Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Edukasi Farmakologi Terapan: Pembuatan Oralit Mandiri dan Deteksi Dini DBD dengan Uji Torniquet pada Santri di MTs Syamsudduha Aceh Utara Yuziani, Yuziani; Sofia, Rizka; Sawitri, Harvina; Maulina, Meutia; Mellaratna, Wizar Putri; Siregar, Sarah Rahmayani
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.24076

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian utama, terutama di wilayah-wilayah endemis. Salah satu upaya strategis untuk menurunkan angka keparahan kasus DBD adalah melalui deteksi dini dan penanganan awal berbasis edukasi farmakologi terapan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembuatan oralit mandiri sebagai langkah awal penanganan dehidrasi, serta penerapan uji tourniquet sebagai metode sederhana untuk deteksi dini DBD. Kegiatan dilaksanakan di MtsS Syamsudduha Aceh Utara dalam bentuk edukasi interaktif yang mencakup ceramah, demonstrasi pembuatan oralit, dan pelatihan praktik uji tourniquet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi langsung terhadap keterampilan praktik peserta. Hasil didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40,76% berdasarkan hasil perbandingan pre-test dan post-test. Selain itu, sebagian besar peserta mampu melakukan uji tourniquet secara tepat sesuai pedoman yang dikeluarkan oleh WHO. Evaluasi keterampilan juga menunjukkan bahwa 95% peserta berhasil membuat oralit mandiri dengan benar. Edukasi farmakologi terapan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap DBD dan kemampuan penanganan awal dehidrasi. Intervensi semacam ini sangat relevan untuk diterapkan di komunitas, terutama di daerah endemis. Kata Kunci: Farmakologi terapan, oralit mandiri, DBD, uji tourniquet, edukasi masyarakat
Pengaruh pemberian ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) sebagai neuroprotektor terhadap gambaran histopatologi sel otak tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar model alzheimer Balqis, Ferisha Aulia; Maulina, Meutia; Novalia, Vera
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.798

Abstract

Alzheimer’s disease is a neurodegenerative disorder that leads to cognitive decline and memory loss, eventually impairing daily activities. Turmeric (Curcuma longa L.) has neuroprotective potential due to its curcumin content, which possesses anti-inflammatory, antioxidant, and neuroprotective properties. This study aims to examine the effect of different doses of turmeric rhizome extract on the histopathological features of brain cells in Wistar rats (Rattus norvegicus) induced with Alzheimer’s disease. An experimental study with a post-test only control group design was conducted using simple random sampling. A total of 24 male Wistar rats were divided into four groups: K1 (Alzheimer-induced without treatment), K2 (administered 20 mg/kgBW memantine), P1 (Alzheimer-induced with 36 mg/kgBW turmeric extract), and P2 (Alzheimer-induced with 54 mg/kgBW turmeric extract). The results showed the highest percentage of cell necrosis in K1 (19.7%), while the lowest was in K2 (1.67%), followed by P2 (2.5%) and P1 (5%). The Kruskal-Wallis test indicated a significant difference between groups p = 0.030 (p < 0.05). The Post Hoc Mann-Whitney test revealed a significant difference between K1 and both K2 and P2. These findings suggest that turmeric rhizome extract at a dose of 54 mg/kgBW has a neuroprotective effect by reducing neuronal necrosis in Alzheimer-induced rats. However, no significant difference was observed between the memantine-treated group and the turmeric extract-treated groups. There was no significant difference between the group given memantine treatment and the group given turmeric rhizome extract (Curcuma Longa L.).
Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Pendidikan Keluarga di Desa Kuning II Kabupaten Aceh Tenggara Nursafiah, Nursafiah; Maulina, Meutia; Nurlaila, Nurlaila; Maufira, Rila; Arivatussaqdiyah, Arivatussaqdiyah; Putri, Rahayu; Silvini, Yaumil; Hartono, Makmur; Suriani, Halisah; Yassir, Muhammad; Altin, Yunita; Ladipin, Ladipin; Akram, Habibul; Sukma, Mairi; Kurniawati, Kurniawati
Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2025): Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Devi Tara Innovations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a middle economic country that has nutritional health problems with a fairly high prevalence in Asia. In Kuning II Village, Bambel District, Southeast Aceh Tenggara, stunting is still relatively common. Stunting is a condition that describes chronic malnutrition status during a child's growth and development. Stunting is important to handle because it concerns the quality of human resources. Stunting can also occur before birth and is caused by very poor nutritional intake during pregnancy, very poor parenting patterns, and low quality food.   Stunting Apart from that, society is not yet aware of stunted children as a problem, because stunted children in society are seen as children with normal activities. By looking at the problem, this program aims to provide information and knowledge to the community so they can prevent and overcome the problem of stunting. The results achieved in this activity are that participants have knowledge about: the meaning of stunting and its characteristics, the causes and impacts of stunting, and how to overcome it.
Studi Kasus Gizi Buruk pada Anak Usia 35 Bulan di Desa Keude Krueng Puskesmas Kuta Makmur Tahun 2023 Siregar, Wina Yunida M; Putri, Narisha Amelia; Septina, Viola; Zara, Noviana; Fardian, Nur; Mardiati, Mardiati; Fitriani, Julia; Maulina, Meutia; Husna, Cut Asmaul; Debbyosha, Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i3.10052

