Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

MODERASI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI GERAKAN LITERASI DIGITAL DI MTS AIAI SUNGAI SELAN, BANGKA TENGAH Ulum, Miftahul; Rozi, Rozi; Fattah, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju, tuntutan terhadap dunia pendidikan berbarengan dengan tuntutan kemajuan tersebut, pendidikan dituntut untuk berdinamis, oleh karena Pendidikan merupakan bentuk paling substansi dalam kehidupan manusia. Selain itu juga, faktanya semakin nampak bahwa pendidikan Islam selama ini dilakukan dengan melalui metode lama (ceramah) yang lebih banyak (dominan). Sehingga menimbulkan penilaian atau stigmatisasi adanya kebekuan (stagnasi) konsep Pendidikan Islam yang menyebabkan pendidikan Islam kian tertinggal. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar yang digunakan diantaranya metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, diskusi dan pemberian tugas dan metode latihan dirasakan perlu adanya penyegaran agar peserta didik/siswa tidak merasa bosan dengan proses pembelajaran. Melalui kegiatan gerakan literasi digital diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta didik/siswa dan guru-guru di MTS AiAi dalam melaksanakan pembelajaran khususnya Pendidikan Islam. Oleh karenanya, diharapkan pengabdian ini dapat menjadi solusi konkret terhadap moderasi pendidikan islam di MTS AiAi. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi 3 tahapan kegiatan yaitu tahapan persiapan, pemberian materi dan pasca pelaksanaan kegiatan, dengan estimasi waktu pelaksanaan kurang lebih selama 4 bulan dari bulan Juni - September 2024. Kegiatan dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada murid-murid dan guru-guru MTS AiAi di Sungaiselan mengenai pembelajaran literasi digital di Era Modern pada Pelajaran Pendidikan islam.
PKM IMPLEMENTAION OF CATFISH CULTIVATION (BUDIKDAMBER) WITH PASSIVE CIRCULATION TECHNOLOGY AS AN EFFORT TO IMPROVE FOOD SECURITY IN ORPHANAGES, WARU, SIDOARJO Rozi, Rozi; Aprilianita Sari, Luthfiana; Kismiyati, Kismiyati; Sekarjati, Cornelia; Roro Salma, Raden; Dharmansyah, Daud; Mutyara, Nanda; Yusufina, Dinda; Galang, Reksa; Manan, Addul
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v9i1.2025.049-062

Abstract

Catfish (Clarias sp.) is a leading fishery commodity in Indonesia, prized for its taste and disease resistance, making it an ideal choice for farming even in areas with limited water and land. The Insanul Kamil Al-Khaer Orphanage in Sidoarjo, as a social foundation, faces challenges in providing productive and educational activities for its residents. Currently, the orphanage offers only worship and basic school activities for the children. To address this, the Community Service Program implemented a solution based on science and technology that would provide additional income, improve nutrition, and offer valuable learning experiences. The Community Service Program introduced the Budikdamber (fish farming in buckets) system, which is simple to set up and does not require extensive land or water. The program was implemented in three stages: preparing the materials, conducting socialization and training, and providing ongoing assistance in managing the catfish cultivation system using Budikdamber with passive circulation technology. After completing one full cycle of cultivation, the Community Service Program showed that the Budikdamber system improved food security, provided a steady income from surplus fish and vegetables, and reduced reliance on external donations. The program also highlighted the educational benefits for the children involved in managing the system. These results confirm the potential of the Budikdamber system to enhance community empowerment and sustainability. The Community Service Program provides a model for replication in other orphanages and community-based institutions. Further Community Service Programs are needed to evaluate the long-term impact and scalability of this innovative approach.
Pengembangan Alat Defense Man Mannequin Pada Olahraga Bolabasket Ammelia, Aisyah Putri; yenes, roni; rozi, rozi; maidarman, maidarman
Jurnal Gladiator Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor697011

