Claim Missing Document
Check
Articles

PKM MENEJEMEN MARKETING UMKM Fajarina, Maskhurin; Nurul Laili, Elisa; Indrawan, Fani; Ertika Daristin, Pipit; Bahroodin, Ariga; Ansori, Sholihul; Anah, Lik; Amer, Afizan
ABIDUMASY 2024: ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marketing is very important for entrepreneurs to attract consumers so as to increase sales results. Knowledge about branding and marketing is not easy, it is not enough just once or twice, but it needs to be done continuously. Apart from that, marketing is not just about offering to potential consumers, but requires management to maximize marketing results. Therefore, training and assistance to the public regarding marketing management, especially for novice entrepreneurs, is very important. This community service regarding "marketing" is carried out to provide knowledge and assistance regarding "marketing management" to micro economics at Unhasy Jombang Indonesia and UiTM Malaysia and the surrounding communities. The PKM participants consist of micro businesses in Unhasy and its surroundings and UiTM and its surroundings. Using Seminar and Mentoring methods. The result of this PKM is that partners receive continues assistance in carrying out marketing management to improve marketing quality and increase sales results.
THE USE OF BAAMBOOZLE GAMES TO TEACH VOCABULARY Zanuar, Muhammad Rifqi; Daristin, Pipit Ertika; Maisaroh, Ummi
Teaching English as Foreign Language, Literature and Linguistics Vol. 4 No. 2 (2024): TEFLICS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris,, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/teflics.v4i2.7489

Abstract

There are a lot of challenging problems in education today that are connected to societal change and technology advancement. In the present era, the number of digital natives, or at least second-generation traditions, is growing. These are people that consider their environment to be the digital one they have been a part of since birth. Many research investigations have demonstrated how game-based learning encourages students to actively participate in the classroom because it makes them feel good. The purpose of this study is to investigate how well Bamboozle works for teaching vocabulary in English. This study is a literature review. Teaching English in the classroom with Baamboozle is interesting. By using a gamification technique, such as Baamboozle games, the quick advancements in technology can produce a competitive environment that can be used inside the classroom
Error Analysis in Intermediate Students of English First (EF) Delta Plaza Surabaya Writing Test Daristin, Pipit Ertika
Jurnal Bahasa Inggris Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/efj.v1i1.13

Abstract

The main purpose of this article is to discuss the importance of error analysis in the teaching of English as a foreign language. Although errors are bad things in learning English as a foreign language, error analysis is advantageous for both learners and teachers. For learners, error analysis is needed to show them in what aspect in grammar which is difficult for them, whereas for teachers, it is required to evaluate them whether they are successful or not in teaching English. In this article, the writer presented some English sentences containing grammatical errors. These grammatical errors were analyzed based on the theories presented by the linguists. This analysis aimed at showing the students the causes and kinds of the grammatical errors. By this way, the students are expected to increase their knowledge on the English grammar.
A Task-Based Instruction in EFL Classroom Daristin, Pipit Ertika
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13465

Abstract

Analisis wacana bahasa, baik lisan maupun tulisan, terbukti sangat membantu dan menginspirasi dalam pengajaran linguistik dan bahasa Inggris. Analisis ini idealnya dapat diterapkan pada berbagai instruksi pengajaran bahasa; salah satunya adalah instruksi berbasis tugas. Instruksi berbasis tugas diyakini sebagai pendekatan komunikatif untuk pengajaran bahasa, menggunakan keberhasilan penyelesaian "tugas" komunikatif sebagai prinsip pengorganisasian utamanya. Studi ini secara umum mengkaji instruksi berbasis tugas melalui analisis wacana, peran guru sekolah kejuruan kelas X, tujuan pengajaran, dan kemampuan siswa. Melalui observasi kelas, analisis wacana, dan wawancara guru, penelitian ini menunjukkan pentingnya pembicaraan guru dalam melibatkan siswa dalam belajar bahasa dan tugas, tujuan menyeluruh dari instruksi berbasis tugas. Beberapa implikasi untuk pengajaran dalam program pengajaran berbasis tugas dan pengembangan profesional guru muncul dari penelitian ini.
Comparing the Functionalities of Quizizz and Wordwall for Interactive Learning Misfa’atin, Misfa’atin; Daristin, Pipit Ertika; Maisaroh, Ummi
Bilingua Vol. 2 No. 1 (2024): Bilingua: Journal of English and Arabic Studies
Publisher : Lembaga Pengembangan Bahasa Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/bilingua.v2i1.8942

