Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

MORFOFONEMIK DALAM TULISAN ARTIKEL KARYA SISWA KELAS XII SMK MULTIMEDIA TUMPANG Lailatu Fitriah; Hari Windu Asrini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pqjw4e94

Abstract

Kompetensi menulis artikel pada kelas XII jenjang SMK sesuai dengan kurikulum 2013 KI 3.47 dan KD 4.47. Penelitian ini difokuskan pada morfofonemik dalam artikel karangan siswa kelas XII SMK Multimedia Tumpang yaitu pada proses penambahan fonem, pelesapan fonem, peluluhan fonem, perubahan fonem dan pergeseran fonem. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan termasuk jenis penelitian analisis teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfofonemik dalam artikel karangan siswa kelas XII SMK Multimedia Tumpang, 1). Hanya terdapat penambahan fonem, pelesapan fonem, peluluhan fonem, perubahan fonem serta tidak ditemukan pergeseran fonem. 2). Tidak semua proses afiksasi mengakibatkan perubahan , diantara proses afiksasi yang menyebabkan perubahan adalah prefiksasi /ber-/, prefiksasi /me-/ dan klofiksasi /me-kan/, /me-i/. Prefiksasi /pe-/ dan konfiksasi /pe-an/ ,prefiksasi /per-/ dan konfiksasi /per-an/, prefiksasi /ter-/ . 3). Kerancuan morfofonemik sebanyak 5 kata. 4). tidak ditemukan perubahan fonem pada proses sufiksasi /-an/.
Pola dan Fungsi Akronim Bahasa Gaul Siswa SMK Muhammadiyah 8 Siliragung dalam Komunikasi WA Cici Arista; Hari Windu Asrini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12346

Abstract

This study aims to describe the patterns and communicative functions of slang acronyms used by students of SMK Muhammadiyah 8 Siliragung in WhatsApp communication. The research employs a descriptive qualitative approach.The data were obtained from students’ WhatsApp group conversations and collected through observation, reading, note-taking, and documentation techniques. The date were then analyzed based on morphological theory, particularly acronym formation, and the language function theory proposed by Roman Jakobson. The findings indicate that slang acronyms used by students are formed through several systematic patterns, including the retention of initial letters or syllables, the combination of syllables and letters, the selection of specific syllables with phonological modification, and word truncation. Although non-standard, these acronyms still adhere to Indonesian phonotactic principles, making them pronounceable and comprehensible within the speech community. Furthermore, the analysis of language functions reveals that the acronyms perform various communicative functions, namely conative, emotive, referential, and poetic functions. Among these, conative and emotive functions are the most dominant, as acronyms are frequently used to express commands, invitations, emotions, and personal attitudes in informal digital interactions. The referential and poetic functions demonstrate that acronyms also serve to convey information and create humorous or aesthetic effects. Overall, the use of slang acronyms reflects students’ linguistic creativity and social identity in digital communication, contributing to the study of morphology and pragmatics in contemporary Indonesian language use.
Saring sebelum Sharing: Edukasi Literasi Digital dan Etika Online di Era Post-Truth Maziyah, Elif Nashikhatul; Asrini, Hari Windu
YASIN Vol 5 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i5.7133

