Claim Missing Document
Check
Articles

Sandfish (Holuthuria scabra) Fisheries in Saleh Bay: Stock Status Based on Fishermen's Perception and Catches [Perikanan Teripang Pesisir (Holuthuria scabra) Teluk Saleh: Status Stok berdasarkan Persepsi Nelayan dan Hasil Tangkapan] Neri Kautsari; Etty Riani; Djamar TF Lumbanbatu; Sigid Hariyadi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 11 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v11i2.13432

Abstract

AbstractThe exploitation of sandfish (Holuthuria scabra) in Saleh Bay is so far not well managed. Consequently, over-fishing and species extinction of sea cucumbers emerge. Currently, information related to the supply of sandfish (H. scabra) is very limited. The purpose of this research was to investigate the stock status of sandfish (H. scabra) based on the fishermen's perception and fish capture information. This research was carried out in the Saleh Bay coast, Sumbawa District, West Nusa Tenggara. The method used was a semi-closed interviews with the scope of fishermen's demography, methods, efforts and catches, and fishermen's perception of the stock condition, conducted by a total of 39 respondents. The result of this research showed that sea cucumber fishermen consisted of male and female with a ratio of 46 : 54, age ranged between 26-59 years old, all were married; education level between unschooled to senior high school; fishermen were from Bajo tribe (37%), Bugis (25%), Samawa (5%) and Mandar (33%). Sea cucumbers were caught by hands for 5-6 weeks (1-4 hours per day), CPUE ranges between 2 to 25 kg (wet weight). The main reason for capturing sea cucumber was because of the ease of method (97%). 84% of the fishermen stated that sea cucumber stock in Saleh Bay declined. The research cocluded the fishermen on Saleh Bay assumed that sandfish (H. scabra) had decreased in stock.AbstrakEksploitasi teripang pasir (Holuthuria scabra) di perairan Teluk Saleh terus dilakukan tanpa adanya pengelolaan sehingga memacu terjadinya kelebihan tangkap dan bahkan bisa menyebabkan kepunahan spesies teripang pasir. Kurangnya ketersediaan informasi dan data terkait stok menyebabkan sulitnya pengelolaan teripang pasir (H. scabra) di perairan Teluk Saleh ke depannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui staus stok teripang pasir (H. scabra) berdasarkan persepsi nelayan dan gambaran hasil tangkapan. Lokasi penelitian yaitu di pesisir wilayah perairan Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan ialah wawancara semi tertutup dengan menggunakan kuesioner. Aspek yang dikaji dalam wawancara terdiri dari : 1) demografis nelayan; 2) metode, upaya dan hasil tangkap serta 3) persepsi nelayan terhadap kondisi stok. Responden dalam penelitian ini ialah nelayan penangkap teripang yang berada di pesisir Teluk Saleh. Jumlah responden adalah 39 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkap teripang pasir terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rasio 46 : 54%, usia berkisar antara 26-59 tahun, nelayan berstatus telah menikah, tingkat pendidikan nelayan mulai dari tidak bersekolah hingga SMU, nelayan berasal dari suku Bajo (37%), Bugis (25%), Samawa (5%) dan Mandar (33%). Penangkapan teripang dilakukan menggunakan tangan, penangkapan dilakukan 5-6 minggu-1 (1–4 jam hari-1), CPUE ialah 2 hingga 25 kg (berat basah), alasan utama nelayan (97%) menangkap teripang pasir adalah kemudahan metode penangkapan, 84% nelayan menyatakan bahwa stok teripang pasir di Teluk Saleh mengalami penurunan. Kesimpulan dari penelitian ialah sebagian besar nelayan Teluk Saleh menganggap bahwa teripang pasir (H. scabra) telah mengalami penurunan stok.
STRATEGI KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PENCEMARAN SAMPAH PLASTIK DI PESISIR KOTA DUMAI RIAU MELALUI PENDEKATAN ANALISIS MACTOR Fatwa, Esa Buana; Hariyadi, Sigid; Taryono, Taryono
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2024): (November) 2024
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.16.2.2024.85-98

