Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Cyrcle of Microagression Among the Buginesse Adolescent: Examining the Influence of Experiences as a Victim, Observing, Listening to Microaggression Behavior Moderated by Understanding Microaggression Umar, Nur Fadhilah; Manggau, Arifin; Hasim, Muhammad; Azzahrah, Humairah; Rafli, Muhammad
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 1 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002025071149000

Abstract

This study aims to investigate the direct and indirect relationship between experience as a victim, observation, and microaggression statements with Bugis regional microaggression behavior moderated by aspects of understanding microaggression in South Sulawesi. The study population was all Bugis students in South Sulawesi enrolled in the 2019/2020 academic year at public and private universities. The purposive sampling method was used to select 207 students who met the inclusion criteria. The instruments used consisted of adaptations of the Racial Microaggression Scale (RMAS) and the Bugis-South Sulawesi Regional Microaggression Scale. The results of data analysis using path analysis showed that experience as a victim of microaggression has a significant direct influence on Bugis regional microaggression behavior. Observation of microaggression also acts as a significant factor in reinforcing microaggression behavior. However, microaggression statements do not have a significant direct influence on microaggression behavior. Understanding of microaggression did not play a significant moderating role in the relationship between exogenous variables and microaggression behavior. These results demonstrate the complexity of the microaggression behavior phenomenon and suggest that there is a cycle to microaggression behavior that is similar to bullying. This cycle involves the roles of perpetrator, victim, bystander. Microaggression and bullying behaviors, although having different forms and expressions of behavior, have in common the impact of demeaning, harming, or discriminating against the victim and tend to occur repeatedly and consistently against the victim, reinforcing the cycle of microaggression behavior.
Analisis Nilai-Nilai Ada Tongeng sebagai Basis Pengembangan Pembelajaran Kearifan Lokal Berkarakter di Sekolah Dasar Hermuttaqien, Bhakti Prima Findiga; Manggau, Arifin; Sayidiman, Sayidiman
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11833

Abstract

Konsep ada tongeng mengandung nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang relevan untuk diterapkan dalam pendidikan dasar.  Tujuan penulisan ini untuk menganalisis nilai-nilai ada tongeng sebagai basis pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal di Sekolah Dasar yang berkarakter melalui perspektif budaya dan Pendidikan global. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis domain, analisis komponensial, analisis taksonomi dan analisis tema kultural. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 rincian domain sebagai klausul utama dalam prinsip ada tongeng dan memuat nilai karakter utama yakni kejujuran dan integritas, terdapat 3 rincian domain sebagai bentuk pesan kepada pemimpin dengan nilai moral keutamaan kebijaksanaan, pengertian, empati, pengendalian diri dan pencarian kebenaran. Berdasarkan hasil analisis tema kultural ditemukan bahwa nilai-nilai ada tongeng dapat membantu pembentuk karakter siswa yang berakhlak, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ada tongeng tidak hanya memiliki relevansi budaya tetapi juga aplikatif dalam konteks kehidupan masyarakat Bugis saat ini, dan berdasarkan analisis taksonomi ditemukan bahwa nilai Ada tongeng diterapkan dalam dua konteks utama yakni kehidupan sehari-hari dan kepemimpinan. Nilai ada tongeng dapat dijadikan basis pengembangan model pedagogik kontekstual maupun konten kurikulum muatan lokal yang adaptif dengan konteks masyarakat modern.
PENGARUH APLIKASI CANVA BERBASIS LAGU DAERAH TERHADAP PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI DI KABUPATEN BUTON Khadijah, Sri Suci; Manggau, Arifin; Aswar, Aswar
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.73133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh media pembelajaran menggunakan aplikasi Canva pada siswa kelas VIII SMP Negeri 40 Buton. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa kelas VIII dan guru mata pelajaran Seni Budaya (Seni Musik). Fokus penelitian adalah penerapan media pembelajaran menggunakan aplikasi Canva untuk mengenalkan lagu daerah Buton dalam pembelajaran Seni Budaya (Seni Musik). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, pretest, postest, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil pretest dengna presentase ketuntasan yang diperoleh sebesar 0,41% dengan nilai rata-rata 6.6% sedangkan pada hasil posttest mengalami peningkatan yaitu dengan presentase 91,66% dengan nilai rata-rata mencapai 90%.  
Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Kompetensi: Membangun Karakter Siswa SMK Muhammadiyah 4 Tallo Hatta, Harmin; Akmal, Muhammad Syafruddin; Jayadi, Karta; Manggau, Arifin; Ramli, Asia
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.77193

