Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

STRATEGIKOMUNIKASI PEDAGANG DURIAN UCOK: ANALISIS ELABORATION LIKELIHOOD MODEL Br Simbolon, Fany Setya Rohani; Simarmata, Maygel Maniar; Barus, Peter Nov; Sihaloho, Sarah Debora; Sefin, Sefin; Baskoro, Danny Ajar
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pedagang Durian Ucok diMedan dengan menggunakan pendekatan Elaboration Likelihood Model (ELM). Fokus utamaterletak pada bentuk argumen yang digunakan (rasional dan emosional) serta penggunaan logatMedan dalam interaksi dengan konsumen. Metode yang digunakan adalah kualitatif melaluianalisis percakapan terhadap 30 transaksi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwapedagang secara efektif menggabungkan jalur persuasi sentral dan periferal untuk membangunkepercayaan dan mendorong keputusan pembelian. Penggunaan logat Medan berperan pentingdalam menciptakan kedekatan emosional dan memperkuat citra lokal usaha. Interaksi yangterbangun menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi yang berbasis budaya lokal mampumeningkatkan keterlibatan pelanggan secara signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusipada pemahaman strategi komunikasi UMKM dalam bidang sosial-budaya yang khas.
Optimalisasi Pengelolaan Dan Pemasaran Produk Pupuk Organik Melalui Digitalisasi, Diversifikasi dan Pengembangan Jaringan Distribusi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Bersama Desa Kolam Deli Serdang Baskoro, Danny Ajar; Ahsan, Jabal; Sihombing, Rossy Pratiwy; Handriyani, Richna
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i1.5062

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Bersama Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dengan tujuan meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk pupuk organik yang dikelola oleh mitra. Permasalahan utamayangdihadapi meliputi rendahnya efisiensi produksi akibat keterbatasan alat, kurangnya variasi produk, terbatasnya jangkauan pemasaran, serta lemahnya jaringan distribusi. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan serangkaian kegiatan meliputi pengadaan dan pelatihan penggunaan alat giling serbaguna dan alat packing kemasan, pengembangan produk pupuk organik sesuai kebutuhan pasar, optimalisasi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace, serta penguatan distribusi melalui perekrutan agen dan kerja sama dengan toko pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh indikator keberhasilan tercapai dengan baik. Kapasitas produksi meningkat hingga 30%, diversifikasi produk berhasil dilakukan dengan pengemasan dalam ukuran 3–10 kg, jangkauan pasar meluas ke luar wilayah desa, dan jaringan distribusi berkembang melalui lima agen baru serta tiga toko mitra. Program ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kinerja BUMDes dan membuka peluang bagi keberlanjutan usaha secara mandiri. Kegiatan ini juga menjadi model yang dapat direplikasi di desa lain dengan potensi serupa.
EVALUASI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BLOK BERTEMA BERBASIS OBE: STUDI PERSEPSI MAHASISWA DAN DOSEN DI PENDIDIKAN BISNIS Hasibuan, Novita Indah; Baskoro, Danny Ajar; Poluan, Nadia Amelia Elyana; Handriyani, Richna
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i3.461

Abstract

The implementation of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 demands curriculum changes in the Business Education Study Program of Medan State University (UNIMED) to create graduates who have pedagogical skills and digital entrepreneurship expertise. This study aims to analyze students' and lecturers' perceptions of the effectiveness of the Outcome-Based Education (OBE)-based block curriculum and evaluate the need for more integrated thematic curriculum development. The method used is a mixed methods approach with a survey of 115 students semester 3-5 and 7 lecturers, as well as in-depth interviews, complemented by descriptive statistical and thematic analysis. The results showed 68% of students considered the eight-week duration of the block system inadequate for project-based learning; only 41% of respondents saw a clear link between courses in a block; the proportion of skills assessment of 38% did not meet OBE standards; and collaboration with industry was still limited only in 28% of blocks. Project-Based Learning received high satisfaction (82%), but the use of digital technology is still low. In conclusion, the main results revealed, among others, that block duration needs to be adjusted, especially for practicum projects; thematic learning should combine related courses (integration of marketing, entrepreneurship, and pedagogy.
DISPARITAS KOMPETENSI ALUMNI PENDIDIKAN BISNIS FE UNIMED: ANALISIS KESENJANGAN MENUJU KESIAPAN ADAPTASI DI ERA INDUSTRI 5.0 Baskoro, Danny Ajar; Hasibuan, Novita Indah; Sihombing, Rossy Pratiwiy; Handriyani, Richna
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i3.669