Abstract

Penelitian ini mengatasi masalah mendesak polusi plastik di sepanjang wilayah pesisir, dengan fokus pada Kota Dumai di Provinsi Riau, Indonesia. Wilayah pesisir Dumai, seperti banyak wilayah lain di seluruh Indonesia, menghadapi pencemaran plastik yang parah, dengan 90% disebabkan oleh limbah plastik. Meskipun regulasi telah ada, pengelolaan seringkali kurang mendekati dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini mengadopsi kerangka kerja MACTOR, mengidentifikasi dan mengevaluasi pemangku kepentingan kunci seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informasi. Ini juga menganalisis faktor-faktor terkait pengelolaan limbah plastik, mulai dari pengurangan volume hingga pertimbangan lingkungan. Penelitian ini menilai pengaruh dan saling ketergantungan di antara pemangku kepentingan, memvisualisasikannya melalui peta dan mengevaluasi konvergensi dan divergensi. Terutama, aktor di kuadran I yang memiliki pengaruh yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informasi, menunjukkan peran yang sanat krusial. Penelitian ini mengungkapkan potensi konvergensi tinggi di antara para aktor ini, menekankan perlunya kolaborasi intensif. Namun, penelitian ini mengidentifikasi aktor Informal sebagai memiliki divergensi tinggi, menunjukkan potensi konflik. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi strategis, menekankan upaya kolaboratif, sensitivitas terhadap aktor yang bergantung, dan pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan untuk pengelolaan limbah plastik yang efektif di wilayah pesisir Kota Dumai
The Community Perception of Waste Management on The Belawan Coast, North Sumatra: Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah di Pesisir Belawan, Sumatera Utara Hasibuan, Febya Rizki; Hariyadi, Sigid; Pratiwi, Niken Tunjung Murti
Habitus Aquatica Vol 6 No 1 (2025): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.6.1.17

Abstract

The abundant natural potential in the Belawan coastal area has great opportunities for the development of various activities. In addition, the Belawan coastal area is also vulnerable to high pollution, especially because of its role in supporting the regional economy through sectors such as tourism, fisheries, transportation, and industry. Effective waste management is a special concern of the government along with maximum efforts in developing economic potential. Waste has become a global problem, especially in Indonesia with its increasing population growth. This research aims to analyze strategies for controlling pollution from waste in the Belawan coastal area. The method used is a Likert Scale to evaluate the community's perception of the issue of waste problems. On the economic aspect, the community assessed that waste management has not had a significant impact, but on the social aspect, waste management was rated positively with the highest score reaching 68,80 which was obtained on waste management activities that increased fraternal ties. The problem of low sanitation awareness is the main obstacle that requires solutions based on community participation in waste management.
Status mutu air Kali Angke di Bogor, Tangerang, dan Jakarta Siti Rosa Oktavia; Hefni Effendi; Sigid Hariyadi
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.2.3.220-234

Abstract

Masuknya bahan-bahan pencemar ke dalam badan air sungai menyebabkan turunnya kualitas air sungai. Salah satu sungai yang diduga telah mengalami pencemaran adalah Kali Angke. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status mutu air dan tingkat pencemaran Kali Angke menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan Indeks Canadian Council of Minister of The Environment (CCME). Pengambilan data kualitas air dilakukan pada lima segmen sebanyak 21 titik pengambilan contoh pada tanggal 2–4 Oktober 2017. Data sekunder kualitas air berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Tangerang Selatan, Tangerang, dan Jakarta Barat. Parameter kualitas air meliputi parameter fisika (suhu, TSS, dan TDS), parameter kimia (DO, BOD, COD, NO2-N, NO3-N, pH, total fosfat, Zn, minyak lemak, Hg, dan Cu), dan parameter biologi (fecal coliform dan total coliform). Indeks kualitas air CCME lebih mewakili kondisi perairan daripada Indeks Pencemaran. Tingkat pencemaran semakin meningkat dari hulu ke hilir dan dari tahun 2014 sampai 2016, kemudian menurun pada tahun 2017. Status mutu Kali Angke tergolong cemar ringan menurut IP dan tergolong buruk menurut Indeks CCME.
Perancangan fungsi kendali mutu pada pengelolaan kolam pengendap perusahaan tambang batubara PT XYZ Rusdi Husin; H Wijayanto; Sigid Hariyadi
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.3.1.285-299

