Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Combination of Medium and Method of Cultivation on The Growth Performance of Porphyridium cruentum Hasanah, Hasanah; wulandari, Wulandari; afriani, Afriani; Hariski, M.; Muji Rahayu, Dyah; Arbajayanti, Rahma Dini
Sriwijaya Journal of Environment Vol 10, No 1 (2025): Environmental Impacts
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22135/sje.2025.10.1.11-16

Abstract

Porphyridium cruentum has advantages in pigments and exopolysaccharides, so it has the potential to be developed in the food, pharmaceutical, nutraceutical, and cosmetic industries. Porphyridium cruentum cultivation media uses synthetic and indoors, causing high costs. This study aims to determine the growth performance of Porphyridium cruentum in different mediums and method of cultivation. The research methods used cultivating Porphyridium cruentum for 7 days with four treatments, namely indoors Guillard media (IGM), outdoors Guillard media (OGM), indoors fertilizer media (IFM), and outdoors fertilizer media (OFM. Each treatment had three replications. Growth was identified using an optical density spectrophotometer uv-vis, gravimetrically dried weight of biomass and pH adjustment during 7 days of cultivation. The result shows the best growth performance in IFM, followed by IGM, OFM, and OGM. Fertilizer media is better for the growth of Porphyridium cruentum than Guillard media. pH growth Porphyridium cruentum during cultivation 7-7.5. Indoor cultivation is better than outdoor cultivation. The highest biomass was IFM, which had the best performance in IFM with OD 0.247, pH 7, and biomass 79.6%.
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN PADA PENANGKAPAN SIANG DAN MALAM MENGGUNAKAN BUBU KAWAT DI SUNGAI ALAI KABUPATEN TEBO Rayhan, Muhammad; Nurhayati, Nurhayati; Rahayu, Dyah Muji
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 03 (2025): Desember 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i03.48682

Abstract

Bubu kawat merupakan alat tangkap pasif yang memiliki kelebihan tidak merusak ekosistem perairan, sehingga penggunaan pada siang maupun malam diharapkan tidak merusak struktur komunitas perairan. Tujuan penelitian adalah mengetahui struktur komunitas ikan pada penangkapan siang dan malam menggunakan bubu kawat di sungai Alai Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan 5 bubu kawat masing-masing dioperasikan pada siang dan malam hari. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan rumus komposisi jenis, indeks keseragaman, indeks keanekaragaman, indeks dominasi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan bubu kawat di sungai Alai pada siang dan malam hari terdiri dari 14 spesies ikan dengan komposisi paling tinggi pada siang adalah ikan Nilem (18,56%) dan komposisi jenis paling tinggi pada malam hari adalah ikan betok (20%). struktur komunitas ikan pada penangkapan siang dan malam menggunakan bubu kawat di sungai Alai Kabupaten Tebo Provinsi Jambi tidak menunjukkan adanya perbedaan, baik dari indeks keanekaragaman siang (2,26) dan malam (2,1), indeks keseragaman siang (0,86) dan malam (0,84), serta indeks dominasi siang (0,13) dan malam (0,13).