Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Tradisi Ziarah Kubur Pasca Pernikahan Perspektif Fikih Islam Di Desa Kou Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang Mardiana Mardiana; Nur Asia Hamzah; Muktashim Billah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang tradisi ziarah kubur pasca pernikahan dalam perspektif fikih Islam dan dilatarbelakngi oleh adanya perbedaan pandangan masyarakat mengenai hukum dan kebolehan tradisi tersebut. Penelitian ini berfokus pada 2 hal yaitu: 1) Bagaimana tradisi ziarah kubur pasca pernikahan di Desa Kou Kec. Curio Kab. Enrekang. 2) Bagaimana perspektif fikih Islam tentang tradisi ziarah kubur pasca pernikahan di Desa Kou Kec. Curio Kab. Enrekang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, dokumentasi, serta kajian buku, jurnal dan artikel Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Data yang diperoleh kemudian disalin dan disusun dalam penyusunan skripsi setelah melalui penelitian seksama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tradisi ziarah kubur pasca pernikahan di Desa Kou, menurut pandangan masyarakat setempat, diperbolehkan. Namun, pelaksanaannya bersifat pilihan, di mana sebagian masyarakat melakukannya dan sebagian lainnya tidak. 2) Dalam pespektif fikih Islam ziarah kubur secara umum dianjurkan dalam Islam sebagai bagian dari pengingat akan kematian dan sebagai sarana untuk mendoakan orang yang tekah meninggal seperti ziarah kubur pasca pernikahan.
PERNIKAHAN PEREMPUAN TANPA  SEPENGETAHUAN AYAH  PERSPEKTIF KOMPILASI  HUKUM ISLAM Irmansyah Ramadhan; Erfandi Erfandi; Muktashim Billah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum pernikahan perempuan tanpa sepengetahuan ayah kandung dalam hukum Islam dan menurut kompilasi hukum Islam. Jenis penelitian yang saya gunakan yaitu penelitian kualitatif yaitu sebuah Dalam penelitian ini lokasi yang dipilih sebagai tempat penelitian adalah bertempat di KUA Maricaya Kecamatan Makassar, Kota Makassar. Pemilihan lokasi ini karena peneliti memiliki keingintahuan tentang fenomena perwalian dalam pernikahan terutama pada kasus tentang wali nikah bagi anak yang nikah tanpa ayah pada lokasi penelitian. Sehingga dalam hal ini, dengan melakukan penelitian langsung ke lokasi, penulis telah mengetahui kondisi dan objek-objek penelitian untuk mendapatkan data yang akurat dan jelas. Penelitian ini dilakukan Januari hingga Maret. Adapun hasil penelitian menjelaskan bahwa Pernikahan perempuan dalam konteks hukum Islam yang berlaku di Indonesia (berdasarkan Kompilasi Hukum Islam), pernikahan perempuan tanpa sepengetahuan dan persetujuan ayah kandung tidak sah kecuali jika ada penetapan wali hakim oleh pengadilan agama. Pernikahan perempuan menurut kompilasi hukum islam, Kompilasi Hukum Islam menekankan perlindungan terhadap hak-hak perempuan, termasuk dalam kasus penolakan wali tanpa alasan yang sah (wali 'adhl), di mana pengadilan agama dapat menunjuk wali hakim agar hak perempuan untuk menikah tetap terjamin.
Islamic Awareness on Social Media: Faith-Based Responses to Cyberbullying Against Individuals with Disabilities Billah, Muktashim; Kemala, Rosmalina; Larhzizer, Fouad; Harakan, Ahmad
ADDIN Vol 19, No 1 (2025): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v19i1.30558

Abstract

This study examines how Islamic awareness influences social media users’ responses to cyberbullying, with a particular focus on individuals with disabilities. The rising cases of cyberbullying targeting vulnerable groups, especially individuals with disabilities, highlight the need for more effective approaches to addressing this negative behavior. In this context, understanding the role of religious values, particularly Islamic teachings, in shaping online behavior becomes crucial. This research aims to explore how Islamic principles such as justice, empathy, and compassion contribute to respectful and supportive responses in online interactions. Using a qualitative approach, 3,869 comments were collected and analyzed from social media platforms, including Instagram, Facebook, and TikTok. The findings reveal a consistent pattern of supportive and empathetic responses, with users often framing their interactions through Islamic teachings, which deters hostile behavior and encourages positive engagement. Compared to previous studies emphasizing regulatory approaches to prevent cyberbullying, this study suggests that internalized religious values may provide a more foundational framework for fostering ethical online conduct. The findings underscore the potential of Islamic awareness as a values-based approach to cyberbullying prevention, offering a culturally resonant solution to complement existing strategies. This study contributes to the field of digital ethics by highlighting the role of religious values in promoting inclusive digital interactions and opens avenues for further research into integrating religious ethics into digital literacy programs.