Abstract

Pada tulisan ini, obyek penelitian dilakukan pada kegiatan penambangan di PT XYZ. PT XYZ menerapkan pengelolaan air tambang dengan menggunakan beberapa fasilitas kolam pengendapan yang selanjutnya disebut dengan settling-pond. Di PT XYZ, terdapat 14 kolam pengendap yang berfungsi untuk mengatasi pH, TSS, Fe dan Mn. Penelitian ini dilakukan guna menemukan kendali mutu yang tepat dalam mengidentifikasi potensi deviasi dari baku mutu lingkungan hidup yang sudah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Kendali mutu guna menentukan control chart serta control limitnya dicari untuk masing-masing parameter pH, Fe dan Mn. Beberapa model alternatif sampling plan telah disusun untuk diujicobakan dengan beberapa control chart. Pilihan control chart yang dilibatkan dalam penelitian ini untuk dipilih adalah Chart, Chart dan XmR Chart. Pada penelitian ini, data setiap parameter dikumpulkan dan dilakukan uji stabilitas dan uji kapabilitas guna diputuskan control chart dan control limit-nya setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan untuk parameter pH, Fe dan Mn control chart yang dapat digunakan adalah . Penerapan control chart di dalam pengelolaan air tambang PT XYZ terbukti dapat mengelola kinerja kepatuhannya terhadap peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan pendekatan pencegahan dan perbaikan berkelanjutan.
Hubungan kualitas air dengan parameter hidrologi di Sungai Batang Arau Sumatera Barat (2013-2020) Dwi Suci Indah Permata Sari; Sigid Hariyadi; Hefni Effendi
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.5.3.788-798

Abstract

The Batang Arau River is the second longest river in the city of Padang (West Sumatra). Many anthropogenic activities can reduce water quality. This study aimed to determine the correlation water quality with the hydrological parameters of the Batang Arau River (2013-2020). The data taken is secondary data from several agencies in the city of Padang. Data analysed was secondary data from various institution in Padang. Simple Linear Regression between water quality parameters towards velocity and river discharge was applied. River discharge correlated with DO (r = 0.68), and velocity is very closely correlated with TDS (r = 0.82) in the rainy season. Meanwhile, very close correlation between discharge and TDS (r = 0.98) and velocity with DO (r = 0.95) in the dry season.
Cadmium (Cd) and Lead (Pb) Levels in Oysters Saccostrea cucullata, Water, and Sediment in the Cunda Strait of Lhokseumawe City, Indonesia Ekamaida, Ekamaida; Kusmana, Cecep; Hariyadi, Sigid; Nurilmala, Mala; Krisanti, Majariana
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 2 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.2.259-273

