Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMBERDAYAAN USAHA EKONOMI KREATIF MELALUI PENDEKATAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN USAHA PEMBUATAN PRODUK JAMU KEKINIAN SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SDGS DI KELURAHAN YOSOREJO, KOTA METRO Yulianti Suprahman, Nisa; Hidayaturahmah, Rizky; Hermadi Saputro, Anjar; Irna Windari, Nurul; Sarmoko, Sarmoko
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4924-4929

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur memiliki pekarangan rumah atau kebun yang sebagian ditanami tanaman obat keluarga (TOGA) seperti kunyit, temulawak, temugiring, jahe kencur, sirih, kecombrang, sambiloto, binahong dan lain-lain. Kendala utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), rendahnya pengetahuan dan teknologi untuk membuat jamu kekinian yang berkualitas, jumlah diproduksi masih terbatas, jenis dan variasi produk juga masih sedikit dan market share masih rendah. Selain produk jamu, tanaman TOGA belum dilakukan pengembangan teknologi menjadi produk herbal yang bernilai ekonomi tinggi seperti sabun.  Faktor tersebut yang membuat industri jamu tradisional tidak bisa berkembang. Maksud Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah mengembangkan usaha jamu kekinian pada Ibu-ibu PKK kelurahan Yosorejo agar dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Tujuannya Mengembangkan dan memperbaiki usaha jamu tradisional menjadi jamu kekinian yang modern yang bisa mengangkat salah satu produk warisan leluhur turun temurun. Dengan cara memproses tahap-tahapan pembuatan produk secara benar, mengedukasi Ibu-Ibu PKK untuk giat mengembangkan usaha yang menguntungkan dan memiliki peluang yang sangat terbuka. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan secara langsung serta pembagian produk jamu kekinian dan sabun organik ke masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat memahami dan mampu membuat jamu dan sabun organik berbahan dasar tanaman TOGA.
RECENT UPDATE OF ZERUMBONE AS ANTI-COLON CANCER AGENT: A REVIEW Sarmoko, Sarmoko; Fauziyya, Riri; Zahra, Miralda; Suprahman, Nisa Yulianti; Auli, Winni Nur; Ashari, Arif
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.9338

Abstract

Colorectal cancer (CRC) remains a leading cause of cancer-related deaths worldwide, with limited effective therapies due to drug resistance and adverse effects. Zerumbone, a sesquiterpene isolated from Zingiber zerumbet Smith, has emerged as a promising natural anticancer agent. This review examines zerumbone's anti-colorectal cancer properties, including induction of apoptosis and cell cycle arrest, inhibition of invasion and metastasis, anti-angiogenic activity, and anti-inflammatory effects. Additionally, zerumbone demonstrates antioxidant properties, modulates gut microbiota composition, and targets multiple signaling pathways involved in CRC pathogenesis. Structure-activity relationship studies reveal the critical role of the α,β-unsaturated carbonyl group in its bioactivity. Despite promising preclinical evidence, clinical validation remains necessary to establish zerumbone's therapeutic potential for colorectal cancer management.
RECENT UPDATE OF ZERUMBONE AS ANTI-COLON CANCER AGENT: A REVIEW Sarmoko, Sarmoko; Fauziyya, Riri; Zahra, Miralda; Suprahman, Nisa Yulianti; Auli, Winni Nur; Ashari, Arif
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.9338

Abstract

Colorectal cancer (CRC) remains a leading cause of cancer-related deaths worldwide, with limited effective therapies due to drug resistance and adverse effects. Zerumbone, a sesquiterpene isolated from Zingiber zerumbet Smith, has emerged as a promising natural anticancer agent. This review examines zerumbone's anti-colorectal cancer properties, including induction of apoptosis and cell cycle arrest, inhibition of invasion and metastasis, anti-angiogenic activity, and anti-inflammatory effects. Additionally, zerumbone demonstrates antioxidant properties, modulates gut microbiota composition, and targets multiple signaling pathways involved in CRC pathogenesis. Structure-activity relationship studies reveal the critical role of the α,β-unsaturated carbonyl group in its bioactivity. Despite promising preclinical evidence, clinical validation remains necessary to establish zerumbone's therapeutic potential for colorectal cancer management.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, DAN BUANG (DAGUSIBU) OBAT DI DUSUN 006 WAY HUI LAMPUNG SELATAN Nadiah, Syaadatun; Mayefis, Delladari; Oktariza, Yasinda; Hidayaturahmah, Rizky; Hasanah, Uswatun; Dalili Akhmad, Atika; Mukaromah Khoirunnisa, Sudewi; Yulianti Suprahman, Nisa; Dirga, Dirga; Sarmoko, Sarmoko
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

