Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengembangan Objek Wisata Tongkonan Papa Batu Di Lembang Banga’ Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja Abedneigo Carter Rambulangi; Isak Pasulu; Elisabet Pali; Jemi Pabisangan Tahirs; Liandro Doke
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.5507

Abstract

This research aims to find out strategies that can be used to develop the Tongkonan Papa Batu tourist attraction. The results found that from the overall analysis of the data obtained, that in developing the Tongkonan Papa Batu tourist attraction, several new methods are needed in efforts to improve and manage the Tongkonan Papa Batu tourist attraction, such as building facilities at the Tongkonan Papa Batu tourist attraction, improving road access. towards the location and environmental maintenance of tourist attractions so that in the future the Tongkonan Papa Batu tourist attraction becomes the tourist destination of choice for tourists.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN WISATA ALAM BERBASIS MASYARAKAT DI SA'DAN TO'BARANA DAN SA'DAN ULUSALU, KABUPATEN TORAJA UTARA Isak Pasulu; Elisabet Pali; Nitha Nitha; Petrus Sampelawang; Mey Enggane Limbongan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62166

Abstract

Sa'dan To'Barana dan Sa'dan Ulusalu merupakan wilayah di Kabupaten Toraja Utara yang memiliki potensi wisata alam berupa hamparan sawah, aliran sungai berbatu, serta lanskap perbukitan yang berpadu dengan arsitektur tradisional Tongkonan, namun potensi tersebut belum dikelola dan dipromosikan secara optimal oleh masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat kedua wilayah tersebut dalam mengidentifikasi, menata, dan mempersiapkan potensi wisata alam yang dimiliki, sebagai upaya awal peningkatan pendapatan masyarakat lokal melalui sektor pariwisata. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan participatory rural appraisal, meliputi tahapan koordinasi dan sosialisasi dengan pemerintah lembang serta tokoh masyarakat, survei dan pemetaan lapangan terhadap potensi daya tarik wisata, kegiatan gotong royong penataan dan kebersihan kawasan wisata, hingga tahap pendampingan/pelatihan tambahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Sa'dan To'Barana dan Sa'dan Ulusalu menyambut positif dan berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan pendampingan, ditandai dengan teridentifikasinya sejumlah titik potensi wisata alam yang layak dikembangkan, meningkatnya kebersihan dan kesiapan kawasan sebagai destinasi wisata, serta terbangunnya kesepahaman awal antara tim pendamping, pemerintah lembang, dan masyarakat mengenai arah pengembangan wisata ke depan. Kegiatan ini menjadi modal sosial dan teknis awal yang penting bagi keberlanjutan pengembangan wisata alam berbasis masyarakat di kedua wilayah tersebut.
PROGRAM PERAWATAN SUMBER AIR PEDAMARAN MELALUI SISTEM PERPIPAAN BAGI MASYARAKAT LEMBANG BASOKAN Petrus Sampelawang; Nofrianto Pasae; Nitha Nitha; Isak Pasulu; Elisabeth Pali
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62260

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat krusial bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat pedesaan. Di Lembang Basokan, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, sumber air Pedamaran menjadi tumpuan utama pasokan air bersih warga. Namun, kendala fisik seperti kebocoran jaringan pipa, penyumbatan pada intake air akibat endapan lumpur dan sampah organik, serta keterbatasan kapasitas bak penampungan kerap mengganggu kontinuitas distribusi air. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan teknis, pendampingan, serta edukasi perawatan dan pemeliharaan berkala pada sistem perpipaan dan bak penampung air Pedamaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi teknis, survei dan pemetaan jalur perpipaan, perbaikan sambungan pipa, pembersihan intake air, serta penyusunan panduan pemeliharaan mandiri oleh warga. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah meningkatnya pemahaman warga mengenai manajemen pemeliharaan infrastruktur air, berkurangnya tingkat kebocoran jaringan pipa, serta terciptanya sistem perawatan gotong-royong berbasis masyarakat untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bersih.
Empowering the Creative Economy Through the Development of MSME-Based Car Free Days in the Kolam Makale Area, Tana Toraja Regency Abedneigo Carter Rambulangi; Althon Karaman Pongtuluran; Isak Pasulu; Elisabet Pali; Jemi Pabisangan Tahirs
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 4 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i4.2842

Abstract

Car Free Day (CFD) in the Kolam Makale area, Tana Toraja Regency, has developed into a public space that is not only used for community sports and recreational activities, but also as a center for creative economic activities through the involvement of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, most MSMEs still face various obstacles, such as low business management capacity, lack of product innovation, limited digital marketing strategies, unattractive packaging designs, and the less than optimal use of Car Free Day as a promotional medium and to increase business competitiveness. This community service activity aims to increase the capacity of MSMEs through a creative economic empowerment program that includes training in business management, product innovation, branding, digital marketing, customer service, and assistance in developing business development strategies. The method used is Participatory Action Research (PAR) which involves MSMEs as active partners in every stage of the activity, starting from problem identification, program planning, training implementation, assistance, to evaluation of activity results. The results of the community service program demonstrate that this activity has been able to improve the knowledge and skills of MSMEs in managing their businesses more professionally, improve product and packaging quality, increase the use of digital media as a promotional tool, and strengthen marketing networks among business actors. Furthermore, Car Free Day increasingly functions as a productive public space that supports local economic growth and encourages the development of a creative economy based on regional potential. This program is expected to become a model for sustainable community empowerment in supporting the improvement of MSMEs' welfare and the development of creative economy destinations in Tana Toraja Regency