Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Gaya Kelekatan dan Harga Diri Terhadap Kecenderungan Istri Mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga Fitriah Gita Maharani Hasanuddin; Widyastuti; Rohmah Rifani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18674

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga meliputi tindakan yang menimbulkan penderitaan fisik, seksual, psikologis, serta penelantaran dalam lingkup rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kelekatan dan harga diri terhadap kecenderungan istri mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan penelitian terdiri dari 84 responden perempuan berusia 18-40 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Relationship Scale Quistionnaire (RSQ), State Self-Esteem Scale (SSES), dan Skala Kekerasan dalam Rumah Tangga. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan istri mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga (p < 0,05), dengan 13% variasi Kekerasan dalam Rumah Tangga dapat dijelaskan oleh harga diri. Sementara itu, gaya kelekatan preoccupied dan fearful juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga, masing-masing dengan nilai signifikansi 0,047 dan 0,000, menjelaskan 20,1% dan 36,8% variasi Kekerasan dalam Rumah Tangga. Sebaliknya, gaya kelekatan secure dan dismissing tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa harga diri dan gaya kelekatan tertentu berkontribusi pada kerentanan perempuan terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta menekankan pentingnya intervensi psikologis untuk meningkatkan harga diri dan memahami dinamika gaya kelekatan dalam upaya pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
PENGGUNAAN SSRI SELAMA KEHAMILAN: TINJAUAN RISIKO TERHADAP KESEHATAN IBU DAN NEONATAL Kartika Cahyaningrum; Widyastuti Widyastuti; Ismalandari Ismail
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12197

Abstract

ABSTRACT Depression during pregnancy is a common health problem that may adversely affect both the mother and the fetus if left untreated. One of the most frequently prescribed treatments is selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs); however, their use during pregnancy remains controversial due to potential risks for maternal and neonatal outcomes. This study aimed to comprehensively examine the risks and benefits of SSRI use during pregnancy based on recent scientific evidence. A literature review method was employed by analyzing 15 scientific articles obtained from various academic databases and published between 2016 and 2026. The review process included identification, selection, evaluation, and synthesis of studies relevant to SSRI use among pregnant women. The findings indicate that SSRI use, particularly during the third trimester and at higher doses, is associated with an increased risk of neonatal adaptation syndrome, respiratory disorders, lower Apgar scores, and reduced birth weight. In mothers, SSRI exposure has been linked to a higher risk of gestational diabetes, gestational hypertension, and postpartum hemorrhage. Nevertheless, several studies reported inconsistent findings, suggesting that these risks may be influenced by confounding factors, including the severity of maternal depression. Furthermore, untreated maternal depression has also been shown to increase the risk of adverse pregnancy outcomes and developmental problems in infants. Therefore, decisions regarding SSRI use during pregnancy should be individualized through a comprehensive assessment of potential benefits and risks for both the mother and the fetus. ABSTRAK Depresi selama kehamilan merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi ibu maupun janin apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu terapi yang banyak digunakan adalah selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), namun penggunaannya selama kehamilan masih menimbulkan perdebatan karena adanya potensi risiko terhadap luaran maternal dan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif risiko dan manfaat penggunaan SSRI selama kehamilan berdasarkan temuan penelitian terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 15 artikel ilmiah yang diperoleh dari berbagai basis data akademik dan diterbitkan pada periode 2016–2026. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis hasil penelitian yang relevan dengan penggunaan SSRI pada ibu hamil. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan SSRI, terutama pada trimester akhir kehamilan dan dalam dosis tinggi, berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan adaptasi neonatal, gangguan pernapasan, skor Apgar yang lebih rendah, serta berat lahir yang lebih rendah. Pada ibu, penggunaan SSRI dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes gestasional, hipertensi gestasional, dan perdarahan pascapersalinan. Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko tersebut tidak selalu konsisten dan dapat dipengaruhi oleh faktor perancu, termasuk tingkat keparahan depresi maternal. Di sisi lain, depresi yang tidak mendapatkan penanganan juga terbukti meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan perkembangan bayi. Oleh karena itu, keputusan penggunaan SSRI selama kehamilan perlu dilakukan secara individual melalui pertimbangan manfaat dan risiko klinis yang komprehensif bagi ibu dan janin.
Bukti Validitas dan Reliabilitas Subskala Basic Psychological Needs Satisfaction pada Siswa SMA di Indonesia Anita Ramadhani; Widyastuti Widyastuti; Ahmad Ridfah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18965

