Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Example Non-Examples Berbasis Project Citizen Terhadap Hasil Belajar Siswa Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien; Eva Faradisa; Arifin Manggau
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 1 Oktober 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v22i1.26876

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran example non-examples berbasis project citizen terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas X di MA Al-Islam Bantur. Metode quasi experiment adalah metode yang digunakan oleh peneliti dengan jumlah siswa sebanyak 44. Pengambilan sampel menggunakan teknik clusterrandom dengan taraf kesalahan sebesar 5%. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah tes dan angket. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan ialah uji hipotesis yang terdiri dari uji T dan uji F. Berdasarkan pengujian pada uji T diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar siswa. Sedangkan pada uji F diketahui nilai Sig. sebesar 0,02 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran example non-examples berbasis project citizen terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn kelas X di MA Al-Islam Bantur.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting dan Kolase Kelompok A TK Pertiwi 26-24 Luwijawa Ery Puspita; Arifin Manggau; Indrawati Indrawati
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 4, No 1 APR (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting dan Kolase Di Kelompok A TK Pertiwi 26-24 Luwijawa. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting dan Kolase di Kelompok A TK Pertiwi 26-24 Luwijawa? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting dan Kolase di Kelompok A TK Pertiwi 26-24 Luwijawa. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan focus penelitian pada kemampuan Motorik Halus anak melalui kegiatan menggunting dan Kolase. Subjek penelitian sebanyak sebelas orang anak didik yang telah diketahui melalui survey awal dengan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan hasil penilaian pembelajaran untuk setiap aspek perkembangan anak. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif. Dengan demikian kegiatan percobaan menggunting dan kolase dapat meningkatkan motorik halus anak di kelompok A TK Pertiwi 26-24 LuwijawaKata Kunci: Motorik halus, Menggunting, Kolase, Praktek langsung
PELATIHAN TEATER MENGEKSPLORASI INTERAKSI BUDAYA SUKU MAKASSAR DAN ABORIGIN BAGI SISWA SD DAN SMP DI KOTA MAKASSAR Andi Taslim Saputra; Asia Ramli; Arifin Manggau; Prusdianto Prusdianto; Satriadi Satriadi
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i1.46428

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Pelatihan Teater Mengeksplorasi Budaya Suku Makassar dan Aborigin Bagi siswa SD-SMP di Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan lokalitas kepada siswa SD-SMP dengan menggunakan instrumen teater. Faktanya, siswa SD-SMP sangat minim pengetahuan budaya terkhusus di Kota Makassar. Hal ini dikarenakan budaya urban atau budaya Modern mendominasi, misalnya siswa tersebut cenderung beraktivitas bermain game, tiktok, dan media-sosial lainnya. Pelatihan ini diikuti oleh 25 siswa dan siswi beberapa sekolah baik dari tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Makassar. Pada tahap pelaksanaan pelatihan dibagi ke dalam tiga tahap yakni Metode Pemaparan Konsep, Metode Distribusi Materi Pertunjukan ke Peserta Didik dan Metode Penyajian atau Pengujian Pertunjukan. Tahap terakhir dari kegiatan ini yakni penyajian pertunjukan diikuti oleh 25 siswa yang dengan penuh semangat dan tentunya pengetahuan terkait budaya Makasar dan interaksi budaya dengan suku Aborigin menghadirkan banyak hal hubungan dapat dimengerti dengan baik.
PELATIHAN PRODUKSI BAJU BATIK CARNIVAL 2023 SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN BLITAR Syarifah Nur Hajja; Novita Dwi Wulandari; Pratita Rara Raina; Arifin Manggau; Hilmi Khoirul Fikri
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i1.47564

