12 No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1397.88 KB) | DOI: 10.24090/insania.v12i2.254

Abstract

bentuk review article dari karya Dr. M. Zaerozi, M. Ag,; Politik Pendidikan Agama dalam Era Pluralisme: Telaah Historis atas Kebijaksanaan Pendidikan Agama konfensional di Indonesia;
PERAN PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 KOTAMOBAGU Said Subhan Posangi
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v9i2.2292

Abstract

Tujuan penelitian ini, yakni untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran pengawas dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kotamobagu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ini adalah pengawas, kepala madrasah, wakmad guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan yang diperoleh bahwa peran pengawas dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kotamobagu, yakni dengan melakukan pembinaan terprogram dan terjadwal melalui rencana kepengawasan akademik (RKA), pengawas memberikan bimbingan, arahan, contoh merevisi, dan cara membuat dokumen 2 (Silabus dan RPP). a) Rencana Kepengawasan Manajerial (RKM), b) Rencana Kepengawasan Manajerial (RKM). Dalam melakukan pembinaan khusunya kinerja guru yakni dengan di awal semester dan akhir semester ganjil dan genap. 2) Peran pengawas dalam meningkatkan kinerja guru berdampak pada peningkatan kinerja dan kualitas guru. Pembinaan pengawas dalam meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran, membina penyusunan dokumen program tahunan dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), membina guru yang memiliki tugas tambahan dan hasil penilaian dilaporkan kepada guru yang dinilai. Rekomendasi hasil penelitian ini hendaknya Pelaksanaan pembinaan oleh pengawas dapat memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kinerja guru yang mengacu pada fungsi, prinsip, tujuan serta prosedur penerapan meningkatkan kinerja guru. Fokus pelaksanaan pembinaan pengawas bukan hanya terfokus pada seorang guru, tetapi pada semua guru lainnya karena semua guru sebagai tim kerja (cowokers) yang sama-sama bertujuan mengembangkan situasi yang memungkinkan terwujudnya peningkatan kenaikan pangkat dan kesejahteraan para guru.
PROGRESIVITAS ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PADA PESERTA DIDIK Alfian Erwinsyah; Said Subhan Posangi; Putriani L. Maliki; Muhammad Arif Ferdiansyah
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2024): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v12i1.4772

Abstract

This research aims to analyze research articles on the progressivity of the application of science and technology to the development of students' character This research is a literature study using the Narrative Literature Review method. Data sources come from reputable international journals contained in the Scopus database, accessed through scopus.com, using keywords that have been determined from the initial study, namely Science and Technology and character. The research period covered the last 4 years (2019-2023) and the scope in the country of Indonesia, where 4 articles were obtained that fit the research objectives. From the analysis of the journal articles, some important information was found, including the author's contribution, diagnostic methods used, and content relevant to the research topic on the relationship between Science and Technology and character. The results found are (1) Using ICT-based Learning Media in introducing and teaching about the character of environmental care to students (2) Using LCD media and learning resources from the internet for problem solving of moral and social situations represented visually in the form of animated sketches. (3) Using a digital technology-based evaluation system Automated Short Essay Scoring directly affects students' confidence and character (4) Implementing a 15-minute reading system using ICT by browsing learning websites before learning can increase confidence to learn.
THE INCULCATION MODEL OF REGION MODERATION VALUES IN ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL (MADRASAH ALIYAH) Said Subhan Posangi; Damhuri
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 12 No 2 (2024): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v12i1.5945

