Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Firing Temperature on Density, Porosity, Impact Strength, and Macro Structure of Crucible Materials Made from Graphite, Kaolin, and Castable Cement Latif, Abdul; Rusiyanto, Rusiyanto; Sunyoto, Sunyoto; Kriswanto, Kriswanto; Fitriyana, Deni Fajar
International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Mechanical Engineering Department, Engineering Faculty, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/MECHTA.2022.003.02.3

Abstract

Along with the advancement of modern times and technology, the metal sector plays a critical role in sustaining present growth. The industry's increased competitiveness has hampered the development of numerous small-scale metal casting industries. A crucible made of local graphite can only be used not more than ten melting cycles. This research aims to examine the influence of firing temperature on the density, porosity, impact strength, and macrostructure of graphite, kaolin and castable cement crucible materials. This research applies experiment method at various firing temperature, i.e. 850 °C, 900 °C, 950 °C, 1000 °C and 1050 °C. The crucible materials are made of graphite, kaolin, and castable cement. The firing process employs a heating rate of 5 °C/min and a holding time 2 hours. The results show that firing temperature influences the density, porosity, impact strength and macrostructure of crucible. The highest density at 1.86 grams/cm3 was obtained at the firing temperature of 1050 °C. The lowest porosity value of 41% was attained at firing temperature of 1050 °C. However, this value was still below the crucible index criterion. The highest impact strength of 0.003249 Joule/mm2 occurred for firing temperature of 1050 °C.
SOSIALISASI MEDIA EDUKATIF INTERAKTIF “BIOPORI” BERBASIS VIRTUAL REALITY BAGI PEMUDA KARANG TARUNA Naryanto, Rizqi Fitri; Delimayanti, Mera Kartika; Kriswanto, Kriswanto; Indriawan, Ari Dwi Nur; Sukoco, Imam; Subagyo, Yusuf; Eko Saputro, Wahyu Danang; Athoillah, Ahmad
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v6i1.4146

Abstract

Karang Taruna adalah salah satu organisasi pemuda yang keberadaanya terstruktur merata di seluruh Indonesia dari tingkat RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan. Pemuda penerus bangsa sangat terbiasa dengan pemanfaatan teknologi terkini di bidang TIK, salah satunya adalah teknologi Virtual Reality (VR). Pada kegiatan program pengabdian dosen kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dengan media interaktif berbasis VR kepada pemuda karang taruna tentang teknologi Biopori. Teknologi Biopori merupakan salah satu alternatif pencegah banjir yang dapat dilakukan oleh seluruh khalayak masyarakat dengan membuat lubang resapan di sekitar lingkungannya. Bencana banjir yang kerap melanda kota Semarang disebabkan salah satunya oleh resapan air yang sudah jauh berkurang jumlahnya. Oleh sebab itu, apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang dalam kurun waktu lama, akan menyebabkan banjir. Pemberian edukasi akan lebih mengena kepada anak muda khususnya pemuda karang taruna dengan memberikan sosialiasi teknologi biopori. Hasil yang telah didapatkan adalah para peserta merasa sangat antusias dengan teknologi Virtual Reality (VR) karena dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya walaupun melalui sebuah film. Selain itu, para pemuda karang taruna menjadi paham dan mengerti tentang teknologi Biopori dapat mencegah banjir. Oleh sebab itu, sosialisasi kepada masyarakat khususnya tentang teknologi biopori sangat tepat diberikan dengan teknologi VR khusunya bagi pemuda karang taruna.
Ibu sebagai komponen penting dalam pemasyarakatan berkendara yang aman: penyuluhan safety riding for MOM (berkendara yang aman) pada Ibu-ibu PKK Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Kota Semarang Al-Janan, Dony Hidayat; Bahatmaka, Aldias; Kriswanto, Kriswanto; Setiadi, Rizki
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30556

