Claim Missing Document
Check
Articles

Menjembatani Efikasi Diri dan Burnout: Peran Grit pada Guru Pendamping Khusus di Sekolah Inklusi Sukma Wati Wati, Sukma; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36503

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika relasional antara keyakinan kemampuan profesional, ketekunan berkelanjutan, dan sindrom kelelahan psikologis pada pendidik pendamping siswa berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan inklusif. Menggunakan desain kuantitatif korelasional, investigasi melibatkan 112 partisipan dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo yang diseleksi melalui teknik purposive sampling dengan kriteria pengalaman kerja minimal satu tahun. Instrumentasi penelitian mencakup skala kelelahan psikologis Maslach-Leiter yang terdiri dari 18 butir pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas α = 0,937, skala keyakinan pendidik versi Indonesia berbasis teori Tschannen-Moran dan Hoy mencakup 24 butir dengan α = 0,896, serta skala ketekunan Duckworth meliputi 16 butir valid dengan α = 0,954. Analisis mediasi menggunakan PROCESS Macro Model 4 dengan bootstrapping 5.000 sampel mengungkapkan bahwa keyakinan profesional berkorelasi negatif signifikan dengan kelelahan psikologis (β = -0,374, p < 0,05), demikian pula ketekunan menunjukkan asosiasi negatif bermakna dengan kelelahan (β = -0,323, p < 0,05). Namun, keyakinan profesional tidak berhubungan signifikan dengan ketekunan (β = 0,236, p = 0,154), mengakibatkan hipotesis mediasi tertolak dengan interval kepercayaan 95% mencakup nilai nol (CI [-0,177, 0,024]). Temuan mengindikasikan bahwa kedua konstruk psikologis beroperasi secara paralel sebagai faktor protektif independen terhadap kelelahan okupasional, bukan melalui mekanisme sekuensial.
Peningkatan Regulasi Emosi Ibu Rumah Tangga melalui Psikoedukasi Berbasis Teknik Expressive Writing di PAUD Teratai Tambaksari Surabaya Kayiz Ismail; Camelia Aditya Maharani; Evi Dwi Andani; Luqyana Marsha Firdaus; Dhita Amalya; Putri Wulandari; Rossa Ayu Eka Lestari; Isrida Yul Arifiana; Mamang Efendy
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Ngaliman. Februari 2026
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v5i1.2116

Abstract

Regulasi emosi ibu pada masa pengasuhan anak usia dini merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas interaksi orang tua–anak. Program pengabdian ini berfokus pada peningkatan regulasi emosi ibu wali murid PAUD Teratai melalui psikoedukasi berbasis teknik expressive writing dan breathing exercise. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam mengelola emosi secara adaptif selama pengasuhan. Pendekatan yang digunakan meliputi community organizing, asesmen kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan psikoedukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pemahaman regulasi emosi, yang didukung oleh dinamika kelompok positif, dan perubahan perilaku awal seperti kemampuan mengambil jeda napas dan mengekspresikan emosi secara lebih sehat. Temuan ini menegaskan bahwa psikoedukasi berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kompetensi emosional ibu dan mendukung lingkungan pengasuhan yang responsif.
Emotion Regulation Enhances Psychological Well-Being with Dual Role Conflicts as a Mediator in Working Women Marentek, Revina Julina; Pratitis, Niken Titi; Efendy, Mamang
Research Horizon Vol. 6 No. 1 (2026): Research Horizon - February 2026
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.6.1.2026.1070