Abstract

The challenge in promoting religion moderation values is going to be very complex in this recent era, due to many violences happened in schools in the form of verbal, psychological, or physical. However, madrasah (Islamic school) as an educational institution which always struggle to minimalize the deviant behaviors as the result of the lack of tolerance, equality, diversity, and the others. Therefore, this study aimed to reveal the strategy of the inculcation of religion moderation values in private Islamic senior high schools (private madrasah aliyah) in Gorontalo. Furthermore, the qualitative research method was used to study the strategies implemented by five private Islamic senior high schools in Gorontalo in inculcating various moderation values. This study aimed to show that the model of the inculcation of religion moderation values consisted of some models namely introduction model, habituation model, exemplary model, and the inculcation of the values in the school environment. Even there was a similarity in the inculcation of those values, the school (madrasah) also had the differences supported by some backgrounds such as environment, school organization, facility, human resource, activity, and the others. Therefore, this study concluded that the strategy implemented referring to the structural model. However, the differences of the structural model reflected to the different culture or rules which indicated that the strategy of the inculcation of religion moderation values used the structural model based on the local culture of the madrasah.
HAKIKAT KEBEBASAN BERPIKIR DAN ETIKA Said Subhan Posangi
Irfani (e-Journal) Vol. 14 No. 1 (2018): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kebenaran yang dicapai melalui berpikir sangat ditentukan oleh subyektifitas atau obyektifitas dalam berpikir. Sebagai diketahui bahwa, dalam membicarakan persoalan berpikir obyektif tidak bisa terlepas dari berpikir secara filsafati, sebab pada dasarnya filsafat mengajak manusia untuk berpikir menurut tata tertibnya (logika) dengan bebas yang tidak terikat dengan tradisi, dogma serta agama, dan dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar persoalan.
TAWHIDI EPISTEMIC: GAGASAN TENTANG TRANSENDENSI SAINS DALAM ISLAM Said Subhan Posangi
Irfani (e-Journal) Vol. 13 No. 1 (2017): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sains Barat dan sains Islam dalam beberapa aspek dianggap berbeda. Perbedaan ini sangat kelihatan ketika sains Barat dengan angkuhnya mengklaim bahwa sains tidak berhubungan dengan agama tdak lahir dari gereja, sementara Islam meyakini bahwa sains tidak dapat dipisahkan dari agama. Ini bisa terjadi karena sains Barat berakar pada ratio sementara sains Islam berakar pada wahyu. Pandangan ini kemudian melahirkan dikotomi antara ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu agama. Inilah yang kemudian mendorong kalangan ilmuan muslim melakukan ijtihad untuk sebuah perubahan paradigma melalui islamisasi sains
TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN: MENDEKONSTRUKSI MODEL KEPEMIMPINAN TRADISIONAL UNTUK MENDORONG INOVASI DAN KEUNGGULAN AKADEMIS Said Subhan Posangi; Syafrin Ngiode; Ainun Manggo
Irfani (e-Journal) Vol. 19 No. 2 (2023): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v19i2.4348

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk menganalisis referensi tentang transformasi kepemimpinan dalam Pendidikan, perubahan model kepemimpinan tradisional menjadi kepemimpinan yang modern sesuai dengan zama sekarang ini. Digunakan metode studi literatur, yakni proses Menyusun secara sistematis dan tersusun beberapa model teori tentang model kepemimpinan Pendidikan pada lembaga Pendidikan. Fokus tulisan ini adalah menganalisis teori transformasi kepemimpinan Pendidikan khususnya mengenai dekonstruksi model kepemimpinan tradisional dalam mendorong inovasi dan keunggulan akademis pada lembaga pendidikan. Sumber referensi yakni dari artikel jurnal, buku dan teori lainnya yang berhubungan dengan fokus konten dari judul tulisan ini. Hasil Penelitian yakni Transformasi kepemimpinan pendidikan mencakup perubahan tata kelola, paradigma, dan nilai-nilai fundamental. Pemimpin abad ke-21 harus menjadi fasilitator pembelajaran, inovator, dan berorientasi pada hasil. Keterampilan yang diperlukan termasuk pemahaman teknologi, analisis data, manajemen sumber daya, dan hubungan interpersonal. Partisipasi aktif pemangku kepentingan, pendekatan inklusif, dan dorongan terhadap inovasi menjadi fokus transformasi. Evaluasi kinerja yang berkelanjutan juga menjadi tanggung jawab pemimpin modern. Dekonstruksi model kepemimpinan tradisional menjadi penting dalam menghadapi perubahan dan mendorong inovasi. Fleksibilitas kepemimpinan, pemberdayaan, promosi inovasi, dan pengakuan terhadap keanekaragaman adalah aspek kunci dekonstruksi. Dampak positif melibatkan budaya inovasi, kolaborasi, pemanfaatan teknologi, pengembangan keterampilan abad ke-21, peningkatan efisiensi, dan penyelarasan dengan tuntutan industri.
Enhancing Islamic Education Quality through Educational Supervision and ICT Posangi, Said Subhan; Lundeto, Adri; Labaso, Syahrial; Anwar, Herson; Damopolii, Mujahid
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v13i2.1955

Abstract

This study explored the role of education supervisors in enhancing the professional competence of Islamic Religious Education (PAI) teachers in madrasahs across six provinces in Sulawesi, Indonesia. The research responds to concerns over the uneven quality of PAI instruction, which is often hindered by weak supervision, limited training, and inadequate use of digital tools. Employing a qualitative approach, the data were collected through semi-structured interviews, participatory observations, and document analysis. Thematic analysis was used to identify key supervisory functions and challenges. The findings revealed that education supervisors significantly contributed to improving teacher quality through classroom observations, performance evaluations, personalized mentoring, and facilitation of professional training—particularly in the integration of ICT. However, supervision was often constrained by internal factors such as teacher motivation and seniority, as well as external barriers like limited infrastructure and resistance to innovation. To address these challenges, the study presented an ICT-based supervisory model that emphasizes collaboration, reflective practice, and strategic support. This research contributes to the literature by offering a contextualized framework for supervision in Islamic education and proposing scalable strategies for professional development. It also provides global relevance for Islamic educational institutions facing similar structural and pedagogical constraints.