Abstract

This study is motivated by the limited research on digital literacy and online ethics among junior high school (SMP) students, particularly in the post-truth era, which amplifies the spread of invalid information. The objective is to explore changes in students’ critical awareness and understanding of digital ethics through a participatory education program based on digital literacy. The research employed a qualitative, community service–based case study approach involving 35 SMP students in Gresik selected purposively. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using thematic analysis. The findings reveal improvements in students’ digital awareness, information verification skills, and ethical attitudes. Unlike similar programs that are typically delivered as passive seminars, this activity emphasized contextual simulations and reflective discussions grounded in local contexts. These results reinforce the theory of critical digital literacy and provide practical contributions to digital curriculum development.
Code-Switching sebagai Representasi Identitas Remaja di Media Sosial: Tinjauan Psikolinguistik Sosial: Code-Switching as a Representation of Adolescent Identity on Social Media: A Social Psycholinguistic Perspective Elif Nashikhatul Maziyah; Hari Windu Asrini; Joko Widodo
Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/adjektiva.v8i2.5474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik code-switching dalam komunikasi digital remaja serta bagaimana fenomena tersebut merefleksikan dan membentuk identitas diri mereka. Dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik sosial dan metode kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui observasi unggahan media sosial (WhatsApp, Instagram, TikTok) dan wawancara mendalam dengan sepuluh remaja berusia 15–18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode tidak hanya merupakan fenomena linguistik semata, melainkan juga sarana strategis dalam menegosiasikan persona sosial, menunjukkan afiliasi kelompok, serta mengekspresikan emosi dan nilai budaya. Remaja menggunakan alih kode untuk menunjukkan kedekatan, membangun kepercayaan, hingga menciptakan gaya bahasa yang khas di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa code-switching berfungsi sebagai praktik identitas yang sadar konteks dan sarat makna simbolik. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika bahasa dan identitas remaja dalam era digital, serta membuka ruang refleksi tentang pentingnya literasi bahasa dan budaya dalam pendidikan.
Analisis Bahasa dan Representasi Gender dalam Buku Cerita Anak Indonesia Iffah Masfufah; Hari Windu Asrini
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa dan representasi gender dalam buku cerita anak Indonesia. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran buku cerita anak sebagai media pembentuk persepsi dan nilai-nilai sosial pada anak sejak usia dini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis, penelitian ini menelaah sejumlah buku cerita anak yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Fokus analisis diarahkan pada pilihan kata, peran tokoh, deskripsi karakter, serta hubungan antar tokoh laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kecenderungan stereotip gender dalam narasi dan ilustrasi, di mana tokoh laki-laki lebih sering digambarkan aktif, pemberani, dan dominan, sementara tokoh perempuan cenderung ditampilkan sebagai pasif, penurut, dan berorientasi pada peran domestik. Meskipun demikian, beberapa buku mulai menunjukkan representasi yang lebih setara dan inklusif. Temuan ini menunjukkan perlunya kesadaran kritis dalam produksi maupun pemilihan bahan bacaan anak agar mampu mencerminkan nilai-nilai kesetaraan gender dan mendukung pembentukan identitas anak yang lebih adil dan seimbang.
Language Games dalam Pemakaian Bahasa Indonesia di Media Sosial Tiktok Iffah Masfufah; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, makna sosial, serta pemanfaatan language games dalam pemakaian bahasa Indonesia di media sosial TikTok terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMKN 1 Cikulur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori language games Ludwig Wittgenstein, sosiolinguistik, dan pragmatik untuk memahami praktik kebahasaan dalam ruang komunikasi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan angket. Data penelitian berupa unggahan video, caption, dan komentar pengguna TikTok yang dikumpulkan pada periode November hingga Desember 2025, serta data pendukung dari guru dan siswa SMKN 1 Cikulur. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa language games di TikTok muncul dalam bentuk bahasa gaul, modifikasi ejaan, pemendekan kata, penciptaan kata baru, serta penggunaan emoji dan hashtag. Dari aspek fungsi dan makna sosial, language games berfungsi sebagai sarana ekspresi, hiburan, pembangun keakraban sosial, dan penanda identitas kelompok. Selain itu, pemanfaatan language games dalam pembelajaran Bahasa Indonesia mampu meningkatkan motivasi, kreativitas berbahasa, dan pemahaman siswa terhadap variasi bahasa dalam konteks digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa language games merupakan fenomena kebahasaan yang relevan untuk dikaji dan dimanfaatkan secara kritis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual
Analisis Penyimpangan Etik dalam Bahasa Iklan Kuliner di Youtube dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII Anisa Kapeanis; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyimpangan etik dalam bahasa iklan kuliner di YouTube serta pemanfaatannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII. Penelitian ini memfokuskan kajian pada bentuk, fungsi, dan makna penggunaan bahasa iklan yang menyimpang dari norma dan etika berbahasa, khususnya aspek diksi, gaya bahasa, dan tindak tutur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pisau analisa pisau analisa etika komunikasi, semantik, dan pragmatik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan transkripsi terhadap iklan kuliner yang diunggah di YouTube pada periode Januari 2024 hingga Januari 2025. Data penelitian terdiri atas 40 iklan kuliner namun dalam penelitian ini yang di tampilkan hanya 5 data, yang dianalisis berdasarkan indikator penyimpangan etik meliputi klaim berlebihan, penyamaran fakta atau informasi menyesatkan, serta manipulasi emosi dan stereotip sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan etik dalam bahasa iklan kuliner di YouTube dominan ditandai oleh penggunaan diksi hiperbolis, gaya bahasa manipulatif, dan tindak tutur persuasif yang menyiratkan jaminan tanpa dasar faktual. Penyimpangan etik digunakan sebagai strategi untuk menarik perhatian, membangun citra produk, dan menggugah emosi audiens secara tidak proporsional. Praktik tersebut mencerminkan pergeseran fungsi bahasa iklan dari media informasi menjadi alat pembentuk persepsi dan emosi konsumen, yang berdampak pada citra bahasa Indonesia dan kesantunan berbahasa di ruang digital. Peneliti menyimpulkan bahwa bahasa iklan kuliner di YouTube masih memerlukan penguatan prinsip etika komunikasi agar tidak menyesatkan publik. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII untuk menumbuhkan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi teks iklan di media digital.
Model Perencanaan Program Literasi Madrasah Tsanawiyah: Implementasi di 16 Madrasah Wilayah Kerja 5 Lumajang Ayu Puspitasari; Hari Sunaryo; Hari Windu Asrini
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15930

