Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

In Silico Analysis of Cucurbitacin IIa and Cucurbitacin IIb as Potential Modulators of Oxidative Stress Regulatory Proteins Sarmoko, Sarmoko; Suprahman, Nisa Yulianti; Putri, Refsya Azanti; Hakim, Ahmad Zammi Autadan; Cahyadi, Dzaky Raihan; Saputra, Muhammad Yogi
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev15iss3pp224-236

Abstract

Oxidative stress, resulting from imbalance between rective oxygen species (ROS) production and antioxidant defenses, contributes significantly to numerous pathological conditions, including inflammation, cancer and neurodegeneration. Natural compounds with antioxidant properties offer promising therapeutic potential. This study aims to investigate the potential of Cucurbitacin IIa and IIb to modulate oxidative stress regulatory proteins (NOS2, Lipoxygenase, KEAP1, and Xanthine oxidase) using molecular docking approaches. Target protein structures were retrieved from the RSCB Protein Data Bank. Ligand geometries were constructed and optimized using density functional theory. Molecular docking was performed using AutoDock 1.5.6 with a validated docking protocol (RPMS<2Å). Our results demonstrated favorable binding energies for both compounds with NOS2 (-9.75 and -9.57 kcal/mol) and KEAP1 (-8.52 and -9.34 kcal/mol), approaching the affinities of their respective native ligands. Moderate binding was observed with Lipoxygenase (-6.14 and -5.54 kcal/mol), while both compounds showed incompatibility with Xanthine oxidase, as evidenced by highly positive binding energies. The interaction between Cucurbitacins with NOS2, KEAP1 and Lipoxygenase was mediated through hydrogen and hydrophobic interaction. These findings provide mechanistic insight into their bioactivity and support further experimental studies for therapeutic development in oxidative stress-related disorders.Keywords: Cucurbitacin, Molecular docking, Oxidative stress, NOS2, KEAP1.
PEMBERDAYAAN USAHA EKONOMI KREATIF MELALUI PENDEKATAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN USAHA PEMBUATAN PRODUK JAMU KEKINIAN SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SDGS DI KELURAHAN YOSOREJO, KOTA METRO Yulianti Suprahman, Nisa; Hidayaturahmah, Rizky; Hermadi Saputro, Anjar; Irna Windari, Nurul; Sarmoko, Sarmoko
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4924-4929

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur memiliki pekarangan rumah atau kebun yang sebagian ditanami tanaman obat keluarga (TOGA) seperti kunyit, temulawak, temugiring, jahe kencur, sirih, kecombrang, sambiloto, binahong dan lain-lain. Kendala utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), rendahnya pengetahuan dan teknologi untuk membuat jamu kekinian yang berkualitas, jumlah diproduksi masih terbatas, jenis dan variasi produk juga masih sedikit dan market share masih rendah. Selain produk jamu, tanaman TOGA belum dilakukan pengembangan teknologi menjadi produk herbal yang bernilai ekonomi tinggi seperti sabun.  Faktor tersebut yang membuat industri jamu tradisional tidak bisa berkembang. Maksud Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah mengembangkan usaha jamu kekinian pada Ibu-ibu PKK kelurahan Yosorejo agar dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Tujuannya Mengembangkan dan memperbaiki usaha jamu tradisional menjadi jamu kekinian yang modern yang bisa mengangkat salah satu produk warisan leluhur turun temurun. Dengan cara memproses tahap-tahapan pembuatan produk secara benar, mengedukasi Ibu-Ibu PKK untuk giat mengembangkan usaha yang menguntungkan dan memiliki peluang yang sangat terbuka. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan secara langsung serta pembagian produk jamu kekinian dan sabun organik ke masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat memahami dan mampu membuat jamu dan sabun organik berbahan dasar tanaman TOGA.
RECENT UPDATE OF ZERUMBONE AS ANTI-COLON CANCER AGENT: A REVIEW Sarmoko, Sarmoko; Fauziyya, Riri; Zahra, Miralda; Suprahman, Nisa Yulianti; Auli, Winni Nur; Ashari, Arif
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.9338

