Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DAN ORANGTUA DALAM MELAKUKAN DETEKSI PERMASALAHAN ARTIKULASI DI SLB NEGERI BOYOLALI Husadani, Rizki; Wiliyanto, Dian Atnantomi; Susanti, Nadya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37566

Abstract

Deteksi dini permasalahan artikulasi anak disabilitas yang perlu dilakukan oleh guru dan orang tua di Sekolah maupun di rumah untuk menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dan orang tua dalam melakukan deteksi dini dalam hal ini adalah identifikasi awal sebagai Langkah awal dalam mengenali anak yang mengalami gangguan artikulasi. Pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Peserta pengabdian ini terdiri dari 7 guru dan 10 orang tua di SLB N Boyolali. Pada pelaksanaan sosialisasi diberikan pre-post test kepada peserta pengabian dimana tes terdiri dari 8 soal tentang pengetahuan awal konsep gangguan artikulasi yaitu definisi artikulasi, karakteristik gangguan artikulasi, penanganan awal gangguan artikulasi. Analisis data menggunakan T-test yang diolah menggunakan aplikasi SPSS. Hasil pengabdian terjadi peningkatan keterampilan atau pengetahuan guru dan orang tua tentang deteksi dini masalah artikulasi pada anak disabilitas. Nilai rata-rata pengetahuan guru dan ibu tentang permasalahan artikulasi sebelum mengikuti kegiatan adalah 80 kemudian mengalami peningkatan dengan rata-rata 91,7 setelah mengikuti kegiatan. Keterampilan atau pengetahuan tentang deteksi dini artikulasi mengalami peningkatan, dari rata-rata 71, 4 menjadi rata-rata 98,2 analisis uji Wilcoxon adalah nilai p = 0.000 (p < 0,05). Hal tersebut menujukkan terdapat perbedaan keterampilan atau pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Dengan peningkatan keterampilan atau pengetahuan guru dan orang tua terhadap masalah artikulasi anak disabilitas sangat penting, karena permasalahan artikulasi bisa menghambat komunikasi anak di sekolah maupun masyarakat.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI ANAK KELAS 3 SEKOLAH DASAR DI SURAKARTA Afkarina, Izza; Sutanto, Alfiani Vivi; Wiliyanto, Dian Atnantomi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38802

Abstract

Keterampilan literasi di sekolah dasar menjadi langkah awal yang krusial untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran yang produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan literasi anak kelas 3 sekolah dasar di Surakarta dan faktor yang mempengaruhi peningkatan literasi. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh melalui tes dan wawancara. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman membaca, penilaian menulis, dan pemeriksaan kemampuan mengeja. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa kelas 3 sekolah dasar di Surakarta didominasi pada kategori sedang berdasarkan dari penilaian pemahaman membaca, menulis, dan mengeja. Adapun faktor yang mempengaruhi literasi adalah strategi pengajaran guru, jenis bacaan, jenis tulisan, program literasi, dan ketersediaan fasilitas. Tantangan yang dihadapi guru dalam mengajar literasi yaitu kebiasaan siswa yang selalu di bimbing, kurangnya keterlibatan orang tua, perbedaan kemampuan kognitif siswa.
Optimalisasi Peran Tenaga Pendidik Dalam Deteksi Awal Gangguan Komunikasi dan Menelan pada Anak Berkebutuhan Khusus Husadani, Rizki; Wiliyanto, Dian Atnantomi; Putra, Sinar Perdana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2182

Abstract

Children with special needs are children who experience obstacles in physical, motoric, intellectual, social and emotional development. Children with special needs consist of children with visual, hearing, intellectual, physical and motoric disabilities, autism spectrum disorder, ADHD and multiple disabilities. This community service aims to provide additional insight to teachers about the characteristics of children who experience communication and swallowing problems at school age in children with special needs. This is an effort to optimize the role of educators in early detection. The target of this community service is educators at the Adi Waluyo Karanganyar Foundation Special Needs School. The method used in this community service starts from activity preparation, activity implementation and activity evaluation by measuring the knowledge of educators about early detection of children with special needs who experience communication and swallowing disorders using a pre-post test. The result of this community service is an increase in educators' knowledge after conducting socialization about early detection of communication and swallowing disorders in children with special needs.ABSTRAKAnak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan fisik, motorik, intelektual, sosial dan emosional. Anak berkebutuhan terdiri dari anak hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual, fisik dan motorik, autism spectrum disorder, ADHD dan majemuk. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan kepada guru tentang karakteristik anak yang mengalami permasalahan komunikasi dan menelan pada usia sekolah pada anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut sebagai upaya optimalisasi peran dari tenaga pendidik dalam deteksi awal. Target sasaran pengabdian ini adalah tenaga pendidik di SLB Yayasan Adi Waluyo Karanganyar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini mulai dari persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan dengan mengukur pengetahuan tenaga pendidik tentang deteksi awal anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan komunikasi dan menelan menggunakan pre-post test. Hasil pengabdian ini adalah 18 guru mengalami peningkatan nilai pre-test ke post-test. Mean Rank adalah sebesar 9,50, sedangkan rangking positif atau sum of ranks adalah sebesar 171,00. Dengan demikian, ada pengaruh sosialisasi terhadap pengetahuan tenaga pendidik tentang deteksi awal gangguan komunikasi dan menelan pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Persepsi Terapis Wicara Terhadap Penggunaan Evidence Based Practice Dalam Pemilihan Metode Terapi Pada Pasien Autism Spectrum Disorder di Jakarta Ratna Musriani; Alfiani Vivi Sutanto; Dian Atnantomi Wiliyanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4373

