Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EDUKASI DAMPAK BAHAN KIMIA BERBAHAYA PADA PRODUK KOSMETIK DI SMK KESEHATAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG Ariawan, M. Wahyu; Wigatiningtyas, Ariska; Muh. Deni Kurniawan; Abidssalam, Erfan; Ramadhani, Dalifa
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i12.2057

Abstract

This community service program aims to educate students about the dangers of chemicals in cosmetic products and instill discipline in learning among students at Bandar Lampung Health Vocational School. The use of cosmetics containing hazardous materials such as mercury and hydroquinone is a crucial health issue among adolescents, while discipline in learning is an important foundation in understanding health literacy. Activities are carried out through counseling methods, interactive discussions, and simulations of effective learning strategies (experiential learning). Materials include identifying safe cosmetics, detecting hazardous chemicals, and the application of time management and time blocking in learning. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding of cosmetic safety, accompanied by positive changes in disciplined learning behavior. Students were able to practice how to choose safe products and create independent study schedules. The synergy between health materials and the development of disciplined character has proven effective in building awareness, intrinsic motivation, and academic responsibility in students.
Socialization of the Level of Public Awareness and Knowledge about the Benefits of Kombucha Tea in Overcoming Sleep Paralysis During the COVID-19 Pandemic Yuneka Saristiana; Fendy Prasetyawan; Chadra Arifin; Widhi Astutik; Wahyu Ariawan; Achmad Wahdi
Abdimas Paspama Vol. 2 No. 1 (2023): Abdimas Paspama, December 2023
Publisher : Abdimas Paspama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic has profoundly impacted global public health, prompting a heightened focus on both physical and mental well-being worldwide. In this uncertain landscape, sleep paralysis has emerged as a notable health concern, characterized by the inability to move or speak upon waking or falling asleep, often accompanied by distressing hallucinations. With stress levels on the rise during the pandemic, cases of sleep paralysis have shown an upward trend. Conversely, probiotic beverages like kombucha tea have garnered attention for their potential health benefits, including digestive improvement, enhanced energy levels, and better sleep quality. Despite these benefits, public awareness regarding kombucha tea's efficacy in addressing sleep paralysis remains limited.To address this knowledge gap, a community service program has been developed to educate the public about kombucha tea's potential in managing sleep paralysis amidst the COVID-19 pandemic. The program involves collaboration with local communities, health institutions, and experts in mental health and nutrition. Scheduled for January 2021, the program will be executed across various locations, engaging community members and fostering dialogue on sleep health and nutrition. Preliminary results indicate a significant improvement in public understanding of sleep paralysis and kombucha tea benefits post-program. Participants exhibited heightened awareness of symptoms, causes, and treatment options for sleep paralysis, as well as a better grasp of kombucha tea's health advantages. Practical workshops on kombucha tea preparation garnered considerable interest, signaling a potential shift towards healthier lifestyle choices among participants.
Optimalisasi Peran Pengajar Farmasi melalui Edukasi Implementasi Pelayanan Kefarmasian dalam Rangka Persiapan Kompetensi Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; M Wahyu Ariawan; Ratna Mildawati
Jurnal Pengabdian Inovatif Multidisipliner Vol. 1 No. 02 (2026): ISSUE APRIL
Publisher : Jurnal Pengabdian Inovatif Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang menuntut tenaga kefarmasian memiliki kompetensi profesional yang memadai. Tenaga pengajar farmasi memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi mahasiswa sehingga perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai implementasi pelayanan kefarmasian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar farmasi melalui kegiatan edukasi mengenai implementasi pelayanan kefarmasian. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2026 di Gedung Adipadma II Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dalam rangka acara briefing komponen pelaksanaan Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) Apoteker dengan jumlah peserta sebanyak 12 tenaga pengajar farmasi dari Universitas Kadiri dan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 62,50 pada pre-test menjadi 85,42 pada post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,61 yang termasuk dalam kategori efektivitas sedang hingga tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilaksanakan mampu meningkatkan pemahaman tenaga pengajar farmasi secara signifikan mengenai konsep dan implementasi pelayanan kefarmasian. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga pengajar farmasi sehingga mampu mengintegrasikan konsep pelayanan kefarmasian dalam proses pembelajaran dan mendukung terbentuknya tenaga kefarmasian yang profesional.
Standarisasi Bahan Alam Sebagai Bahan Obat Tradisional Samsuar; Inda Pratiwi; Laila Susanti; Subur Widodo; M. Wahyu Ariawan
Jurnal Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): JM-PKM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jm-pkm.v4i2.3053

Abstract

Obat yang berasal dari bahan alam memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obatan kimia, karena obat herbal bersifat alamiah. Hal ini mendorong pemanfaatan tumbuhan obat sebagai bahan baku obat.  Kegiatan pengabdian  kepada  masyarakat  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  kapasitas  pengetahuan  Kelompok Wanita Pengurus PKK, kader posyandu dan ibu-ibu rumah tangga Desa Tambahrejo Kabupaten.    Kegiatan pengabdian kepda masyarakat menggunakan metode ceramah dan diskusi.  Materi  pelatihan  mencakup  berbagai  aspek  penting  seperti  teknik  budidaya tanaman untuk obat bahan alam,  dan cara pembuatan simplisi strandar dimulai dari cara pengambilan bahan tanaman obat, pencucian, pengerinagn pengahalusan dan penyimpanan. Hasil   kegiatan   menunjukkan   peningkatan pengetahuan peserta sebesar 24% terkait cara pembuatan simplisia standar dimulai dari budidaya tanaman obat sampai penyimpanan simplisia. Secara keseluruhan,  kegiatan  ini   mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam standarisasi simplisia.
Penguatan Standar Pelayanan Kefarmasian di Salah Satu Puskesmas Kota Kediri melalui Edukasi dan Pendampingan Tenaga Kefarmasian Fendy Prasetyawan; M Wahyu Ariawan; Yuneka Saristiana; Elly Rachmawati Ratnaningrum
Jurnal Hasil Inovasi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): January - June (In Progress)
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jhim.2026.03010693

Abstract

Pelayanan kefarmasian telah mengalami transformasi fundamental dari pengelolaan sediaan obat menjadi pelayanan yang berfokus pada pasien (patient-oriented care). Sebagai garda terdepan sistem kesehatan primer, Puskesmas memegang peranan strategis dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang bermutu dan berkelanjutan. Namun, implementasi standar pelayanan di lapangan sering kali menghadapi tantangan terkait kesenjangan regulasi dan praktik operasional. Salah satu upaya strategis untuk memperkuat implementasi ini adalah melalui integrasi kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari perguruan tinggi. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, apoteker pembimbing, dan dosen, kegiatan PKPA memberikan nilai tambah nyata dalam bentuk edukasi dan pendampingan klinis. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kepatuhan tenaga kefarmasian terhadap standar yang berlaku. Hasil akhir dari sinergi ini tidak hanya memperbaiki kualitas pelayanan kefarmasian secara internal di Puskesmas, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan keselamatan pasien dan kualitas hidup masyarakat luas. Penguatan peran apoteker dalam tim kesehatan interprofesional melalui pendampingan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan di tingkat primer.