Abstract

The increasing complexity of work and family demands in the post-pandemic era has heightened psychological challenges, particularly among working women with dual roles. This study aims to examine the effect of emotion regulation on psychological well-being mediated by conflict-mediated dual roles of working women in North Sulawesi. The study used a quantitative approach with a correlational design and involved 202 female worker respondents in North Sulawesi. The instruments used included psychological well-being support scales, emotion regulation, and dual role conflicts that have been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using the path analysis method in the JASP software. The results of the study show that emotion regulation is directly related to psychological well-being, emotion regulation has a negative relationship with dual role conflicts, and dual role conflicts have a significant negative relationship with psychological well-being. Dual role conflicts mediate the relationship between emotion regulation and psychological well-being. These findings confirm that emotion regulation is a predictor in the achievement of psychological well-being of workers in North Sulawesi, and the conflict of dual roles as mediators. The mediation model that has been formed is a partial mediation.
Peran Kecerdasan Emosi dalam Mengurangi Stres Kerja pada Karyawan Adam Alamsyah; Mamang Efendy; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and job stress. This research employs a quantitative approach with a correlational quantitative method. The sampling technique used in this study was the Krejcie technique, with a total of 181 respondents. Data analysis was conducted using Spearman's Rho technique with the assistance of SPSS version 16 for Windows. The statistical analysis results on the relationship between the emotional is indicating a significant negative relationship between emotional intelligence and job stress. This means that the higher the level of emotional intelligence in employees, the lower the level of job stress. Conversely, the lower the level of emotional intelligence in employees, the higher the level of job stress experienced by employees.   Keyword: Emotional Intelligence; Job Stress   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode kuantitatif dengan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Krejcie dengan total partisipan 181 responden. Teknik analisi data menggunakan teknik Spearman’s Rho dengan bantuan program SPSS versi 16 for Windows. Hasil uji analisis statistik hubungan variabel kecerdasan emosi dengan variabel stres kerja yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja. Artinya, semakin tinggi tingkat kecerdasan emosi pada karyawan maka akan semakin rendah tingkat stres kerja. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat kecerdasan emosi pada karyawan maka semakin tinggi tingkat stres kerja pada karyawan.   Kata kunci: Kecerdasan Emosi: Stres Kerja
Self-Awareness dan Resiliensi dengan Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Relawan di Surabaya Bella Tri Prastiningsih; Isrida Yul Arifiana; Mamang Efendy
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.17016

Abstract

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan relawan sosial memberikan pengalaman yang bermakna tetapi juga dapat menciptakan tuntutan emosional yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor internal yang mendukung kesejahteraan psikologis relawan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kesadaran diri dan ketahanan dengan kesejahteraan psikologis di kalangan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan relawan sosial di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan terdiri dari 125 relawan mahasiswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kesejahteraan psikologis, kesadaran diri, dan ketahanan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji parsial dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran diri dan ketahanan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis. Secara bersamaan, kesadaran diri dan ketahanan berkontribusi sebesar 95,7% terhadap kesejahteraan psikologis di kalangan relawan mahasiswa. Analisis parsial menunjukkan bahwa kedua variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, dengan ketahanan menunjukkan pengaruh yang lebih kuat. Studi ini menyimpulkan bahwa kesadaran diri dan ketahanan merupakan faktor penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan sukarelawan sosial.