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta pola perilaku individu. Peningkatan jumlah penyandang ASD mendorong perlunya intervensi yang efektif, salah satunya melalui layanan terapi wicara. Secara ideal, pemilihan strategi terapi harus berlandaskan Evidence-Based Practice (EBP), yaitu pendekatan pengambilan keputusan yang menggabungkan temuan ilmiah, keahlian klinis, serta kebutuhan dan preferensi klien. Namun, penerapan EBP di Indonesia belum optimal karena terbatasnya akses sumber literatur, sarana pendukung, dan pemahaman praktisi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi terapis wicara terkait penggunaan EBP dalam menentukan metode terapi untuk anak dengan ASD di Jakarta. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 20 terapis wicara dari berbagai fasilitas layanan, yang diwawancarai secara mendalam dan dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar terapis memiliki pandangan positif terhadap EBP, tetapi pelaksanaannya sering bersifat implisit dengan mengandalkan pengalaman klinis dibandingkan rujukan literatur ilmiah. Waktu yang terbatas, minimnya dukungan institusi, dan kendala akses jurnal menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan fasilitasi yang lebih memadai untuk mendorong implementasi EBP secara konsisten dalam praktik terapi wicara
Efektifitas Metode Matching to Sample Dalam Peningkatan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Autism Spectrum Disorder di Kota Surakarta Dhita Rizky Sabila Putri; Alviani Vivi Sutanto; Dian Atnantomi Wiliyanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43647

Abstract

Autism spectrum disorder dapat terjadi pada anak karena kelainan otak yang berkaitan dengan jumlah sel saraf. Hal ini mempengaruhi perkembangan anak serta kemampuan mereka dalam berkomunikasi, berperilaku, berpikir dan berinteraksi. Salah satu permasalahan yang dialami oleh anak Autism Spectrum Disorder yakni permasalahan bahasa reseptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas metode matching to sample dalam peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak Autism Spectrum Disorder di kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen dengan memberikan perlakuan sebanyak 5 kali. Pengambilan data dilakukan dengan one group pretest-postest menggunakan tes kosakata verbal reseptif (TKV-R). Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan mendapatkan 10 orang. Analisis data yang digunakan yaitu uji statistik parametrik Shapiro-wilk dan uji beda menggunakan Wilcoxon. Berdasarkan uji analisis menggunakan Wilcoxon diperoleh nilai p (Sig.) adalah 0,008 dimana p value (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak Autism Spectrum Disorder sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan metode matching to sample.
Efektivitas Penggunaan Social Activity Card untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Sosial pada Autism Spectrum Disorder Widyawati, Anindya; Wiliyanto, Dian Atnantomi; Purnaningrum, Windiarti Dwi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55569