Abstract

Abstrak Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ketertiban dalam berkendara berkaitan dengan tingkat pendidikan, ketrampilan dalam mengendarai kendaraan, dan kesadaran dalam berlalu lintas. Stigma di masyarakat menuduh pengendara yang tidak tertib umumnya adalah wanita terkhusus kaum ibu. Sementara ibu adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya maka asumsinya orang tua (ibu) yang baik dalam berkendara maka akan didapatkan pula anak-anak yang baik dalam berkendara. Berdasar latar belakang di atas, maka sebagai wujud tri dharma perguruan tinggi diadakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan Safety Riding for MOM (berkendara yang aman) yang dilakukan oleh beberapa dosen Teknik Mesin UNNES kepada ibu-ibu PKK Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Kota Semarang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan praktek.  Sebagai simpulan, para peserta sangat antusias dan memahami materi yang disampaikan, ditandakan dengan terjawabnya 73% secara benar posttest dalam game  dan dikategorikan serapan materi cukup baik.   Kata kunci: penyuluhan; safety riding; PKK; Kelurahan Ngijo Abstract Several studies have stated that orderliness in driving is related to the level of education, skills in driving vehicles, and awareness in traffic. Stigma in society accuses unruly drivers are generally women, especially mothers. While mothers are the first and foremost teachers for their children, the assumption is that parents (mothers) who are good at driving will also produce children who are good at driving. Based on the background above, as a manifestation of the tri dharma of higher education, a community service activity was held in the form of counseling on Safety Riding for MOM (safe driving) which was carried out by several UNNES Mechanical Engineering lecturers to PKK mothers in Ngijo Village, Gunungpati, Semarang City. This activity was carried out using lecture and practice methods. In conclusion, the participants were very enthusiastic and understood the material presented, indicated by 73% of the posttest answers being answered correctly in the game and categorized as quite good material understanding. Keywords: counseling; safety riding; PKK; Ngijo Village
Pengaruh Feed Rate pada Friction Stir Welding Polypropylene Menggunakan Tool Aluminium 7075 Terhadap Kekuatan Tarik dan Lentur Masruhan, Fahmi Irsad; Budi Darsono, Febri; Kriswanto, Kriswanto; Sibro Malisi, Muhammad
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 12 (2025): JPTI - Desember 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1278

Abstract

Friction Stir Welding (FSW) merupakan metode penyambungan fase padat yang efektif untuk material termoplastik seperti Polypropylene (PP), terutama dalam industri otomotif dan manufaktur ringan. Tantangan utama dalam penerapannya pada polimer adalah pengendalian parameter proses, Khususnya kecepatan pengelasan (feed rate), yang memengaruhi kualitas sambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi feed rate terhadap kekuatan tarik dan lentur pada sambungan polypropylene yang dibentuk melalui proses friction stir welding (FSW). Proses dilakukan dengan menggunakan mesin frais, dengan tool berbahan aluminium 7075 dan pin silinder ulir. Variasi feed rate sebesar 15, 20, dan 25 mm/menit diterpakan dengan kecepatan putar konstan 1460 rpm dan sudut kemiringan 0°. Evaluasi dilakukan melalui pengujian tarik (ASTM D638), lentur (ASTM D790), serta pengamatan makro terhadap stir zone. Hasil menunjukkan bahwa feed rate 15 mm/menit menghasilkan stir zone yang paling homogen dengan cacat internal yang rendah dan kekuatan tarik tertinggi sebesar 13,485 MPa, setara efisiensi sambungan 44,06%. Sementara itu, kekuatan lentur tertinggi sebesar 15,179 MPa dicapai pada feed rate 25 mm/menit, dengan efisiensi lentur sebesar 32,1%. Feed rate tinggi cenderung menyebabkan cacat seperti void dan incomplete fusion akibat distribusi panas yang tidak merata serta plastisitas material yang tidak optimal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan parameter friction stir welding untuk material polimer, khususnya melalui penerapan tool berbahan aluminium 7075 yang masih jarang dilaporkan dalam literatur dan dapat menjadi acuan untuk optimasi proses di sektor industri termoplastik.
DIGNIFIED JUSTICE PRESPECTIVE ON THE DEVELOPMENT OF MILITARY LAW IN INDONESIA: WHAT AND HOW? Kriswanto, Kriswanto
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.4782

