Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Bullying dan Kecenderungan Perilaku Bullying di SMA Swasta Katolik Trisakti Medan Siregar, Putri Naomi; Syahfitri, Dinda; Putri, Dhifa Umairoh; Surip, Muhammad
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan, baik fisik maupun verbal, berdampak psikologis seperti perasaan rendah diri, minder, dan ketidakamanan di sekolah. Pencegahan memerlukan kolaborasi lintas lingkungan, dan perlindungan anak penting karena dampak serius pada perkembangan mereka. Penelitian menggunakan metode kuantitatif di SMA Katolik Trisakti, Medan, meneliti konsep, jenis, penyebab, dampak, dan pencegahan bullying. Dilakukan di kelas XI IPS 2, data dikumpulkan melalui angket. Siswa SMA Swasta Katolik Trisakti Medan dominan dalam verbal bullying, dengan 53,2% jarang, 24,4% sering, 6% selalu, dan 16,4% tidak pernah. Untuk bullying fisik, 40,4% jarang, 17,6% sering, 5,6% selalu, dan 36,4% tidak pernah. Sedangkan untuk bullying relasional, 45,2% jarang, 24,4% sering, 17,2% selalu, dan 13,2% tidak pernah. Pengenalan dan bimbingan dari orang tua dan guru penting untuk mengurangi bullying. Sekolah yang bebas dari bullying menciptakan rasa nyaman bagi siswa.
MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PUISI PADA SISWA KELAS XI SMA Elsa octavia Samosir; Muhammad Surip
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1289

Abstract

Mata pelajaran Bahasa Indonesia terdiri atas beberapa materi yang menuntut siswa untuk memiliki kemampuan menulis, salah satunya adalah puisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penerapan model Project-Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan menulis teks puisi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 355 orang. Dari jumlah tersebut, diambil sampel sebanyak 72 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing terdiri dari 36 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pre-test post-test control group. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan menulis teks puisi siswa adalah tes esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan menulis teks puisi siswa di kelas kontrol yang tidak menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) tergolong rendah dengan nilai rata-rata 69,16. 2) Sebaliknya, kemampuan menulis teks puisi siswa di kelas eksperimen yang menerapkan model PjBL tergolong baik dengan nilai rata-rata 85,27. Hal ini menunjukkan bahwa skor kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan analisis uji-t dengan tingkat signifikansi α = 0,05 dan n = 36 diperoleh nilai t-tabel = 2,02809. Hasil analisis menunjukkan bahwa t-hitung = 9,975 lebih besar dari t-tabel = 2,02809, yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Project-Based Learning terhadap kemampuan menulis teks puisi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATERI TEKS BERITA BERBANTUAN LIVEWORKSHEETS KELAS XI Putri Enjel Tarigan; Muhammad Surip
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1933

Abstract

This study was conducted to (1) provide an explanation of the stages of LKPD development to produce a LKPD product Based on Local Wisdom News Text Material Assisted by Liveworksheets for Class XI, (2) describe the feasibility of LKPD to produce a LKPD Based on Local Wisdom News Text Material Assisted by Liveworksheets for Class XI. This study uses the Research and Development (R&D) method with the Borg and Gall model consisting of ten stages, but this study is limited to five stages because it adjusts to limited resources and research scope. The five stages are potential and problem analysis, data collection, product design, product validation, and product revision. This study produced a LKPD Based on Local Wisdom News Text Material Assisted by Liveworksheets for Class XI with material validation results of 78%, media validation of 92%, and Indonesian language teacher assessment of 94%. LKPD obtained an average of 88% (Very Eligible) from the overall validation results in the sense that the LKPD based on local wisdom that was developed was "valid" or "eligible" for use in the learning process of news text material assisted by Liveworksheets for class XI.
Variasi Bahasa Indonesia di Media Sosial Dalam Kalangan Mahasiswa dan Implikasinya terhadap Pendidikan Cindi Claudia Sipayung; Elza Amanda; Rosa Sari Amalia Nasution; M Surip
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5649

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa dan mempengaruhi cara mereka berkomunikasi, termasuk dalam penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi bahasa yang digunakan mahasiswa di media sosial, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi variasi tersebut, serta mengevaluasi dampaknya terhadap keterampilan berbahasa dalam konteks akademik dan formal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi unggahan di media sosial serta wawancara dengan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan berbagai variasi bahasa, seperti bahasa gaul, singkatan, dan campuran bahasa asing, yang dipengaruhi oleh globalisasi, budaya populer, dan lingkungan sosial. Fenomena ini memperlihatkan dinamika bahasa yang berkembang secara fleksibel di media sosial, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap keterampilan berbahasa baku, terutama dalam menulis akademik dan komunikasi formal. Meskipun variasi bahasa di media sosial mencerminkan kreativitas dan identitas kelompok, penting bagi mahasiswa untuk mampu membedakan penggunaannya dalam berbagai konteks. Kesimpulan ini menegaskan perlunya kesadaran linguistik agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan perubahan bahasa tanpa mengabaikan norma kebahasaan akademik.
Analisis Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Akademik dan Media Sosial Mahasiswa Universitas Negeri Medan Roulina Siburian; Chyntia Dwi Camelia; Nurul Ummi Lubis; Rahel Octavia Siahaan; M Surip
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5650

