Claim Missing Document
Check
Articles

Membangun Motivasi dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Media Wordwall: Studi Komparatif tentang Motivasi Model ARCS dan Perspektif Gender di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas di Lebak-Banten Yulianto, Dwi; Juniawan, Egi Adha; Junaedi, Yusup; Anwar, Syahrul; Umami, Moh Rizal
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 8 No 2 (2024): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v8i2.11186

Abstract

This research is motivated by concerns about low student motivation in the educational environment. The main objectives of this study are: 1) to understand the level of motivation among the majority of high school students in Lebak Banten Regency in learning mathematics using the Wordwall media; 2) to explore differences in the level of student motivation based on the ARCS model in mathematics learning utilizing the Wordwall media, considering sex factors; 3) to analyze the percentage of each ARCS aspect contributing to the level of motivation in mathematics learning using the Wordwall media; 4) to identify how the percentage of each ARCS aspect affects the level of motivation in mathematics learning using the Wordwall media, considering sex differences; 5) to examine the influence of Wordwall-based mathematics learning on sex-based motivation seen from the ARCS model. The research method used is quantitative with a quasi-experimental approach and a One-Group Pretest-Posttest research design. The data analysis results show that female students' motivation tends to be higher than that of male students, with the motivation percentage of female students being higher in each aspect of ARCS motivation. The Satisfaction aspect has the highest percentage, which is 78.53%. There is a significant increase in the motivation of male and female students from pretest to posttest. The increase is seen in all four aspects of ARCS motivation. In male students, there is an increase from an average of 47.36% to 75.00%, while in female students, there is an increase from 54.25% to 83.16%. Additionally, there is an influence before and after Wordwall-based mathematics learning based on sex seen from the ARCS model
GAYA BELAJAR KOLB DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS LA TANSA MASHIRO Juniawan, Egi Adha; Yulianto, Dwi; Junaedi, Yusup
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i1.8720

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi perbedaan dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa dengan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif dalam konteks gaya belajar David Kolb menggunakan metode pembelajaran dosen. Pendekatan dalam penelitian ini adalah mixed research jenis sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini seluruh mahasiswa pendidikan matematika semester 3 sebanyak 81 mahasiswa. Sampel dipilih melalui teknik puposive random sampling (program kelas reguler dan kelas nonreguler). Data kuantitatif melalui hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket gaya belajar mahasiswa yang diadaptasi dari KLS. Analisis data kuantitatif menggunakan uji ANOVA dua jalur. Sedangkan penelitian kualitatif menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data kualitatif diperoleh hasil observasi, wawancara dan catatan lapangan. Temuan meliputi: 1) adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara mahasiswa program kelas reguler dan nonregular, 2) perbedaan signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah matematis antara mahasiswa dengan gaya belajar berdasarkan David Kolb, dan 3) interaksi antara program kelas (unggulan dan reguler) dan gaya belajar berdasarkan David Kolb terkait kemampuan pemecahan masalah matematis di Universitas La Tansa Mashiro. Gaya belajar accommodator/akomodasi cenderung efektif dengan metode pemecahan masalah, sementara converger/penemu lebih sesuai dengan metode prosedural dan diskusi. Problem-Based Learning dianggap metode efektif, di mana masalah dunia nyata digunakan sebagai konteks untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pemikiran kritis mahasiswa serta memperoleh pengetahuan esensial
KORELASI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN HABIT OF THINKING FLEXIBLY MATEMATIS SISWA MTsN Handayani, Mike; Junaedi, Yusup
GEOMATH Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i1.877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan pemecahan masalah dan habit of thinking flexibly matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTsN kelas VIII di salah salah satu MTsN di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat tahun pelajaran 2019/2020. Pemilihan sampel dilakukan secara acak terhadap kelas populasi, sehingga diperoleh kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan pembelajaran ICM dan kelompok kontrol yang diberikan perlakuan pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan habit of thinking flexibly matematis. Kata kunci: pemecahan masalah matematis; habit of thinking flexibly matematis
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERPIKIR ABSTRAKSI MATEMATIS PADA MATERI GEOMETRI RUANG Anwar, Syahrul; Junaedi, Yusup; Umami, Moh Rizal
GEOMATH Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i2.881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki, mengetahui, dan mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan berpikir abstraksi dalam materi geometri ruang. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di salah satu SMK di Kabupaten Pandeglang, Banten tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Instrumen penelitian terdiri dari tes uraian kemampuan berpikir abstraksi matematis, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data induktif meliputi : reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes kemampuan berpikir abstraksi matematis meliputi kesalahan dalam membuat pemodelan matematika, kesalahan konsep dan kesalahan sistematis. Sedangakan kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes kemampuan abstraksi matematis pada kelas yang mendapat pembelajaran konvensional meliputi kesalahan dalam membuat pemodelan matematika, kesalahan konsep, kesalahan sistematis dan kesalahan hitung.
PEMBELAJARAN INQUIRY CO-OPERATION MODEL TERHADAP PENCAPAIAN HABIT OF THINKING FLEXIBLY MATEMATIS SISWA MTsN Handayani, Mike; Junaedi, Yusup
GEOMATH Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i2.882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian habit of thinking flexibly matematis siswa melalui pembelajaran Inquiry Co-operation Model (ICM). Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTsN kelas VIII di salah satu MTsN di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat tahun pelajaran 2019/2020. Pemilihan sampel dilakukan secara acak terhadap kelas populasi, sehingga diperoleh kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan pembelajaran ICM dan kelompok kontrol yang diberikan perlakuan pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pencapaian habit of thinking flexibly antara siswa yang memperoleh pembelajaran ICM lebih tinggi dibandingkan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Kata kunci: Inquiry Co-operation Model (ICM); habit of thinking flexibly matematis
ANALISIS HASIL AKHIR KEMAMPUAN NUMERASI MELALUI ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 5 Junaedi, Yusup; Yulianto, Dwi; Anwar, Syahrul; Umami, Moh. Rizal
GEOMATH Vol 4 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v4i1.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan posttest asesmen kompetensi minimun (AKM) pada program kampus mengajar angkatan 5. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa kelas V di SD Negeri 3 Citeras. Instrumen penelitian terdiri dari 20 soal AKM berupa pilihan ganda kompleks, pilihan ganda, menjodohkan, dan benar salah serta pedoman wawancara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rata-rata kemampuan numerasi siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 67%. Kompetensi yang dikuasai oleh mayoritas siswa ialah mengenai pemahaman siswa terhadap bilangan cacah dengan persentase 100%. Kompetensi yang dikerjakan dengan persentasi benar kisaran 50%-60% ialah cara penyajian data sederhana. Sedangkan kompetensi yang termasuk kategori sukar dikerjakan oleh siswa ialah menghitung keliling dan luas persegi panjang bila diketahui panjang dan lebarnya, dan menghitung panjang atau lebar bila diketahui luas/keliling dan salah satu sisinya dengan persentase 3%.
Optimasi Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Menjawab Soal Setara PISA Konten Change And Relationship Melalui Pendekatan Scientifik Terintegrasi pada Model Problem Solving Yulianto, Dwi; Junaedi, Yusup; Juniawan, Egi Adha
GEOMATH Vol 4 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v4i1.968