Abstract

The rapid dynamics of the industrial revolution, particularly in the Industry 5.0 era, demand that university graduates possess high adaptive and relevant competencies. This study identifies and thoroughly analyzes the disparity in competencies between the knowledge gained during higher education and the demands of the professional world among alumni of the Business Education Study Program, Faculty of Economics, Universitas Negeri Medan (FE Unimed). Employing a quantitative descriptive-analytic approach, data was collected through questionnaires from 127 alumni who graduated between 2021 and 2024. The research results explicitly indicate varying competency gaps. The most significant gap was found in Entrepreneurship and Innovation (gap = 1.02). Furthermore, gaps were also identified in Pedagogical Competence (gap = 0.09), Adaptation and Problem Solving (gap = 0.09), and Managerial Competence (gap = 0.08), all of which are categorized as high priority for improvement. Meanwhile, Information Technology Skills (gap = 0.09) and Communication and Collaboration (gap = 0.09) showed moderate gaps, and Professional Ethics (gap = 0.05) demonstrated the lowest gap. These findings underscore the urgency for curriculum adjustment, strengthening of practice-based learning methods, and increased strategic collaboration with industry stakeholders. The implementation of these recommendations is crucial to ensure that FE Unimed graduates possess relevant competencies and are capable of proactively adapting to the challenges and opportunities presented by the Industry 5.0 era.
DINAMIKA PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN PASCA PANDEMI: PERSPEKTIF MAHASISWA DAN DOSEN Baskoro, Danny Ajar; Poluan, Nadia Amelia Elyana; Nasir, M
CYBERSPACE: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/cj.v9i1.28908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola penggunaan teknologi dalam pembelajaran sebelum, selama, dan setelah pandemi, serta faktor-faktor yang memengaruhi penurunan penggunaan teknologi pascapandemi di kalangan mahasiswa dan dosen. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 115 mahasiswa pendidikan bisnis dan 8 dosen dari berbagai prodi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pandemi, 40% responden menggunakan teknologi secara moderat hingga intensif, yang meningkat menjadi 95% selama pandemi, tetapi menurun kembali menjadi 55% setelah pandemi. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti digital fatigue (88% mahasiswa dan 87% dosen merasa lelah), preferensi pembelajaran tatap muka (86% mahasiswa merasa lebih nyaman), serta keterbatasan infrastruktur kampus (83% responden mengeluhkan fasilitas yang kurang memadai). Selain itu, kebijakan institusi yang belum sepenuhnya mendukung integrasi teknologi juga menjadi tantangan. Meskipun demikian, mahasiswa dan dosen menyatakan bahwa teknologi tetap penting sebagai pelengkap pembelajaran hybrid, meskipun integrasinya belum optimal. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi institusi pendidikan dalam merancang kebijakan dan strategi pembelajaran berbasis teknologi yang lebih efektif di masa depan.
DAMPAK CODE-MIXING BATAK- MELAYU DALAM KONTRAK BISNIS Ronauli Fransiska Sinaga; Siti Patimah Hasibuan; Syifa Andhini; Yemima Imanuel Gea; Danny Ajar Baskoro
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan code-mixing antara bahasa Batak dan Melayu terhadap kejelasan dan validitas kontrak bisnis di wilayah Sumatera Utara. Fenomena code-mixing sering muncul dalam praktik bisnis informal dan semi-formal, terutama di kalangan pelaku usaha lokal yang menggunakan bahasa daerah sebagai bentuk kedekatan kultural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan linguistik korpus dengan analisis kualitatif terhadap sejumlah dokumen kontrak yang mengandung unsur code-mixing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun code-mixing dapat mempererat relasi sosial antara para pihak, ia juga menimbulkan potensi ambiguitas makna, interpretasi ganda, dan bahkan pelanggaran prinsip legalitas dalam kontrak. Beberapa istilah lokal yang tidak memiliki padanan hukum formal berisiko menurunkan validitas kontrak secara hukum. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan bahasa Indonesia baku dalam penyusunan kontrak, disertai klarifikasi istilah lokal jika diperlukan, guna menjaga kepastian hukum dan mencegah sengketa bisnis di kemudian hari.