Abstract

Military law in Indonesia plays a crucial role in maintaining the country's order and security, with the perspective of dignified justice being highly relevant to ensure the protection of human rights for soldiers and justice in military legal processes. This research aims to analyze the development of military law in Indonesia from the perspective of dignified justice, as well as to identify challenges and opportunities in integrating the principles of dignified justice into the Indonesian military legal system. This study employs normative legal research methods with a conceptual and legislative approach. Data sources include primary, secondary, and tertiary legal materials collected through literature studies, then qualitatively analyzed using deductive-inductive reasoning to understand the concept of dignified justice and its application in Indonesian military law. The research findings indicate that the development of military law in Indonesia, viewed from the perspective of dignified justice, shows a complex and dynamic evolution since the era of independence. Continuous efforts are being made to build a military legal system that aligns with the principles of democracy, human rights, and the rule of law, as reflected in regulatory changes such as Law No. 34/2004 and Law No. 25/2014. Although there are still challenges in implementation, particularly related to military court jurisdiction, gender equality, and balancing national defense interests with individual rights protection, these developments reflect the efforts to realize dignified justice in the military context. This process also opens significant opportunities, including comprehensive military law reform, strengthening military professionalism, and developing a more humanistic military doctrine, although it still requires continuous evaluation and refinement to achieve a balance between national security and respect for human dignity.
Otomatisasi pengingat waktu sholat dan ketersediaan air di SMP IT Mutiara Hati Al-Janan, D. H.; Bahatmaka, A.; Kriswanto, Kriswanto; Firmansyah, H. N.; Setiadi, R.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34231

Abstract

Abstrak SMP IT Mutiara Hati, Ngijo, Gunungpati, Semarang merupakan sekolah berbasis Islam, yang dipadukan pula dengan pondok tahfidz. Masalah yang mengemuka, pengingatan untuk masuk waktu masih berpedoman pada suara masjid lain disekitarnya, padahal sebagai sekolah, untuk pelaksanaan waktu sholat berjamaah perlu menyesuaikan dengan jadwal sekolah. Sementara itu, pelaksanaan sholat juga sering terganggu karena ketersediaan air di tandon, karena belum adanya otomatisasi pengisian. Dua permasalah utama tersebut, menjadi dasar kegiatan pengabdian ini dengan focus kegiatan pengadaan jam waktu sholat (JWS) yang mampu bekerja dengan otomatis, mudah dikendalikan sehingga dapat memberikan informasi lain terkait dengan kegiatan belajar. Sementara itu, permasalahan ketersediaan air di tandon mampu diselesaikan melalui hybrid otomatisasi yang menjamin keterisian dua tandon air dengan elevasi ketinggian yang berbeda dan bersumber dari satu pompa. Dari hasil kegiatan ini menghasilkan, ketersediaan air bersih dapat terjaga serta para santri lebih mudah dalam menentukan waktu sholat. Kata kunci: SMP IT Mutiara Hati; JWS; hybrid otomatisasi Abstract SMP IT Mutiara Hati, Ngijo, Gunungpati, Semarang is an Islamic-based school, which is also combined with a tahfidz boarding school. The problem that emerged was that the reminder to enter the praying time was still guided by the adzan of other mosques around it, whereas as a school, the implementation of congregational praying times needed to be adjusted to the school schedule. Meanwhile, the implementation of prayers was also often disrupted due to the availability of water in the reservoir, because there was no automation of filling. These two main problems became the basis for this community service activity with the focus of the activity of procuring prayer time clocks (JWS) that were able to work automatically, were easy to control so that they could provide other information related to learning activities. Meanwhile, the problem of water availability in the reservoir was able to be solved through hybrid automation which guaranteed the filling of two water reservoirs with different elevations and sourced from one pump. This activity resulted that the availability of clean water being maintained and the students being easier to determine prayer times. Keywords: SMP IT Mutiara Hati; JWS; hybrid automation