Abstract

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar peka terhadap kebutuhan masyarakat yang sering kali kesulitan untuk mendapatkan baju Carnival untuk ditampilkan atau dipentaskan. Berangkat dari kondisi ini kemudian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar berinisiatif untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Blitar, khususnya masyarakat dari Desa Kesamben dan Desa Bumirejo sebagai sarana pengembangan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan; 1. Tahap Persiapan: tahap ini dilaksanakan dengan melakukan observasi dan diskusi dengan Pemerintah Daerah untuk memahami dan mengidentifikasi kebutuhan mitra. 2. Tahap Perencanaan: hasil pengamatan yang dilakukan pada tahap sebelumnya, kemudian dirumuskan menjadi rumusan masalah agar lebih mudah dalam membuat kerangka pelaksanaan. 3. Tahap Pelaksanaan: Kegiatan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan Produksi Baju Batik Carnival 2023 Sebagai Sarana Pengembangan Ekonomi Kreatif Kabupaten Blitar ini berlangsung selama dua hari yaitu pada hari Selasa – Rabu, 14 – 15 Maret 2023 Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari dengan tujuan agar teori dan praktik yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kesamben dan Desa Bumirejo, Kabupaten Blitar dapat maksimal meskipun pelaksanaan kegiatan singkat dan padat.
PELATIHAN DESAIN FEED INSTAGRAM BAGI PELAKU UMKM DI KOTA MAKASSAR Muhammad Zia Ulhaq; Arifin Manggau; Agussalim Djirong; Muhammad Suyudi; Sumiani Sumiani
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.63113

Abstract

Pelatihan Desain Feed Instagram Bagi Pelaku UMKM dilaksanakan untuk mendukung UMKM dalam sektor pemasaran melalui media sosial Instagram. Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari secara luring. Adapun hasil dari pelatihan ini yakni peserta UMKM dapat mendesain feed Instagram hanya dengan menggunakan aplikasi Power Point.
PELATIHAN TARI TRADISIONAL BAGI MASYARAKAT LORONG DI KOTA MAKASSAR Rahma M; Bau Salawati; Asia Ramli; Arifin Manggau; Andi Padalia
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.54079

Abstract

Pelatihan Tari Tradisional bagi masyarakat lorong di Kota makssar merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang bertujuan untuk memberi penguatan kearifan lokal bagi masyarakat lorong. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendekatkan seni khususnya seni tari ke masyarakat juga menumbuhkan dan menguatkan pemahaman tentang kearifan lokal Sulawesi Selatan khususnya etnis Makassar. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya memfilter budaya-budaya asing yang masuk dengan pesat ke masayarakat melalui berbagai media sosial. Pelatihan Tari Padduppa dipilih mengingat tari ii merupakan tari yang menggambarkan bagaimana masyarakat etika dan adat Bugis Makassar dalam menjamu tamu, diharapkan melalui pelatihan ini masyarakat memperoleh pemahaman tetang budaya dan adat istiadat Bugis-Makassar selain mengembangkan keterampilan menari, pengembangan keterampilan ini juga dilakukan sebagai salah bentuk rekreasi bagi masayarakat terlepas dari rutinitas keseharian mereka
PELATIHAN TEATER PADA SISWA SD-SMP MENGARAP KARYA MAKASSAR MAREGE ‘KITA BERSAUDARA’ PADA PROGRAM BBM Andi Taslim Saputra; Karta Jayadi; Asia Ramli; Arifin Manggau; Muhammad Suyudi
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.62593

Abstract

Pelatihan teater dilakukan untuk memberikan pengetahuan secara praktek teater dan untuk meningkatkan pengetahuan hubungan antara Makassar dengan Marege bagi siswa-siswi SD dan SMP di kota Makassar. Dalam pelaksanaan pelatihan teater dilakukan secara bertahap yaitu tahap pelatihan dengan melakukan casting, penghafalan naskah, blocking, pengembangan dan pemantapan. Tahap kedua yakni melaksanakan pertunjukan. Pada kegiatan pelatihan teater ini melibatkan dua puluh orang siswa(i). Pelatihan teater ini menjadi instrumen memperkenalkan hubungan antara Makassar dengan Marege. Pelatihan ini memakai properti berupa dayung, jala, alat pancing dan tombak. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa proses pelatihan menunjukkan bahwa proses pelatihan dapat meningkatkan semangat, kemampuan berakting dan pengetahuan sejarah terkait hubungan Makassar dengan Marege. Hal ini memperkuat bahwasanya teater menjadi sarana edukasi, hiburan dan berekspresi.
Application of Qasidah Rebana to Improve Students' Basic Rhythm Ability in Extracurricular Activities at SMA Negeri 15 Bone Anjelita, Anjelita; Ihsan, Andi; Manggau, Arifin
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2, No 3 (2023): Juli-September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i3.43013