Abstract

Kemampuan penalaran matematis penting bagi siswa untuk mengembangkan pemikiran logis dan strategi pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil PISA tahun 2018 Indonesia mendapatkan skor matematika yang rendah. Salah satu konten PISA yaitu Change and Relationship. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan penalaran matematis dalam menyelesaikan masalah pada konten Change and Relationship. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan penalaran pada soal setara PISA konten Change and Relationship terhadap 33 orang, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan kelas VIIID SMP Daar El Qolam 2 Tangerang.Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari triangulasi yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini adalah; a) kemampuan mengajukan dugaan awal meningkat dari 30,30% menjadi 54,54% (siklus I) dan 90,09% (siklus II); b) kemampuan menemukan pola penyelesaian permasalahan meningkat dari 21,20% menjadi 42,42% (siklus I) dan 69,69% (siklus II); c) kemampuan manipulasi matematika meningkat dari 22,20% menjadi 45,45% (siklus I) dan 63,63% (siklus II); kemampuan menarik kesimpulan meningkat dari 18,18% menjadi 42,42% (siklus I) dan 66,66% (siklus II). Kata Kunci: Kemampuan Penalaran Matematis, Model Problem Solving, Pendekatan Scientifik, PISA konteks Change and Relationship.
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Sisi Datar Pada Asesmen Kompetensi Minimum-Numerasi Di Smp Al Wildan 4 Islamic School Jakarta Juniawan, Egi Adha; Yulianto, Dwi; Junaedi, Yusup
GEOMATH Vol 4 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v4i1.969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk deskripsi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) pokok bahasan Bangun Ruang Sisis Datar siswa kelas VIII SMP Al Wildan 4 Islamic School Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sampel  dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 4 Banda Aceh yakni 15 orang anak dan 3 orang guru kelas VIII SMP Al Wildan 4 Islamic School Jakarta terkait dengan analisis kemampuan siswa menyelesaikan soal HOTS terkait materi tentang bangun ruang sisi datar. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari lembar kerja siswa tersebut penulis menemukan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal hots yaitu: kemampuan analisis siswa sudah cukup baik. Dari soal no 1 siswa menjawab dengan langkah yang benar. Siswa mampu memahami soal dan mampu menyelesaikan soal dengan baik. Dari membuat pemisalan, bentuk persamaan, menentukan nilai buku dan balok kemudian menghitung nilainya. Kemampuan siswa dalam mengevaluasi dalam kategori baik. Dimana siswa telah mampu memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan dan metodologi seperti tampak pada gambar 1, dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektif atau manfaatnya. Kemudian Dari soal no 2 siswa menjawab dengan benar. Namun siswa belum mampu membangun atau merancang langkah-langkah dari penyelesaian jawaban soal tersebut sehingga siswa hanya menjawab dengan singkat tanpa memaparkan caranya. Selain itu, guru dapat mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal hots dengan cara membuat rubrik penilaian, kemudian guru juga lebih sering memberikan soal hot agar siswa terbiasa sehingga siswa mampu menyelesaikan soal hots tersebut. Selain itu dari hasil wawancara guru menyatakan bahwa masih terdapat siswa yang masih belum memahami dan menyelesaikan soal hots dengan baik, namun guru tetap berusaha memberikan penjelasan lebih maksimal.  Kata Kunci:  Kemampuan Siswa, Soal Hots, Bangun Ruang Sisi Datar
OPTIMALISASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS ETHNO-RME Junaedi, Yusup; Mukhoyyaroh, Qiswatun; Anwar, Syahrul
Jurnal Abdimas Sang Buana Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Sang Buana - November
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/abdimasusb.v5i2.3856