Abstract

Kepemimpinan adalah elemen penting yang mempengaruhi kesuksesan suatu organisasi, termasuk di lingkungan sekolah melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Banyak anggota OSIS yang menghadapi tantangan dalam aspek kepemimpinan, seperti kurangnya disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan manajerial. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepemimpinan yang berfokus pada kompetensi kepada siswa SMK Muhammadiyah 4 Tallo. Metode yang diterapkan mencakup ceramah, diskusi, simulasi, dan bimbingan. Materi pelatihan diarahkan pada pengembangan soft skills (komunikasi, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, kerja tim) dan hard skills (manajemen waktu, perencanaan strategis, evaluasi kinerja). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang kepemimpinan, keterampilan organisasi, dan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas sebagai pengurus OSIS. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang disiplin, inovatif, dan memiliki integritas.
Royong Sebagai Bentuk Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Sekolah Dasar Manggau, Arifin; Hermuttaqien, Bhakti Prima Findiga
Publikasi Pendidikan Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v13i3.57788

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menanamkan nilai-nilai moral pada anak usia dini melalui nyayian royong di Sulawesi selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian interdisiplin yaitu dengan menggunakan lebih dari satu disiplin ilmu menjadi satu. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi dan indepth interview serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa royong digunakan sebagai media pola asuh penanaman nilai-nilai Karakter pada anak Sekolah dasar, nilai-nilai yang terkandung didalamnya adalah penanaman budi pekerti etika yang baik. Lagu pengantar tidur (Royong), merupakan pola asuh seorang ibu/ nenek kepada anak/ cucunya karena isi/ lirik lagunya mengandung ajaran moral, nasehat atau doa-doa untuk anaknya yang dijadikan salah satu cara membuat anak selalu ingat akan petuah/ ajaran yang diucapkan ibu/ neneknya.
Penerapan Model Number Head Together (NHT) pada Pembelajaran Tari Tradisional Sulawesi Selatan Manggau, Arifin; Hermuttaqien, Bhakti Prima Findiga
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak, Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Numbered Heads Together (NHT) dalam pembelajaran tari tradisional Sulawesi Selatan dan menilai dampaknya terhadap ranah kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan desain quasi-experiment tipe nonequivalent control group, data dikumpulkan melalui observasi, unjuk kerja, dan angket pada 30 Peserta didik kelas IV–V UPT SPF SD Inpres Buttatianang II. Analisis deskriptif menunjukkan peningkatan partisipasi aktif 67% ke 92%, skor pengetahuan meningkat dari 62,4 ke 78,3, sedangkan keterampilan praktik meningkat dari 55,9 menjadi 70,8. Peserta didik juga menunjukkan peningkatan motivasi dan kepercayaan diri yang lebih tinggi serta kebanggaan terhadap budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa model NHT sejalan dengan kerangka experiential learning dan sociocultural scaffolding, yang adaptabilitas untuk pembelajaran tari tradisional Sulawesi Selatan.Kata kunci: Model NHT, tari tradisional, pembelajaran kooperatif, sekolah dasar, Sulawesi Selatan
Oral Tradition as Indigenous Arts Pedagogy: Transmitting Moral Values through Narrative Performance Manggau, Arifin; Jayadi, Karta; Ismail, Alice Sabrina; Prusdianto, Prusdianto
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol. 25 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v25i2.25006

Abstract

This study explores the inheritance patterns and educational significance of Iyabelale, a traditional Bugis lullaby, as a medium for character building and cultural preservation. Against the backdrop of globalisation and digital transformation, this study aims to assess the symbolic structure, cultural function, and pedagogical relevance of Iyabelale in the Bugis community. Using a qualitative ethnographic case study approach, data were collected through interviews, observations, and documentation in rural and urban settings in South Sulawesi. The findings of this study reveal that Iyabelale functions as a multidimensional cultural artefact, conveying values such as empathy, responsibility, and spiritual awareness through its metaphorical language and melodic structure. Although its delivery has been weakened by technological shifts and changes in family structures, the lullaby remains a potential tool for culturally grounded character education. Integrating Iyabelale into modern curricula through community collaboration and digital innovation can foster emotional bonds, cultural identity, and moral learning. This study contributes to the growing knowledge about indigenous oral traditions and offers practical pathways for revitalisation in contemporary educational contexts.