Abstract

This research is entitled Application of "Qasidah Tambourine" to improve students' basic rhythm skills in extracurricular activities at SMA Negeri 15 Bone. Aims to know the basic ability of musical rhythm through Qasidah. This research focuses on improving students' basic rhythm skills, introduction to the tambourine musical instrument, introduction to musical elements, individual practice, and group practice. The Qasidah in SMA Negeri 15 Bone has 2 main problems, namely, How is the application of the qasidah tambourine to improve students' basic rhythm abilities in extracurricular activities at SMA Negeri 15 Bone, the second problem is, how is the result of applying the qasidah tambourine to improve students' basic rhythm skills in extracurricular activities at SMA Negeri 15 Bone. The research method used in qualitative research is descriptive. The qualitative data technique used was Observation, Interview, and Documentation which involved a trainer as well as a researcher, namely myself. The data analysis technique used is a qualitative analysis technique with a descriptive method through stages, interviews, documentation, data presentation, and conclusion. From the results of the study, it was known: (1) improving students' basic rhythm skills, (2) introducing elements of music, (3) individual training, (4) and group training.
PKM Peningkatan Kesejahteraan Psikologis dalam Mencegah Perceraian di Usia Anak Umar, Nur Fadhilah; Manggau, Arifin; Alamsyah, Muh. Nur; Tabbu, Muhammad Ansarullah S.; Zulfikri, Zulfikri
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i1.504

Abstract

Latar Belakang: Urgensi pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pernikahan anak di desa Tanammawang, yang sering kali menimbulkan masalah psikologis, konflik rumah tangga, hingga perceraian. Tujuan: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan emosional ibu-ibu korban pernikahan anak usia dini serta mengurangi risiko perceraian, sehingga memberikan dampak positif bagi komunitas di Desa Tanammawang. Metode: Dalam pelaksanaan program ini, metode yang dilakukan mencakup pelatihan secara langsung dan konseling pasca nikah yang mengadopsi pendekatan mindful self-compassion. Hasil: Berdasarkan pelaksanaan program, terdapat tiga hasil utama yang dicapai: (1) peningkatan kesejahteraan psikologis mitra, (2) penurunan keinginan untuk bercerai, serta (3) peningkatan keterampilan hidup dan ketahanan keluarga. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan konseling berbasis mindful self-compassion efektif dalam membantu ibu-ibu meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat hubungan keluarga, sehingga dapat berperan dalam menurunkan dampak negatif pernikahan anak usia dini.
Getteng dalam Paseng Pangaderreng Masyarakat Bugis sebagai Basis Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Sayidiman, Sayidiman; Manggau, Arifin; Ramli, Asia; Hermuttaqien, Bhakti Prima Findiga
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10232

Abstract

Penelitian ini didasari adanya problem moral di kalangan peserta didik yang mengindikasikan adanya krisis dalam sistem pendidikan kita. Solusi yang diusulkan adalah pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi nilai-nilai kearifan lokal Bugis, "Paseng Pangngaderreng, sebagai basis pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis domain, analisis komponensial, analisis taksonomi dan analisis tema kultural. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 rincian domain sebagai klausul utama dalam prinsip getteng dan memuat nilai moral utama yakni kejujuran dan integritas, terdapat 3 rincian domain sebagai bentuk pesan kepada pemimpin dengan nilai moral keutamaan kebijaksanaan, pengertian, empati, pengendalian diri dan pencarian kebenaran. Berdasarkan hasil analisis tema kultural ditemukan bahwa kehadiran getteng menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat bugis, nilai getteng dan Paseng Pangngaderreng tidak hanya memiliki relevansi budaya tetapi juga aplikatif dalam konteks kehidupan modern masyarakat Bugis, dan berdasarkan analisis taksonomi ditemukan bahwa nilai getteng diterapkan dalam dua konteks utama yakni kehidupan sehari-hari dan kepemimpinan.