Abstract

This community service is motivated by the importance of differentiated learning to facilitate students' learning needs, in addition to the need to use teaching materials that are close to students' daily lives through an approach based on Ethno-Realistic Mathematics Education. The purpose of this activity is to optimize the pedagogical and professional skills of elementary school teachers through training and mentoring in digital differentiated learning based on Ethno-Realistic Mathematics Education. This activity was carried out at SD Negeri Tunjung 1 involving 38 elementary school teachers who are members of the Teacher Working Group (KKG) Gugus 1 Korwil Kec. Tunjung Teja. Mentoring and training were carried out by three lecturers from La Tansa Mashiro University with presentations of materials related to differentiated learning, Ethno-RME materials and sharing good practices of differentiated learning based on Ethno-Realistic Mathematics Education. The activity procedure consists of observation and interviews with partner schools, training and mentoring in preparing learning designs, developing differentiated learning and implementing Ethno-RME. The results of this service were an increase of 59,6% in the pedagogical and professional competence of teachers in digital differentiated learning based on Ethno-Realistic Mathematics Education.
Peran Strategis Perempuan sebagai Kader Posyandu: Program Pendampingan Edu-Aksi Mitigasi Bencana pada Anak Usia Dini di Kecamatan Kasemen Juanto, Ade; Sari, Novita; Junaedi, Yusup; Islahiyah, Islahiyah; Nadivah, Nadivah; Fuadah, Hanis; Nurfitriani, Nurfitriani
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.1082

Abstract

Program pendampingan edu-aksi mitigasi bencana pada anak usia dini di Kecamatan Kasemen bertujuan untuk memberdayakan perempuan sebagai kader Posyandu dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di komunitas mereka. Program ini melibatkan pelatihan intensif, penyuluhan edukatif, dan simulasi bencana yang dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan para kader dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Fokus utama program adalah mengedukasi anak usia dini dan masyarakat tentang langkah-langkah mitigasi bencana melalui pendekatan yang partisipatif dan kolaboratif. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kesiapsiagaan para kader, serta terbentuknya jaringan kerja sama yang lebih kuat antara kader, masyarakat, dan lembaga terkait. Selain itu, program ini berhasil menanamkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak, dari risiko bencana. Program ini tidak hanya memperkuat peran strategis perempuan dalam mitigasi bencana, tetapi juga menciptakan fondasi yang lebih kokoh bagi komunitas Kecamatan Kasemen dalam membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan terhadap berbagai potensi bencana di masa depan. Disaster mitigation education-action assistance program for early childhood in Kasemen District aims to empower women as posyandu cadres in improving disaster preparedness in their communities. This program involves intensive training, educational outreach, and disaster simulations designed to strengthen cadres' knowledge and skills in dealing with various types of disasters. The main focus of the program is to educate young children and the community about disaster mitigation measures through a participatory and collaborative approach. The results of this program show a significant increase in the understanding and preparedness of cadres, as well as the formation of a stronger collaborative network between cadres, the community and related institutions. In addition, this program has succeeded in instilling awareness of the important role of women in protecting vulnerable groups, especially children, from disaster risks. Thus, this program not only strengthens the strategic role of women in disaster mitigation, but also creates a stronger foundation for the Kasemen District community in building resilience and sustainable preparedness for various potential disasters in the future.