Abstract

Colorectal cancer (CRC) remains a leading cause of cancer-related deaths worldwide, with limited effective therapies due to drug resistance and adverse effects. Zerumbone, a sesquiterpene isolated from Zingiber zerumbet Smith, has emerged as a promising natural anticancer agent. This review examines zerumbone's anti-colorectal cancer properties, including induction of apoptosis and cell cycle arrest, inhibition of invasion and metastasis, anti-angiogenic activity, and anti-inflammatory effects. Additionally, zerumbone demonstrates antioxidant properties, modulates gut microbiota composition, and targets multiple signaling pathways involved in CRC pathogenesis. Structure-activity relationship studies reveal the critical role of the α,β-unsaturated carbonyl group in its bioactivity. Despite promising preclinical evidence, clinical validation remains necessary to establish zerumbone's therapeutic potential for colorectal cancer management.
RECENT UPDATE OF ZERUMBONE AS ANTI-COLON CANCER AGENT: A REVIEW Sarmoko, Sarmoko; Fauziyya, Riri; Zahra, Miralda; Suprahman, Nisa Yulianti; Auli, Winni Nur; Ashari, Arif
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.9338

Abstract

Colorectal cancer (CRC) remains a leading cause of cancer-related deaths worldwide, with limited effective therapies due to drug resistance and adverse effects. Zerumbone, a sesquiterpene isolated from Zingiber zerumbet Smith, has emerged as a promising natural anticancer agent. This review examines zerumbone's anti-colorectal cancer properties, including induction of apoptosis and cell cycle arrest, inhibition of invasion and metastasis, anti-angiogenic activity, and anti-inflammatory effects. Additionally, zerumbone demonstrates antioxidant properties, modulates gut microbiota composition, and targets multiple signaling pathways involved in CRC pathogenesis. Structure-activity relationship studies reveal the critical role of the α,β-unsaturated carbonyl group in its bioactivity. Despite promising preclinical evidence, clinical validation remains necessary to establish zerumbone's therapeutic potential for colorectal cancer management.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, DAN BUANG (DAGUSIBU) OBAT DI DUSUN 006 WAY HUI LAMPUNG SELATAN Nadiah, Syaadatun; Mayefis, Delladari; Oktariza, Yasinda; Hidayaturahmah, Rizky; Hasanah, Uswatun; Dalili Akhmad, Atika; Mukaromah Khoirunnisa, Sudewi; Yulianti Suprahman, Nisa; Dirga, Dirga; Sarmoko, Sarmoko
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

DAGUSIBU merupakan konsep fundamental untuk meningkatkan literasi obat di masyarakat.Rendahnya literasi kesehatan dan kepatuhan terhadap terapi obat merupakan tantangan utama dalam pengelolaan penyakit tidak menular, terutama pada masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Dusun 006 Way Hui, Lampung Selatan mengenai penggunaan obat yang benar, kepatuhan minum obat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin melalui pendekatan edukasi partisipatif. Kegiatan mencakup penyuluhan interaktif, praktik penyusunan jadwal obat, dan pemeriksaan kesehatan dasar meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi praktik peserta. Sebanyak 28 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan dan 20 peserta menyelesaikan kedua tes evaluatif. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 52,22% dengan perbedaan signifikan (p 0,001). Pemeriksaan kesehatan juga mengungkapkan beberapa peserta memiliki parameter di atas batas normal, sehingga diberi konseling individual mengenai pengelolaan gaya hidup sehat. Respons peserta sangat positif, ditunjukkan oleh tingginya keterlibatan dalam diskusi dan praktik. Secara keseluruhan, pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi, praktik, dan pemeriksaan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat, kesadaran kesehatan, serta motivasi peserta untuk menjaga kesehatan secara preventif. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat pedesaan