Abstract

Basic Psychological Needs Satisfaction merupakan faktor penting dalam menjelaskan kesejahteraan dan penyesuaian psikologis remaja, khususnya dalam konteks pendidikan. Namun, bukti terkait keterpahaman item dan karakteristik psikometrik instrumen ini pada siswa SMA di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian konteks, keterpahaman item, serta karakteristik psikometrik subskala Basic Psychological Needs Satisfaction dari Basic Psychological Needs Satisfaction and Frustration Scale (BPNSFS) versi Bahasa Indonesia. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Studi 1 melibatkan penilaian validitas isi oleh lima ahli menggunakan indeks Aiken’s V serta cognitive interview dengan lima siswa untuk mengevaluasi keterpahaman item. Studi 2 melibatkan 205 siswa SMA yang diperoleh melalui convenience sampling untuk menguji reliabilitas internal dan struktur internal menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil menunjukkan seluruh item memiliki validitas isi memadai (V ≥ 0,80). Cognitive interview mengindikasikan perlunya revisi minor pada beberapa item, khususnya dimensi otonomi. Reliabilitas internal tergolong baik (α dan ω = 0,76–0,81). Model tiga faktor berkorelasi menunjukkan kecocokan yang dapat diterima (CFI = 1,000; TLI = 1,019; RMSEA = 0,064; SRMR = 0,048). Temuan ini memberikan bukti awal bahwa subskala BPNS versi Bahasa Indonesia layak digunakan pada siswa SMA. Keywords: Subskala BPNS, Katakteristik Psikometrik, Kebutuhan Psikologis Dasar
Upaya Menuju Resiliensi Pada Perempuan Yang Mengalami Toxic Relationship Dalam Pernikahan Nur Syamsi Isdar; Widyastuti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15196

Abstract

Toxic Relationship merupakan hubungan yang mengandung perilaku negatif yang terjadi secara berulang dan menimbulkan dampak negatif pada korbannya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perilaku toxic relationship, bentuk perilaku toxic relationship, bagaimana resiliensi dan alasan perempuan memilih bertahan dalam hubungan pernikahan yang toxic. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini merupakan perempuan yang sudah menikah dan mengalami toxic relationship oleh pasangannya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadinya perilaku toxic relationship yang dialami oleh responden yaitu perselingkuhan, tidak diberi nafkah, pasangan bermain game online chip, pasangan sering mabuk-mabukkan dan adanya kesalahpahaman. Adapun bentuk perilaku toxic relationship yang dialami oleh responden yaitu perselingkuhan, kekerasan fisik, verbal dan kekerasan ekonomi. Resiliensi yang dilakukan responden dalam menghadapi perilaku toxic relationship yaitu mengalah, survival dan recovery. Adapun alasan responden memilih bertahan dengan hubungan yang toxic karena anak, menganggap bahwa sudah jodoh dan takdir serta karena pasangannya memiliki keluarga yang baik dan peduli. Implikasi penelitian ini ditujukan kepada para perempuan yang sudah menikah agar dapat berpikir logis dan pandai melihat bentuk toxic relationship yang dapat terjadi dalam sebuah hubungan sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih positif.
Pengaruh Self-Esteem dan Regulasi Emosi Terhadap Tendensi Koping FFFFs Dewasa Awal Stres Tinggi di Makassar Nurul Auralia M; Widyastuti Widyastuti; Kartika Cahyaningrum
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15435

Abstract

Early adulthood (ages 18–40) is a period vulnerable to high stress and quarter-life crisis, with the prevalence of emotional mental disorders in Makassar reaching 17.86% (higher than the national average of 9.8%). This study aims to examine the influence of self-esteem and emotion regulation on the tendency of 4F coping mechanisms (fight, flight, freeze, fawn) in early adults with high stress in Makassar City. Using a quantitative approach with a multinomial logistic regression design, the study involved 229 early adult respondents aged 18–40 years who had high stress levels based on the Perceived Stress Scale (PSS). Research instruments consisted of the Rosenberg Self-Esteem Scale, the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), and the Fight-Flight-Freeze-Fawn Test. Results showed the majority of respondents had moderate self-esteem (40.2%) and moderate emotion regulation (49.3%), with the freeze coping tendency being most dominant (41.9%). Regression analysis revealed emotion regulation had a significant influence on the 4F coping mechanism (p=0.001), while self-esteem was not significant (p=0.648). The combined contribution of both variables was 52.9% (R²=0.529), leaving 47.1% influenced by factors outside the model. The study concludes that emotion regulation ability is a critical factor in determining the tendency towards 4F coping mechanisms in this population, while self-esteem did not show a direct influence. These findings confirm the importance of interventions focused on strengthening emotion regulation to reduce maladaptive responses to high stress in early adults within urban contexts like Makassar
Pelatihan Self-Compassion untuk Menurunkan Kecemasan pada Remaja di SMAN X Makassar Husain Ubaidillah Solihin; Widyastuti Widyastuti; Kartika Cahyaningrum
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i2.16040