Abstract

The digital era has had a significant impact on various aspects of life, including education. With the advent of electronic learning (e-learning), educational media such as Wordwall and Quizizz have become increasingly popular. Wordwall supports game-based learning with interactive features like Matching Pairs and Random Wheel, which can enhance student engagement. Meanwhile, Quizizz offers an interactive online quiz experience with instant feedback, statistical features, and integration with other learning platforms. Both tools play a significant role in creating engaging and effective learning environments. This study highlights the effectiveness and advantages of each platform in supporting digital-based learning.
Sistem controlling gadget sebagai bentuk pengawasan orangtua terhadap aktifitas dunia maya anak di Miss Seblak Laili, Elisa Nurul; Widoyoningrum, Sri; Indrawan, Fani; Ma'rifatulloh, Sayid; Zuhriyah, Mukminatus; Sucipto, Hadi; Daristin, Pipit Ertika
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i2.2626

Abstract

Internet memberikan manfaat bagi anak-anak, tetapi juga menghadirkan berbagai risiko, terutama ketika digunakan tanpa pengawasan. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, masalah kesehatan fisik seperti gangguan penglihatan dan obesitas, serta dampak negatif pada interaksi sosial dan perkembangan mental. Anak-anak rentan terhadap bahaya online, seperti penipuan, perundungan siber, dan predator. Mereka sering kali tidak memiliki keterampilan kritis untuk memverifikasi informasi, sehingga mudah terpapar konten yang menyesatkan. Selain itu, banyak anak yang tidak menyadari pentingnya privasi dan dapat melakukan pembelian daring tanpa izin. Internet juga mempromosikan konten berbahaya dan konsumerisme yang memengaruhi pembelajaran serta pandangan anak-anak. Banyak orang tua kesulitan untuk memantau aktivitas daring anak-anak mereka, terutama karena kurangnya pengetahuan teknologi. Survei menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman ini membuat orang tua sulit untuk membimbing dan mengontrol penggunaan internet di rumah. Untuk mengatasi tantangan ini, program pengabdian masyarakat berjudul "Pendampingan Penggunaan Teknologi Informasi sebagai Peran Kontrol Orang Tua dalam Aktivitas Dunia Maya Anak-anak" telah dikembangkan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan membekali orang tua dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola kehadiran daring anak-anak mereka. Program ini menyediakan pelatihan praktis tentang cara mengawasi, membimbing, dan melindungi anak-anak dari berbagai risiko yang ada di dunia maya.
Women Language Features Used By Female Judges And Female Contestants In Australian The Next Top Model Episode Session 10: Corpus Driven Approach Daristin, Pipit Ertika; Setiawan, Slamet; Mustofa, Ali
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 5 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i5.2506

Abstract

This study was intended to describe women linguistic features used linguistic features used by female in different role, in this case is between judges and contestants in a television show, In Australian The Next Top Model, which show power and solidarity. The aims of this study are to find out what linguistic features of women used by female judges and female contestants in a competition show and to determine which role is more powerful and show more solidarity. It is shown that the female judges and the female contestants In Australian the Next Top Model Session 10 from episode 1 to 10 are on the two first features which are put on the most rank of used. Those features are lexical hedges and Intensifiers which have the highest frequency used of the female judges and the female contestants. And the other result that the elements of womens language features influence the context found In Australian the Next Top Model Session 10 are Lexical Hedges or Filler, Empty Adjectives, Intensifiers, Avoidance of Strong Swear Word, Softening Remark and Acceptable Reason, Tag Question, and Super Polite For. The use of these language features depend on the context that is influenced by power and solidarity, dominant and inequality of the status uttered by the speaker of the female judges and the contestants. And then, total Womens language features used by the female judges 162 while total Womens language features used by Female contestants 327.
Pengaruh Pembelajaran Akidah Akhlak terhadap Pencegahan Bullying di MTsN 3 Jombang Kelas VIII M Levi Iswahyudi; Sulton Agung; Pipit Ertika Daristin
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 1 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qazi.v1i2.13

