Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Karaton

DIGITALISASI PEMBAYARAN PAJAK GUNA MENINGKATAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK MELALUI PENERAPAN E-SPPT PBB DI KABUPATEN SUMENEP Wahid, Zainul; Salamet, Salamet; Anwar, Hairul
Jurnal Karaton Vol 1 No 2 (2022): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran kualitas pelayanan publik dengan sebuah perencanaan konsep penerapan aplikasi E-SPPT PBB di Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berhubungan dengan dimensi wajib pajak melalui E-SPPT PBB , diharapkan dapat memberikan pelayanan yang tidak terbatas ruang dan waktu, namun demikian diharapkan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKAD) juga tetap menyediakan fasilitas fisik untuk pelayanan pada saat menggunakan aplikasi E-SPPT PBB. Dari segi kehandalan, aplikasi E-SPPT PBB dapat digunakan oleh seluruh wajib pajak warga Sumenep. Hal ini agar supaya masyarakat Kabupaten Sumenep bisa mempunyai rasa percaya terhadap pelayanan pemerintah kabupaten. Tujuan dalam segi daya tanggap, pemerintah kabupaten Sumenep bisa mengesankan nilai cepat dan tepat dalam memberikan pelayanannya. Di sisi lain, dari sisi keamanan mendapat informasi bahwa petugas ramah dan santun dalam melayani masyarakat. Namun pada dimensi empati tidak ada sikap tetap pegawai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan masyarakat dapat melakukan pelayanan pajak secara langsung tanpa harus datang ke bank atau kantor pembayaran. Kajian menyimpulkan bahwa Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset (BPPKAD) menggunakan teknologi Kabupaten Sumenep dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset (BPPKAD) Kualitas pelayanan publik yang diberikan Kabupaten Sumenep menjadi semakin baik
PROFILING DESA MELALUI VILLAGE PROFILE VIDEO MAKING SEBAGAI SARANA MARKETING TOOLS PARIWISATA KABUPATEN SUMENEP Anwar, Hairul; Salamet, Salamet
Jurnal Karaton Vol 2 No 1 (2022): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumenep adalah sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Madura. Banyak wisata yang bisa menarik perhatian pengunjung dari luar Pulau Madura sendiri, mulai dari wisata alam hingga wisata gastronomi hingga Museum Keraton Sumenep. Media komunikasi dan informasi yang dapat menampilkan dan banyak memberi informasi adalah melalui Profiling Desa melalui profile video making sebagai sebuah sarana marketing wisata seluruh desa se Kabupaten Sumenep, sehingga mampu menjadi media promosi wisata Kabupaten Sumenep. Rumusan Masalah dalam penulisan ini adalah tentang Bagaimana membuat Profiling Desa Melalui Village Profile Video Making se Kabupaten Sumenep ? dan tentang Bagaimana menjadikan Profiling Desa Melalui Village Profile Video Sebagai Sarana Marketing Tools Pariwisata Kabupaten Sumenep ?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan eksplanatori. Penelitian deskriptif dikutip oleh Mohammad Nazir sebagai penelitian deskriptif, yang meneliti masalah-masalah dalam masyarakat dan prosedur hubungan, kegiatan, dan efek dari proses dan fenomena yang sedang berlangsung. Ini menjelaskan mengapa situasi dan kondisi terjadi, saya akan menjawab, tetapi fokus penelitian ini ada pada pembuatan video profil Desa se kabupaten Sumenep guna meningkatkan daya tarik wisata Sumenep. Dalam tulisan ini disimpulkan bahwa Profiling desa melalui village video profile dapat berhasil diimplementasikan melalui pengujian dan pengujian media yang terkait dengan profil video, dan menjadi tools media marketing pariwisata kabupaten Sumenep. Video profile dapat dikembangkan dan dirasa layak dijadikan sebagai media promosi program pembangunan Kabupaten Sumenep bidang pariwisata dengan menyajikan informasi kepariwisataan desa se kabupaten Sumenep dalam bentuk video pendek berdurasi tiga menit.