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa Indonesia oleh mahasiswa biologi Universitas Negeri Medan dalam lingkungan kampus dan media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali sejauh mana mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai situasi komunikasi, baik yang bersifat formal maupun informal. Metode yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara yang dilakukan terhadap 10  narasumber dari jurusan biologi di Universitas Negeri Medan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menggunakan bahasa Indonesia formal dalam situasi akademik, seperti saat presentasi, diskusi kelas, penyusunan proposal, skripsi, dan makalah. Namun, mereka lebih sering beralih ke bahasa informal atau campuran bahasa daerah dan bahasa asing saat berinteraksi sehari-hari dengan teman-teman. Di media sosial, penggunaan bahasa Indonesia oleh mahasiswa sangat tergantung pada konteks dan audiens yang ingin dijangkau. Saat berkomunikasi dengan dosen atau menulis konten informatif, mereka cenderung menggunakan bahasa formal. Sebaliknya, dalam percakapan santai dengan teman atau keluarga, bahasa yang digunakan lebih bersifat informal dan sering kali diselingi dengan bahasa asing untuk menciptakan suasana yang lebih akrab.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Dalam Penggunaan Kalimat Tidak Efektif Judika Agnesia Purba; Ester Tania Monita Silalahi; Stefani Damayanti Sinaga; M Surip
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5705

Abstract

Kesalahan berbahasa, khususnya dalam penggunaan kalimat tidak efektif, merupakan permasalahan yang sering terjadi dalam komunikasi akademik mahasiswa. Kesulitan dalam menyusun kalimat yang jelas, padat, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar masih menjadi kendala bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kalimat tidak efektif dalam komunikasi akademik mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap prinsip kalimat efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih sering menggunakan kalimat tidak efektif akibat pengaruh bahasa lisan, kurangnya pemahaman terhadap prinsip kebahasaan, serta minimnya kebiasaan dalam melakukan revisi tulisan akademik. Selain itu, kurangnya perhatian dari lingkungan akademik terhadap aspek kebahasaan juga berkontribusi terhadap permasalahan ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan literasi kebahasaan mahasiswa melalui pembelajaran formal serta kebiasaan mandiri seperti membaca dan menyunting tulisan secara berkala. Dengan menerapkan strategi perbaikan dalam menyusun kalimat, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas komunikasi akademik mereka.
Kecenderungan Mahasiswa Biologi Menggunakan Bahasa Dialeg Daerah Dalam Sehari-Hari Brema Pratama; Juli Nola Olivia; Rizki Fatahillah Hutasuhut; M Surip
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5751

Abstract

This study aims to analyze the tendency of Biology students of Medan State University to use local dialects, particularly Batak and Javanese dialects, in their daily communication. The methods used were interviews and focus group discussions (FGDs) to collect data regarding students' social interactions and how they combine Indonesian with local dialects. The results showed that most students bring their local dialects to the university, which creates a strong cultural identity. Students from outside Medan also tend to adjust to the Medan dialect, but dialect differences often cause difficulties in communication with individuals from different linguistic backgrounds. This research emphasizes the importance of Indonesian as a unifying language that can enhance communication effectiveness in diverse academic environments. By understanding the dynamics of dialect usage, it is hoped to increase awareness of cultural and linguistic diversity in Indonesia.
Penggunaan Bahasa Indonesia Tidak Baku di Kalangan Mahasiswa; Studi Kasus pada Calon Guru: Penyebab dan Dampaknya Dalam Komunikasi Sehari Hari Aisyah Amira Nasution; Aprilia Shopia Isyfi; Nurul Aini; M Surip
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5647

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia tidak baku di kalangan mahasiswa, khususnya calon guru, menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dan dampak dari penggunaan bahasa tidak baku dalam komunikasi sehari-hari. Faktor-faktor seperti pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, dan modernisasi berkontribusi terhadap meningkatnya penggunaan bahasa tidak baku. Kebiasaan berbicara dalam konteks informal sering kali mengakibatkan mahasiswa kurang terbiasa menggunakan bahasa baku dalam situasi formal. Dampaknya terlihat dalam kemampuan berkomunikasi formal yang menurun, serta kesulitan dalam menyampaikan ide secara jelas dan efektif. Hal ini dapat memengaruhi kualitas interaksi di lingkungan akademik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan mahasiswa untuk memahami pentingnya penggunaan bahasa baku dalam konteks akademik dan profesional, serta mendorong upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa yang baik
Penggunaan Bahasa Baku dan Non-Baku di Kalangan Mahasiswa Adelina Dwi Nita Silalahi; Anisali Panjaitan; Yolanda Dealova Sihite; M Surip
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5706

Abstract

Bahasa memiliki peran penting sebagai alat komunikasi dan identitas bangsa. Di kalangan mahasiswa, penggunaan bahasa baku dan nonbaku menunjukkan dinamika komunikasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk media sosial dan tren budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa baku dan nonbaku di kalangan mahasiswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dalam bentuk podcast bersama salah satu mahasiswa Universitas Negeri Medan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk memahami pola penggunaan bahasa dalam berbagai konteks komunikasi, baik formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan bahasa baku dalam situasi formal untuk menjaga kejelasan, kesopanan, dan profesionalisme, sedangkan bahasa nonbaku atau bahasa gaul lebih sering digunakan dalam interaksi informal sebagai bentuk ekspresi sosial dan identitas kelompok. Faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa nonbaku meliputi keterbatasan karakter dalam media sosial serta tren komunikasi yang berkembang. Kesimpulannya, mahasiswa perlu menyesuaikan penggunaan bahasa mereka sesuai dengan konteks. Bahasa baku tetap diperlukan dalam komunikasi resmi, sementara bahasa nonbaku memungkinkan komunikasi yang lebih fleksibel dalam situasi santai. Dengan memahami keseimbangan ini, mahasiswa dapat berkomunikasi secara efektif dalam berbagai lingkungan.