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah para pemain bola basket masih berlatih teknik dasar dengan menggunakan sarana dan prasarana seadanya. Selain itu, beberapa pemain telah menggunakan kursi atau cone yang ditempatkan di area tertentu di Half Court. Hal ini menyebabkan para pemain tidak melakukan latihan dengan serius dan percaya bahwa tidak ada lawan, yang membuat serangan menjadi kurang efektif. buruk, mengurangi efektivitas latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana alat manekin pria pertahanan bola basket berkembang dari waktu ke waktu. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pengembangan atau dikenal juga dengan R&D atau research and development (R&D). Club Andone Padang merupakan populasi penelitian dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang. Dalam penelitian ini, 15 pemain dipilih sebagai sampel berdasarkan seberapa aktif dan kehadiran mereka mengikuti Padang dan satu kali latihan basket. Lembar penilaian mengenai kelayakan manekin pemain bertahan bola basket merupakan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Struktur instrumen ini dirancang untuk menentukan kualitas produk. Di Kota Padang dilakukan penilaian oleh ahli media, ahli materi, UNP, dan satu orang pemain basket. Analisis deskriptif digunakan dalam metode analisis data kuantitatif ini. Analisis mengungkapkan hal-hal berikut: Evaluasi keseluruhan dari alat "Defense Man Mannequin" sampai pada kesimpulan bahwa alat ini "Sangat Bagus" sebagai alat bantu pelatihan teknis bola basket.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Lahan Marginal Untuk Budidaya Ikan Lele bagi Ibu PKK Sutorejo, Surabaya Rozi, Rozi; Aprilianita Sari, Luthfiana; Kismiyati, Kismiyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4222

Abstract

Kegiatan Pengmas yang telah dilaksanakan di Sutorejo Tengah XIII Surabaya memiliki beberapa kelebihan diantaranya memiliki lahan marginal potensial dalam mendukung perekonomian mikro rumah tangga, mempunyai anggota ibu ibu PKK yang sudah pernah melakukan usaha budidaya ikan, dan sudah tersedia dua kolam terpal bulat. Namun sampai saat ini para ibu PKK RT 08 RW 09 di Dukuh Sutorejo-Surabaya belum menerapkan cara budidaya ikan yang baik dan benar pada kolam tersebut, sehingga hasil panen masih jauh dari target yang diharapkan bahkan menyebabkan gagal panen dengan adanya kematian pada budidaya ikan lele beberapa bulan terakhir. Kematian ikan lele ini dapat disebabkan oleh adanya penyakit, kualitas air yang menurun, atau sudah tidak sesuainya teknologi budidaya yang digunakan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini diantaranya meliputi tahap survei lokasi, penyampaian pelatihan materi CBIB, penyerahan bibit benih lele, persiapan dan pembersihan kolam terpal bulat, aklimitasi bibit benih lele, pengukuran kualitas air, dan monitoring dan evaluasi. Hasil yang dicapai tahap awal pendampingan dan pelatihan adalah anggota kelompok mitra yaitu kelompok ibu para ibu PKK RT 08 RW 09 di Dukuh Sutorejo-Surabaya sangat bersemangat dan antusias dalam kegiatan tahap pertama ini yang terdiri dari kegiatan pelatihan materi CBIB, dan diskusi terkait pengenalan penyakit sejak dini, dan pengukuran kualitas air. Selanjutnya adalah demo plot serta monitoring dan evaluasi pengukuran kualitas air di kolam terpal bulat. Hasil pengukuran kualitas air di kolam terpal bulat kelompok mitra menunjukkan hasil kualitas air yang dibawah standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kondisi suhu yaitu 310C, kecerahan 2 cm, warna air coklat kehitaman, dan pH 6,6, dan amonia 0,7. Oleh karena itu solusi yang ditawarkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pelatihan terkait cara budidaya ikan lele pada kolam terpal bulat yang baik dan benar (CBIB), penerapan aplikasi pengukuran kualitas air kolam terpal bulat secara berkala, dan pelatihan pengenalan penyakit ikan sejak dini.
Analysis of Waste Processing Cost Efficiency in Pangkalpinang City Stochastic Frontier Analysis and Triple Helix Analysis Approaches Valeriani, Devi; Fitriyanti, Eka; Mulyadi, Edih; Rozi, Rozi; Permadi, Andi; Suprianto, Edy; Maheswara, Perpetua Westri
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 14 No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jep.v14i1.2045