Body Image dan Kepercayaan Diri: Studi pada Remaja Putri Pengguna Instagram Diajeng Nisak Rahmawati; Mamang Efendy; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Social media, especially Instagram, has a big influence on how teenagers view their bodies, so it has the potential to affect self-confidence. The purpose of this study was to determine the relationship between body image and self-confidence in female adolescents using Instagram social media. The subjects in the study were 105 female adolescents aged 18-21 years who used Instagram. The sampling technique was a purpose sampling with a quantitative research design. Hypothesis testing using the product moment correlation test showed that there was a positive correlation between body image (X) and self-confidence (Y), which means that the hypothesis was accepted. This finding indicate that an improvement in body image is followed by an increase in self-confidence among late adolescent girls who use Instagram, and vice versa. Keywords: Adolescent; Body Image; Self-Confidence Abstrak Media sosial, khususnya instagram memiliki pengaruh besar pada remaja bagaimana memandang tubuh, sehingga berpotensi untuk mempengaruhi kepercayaan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara body image dengan kepercayaan diri remaja akhir putri pengguna media sosial instagram. Subyek pada penelitian adalah remaja perempuan berusia 18 – 21 tahun yang menggunakan instagram berjumlah 105 orang. Teknik pengambilan sampling penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan desain penelitian kuantitatif. Pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi product moment dan menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara body image (X) dengan kepercayaan diri (Y), yang mana berarti hipotesis diterima. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan pada body image diikuti dengan peningkatan kepercayaan diri remaja akhir putri pengguna media sosial istagram, begitu juga sebaliknya. Kata kunci: Body Image; Kepercayaan Diri; Remaja
Academic dishonesty pada mahasiswa: peran achievement pressure dan moderasi religiusitas Christy Maharani Mamuko; Mamang Efendy; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Academic dishonesty is a form of ethical violation in education that frequently occurs among university students. This study aims to examine the effect of achievement pressure on academic dishonesty and the role of religiosity as a moderating variable in this relationship. This study employed a quantitative approach with a correlational method. The participants were 350 active university students domiciled in Surabaya. The results showed a positive and significant effect of achievement pressure on academic dishonesty behavior (β = 0.74697; p < 0.001). Religiosity had a negative and significant effect on academic dishonesty (β = -0.18762; p < 0.001), indicating that higher levels of religiosity were associated with a lower tendency to engage in academic dishonesty. However, the interaction analysis showed that religiosity did not moderate the relationship between achievement pressure and academic dishonesty (β = -0.000159; p = 0.608). These findings imply that efforts to reduce academic dishonesty should not only focus on strengthening students’ religiosity, but also on managing achievement pressure through supportive academic environments, fair evaluation systems, and educational programs that promote academic integrity. Abstrak Perilaku ketidakjujuran akademik merupakan salah satu bentuk pelanggaran etika dalam dunia pendidikan yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh achievement pressure terhadap academic dishonesty, serta peran religiusitas sebagai variabel moderator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 350 mahasiswa aktif yang berdomisili di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan prestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku ketidakjujuran akademik (β = 0,74697; p < 0,001). Sementara itu, religiusitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketidakjujuran akademik (β = -0,18762; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat religiusitas, semakin rendah kecenderungan mahasiswa untuk melakukan ketidakjujuran akademik. Namun, hasil analisis interaksi menunjukkan bahwa religiusitas tidak memoderasi hubungan antara tekanan prestasi dan ketidakjujuran akademik (β = -0,000159; p = 0,608). Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya untuk menurunkan ketidakjujuran akademik tidak hanya perlu difokuskan pada penguatan religiusitas mahasiswa, tetapi juga pada pengelolaan tekanan prestasi melalui lingkungan akademik yang suportif, sistem evaluasi yang adil, serta program pendidikan yang menekankan pentingnya integritas akademik.
Religiosity and Neuroticism: Exploring the Psychological Characteristics of Coastal Communities in Tlocor Titi Nur Utami; Mamang Efendy; Rahma Kusumandari; Supriyanto Supriyanto; Ivan Ramandhika A. Jatnika
Psikologi Prima Vol. 9 No. 1 (2026): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v9i1.7511