Abstract

Lhokseumawe is a designated as an Economic Growth Center (EGC), making it very susceptible to producing heavy metals.This research aimed to measure the content of lead (Pb) and cadmium (Cd) in oysters (Saccostrea cucullata), water, and sediment in the Cunda Strait, as well as evaluate the relationship between heavy metals and environmental conditions. The experiment was conducted at five stations selected based on considerations of seawater inflow and outflow into the Cunda Strait and existing pollution sources. The results showed that high levels of Pb and Cd with 0.36 and 0.00 mg.kg-1 for S. cucullata, 0.07 and 0.01 mg.kg-1 for water, as well as 7.60 and 0.03 mg.kg-1 for sediment, were found at locations away from the inflow and outflow of the Malacca Strait. The analysis showed a positive pattern in the relationship between Pb metal levels in S. cucullata with water and sediment. This suggested that Pb pollution in S. cucullata came from Pb metal in sediment and water, showing a significant effect on aquatic organisms. However, no clear relationship was found between Cd metal in S. cucullata with sediment and water. The main differences in Pb and Cd between parts were observed in the levels of Pb in water (r= 0.59) and Cd in water (r= 0.71), where higher concentrations were found in central part of the Cunda Strait compared to the southern and northern. Contaminants of heavy metals in S. cucullata, water, and sediment were significantly influenced by temperature, sediment fraction, and organic matter.
The effect of stranded marine debris on the mangrove ecosystem in the coastal area of Liquiça Municipality of Timor-Leste Santos, Alzira de Jesus dos; Damar, Ario; Hariyadi, Sigid; Fonseca, Abilio da
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.9.1.111-127

Abstract

This study aims to determine the types, abundance and composition of the stranded marine debris and its impact on the mangrove ecosystem in Liquiça Municipality, Timor-Leste. Data were collected from 6 September 2024 to 30 October 2024 at three stations using surveys and direct field observations. Analysis was conducted both quantitatively and qualitatively. Seven types of debris were identified : plastic, metal, glass, rubber, fabric, organic and other inorganic waste. Plastic was the most dominant at all stations, Station 1 recorded the highest debris abundance at 1.62 items/m², with plastic waste also dominating by category at Stations 1 and 3 (155 items/m² and 137 items/m²). Station 1 also had the heaviest debris weight at 4,339 g/m² and the largest volume at 235 cm³/m². The findings indicate that stranded marine debris does have a negative impact on the mangrove ecosystem, significant negative correlation between the weight of marine debris and macrozoobenthos. However no correlation between debris and mangrove’s seedlings was found.
Seasonal Assessment of Water Quality and Pollution Index of Cileungsi River in Bogor Regency, Indonesia Marisi, Dany Poltak; Suprihatin, Suprihatin; Sigid Hariyadi; Kaswanto, Regan Leonardus Kaswanto
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.4.615

Abstract

The Cileungsi River is the upstream part of the Bekasi Watershed, and its existence is crucial for the sustainability of the local economy and the survival of the community, industry, agriculture, and commerce surrounding the riverbanks. It is also the raw water source for Regional Water Company. This study aims to assess the water quality of the Cileungsi River and its pollution status using the Pollution Index (PI) method. This research was conducted at six sampling points, covering the upstream, middle, and downstream sections in both the dry and rainy seasons of 2022. The method used to analyze the water quality of the Cileungsi River refers to the Indonesian National Standard. In contrast, the calculation of the PI refers to the Decree of the State Minister of Environment. During the dry season, the PI at the Regional Water Company bridge in Kota Wisata and beside PT Rahayu Indah Kulit fell into the moderately polluted category, with PI values of 5.49 and 7.30, respectively. The highest PI value during the rainy season was recorded at 10.30 on the border of Bogor Regency and Bekasi City, which falls within the heavily polluted category. The Gunung Putri area has a lightly polluted index value in both seasons. The parameters that require attention are BOD, NO2-, free chlorine, and fecal coliform, which serve as indicators of pollution from household and agricultural activities. These results will help the Bogor Regency government develop strategies to protect and sustainably manage the Cileungsi River.
Water pollution status of Deli River Medan, North Sumatra, based on Pollution Index (IP) and CCME WQI Jamal, Aulia Fitri; Damar, Ario; Hariyadi, Sigid
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.3.46921