Abstract

Garbage accumulation in Pangkalpinang City continues to increase every year. This research analyzes the influence of input factors on output and analyzes the efficiency of waste processing in sub-districts in Pangkalpinang City. Then this research will also develop strategies that can be implemented to increase the efficiency of waste processing in sub-districts in Pangkalpinang City. The analysis technique used in this research uses quantitative analysis and qualitative analysis. Quantitative analysis uses stochastic frontier analysis (SFA), while qualitative analysis uses Triple Helix Analysis. The data used is monthly data from 2020 to 2022. This research found that the input factors that influence the efficiency value of waste processing in Pangkalpinang City are not yet appropriate. Then this research also shows that waste processing in Pangkalpinang City is technically efficient. However, there were findings of inefficiency in the model which had an effect of 906555.04 percent. This indicates that there are the most important input factors that should be in the model. Increasing waste processing in Pangkalpinang City is prioritized in the recycling program. The Triple Helix aspect needs to be considered as a priority because it has an impact on the sustainability of increasing waste processing in Pangkalpinang City, so it is necessary to develop a Triple Helix strategy. There are six programs that need to be promoted to stakeholders, namely: guidance, mentoring, guidance/training, funding, technology and information.
PERANCANGAN SISTEM BUKA TUTUP ATAP UNTUK PENGERINGAN RUMPUT LAUT BERBASIS IoT Karim, Karim; Hakim, Abdul; Rozi, Rozi
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 8 No. 1 (2024): Prosiding SeNTIK 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengeringan rumput laut sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama curah hujan dan sinar matahari, yang tidak selalu dapat diprediksi dengan akurat. Kondisi cuaca yang berubah-ubah seringkali mengakibatkan kualitas pengeringan yang tidak optimal dan memerlukan intervensi manual yang terus-menerus. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merancang sistem buka tutup atap otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi pengeringan rumput laut dan mengurangi ketergantungan pada cuaca serta intervensi manusia. Sistem ini memanfaatkan berbagai sensor seperti sensor hujan, suhu, dan kelembaban yang dapat mendeteksi kondisi lingkungan secara real-time. Data dari sensor tersebut diolah oleh mikrokontroler, yang kemudian memerintahkan sistem untuk membuka atau menutup atap secara otomatis sesuai dengan kondisi cuaca. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan fitur pemantauan jarak jauh melalui aplikasi berbasis IoT, yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol dan memantau proses pengeringan secara real-time melalui smartphone atau perangkat lain yang terhubung ke internet. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu berfungsi dengan baik dalam menjaga proses pengeringan rumput laut tetap optimal, bahkan saat cuaca tidak menentu. Dengan implementasi sistem ini, proses pengeringan rumput laut menjadi lebih efisien, hemat tenaga, serta mampu meningkatkan kualitas hasil akhir.
Growth and Mortality Models of Mozambique Tilapia (Oreochromis mossambicus; Peters, 1852) Wildly Enter Inside the Fish Farming Ponds in Tarakan City, North Kalimantan Salim, Gazali; Mujiyanto, Mujiyanto; Sugianti, Yayuk; Suryanti, Suryanti; Zahidah, Zahidah; Nawir, Daud; Hartinah, Sitti; Nurjanah, Nurjanah; Dewi, Rose; Iranda, Rama; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Putri, Masayu Rahmia Anwar; Rahman, Abdur; Indarjo, Agus; Ransangan, Julian; San Jose, Ariel E; Rozi, Rozi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i2.55472