Abstract

Penelitian ini mengkaji model perencanaan program literasi yang diimplementasikan di 16 Madrasah Tsanawiyah dalam Wilayah Kerja 5 Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menjawab kesenjangan pemahaman tentang bagaimana madrasah merancang program literasi komprehensif yang mengintegrasikan literasi baca tulis, literasi digital, serta literasi budaya dan kewarganegaraan dalam kerangka pendidikan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, pustakawan, dan siswa, dilengkapi observasi langsung serta analisis dokumen. Temuan mengungkapkan heterogenitas signifikan dalam kualitas perencanaan, dengan lima madrasah mencapai kategori sangat baik melalui dokumentasi sistematis, pelibatan aktif pemangku kepentingan, integrasi anggaran, dan periodisasi terstruktur. Sebaliknya, empat madrasah menunjukkan perencanaan tidak memadai yang ditandai dokumentasi minimal, absennya pustakawan, dan ketiadaan alokasi anggaran. Determinan kualitas perencanaan meliputi kepemimpinan visioner, kompetensi sumber daya manusia, alokasi anggaran memadai, dan kolaborasi antar komponen. Penelitian ini berkontribusi menghasilkan kerangka perencanaan literasi holistik bagi madrasah yang dapat dijadikan model rujukan lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan budaya literasi berkelanjutan.
AKUISISI BAHASA JAWA PADA ANAK-ANAK GENERASI KEDUA/KETIGA MIGRAN DI LAMPUNG: TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK Feryanti Kurnia Andi; Joko Widodo; Hari Windu Asrini
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.4986

Abstract

Artikel ini meninjau fenomena akuisisi bahasa Jawa pada anak-anak generasi kedua dan ketiga migran di Lampung dari perspektif psikolinguistik. Sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi utama dari Jawa, Lampung menyajikan lingkungan multilingual yang kompleks, di mana anak-anak terpapar bahasa Jawa di rumah dan bahasa Indonesia di lingkungan yang lebih luas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana interaksi antara kedua bahasa ini memengaruhi proses pemerolehan bahasa Jawa sebagai bahasa warisan. Fokus utama adalah pada faktor-faktor psikolinguistik yang berperan, meliputi kualitas dan kuantitas input bahasa, motivasi dan sikap anak terhadap bahasa Jawa, serta fungsi komunikatif bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pembahasan juga mencakup fenomena transfer dan interferensi antarbahasa yang terjadi dalam sistem kognitif anak bilingual, serta dampak dominansi bahasa Indonesia terhadap penguasaan bahasa Jawa. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa akuisisi yang tidak optimal dapat menimbulkan tantangan bagi identitas budaya anak, meskipun paparan bilingualisme juga berpotensi meningkatkan kesadaran metalinguistik. Artikel ini menyimpulkan pentingnya upaya terencana dari keluarga dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung akuisisi bahasa Jawa secara aktif, demi keberlanjutan bahasa dan pelestarian identitas budaya Jawa di Lampung.