PENERAPAN KONSEP SMART TOURISM GUNA MEWUJUDKAN DIGITALISASI PARIWISATA KABUPATEN SUMENEP Anwar, Hairul; Salamet, Salamet; Safitri, Eva
Jurnal Karaton Vol 2 No 2 (2023): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Smart Tourism merupakan terobosan baru sebagai hasil dari penelitian terhadap pengembangan inovasi teknologi dan informasi dalam meningkatkan industri pariwisata. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana secara lebih jelasnya mengenai konsep smart tourism, dan bagaimana bentuk pemanfaataanya dalam bidang pariwisata. Data diperoleh melalui kajian literatur dari berbagai artikel jurnal nasional maupun internasional sebagai bahan dan pembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan konsep smart tourism yang berbasis teknologi merupakan solusi terbaik bagi semua pihak. Pengaplikasian konsep smart tourism dapat membawa pengalaman wisata yang lebih baik, kesejahteraan penduduk, meningkatkan efektivitas - daya saing - tujuan bisnis, dan selanjutnya akan mengarah pada keberlanjutan yang kompetitif secara keseluruhan. Kata kunci: Smart Tourism, Digitalisasi, Pariwisata
NETRALITAS BIROKRASI DAN PELAYANAN PUBLIK DALAM KELINDAN POLITIK PRAKTIS PEMILU 2024 DI KABUPATEN SUMENEP Anwar, Hairul; Mulyadi, Mulyadi; Helmi, Helmi
Jurnal Karaton Vol 3 No 1 (2023): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Netralitas birokrasi menjadi salah satu gagasan Weber, dengan harapan agar parabirokrat dan birokrasinya dapat beroperasi secara profesional. Selain itu, mereka dapatmengambil tanggung jawab penuh atas tugas dan tanggung jawab mereka. Sejakreformasi, persoalan netralitas birokrasi telah mendapat perhatian khusus dari parapemerhati birokrasi di Indonesia, tujuan yang sesuai dengan harapan Weber adalahuntuk mengetahui bagaimana mencapai mesin pemerintahan yang hakikatnyabirokratis, yang masih menyisakan sejumlah keraguan, karena kemungkinan tidakterpenuhinya seluruh asumsi yang mendasari terbentuknya Negara. Negara membentuksuatu sistem ketatanegaraan yang bertujuan melayani kepentingan rakyat, yang disebutbirokrasi pemerintahan. Birokrasi sebagai organisasi modern yang konsep dasarnyadikembangkan pertama kali oleh Max Weber, yaitu dipercayakan sepenuhnya kepadapegawai negeri sipil yang memenuhi beberapa syarat tertentu dalam menjalankan sistemadministrasi pemerintahan. Seperangkat ciri-ciri ideal (tipe ideal) birokrasi yang rasionalsecara hukum, sehingga memungkinkan untuk ditransformasikan menjadi instrumenyang mampu mewujudkan tujuan organisasi birokrasi secara efisien dan efektif. Meskipenerapannya menuai kritik dari banyak pakar dan pakar yang bijak, namun berpotensimenjadi koordinator profesional dan pelayan bagi semua kalangan, bukan hanyasebagian, fraksi, atau kepentingan sementara, terlebih di kabupaten Sumenep dalamrangka menyambut pemilu tahun 2024.
DELIBERATIVE DEMOCRACY SEBAGAI KONSEP DAN PRAKSIS; MEWUJUDKAN KAMPANYE DELIBERATIF DALAM PILKADA 2024 Anwar, Hairul
Jurnal Karaton Vol 3 No 2 (2024): Karaton: Jurnal Inovasi Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demokrasi deliberasi, merupakan konsep proses demokrasi yang didalamnya melibatkan pemilih sebagai "mitra dialog" bagi para calon kepala daerah, untuk mengevaluasi visi dan misi mereka serta bertukar ide-ide untuk kemajuan daerah. Model kampanye ini juga bisa digunakan untuk meyakinkan pemilih non-partisan yang sebelumnya hanya menjadi sasaran kampanye satu arah, tanpa kesempatan untuk berdialog secara substansial tentang visi dan misi calon kepala daerah. Harapannya, keputusan yang dibuat saat pemilihan akan berdasarkan pada pertimbangan yang lebih logis. Secara umum, dalam artikel ini dielaborasi dua hal penting, yaitu: (1) mengapa deliberasi demokratis saat kampanye menjadi penting dalam Pilkada?; (2) bagaimana bentuk kampanye deliberatif dalam desain Pilkada serentak?.Dalam penulisan ini, penulis melakukan review dan menganalisis secara kritis atas berbagai sumber literatur yang terpilih dan mempunyai aspek kebaruan secara tinjauan pengetahuan. Analisis deskriptif kualitatif memberikan gambaran dan analisis tentang fakta, keadaan, dan fenomena yang terjadi. Berdasarkan pembahasan sebelumnya, terdapat dua kesimpulan yang dapat diambil. Pertama, adopsi model kampanye deliberatif sangat penting untuk Pilkada resmi karena kampanye saat ini bersifat adversarial, kurang informatif dan seimbang, serta sering kali tidak rasional secara normatif. Diperlukan juga kampanye deliberatif karena bentuk-bentuk kampanye Pilkada yang diatur oleh hukum positif saat ini belum memberikan kesempatan untuk pertukaran argumen secara resiprokal dan kritis seperti yang seharusnya dalam deliberasi demokratis. Selanjutnya, kedua, kampanye deliberatif melibatkan debat antara calon kepala daerah dan wakilnya dengan partisipan yang dipilih secara acak untuk memastikan keberagaman pendapat. Secara umum, proses deliberasi publik terdiri dari dua fase, yakni tahap persiapan (membuat dan memberikan materi diskusi serta merumuskan pertanyaan kritis dalam kelompok-kelompok kecil yang dipandu oleh moderator yang terlatih) dan tahap pelaksanaan Deliberasi Publik, dimulai dengan mengajukan pertanyaan, melakukan dialog interaktif, hingga mengekspresikan pandangan akhir terhadap pertanyaan yang ditanyakan.