Abstract

This study aimed to examine the relationship between religiosity and tendencies toward neuroticism among coastal communities in Tlocor Beach. Using a quantitative correlational design with 110 respondents, data were collected through religiosity and neuroticism scales. Simple linear regression analysis indicated no significant relationship between the two variables. These findings suggest that levels of religiosity, whether high or low, do not influence tendencies toward neuroticism among coastal populations. The discrepancy between these results and previous studies may be attributed to the socio-cultural characteristics of the community and the potential presence of social desirability bias in completing the instruments.
Peran Career Adaptability dan Kecerdasan Emosi terhadap Kesiapan Kerja Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Rosi Setyaningrum; Mamang Efendy; Herlan Pratikto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara career adaptability dan kecerdasan emosi dengan kesiapan kerja pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 153 responden. Instrumen yang digunakan terdiri dari tiga skala psikologis, yaitu skala kesiapan kerja, career adaptability, dan kecerdasan emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara career adaptability dengan kesiapan kerja, dan antara kecerdasan emosi dengan kesiapan kerja. Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut berkontribusi sebasar 52,4% terhadap kesiapan kerja siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa career adaptability dan kecerdasan emosi merupakan dua faktor penting yang dapat meningkatkan kesiapan kerja siswa dalam memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan career adaptability dan kecerdasan emosi perlu mendapat perhatian dalam program pendidikan dan pelatihan di Sekolah Menengah Kejuruan guna meningkatkan kesiapan kerja siswa secara optimal.
Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear of Missing Out (FOMO) Pada Remaja Pengguna Aplikasi TikTok Yang Mengalami Perceraian Orang Tua Di Surabaya Loouhyl Valencia Hermandha; Mamang Efendy; Ricky Alejandro Martin
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self-Esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja pengguna aplikasi TikTok yang mengalami perceraian orang tua di Surabaya. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara Self-Esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja pengguna aplikasi TikTok yang mengalami perceraian orang tua di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 130 remaja akhir di Kota Surabaya yang aktif menggunakan TikTok dan memiliki status orang tua cerai hidup. Pengukuran Self-Esteem dilakukan menggunakan skala yang disusun berdasarkan 4 dimensi sesuai teori Coopersmith (1967). Sementara itu, pengukuran Fear of Missing Out (FOMO) menggunakan skala yang disusun berdasarkan 2 komponen sesuai teori Przybylski (2013). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Self-Esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,452 menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel bersifat negatif dan berbanding terbalik. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Esteem yang dimiliki remaja, maka semakin rendah tingkat Fear of Missing Out (FOMO) yang dialami.
Co-Authors Adam Alamsyah Adi Faturahman Afiffa, Chaurilia Devi Aini Putri, Emilia Nur Akilla Putri , Navyliadel Sapphire Alfhani Pradita Nurrahmah Ananda, Moch. Rizky Andik Matulessy Andini Ramli, Zaskia Andirwan, Cecep andriani, nadiya angelina, fransiska sherly Anggara, Tirta Dwi Annisa Putri, Firizki Aprian Istiono Ardianik Ardianik Belinda, Naomi Bella Bella Tri Prastiningsih Budi Setyawan, Nur Fachmi Cahyaningrum, Ardelia Aristawati Camelia Aditya Maharani Christy Maharani Mamuko Danardana Murwani Devi puspitasari, Devi Dewi, Lusi Cahyanti Kusuma Dheny Jatmiko, Dheny Dhita Amalya Diajeng Nisak Rahmawati Eben Ezer Nainggolan Emilia Nur Aini Putri Evi Dwi Andani Fauzi, Diah Puspitasari Fitriyanti, Aida Nur Fulgentius Danardana Murwani Gracylia Abigail Sharon Christianti Hanan, Maryam Alifah Herlan Pratikto Herlan Pratikto Herlan Pratikto Herlan Pratikto Herlan Pratikto Hetti Rahmawati Ica Anggira Afrilia Imanuel Hitipeuw Isrida Yul Arifiana Ivan Ramandhika A. Jatnika Jayawarsa, A.A. Ketut Jenar Shelomita Kristanto Juwita, Swasty Hanum Kartikasari, Liza Wahyu Kayiz Ismail Kusumandari, Rahma Loouhyl Valencia Hermandha Luqyana Marsha Firdaus Makhfufa, Mita Amaliya Manta, Dedy Ardito Putra Marentek, Revina Julina Maulani, Anindya Aryo Mawarni, Richa Vivi Lianti Iga Meininda Rhivent Norhidayah Meirendra, Rizqiariq Arrofiq Meva, Devina Deaura Puspita Moch. Rafly Putra Adryant Muhammad Irfan Nazieh Mumtaz, Hana Fachriya Aila Mutmainah, Ayuhan Nafsul Nabilla, Firdausiah Salfa Niken Titi Pratitis Niken Titi Pratitis Norhidayah, Meininda Rhivent Nurussakinah Daulay Prakash Padakannaya Prasetyo, Galang Adi Pratitis, Nindia Pratiwi, Elfira PUTRI WULANDARI Putri, Emilia Nur Aini Rahma Kusumandari Rahma Kusumandari Reny Yuniasanti Ricky Alejandro Martin Rista, Karolin Rizky Ashar Ramadhani Roosyiana, Dini Roosyiana Rose, Angelica Putricia Axl Rosi Setyaningrum Rossa Ayu Eka Lestari Rr Amanda Pasca Rini, Rr Amanda Pasca Saifudin, Wijayanti Putri Sari, Nella Dinda Sayidah Aulia Ul Haque Sheilla Varadhila P Situsmara, Auranisa Kania Aulia Supriyanto Supriyanto Tazky, Amanda Titi Nur Utami Utami, Titi Nur Varadhila Peristianto, Sheilla Wahyu Widayati Wati, Sukma Wibisono, Haneysyah Oktivita Yuni Setiawati Zennaria, Sayfa