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research The results of this research showed that allometric growth in males and females had negative allometric growth characteristics. The growth condition index in male and female fish is dominated by thin and fat body shapes.The maximum length growth (L∞) and growth speed of males is higher than that of females. Total mortality and fishing mortality for males is higher than for females, but natural mortality for females is higher than for males. The exploitation rate of males and females is in the Under-exploitation category because the E value is <0.5. Abstract Exploring the length-weight relationship of fish and characterising growth parameters is essential in fisheries as they offer fundamental biology and population dynamics data to establish good management strategies for fisheries resources. This study examines the growth and mortality patterns of Oreochromis mossambicus. Data was collected between September and December 2022 using quantitative descriptive survey sampling. The study involved 20 repeats and deliberate random sampling of 30-50 fish per sample, emphasising total length, weight, and sex parameters. Based on 726 samples of O. mossambicus (352 fish identified as male and 374 fish identified as female). The growth model study revealed the typical negative allometric growth for both sexes (male and female). Male individuals attained a length of 33.449 cm after 37 days has a growth trend ± 0.3265 year-1, and females reached 21.150 cm in 34 days with a growth rate around 0.3135 year-1, as per the von Bertalanffy growth model. There were complex mortality patterns, with males contributing to most total deaths. This study emphasises the complex biology of tilapia and its untapped potential in the aquaculture pond system ecology in Tarakan.
MODERASI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI GERAKAN LITERASI DIGITAL DI MTS AIAI SUNGAI SELAN, BANGKA TENGAH Ulum, Miftahul; Rozi, Rozi; Fattah, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju, tuntutan terhadap dunia pendidikan berbarengan dengan tuntutan kemajuan tersebut, pendidikan dituntut untuk berdinamis, oleh karena Pendidikan merupakan bentuk paling substansi dalam kehidupan manusia. Selain itu juga, faktanya semakin nampak bahwa pendidikan Islam selama ini dilakukan dengan melalui metode lama (ceramah) yang lebih banyak (dominan). Sehingga menimbulkan penilaian atau stigmatisasi adanya kebekuan (stagnasi) konsep Pendidikan Islam yang menyebabkan pendidikan Islam kian tertinggal. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar yang digunakan diantaranya metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, diskusi dan pemberian tugas dan metode latihan dirasakan perlu adanya penyegaran agar peserta didik/siswa tidak merasa bosan dengan proses pembelajaran. Melalui kegiatan gerakan literasi digital diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta didik/siswa dan guru-guru di MTS AiAi dalam melaksanakan pembelajaran khususnya Pendidikan Islam. Oleh karenanya, diharapkan pengabdian ini dapat menjadi solusi konkret terhadap moderasi pendidikan islam di MTS AiAi. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi 3 tahapan kegiatan yaitu tahapan persiapan, pemberian materi dan pasca pelaksanaan kegiatan, dengan estimasi waktu pelaksanaan kurang lebih selama 4 bulan dari bulan Juni - September 2024. Kegiatan dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada murid-murid dan guru-guru MTS AiAi di Sungaiselan mengenai pembelajaran literasi digital di Era Modern pada Pelajaran Pendidikan islam.
Implementasi Digital citizenship untuk Kalangan Gen Z Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Setyawan, Ryand Daddy; Hijran, Muhamad; Rozi, Rozi
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11 No 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i2.6867

Abstract

Digital citizenship pada kalangan Gen Z sangat penting untuk dipahami dan merupakan generasi yang tumbuh serta terbiasa dengan teknologi digital sejak dini. Namun, sebagai pengguna internet yang aktif, Gen Z memiliki tanggung jawab untuk memahami kewarganegaraan digital. Hal ini mencakup pemahaman tentang etika digial, privasi, keamanan siber dan juga harus memahami konsekuensi dari tindakan online mereka, termasuk cyberbullying, penggunaan media sosial, dan konsumsi konten yang tidak layak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui berupa dokumen-dokumen yang relevan seperti jurnal, prosiding, dan artikel ilmiah yang berhubungan dengan tema penelitian untuk dijadikan sebagai data penelitian. Hasil yang diperoleh dari implementasi Digital citizenship di kalangan Gen Z pada mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat penting untuk membantu mereka menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab dan beretika. Hal ini juga dapat membantu para mahasiswa di kalangan Gen Z membangun kemampuan untuk memilih konten digital yang layak dan memperkuat kesadaran akan pentingnya keamanan siber.Dalam lingkungan digital yang semakin kompleks dan berubah cepat, keberadaan Digital citizenship menjadi kunci penting untuk membantu para mahasiswa Gen Z menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab dan beretika.
MENJAGA TRADISI, MEMPERKUAT MODERASI: PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS SINKRETISME AGAMA DI KOTA KAPUR, BANGKA Ulum, Miftahul; Rozi, Rozi; Fattah, Abdul; Hijran, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4440-4448

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kota Kapur, Bangka, dengan tujuan memperkuat moderasi beragama melalui pendidikan multikultural berbasis sinkretisme agama yang berpijak pada tradisi lokal. Latar belakang program ini adalah tingginya keragaman budaya dan agama di Kota Kapur yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial apabila tidak dikelola dengan baik, sekaligus memiliki kekuatan sebagai modal sosial dalam membangun kohesi masyarakat. Metode kegiatan meliputi dialog lintas komunitas yang mempertemukan tokoh agama, adat, dan etnis; workshop pendidikan multikultural bagi guru, mahasiswa, serta pemuda; serta produksi media edukasi berupa booklet dan video tentang tradisi lokal yang sarat nilai toleransi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menyambut positif inisiatif ini, dan tradisi sinkretik dipahami sebagai kekuatan yang memperkuat identitas lokal dan kebersamaan. Generasi muda juga memperoleh wawasan baru tentang pentingnya moderasi beragama sebagai benteng menghadapi arus intoleransi global. Program ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan model pendidikan multikultural berbasis tradisi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.