Claim Missing Document
Check
Articles

THE LEVEL OF KNOWLEDGE AMONG MOBILE JKN APPLICATION USERS AT PANEMBAHAN SENOPATI REGIONAL GENERAL HOSPITAL Mawar Tri Lestari; Ahmad Yani Noor; Kartika Setyaningsih Sunardi; Harpeni siswatibudi
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.281

Abstract

Aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan melalui kemudahan akses informasi dan administrasi secara digital. Namun, tingkat pemanfaatannya masih rendah, termasuk di RSUD Panembahan Senopati yang baru mencapai 10,2% dari target 20% yang ditetapkan BPJS Kesehatan. Rendahnya penggunaan ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pengguna mengenai cara penggunaan aplikasi dan pemahaman terhadap fitur-fiturnya, sehingga potensi aplikasi untuk mempercepat layanan dan mengurangi antrean belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pengguna aplikasi Mobile JKN di RSUD Panembahan Senopati meliputi identifikasi kemampuan pengguna dalam meningat fitur dan fungsi aplikasi. Karakteristik responden berdasarkan umur, jenis kelamin, dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan variabel tunggal, yaitu gambaran tingkat pengetahuan pengguna aplikasi Mobile JKN di RSUD Panembahan Senopati dengan jumlah responden 152. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan pengguna aplikasi Mobile JKN di RSUD Panembahan Senopati mayoritas berada dalam kategori cukup yaitu sebesar 63,8%, kategori baik sebesar 29,6%, dan kategori kurang yaitu 6,6%. Tingkat pengetahuan pengguna Aplikasi Mobile JKN di RSUD. Sebagian besar tingkat pengetahuan pengguna aplikasi mobile jkn di RSUD Panembahan Senopati masuk dalam kategori cukup. Kegiatan sosialisasi dan media informasi diharapkan dapat meningkatkan tingkat tingkat pengetahuan pengguna aplikasi mobile JKN.
KETERLIBATAN TENAGA KESEHATAN DALAM PEMBERIAN LAYANAN KONSELING SAAT PERAWATAN ANTENATAL KEPADA IBU HAMIL Nurrul Ainy; Ahmad Yani Noor
Optimal Midwife Journal Volume 1 No. 1 Juni 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740714

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia masih menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara, meskipun secara umum terjadi penurunan kematian ibu selama periode 1991-2020 dari 390 menjadi 189 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) Kabupaten Kulon Progo Tahun 2022 belum dapat mencapai target yang ditetapkan. Target Angka Kematian Ibu sebesar 54,55 per 100.000 KH namun realisasi sebesar 194,69 per 100.000 KH dengan jumlah absolut kematian sebanyak 8 orang. Salah satu pelayanan strategis yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu adalah pelayanan antenatal. Dalam pelayanan Antenatal Terpadu tenaga kesehatan yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan program ini terdiri dari dokter, perawat, bidan, dokter gigi, dan ahli gizi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada 12 partisipan dengan wawancara mendalam dan studi dokumen, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2017, yang dianalisa dengan analisa kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa keterlibatan tenaga kesehatan masih kurang maksimal. Ditemukan bahwa dalam pelaksanaan pelayanan konseling antenatal ini terdapat kendala dalam keterlibatan dokter umum dan gizi. Kurangnya keterlibatan dokter umum terjadi karena banyaknya pasien di Balai Pengobatan yang terkadang menyebabkan ketidakmauan ibu hamil untuk menunggu ataupun mengantri ke BP. Sedangkan kurangnya keterlibatan ahli gizi dalam pemberian layanan konseling disebabkan oleh jumlah ahli gizi yang hanya ada satu orang dan terkadang tidak ada di tempat karena sedang melaksanakan tugas dari Unit Kesehatan Masyarakat. Pentingnya keterlibatan tenaga kesehatan secara maksimal dalam proses pemberian layanan antenatal terpadu. Untuk penelitian selanjutnya perlu ada pendalaman mengenai dampak dari kolaborasi diantara tenaga kesehatan.
Pelatihan Pembuatan Password Yang Kuat, Pengenalan Bahaya Phishing Dan Prinsip Perlindungan Data Pribadi Ahmad Yani Noor; azis wahyudi; Anas Rahmad Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1 , April 2026
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v6i1.393

Abstract

The increased use of digital services in higher education and healthcare facilities is accompanied by a growing risk of cybersecurity incidents, particularly phishing attacks and personal data leaks. Evidence from multiple incidents suggests that human factors remain a major vulnerability; therefore, digital security literacy should be strengthened through measurable educational interventions. This community service program aimed to improve participants’ knowledge and awareness of (1) phishing characteristics and tactics, (2) strong password practices and password hygiene, and (3) personal data protection principles, especially for health data. The online training was conducted via Zoom on March 14, 2026 (3 hours) with 47 participants (students, lecturers, and practitioners) from RSKIA Sadewa, RS DKT Dr. Soetarto, and RSUD Saras Adhyatma Bantul. The program used interactive lectures, case-based simulations, discussion, and pre–post evaluation using Google Forms. Results showed increased correct responses for phishing type recognition (32% to 88%) and phishing message/email identification (28% to 85%). Understanding of personal data protection principles improved (45% to 80%), as did the ability to apply basic digital security practices (41% to 89%). The program effectively improved cybersecurity literacy across participant groups and is feasible to replicate to mitigate risks of data leakage and account compromise in academic and healthcare contexts.