DAGUSIBU merupakan konsep fundamental untuk meningkatkan literasi obat di masyarakat.Rendahnya literasi kesehatan dan kepatuhan terhadap terapi obat merupakan tantangan utama dalam pengelolaan penyakit tidak menular, terutama pada masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Dusun 006 Way Hui, Lampung Selatan mengenai penggunaan obat yang benar, kepatuhan minum obat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin melalui pendekatan edukasi partisipatif. Kegiatan mencakup penyuluhan interaktif, praktik penyusunan jadwal obat, dan pemeriksaan kesehatan dasar meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi praktik peserta. Sebanyak 28 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan dan 20 peserta menyelesaikan kedua tes evaluatif. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 52,22% dengan perbedaan signifikan (p 0,001). Pemeriksaan kesehatan juga mengungkapkan beberapa peserta memiliki parameter di atas batas normal, sehingga diberi konseling individual mengenai pengelolaan gaya hidup sehat. Respons peserta sangat positif, ditunjukkan oleh tingginya keterlibatan dalam diskusi dan praktik. Secara keseluruhan, pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi, praktik, dan pemeriksaan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat, kesadaran kesehatan, serta motivasi peserta untuk menjaga kesehatan secara preventif. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat pedesaan
Inovasi Smart Card dan Apoteker Cilik untuk Pengenalan Dunia Frmasi dan Tanaman Obat pada Anak Sekolah Dasar Putri Amelia Rooswita; Dewi Damayanti Abdul Karim; Rizky Hidayaturahmah; Nisa Yulianti Suprahman; Dirga Dirga
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1303

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, namun pengetahuan tentang tanaman obat semakin berkurang akibat pengaruh budaya asing, gaya hidup instan, dan kurangnya edukasi. Apoteker, sebagai tenaga kesehatan yang ahli di bidang obat, berperan penting dalam memulihkan pemahaman ini melalui edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang tanaman obat dan mengenalkan profesi apoteker menggunakan media smart card dan program Apoteker Cilik (APOCIL). Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Gading Rejo Utara dengan melibatkan 33 siswa kelas 5. Metode yang digunakan meliputi presentasi edukatif, smart card berisi informasi tanaman obat, serta praktik meracik obat sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai post-test (86,88) dibandingkan pre-test (76,4). Media smart card terbukti efektif sebagai alat pembelajaran interaktif, sementara program APOCIL berhasil memperkenalkan peran apoteker secara nyata. Pendekatan ini dapat menjadi metode edukasi yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Ivabradine in Heart Failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF): A Narrative Review of Clinical Outcomes Hidayaturahmah, Rizky; Khoerunisa, Erin; Suprahman, Nisa Yulianti; Novitasari, Fia
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 16, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.88590

Abstract

Background: Therapy for heart failure with reduced ejection fraction (HFrEF) patients is complex, involving several combinations of treatments, but there are still some problems, such as rehospitalization, reduced ejection fraction values, increased heart rate, and decreased quality of life. Ivabradine, a selective heart rate-lowering agent, offers adjunctive therapeutic benefits.Objective: This study aims to determine the characteristics of HFrEF patients who received additional therapy with ivabradine and to determine how ivabradine affects their clinical outcomes.Methods: This narrative review searched articles on PubMed, Cochrane Library, Google Scholar, and ScienceDirect. The research was limited to randomized controlled trial articles, observational studies, and cohorts with international and national English and/or Indonesian articles published in the last 10 years.Results: Twenty-eight studies (n=36,765) met the problem formulation and inclusion criteria were analyzed. Patients receiving ivabradine were predominantly male (74.9%), aged 56-65 years (81.9%), and had a history of smoking. Most patients had heart rate ≥70 bpm (75.4%), LVEF ≤30% (55.3%), BMI ≥28 kg/m² (87.1%), and NYHA class II-III (85.5%). The addition of ivabradine to the clinical outcome of HFrEF patients reduces heart rate (15.7 bpm), blood pressure (SBP: -4.4 mmHg; DBP: -0.9 mmHg), rehospitalization, and mortality, while improving LVEF and stroke volume, and quality of life. Adverse effects included manageable bradycardia and transient visual disturbances.Conclusion: Ivabradine effectively improves clinical outcomes in HFrEF patients as adjunct therapy, with significant benefits in cardiac function, symptom control, and prognosis.
DEMONSTRASI PEMBUATAN JAMU PENAMBAH NAFSU MAKAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS V DAN VI SDN GEDUNG HARAPAN, LAMPUNG SELATAN Nadiah, Syaadatun; Azanti Putri, Refsya; Damayanti Abdul Karim, Dewi; Simanullang, Gayatri; Sekarsari Yusuf, Mubarika; Nurnahari, Naura; Yulianti Suprahman, Nisa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1987-1991

Abstract

Nafsu makan yang baik sangat penting bagi kesehatan anak usia sekolah dasar karena berpengaruh pada kecukupan gizi, pertumbuhan, dan kecerdasan. Namun, rendahnya nafsu makan masih menjadi masalah yang sering dijumpai dan berisiko menurunkan kualitas kesehatan anak. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Gedung Harapan, Lampung Selatan dilakukan dengan memperkenalkan jamu penambah nafsu makan berbahan alami, yaitu temulawak, lemon, meniran, sereh, dan madu. Kegiatan meliputi optimasi produk, penyusunan materi, serta demonstrasi interaktif bersama siswa kelas 5 dan 6. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa mengenai manfaat jamu (p0,05), sehingga kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan anak dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif sehat dan aman untuk mendukung nafsu makan serta kesehatan mereka