Abstract

Kecemasan pada remaja merupakan permasalahan psikologis yang kompleks yang dipengaruhi oleh faktor perkembangan, pengalaman psikososial, serta keterbatasan dalam regulasi emosi. Self-compassion dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk membantu remaja merespons tekanan dan pengalaman emosional yang menyakitkan dengan sikap menerima, penuh kesadaran, dan tidak menghakimi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pelatihan self-compassion dalam menurunkan kecemasan pada remaja di SMAN X Makassar. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest–posttest. Partisipan penelitian terdiri dari enam remaja yang memiliki tingkat kecemasan tinggi berdasarkan hasil pengukuran skala kecemasan. Intervensi dilakukan melalui pelatihan self-compassion yang mencakup tujuh sesi utama, yaitu building rapport, psikoedukasi, how would you treat others, meditasi loving-kindness, mirror talk, letter of me, dan evaluasi melalui posttest yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah mengikuti pelatihan self-compassion. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan self-compassion dapat menjadi alternatif intervensi psikologis untuk membantu remaja mengelola tekanan emosional secara lebih adaptif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas jumlah partisipan serta durasi pelatihan agar memperoleh hasil yang lebih optimal.
Co-Authors A Aulia Eltafianti Ahmad Ridfah Ahmad Ridfah Ahmad Ridfah Ahmad Ridfah Ahmad Rifdah Alfirah Ali Alifia Ainun Rizky Almanda Meidynita Kadir Andi Armelia F. Andi Fira Y. Andi Meyka Try Intani Andi Miftahuljannah Andi Nur Qalbi Jaya Anita Ramadhani Annisa Ariyanti Annisa Asy Syam A. Annisa Tri Ma'rifah Anriani Anriani Anwar, Hilwa Atika Surya Aisyah Aulia Eltafianti1 Bambang Kartono Kurniawan Dedi Erwansa Delfina Putri Rannu Dewani Tenri Bali Dian Novita Siswanti Dinda Ramadhani Lestari Dion Giovanno Pasamboan Erlita Auratul Ayun Eva Meizara Puspita Dewi Fajar Rezki Wahyuni Fathir Fadhillah Ramadhana Fitriah Gita Maharani Fitriah Gita Maharani Hasanuddin Haerunnisa Haerunnisa Husain Ubaidillah Solihin Ika Ariani Ismalandari Ismail Isnawati Isnawati Kartika Cahyaningrum Kartika Cahyaningrum Khafifah Indah Ramadhani Luly Luliyarti Mariyani Husen Muh. Riyadh Ma’arif Muhammad Nur Hidayat Nurdin Muhammad Shadiq Syah Muthia Alfira Mutmainah Nur Rahma Majid Mutmainnah Budiman Mutmainnah Nur Rahma Majid Novi Yanti Pratiwi Novina Sabila Zahra Nur Afni Indahari Nur Akmal Nur Arrad Tenri Gangka Nur Hikmah Nur Syamsi Isdar Nur, Haerani Nurafika Nurafika Nurfadilah Tarni Nurhidayah Usman Nursyam Nurul Auralia M Nurul Azizah Wahdini Nurul Azmi Arifuddin Nurul Fajriah Yahya Puji Rahayu Qurrata Ayuni Safruddin Regina Hijrani Rina Dwi Pramesti Muhtar Rohmah Rifani Salsabila Eka Putriani Sintia Dwi Damayanti Siti Nurfadilah Widianti St. Murdiana Sulfiani Juhamzah Sulfianti Syamsul Suriana Suriana Tri Anugrah Eni Tri Sulastri Ummul Khairiah Widia Riandini Wilda Ansar William Shakespeare Yulfikasari Linggi Bandaso Zahidatun Mahfudho Zainuddin, Kurniati