Abstract

Abstrak Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan dalam komunikasi sosial, termasuk memulai interaksi, mempertahankan percakapan, dan merespons dengan tepat dalam situasi sosial. Salah satu media instruksional yang dapat mendukung pengembangan keterampilan ini adalah Kartu Aktivitas Sosial, yang memberikan stimulasi visual dan kegiatan terstruktur untuk membantu anak-anak lebih memahami konteks sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Kartu Kegiatan Sosial dalam meningkatkan keterampilan komunikasi sosial pada anak dengan ASD. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok. Peserta terdiri dari lima anak dengan ASD berusia 10-11 tahun, dipilih melalui purposive sampling. Intervensi dilakukan selama delapan sesi menggunakan Kartu Kegiatan Sosial. Keterampilan komunikasi sosial diukur sebelum dan sesudah intervensi, dan data dianalisis menggunakan uji-t sampel berpasangan. Temuan ini mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan komunikasi sosial setelah intervensi. Rata-rata skor pretest 42,40 meningkat menjadi 61,60 pada posttest. Analisis statistik menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,003 (p < 0,05), menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Selain itu, nilai t yang dihitung (–6,386) melebihi nilai tabel t kritis pada df = 4 (2,776), mengkonfirmasi perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa Kartu Aktivitas Sosial efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi sosial pada anak-anak dengan ASD. Kata Kunci: Anak Autis, Komunikasi Sosial, Social Activity Card Abstract Autism Spectrum Disorder (ASD) is a neurodevelopmental disorder marked by difficulties in social communication, including initiating interactions, maintaining conversations, and responding appropriately in social situations. One instructional medium that can support the development of these skills is the Social Activity Card, which provides visual stimulation and structured activities to help children better understand social contexts. This study aimed to examine the effectiveness of Social Activity Cards in improving social communication skills in children with ASD. The research employed a quasi-experimental method using a one-group pretest–posttest design. Participants consisted of five children with ASD aged 10–11 years, selected through purposive sampling. The intervention was conducted over eight sessions using Social Activity Cards. Social communication skills were measured before and after the intervention, and the data were analyzed using a paired samples t-test. The findings revealed a significant improvement in social communication skills following the intervention. The mean pretest score of 42.40 increased to 61.60 in the posttest. Statistical analysis showed a Sig. (2-tailed) value of 0.003 (p < 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Additionally, the calculated t-value (–6.386) exceeded the critical t-table value at df = 4 (2.776), confirming a significant difference between pretest and posttest results. These findings demonstrate that Social Activity Cards are effective in enhancing social communication skills in children with ASD. Keywords: Autistic Children; Social Communication; Social Activity Card.
Pengembangan mobile apps ner receptive therapy berbasis game untuk meningkatkan bahasa reseptif anak dini Shabri, Sami Nur; Wiliyanto, Dian Atnantomi; Mangunsong, Roy Romey Daulas
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2549

Abstract

Background: Receptive language disorders in early childhood can hinder the ability to understand instructions, recognize objects, and interact in learning, thus requiring engaging and developmentally appropriate intervention media. Purpose: To develop a game-based receptive therapy application as an intervention medium to improve receptive language skills in early childhood. Method: Research and Development (R&D) was conducted through preliminary stages, product development, and expert and practitioner validation. This study involved four experts and 20 practitioners, with data collection using questionnaires and structured interviews. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. Results: The study showed the application received an average score of 4.36 from the experts and 4.27 from the practitioners, categorized as very good. Overall, the receptive therapy application was deemed feasible and ready for use as a receptive language intervention medium. The final product, a receptive therapy application, underwent expert validation, prospective user validation, and initial and final product revisions. Therefore, its appearance and functionality were tailored to user needs and ready for implementation in the field. Conclusion: The use of a game-based receptive language therapy application is feasible as a receptive language intervention medium and has the potential to support the therapy and learning process in early childhood. Suggestion: Further research is recommended to experimentally test the application's effectiveness, develop adaptive features tailored to children's abilities, and expand the application's implementation across various platforms and service settings.   Keywords: Application Development; Early Childhood; Mobile Application; Receptive Language; Speech Therapy.   Pendahuluan: Gangguan bahasa reseptif pada anak usia dini dapat menghambat kemampuan memahami instruksi, mengenali objek, dan berinteraksi dalam pembelajaran sehingga diperlukan media intervensi yang menarik dan sesuai perkembangan anak.. Tujuan: Untuk mengembangkan aplikasi ner receptive therapy berbasis game sebagai media intervensi untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini. Metode: Penelitian pengembangan (Research and Development) yang dilakukan melalui tahap pendahuluan, pengembangan produk, serta validasi ahli dan praktisi. Subjek penelitian melibatkan 4 ahli dan 20 praktisi, dengan pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara terstruktur. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Penelitian menunjukkan aplikasi memperoleh skor rata-rata 4,36 dari ahli dan 4,27 dari praktisi dengan kategori sangat baik. Secara keseluruhan, aplikasi ner receptive therapy dinilai layak dan siap digunakan sebagai media intervensi bahasa reseptif. Produk akhir yang dihasilkan merupakan aplikasi ner receptive therapy yang telah melalui tahapan validasi ahli, validasi calon pengguna, serta revisi produk awal dan akhir, sehingga tampilan dan fungsinya telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan siap diimplementasikan di lapangan. Simpulan: Penggunaan aplikasi ner receptive therapy berbasis game layak digunakan sebagai media intervensi bahasa reseptif dan berpotensi mendukung proses terapi serta pembelajaran anak usia dini. Saran: Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji efektivitas aplikasi secara eksperimental, mengembangkan fitur adaptif sesuai tingkat kemampuan anak, serta memperluas implementasi aplikasi pada berbagai platform dan setting layanan.   Kata Kunci: Aplikasi Mobile; Anak Usia Dini; Bahasa Reseptif; Pengembangan Aplikasi; Terapi Wicara.