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak yang merupakan bagian dari kurikulum sekolah Islam berfokus pada pengembangan karakter Islami siswa melalui penanaman nilai-nilai empati, rasa hormat, dan pengendalian diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran Akidah Akhlak terhadap pencegahan perilaku bullying di kalangan siswa kelas VIII M di MTsN 3 Jombang. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan kuesioner yang dibagikan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak berkontribusi signifikan dalam membentuk sikap positif siswa, yang tampak dari peningkatan kesadaran mereka untuk saling menghargai dan menghindari perilaku negatif seperti bullying. Selain itu, pengamalan nilai-nilai akhlak dalam aktivitas sehari-hari siswa juga berdampak positif terhadap suasana kelas, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan kondusif bagi proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran penting dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan Kegiatan Literasi Dasar di MTSN 3 Jombang Alisah Zani Rabbani; Pipit Ertika Daristin; Nurul Swandari
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i2.12

Abstract

Literasi merupakan hal yang patut di perhatikan di masa sekarang, banyak yang tertarik dengan media sosial yang mengakibatkan menurunnya literasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan literasi dasar di MTSN 3 Jombang. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling pada studi documenter dengan 3 sesi pelaksanaan yaitu menulis, bercerita dan membaca. Objek yang diambil yaitu siswa Mtsn 3 Jombang. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa kegiatan literasi ini sangat bermanfaat bagi siswa terutama di zaman yang seba media sosial. Apabila kegiatan ini dilakukan sejak sekolah dasar seperti di MTsn 3 Jombang. Konteks literasi sekolah ialah keterampilan mengakses, mengerti, dan memakai suatu hal secara cerdik lewat berbagai perlakuan seperti membaca, melihat, dan mendengarkan. Hasil kegiatan yang dilaksanakan, diharapkan siswa mulai terbiasa untuk melaksanakan literasi sesuai yang di ajarkan. Hari berlalu juga akan dilakukan perkembangan hingga tahap evaluasi guna meningkatkan studi literasi di masing-masing siswa.
PELATIHAN PADUAN SUARA DAN DIRIGEN: PROFESSIONALISME BERORGANISASI MELALUI SENI SUARA : Indonesia Fajarina, Maskhurin; Agustina, Ria Kamilah; Azizah, Ninik; Rahmawati, Novia Dwi; Muflihah, Nur; Laili, Elisa Nurul; Daristin, Pipit Ertika
ABIDUMASY Vol 6 No 2 (2025): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v6i2.10154

Abstract

Community Service plays a strategic role in enhancing human resources through arts and cultural activities that support organizational professionalism. This PKM program on choir and conducting was implemented in the Fatayat NU LKK Pare branch, aiming to improve musical and leadership skills among women cadres. The objectives were: (1) to develop a trained cadre of female choir and conductor members capable of supporting organizational and religious events; (2) to strengthen vocational skills in the field of music and culture through structured and applicable training; and (3) to establish a sustainable system of artistic-musical cadre development. The program involved 120 participants through a two-day intensive workshop and one-month online mentoring. The results demonstrated significant improvements in vocal quality, conducting skills, teamwork, and organizational professionalism. Moreover, the program fostered women empowerment and cultural preservation in local communities. This study concludes that choir and conductor training not only enhances artistic competence but also promotes leadership, teamwork, and organizational sustainability within religious-based women organizations.