Abstract

Deli River has been designated as a national river that has made a major contribution to the economic growth and development in the Medan city of North Sumatra. However, rapid urbanization and human population growth have caused degradation of the quality of Deli River due to increasing pollution. This study aims to analyze the level of pollution of the Deli River using the Pollution Index (PI) and CCME Water Quality Index (WQI) methods with reference to Government Regulation Number 22 of 2021. The research location was divided into 4 stations from upstream to downstream of the Deli River. Based on PI method, stations 1, 2, and 3 were classified as lightly polluted, while station 4 experienced moderate pollution. The results were different when using the CCME WQI method, which showed that stations 1, 2, and 3 were classified as having fairly good waters, while station 4 was poor waters. Water quality analysis was carried out on 13 parameters, 5 of which exceeded the river water quality standard threshold, namely BOD, ammonia, Pb, Zn, and Cd.Keywords:Deli riverRiver pollutionWater qualityPollution Index (IP)CCME WQI
Co-Authors . Muliani Achmad Fahrudin Adham Panji Adianto Pangaribuan Agung Dhamar Syakti Agustinus M Samosir Aliati Iswantari Andri Warsa Ario Damar Aulia Fitri Jamal Ayu, Inna Puspa Bambang Kurniadi Budi Kurniawan Cecep Kusmana Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Dade Jubaedah Dade Jubaedah Dede Heri Yuli Yanto Dedi Soedharma Dewayani Sutrisno Djamar Tumpal F. Lumbanbatu Dwi Suci Indah Permata Sari Dwi Yuni Wulandari Edi F Prahastiano Ekamaida, Ekamaida Elvi Yetti Emmanuel Manangkalangi Enan Mulyana Adiwilaga Endang Juniardi Etty Riani Fahriyatun Mufidah, Farah Fatwa, Esa Buana Fitri Afina Radityani Fonseca, Abilio da Fuquh Rahmat Shaleh Ghinarrahmi Afiyatillah Grin Tommy Panggabean H Wijayanto Handoko Adi Susanto Hasibuan, Febya Rizki Hawis H Madduppa Hefni Effendi Hilman Hidayat I Wayan Nurjaya Ida Lapadi Ika Fitria Hasibuan Indri Yani Zaini Ismail Ismail Ismudi Muchsin Ismudi Muchsin Jamal, Aulia Fitri Joni Haryadi D Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kiswari, Dhona Indah Kiswari, Dhona Indah La Ode Alifatri Lufisari Herdianti lukman, lukman Luky Adrianto M. F. Rahardjo M. Fadjar Rahardjo M. Fadjar Rahardjo M. Mukhlis Kamal, M. Mukhlis Majariana Krisanti Mala Nurilmala Marisi, Dany Poltak Mennofatria Boer Mohammad Mukhlis Kamal Muarif Muarif Muchsin, I. Muhamad Komarudin Muhamad Suhaemi Syawal Mukti Ali Muliani Muliani Nadya Adharani Nandi Abdul Aziz Nandi Kosmaryandi Nasution, Syahroma Husni Nawas Syarif Neri Kautsari Niken T.M. Pratiwi Niken TM Pratiwi Niken TM Pratiwi Niken Tunjung Murti Pratiwi Novi Andareswari Novita MZ Nursiyamah, Siti Nursiyamah, Siti Paskalina Theresia Lefaan Purwoko, Agus Rahman Rahman Rahmat Padyawan, Andhy Regan Leonardus Kaswanto Renny K Hadiaty Renny K. Hadiaty Renny K. Hadiaty Ridho Fatreza RIFKI TAJUDIN Rita Rostika Rizaki, Irfanudin Romi Seroja Roni Hermawan Roni Hermawan Rusdi Husin Santos, Alzira de Jesus dos Selvi Marcellia Setyobudiandi, I. Sita Heris Anita Siti Rosa Oktavia Sonja Kleinertz Sugiarti, Ade Sulaiman, Goran Suryanti Afifah Sulaiman, Goran Suryanti Afifah Sulistiono Sulistiono Sulistiono Sulistiono Sulistiono Suparman Supardi Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Syahrial Syahrial Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Taryono Taryono Taryono Taryono, Taryono Taslim Arifin Tri Apriadi Triyadi Purnomo Yonvitner - Yusli Wardiatno ZULMI, REZA