Abstract

Gizi buruk pada balita adalah keadaan darurat medis dengan risiko terganggunya pertumbuhan dan perkembangan pada anak, bahkan kematian. Anak-anak berpotensi menderita gangguan kognitif dan kesehatan jangka panjang. Di Indonesia, gizi buruk masih menjadi beban tersendiri, dengan jumlah balita dengan Z-score <2 SD masih sebesar 17.7%, menurut data Riskesdas 2018. Berbagai faktor mempengaruhi kejadian gizi buruk, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang balita berusia 29 bulan di desa Keude Krueng tahun 2023. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien selama 4 minggu dengan pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk ditegakkan berdasarkan pedoman nasional Permenkes RI no 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan edukasi, pemberian makanan F100  dan dilakukan pengamatan pertumbuhannya serta dianalisis faktor-faktor yang berperan terhadap masalah pasien. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 8,5 kg. Kesimpulan studi ini didapatkan beberapa determinan gizi buruk pada pasien usia 35 bulan diantaranya, ekonomi keluarga, pendidikan ibu, Infeksi, perilaku dan jumlah anggota keluarga.
Penyuluhan Pencegahan Stroke dan Sosialisasi Aktivitas Fisik pada Anggota Prolanis di Puskesmas Banda Sakti, Lhokseumawe Maulina, Meutia; Yuziani, Yuziani; Sawitri, Harvina; Herlina, Nina
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13674

Abstract

Stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak yang menjadi penyebab kecacatan utama dan penyebab kematian kedua di seluruh dunia. Faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi antara lain hipertensi dan diabetes melitus. Hipertensi berperan dalam proses aterosklerosis yang berakibat pembentukan plak pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya stroke. Hiperglikemia yang terjadi pada diabetes melitus juga dapat meningkatkan viskositas darah yang kemudian akan menyebabkan hipertensi dan berakibat terjadinya stroke. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman faktor risiko stroke serta soasialisi aktivitas fisik terprogram. Pemerintah memiliki program dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta yang menderita penyakit kronis yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Salah satu program yang dilaksanakan di puskesmas adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Secara umum anggota prolanis dengan riwayat penyakit kronis hipertensi dan diabetes melitus memiliki kegiatan rutin yang meliputi edukasi kesehatan dan pemantauan status kesehatan secara rutin untuk mengontrol faktor risiko stroke secara rutin. Kegiatan penyuluhan pencegahan stroke dan sosialisasi aktivitas fisik  pada anggota prolanis dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini gejala dan faktor risiko stroke agar kasus stroke dapat dicegah.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Bahaya Stroke melalui Pemeriksaan Faktor Resiko Stroke pada Brain Awareness Week Ikhsan, Maulana; Maulina, Meutia; Z, Khairunnisa; Rizaldy, Muhammad Bayu; Rizka, Adi; Husna, Cut Asmaul
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.20937

Abstract

Brain Awareness Week (BAW) adalah inisiatif internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan dukungan publik terhadap ilmu saraf dan kesehatan otak. Di Indonesia, rendahnya kesadaran masyarakat tentang pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kondisi neurologis menjadi tantangan utama, terutama dengan bertambahnya populasi lansia. Melalui BAW 2024 di Lhokseumawe, kami bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan otak serta mendorong pencegahan dan intervensi dini terhadap kondisi seperti stroke dan degenerasi otak. Acara ini juga diharapkan menjadi platform untuk memperkuat kolaborasi antara peneliti, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan,sekaligus meningkatkan dukungan pemerintah terhadap pendanaan penelitian ilmu saraf. Dengan menampilkan manfaat ilmu saraf bagi kesehatan masyarakat dan ekonomi, BAW berupaya mendapatkan perhatian lebih besar dari berbagai pihak, termasuk lembaga internasional. Melalui edukasi dan kolaborasi, acara ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam memajukan kesadaran dan inovasi kesehatan otak di Indonesia.
Exploration of Moringa Oleifera and Curcuma Longa Compounds as Multi-Target Agents for Alzheimer’s Disease Through Bioinformatics Analysis Shakira; Maulina, Meutia
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v7i1.21326

Abstract

Background: Alzheimer’s disease is a multifactorial neurodegenerative disorder. Current synthetic inhibitors often fail to address its complexity. Natural multitarget agents like Moringa oleifera and Curcuma longa may offer safer alternatives. Objective: This study aims to systematically evaluate the bioactive compounds of Moringa oleifera and Curcuma longa as potential multi-target agents against AD using molecular docking, ADME profiling, and toxicity prediction. Methods: This in silico study targeted five Alzheimer-related proteins (BACE1, GSK-3β, AChE, Tau, PKR) retrieved from the PDB and prepared using AutoDock Tools. LC-MS compounds were modeled with Biovia Discovery Studio and docked via PyRx. Toxicity was evaluated using ProTox-3.0. Results: The top 10 compounds showed binding affinities from –7.3 to –10.2 kcal/mol and were “inactive” for hepatotoxicity, neurotoxicity, and cytotoxicity. Turmeric compounds were also non-mutagenic and non-carcinogenic. Conclusion: Moringa oleifera and Curcuma longa demonstrate promising multitarget activity with a favorable safety profile. Bioinformatics enables efficient early screening. Keyword: Alzheimer’s disease, Curcuma longa, Moringa oleifera, multitarget, molecular docking. Latar Belakang: Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif multifaktorial. Inhibitor sintetik saat ini dinilai belum mampu mengatasi kompleksitasnya. Senyawa multitarget alami seperti Moringa oleifera dan Curcuma longa berpotensi lebih aman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis senyawa bioaktif Moringa oleifera dan Curcuma longa sebagai agen multi-target potensial terhadap AD menggunakan docking molekuler, profil ADME, dan prediksi toksisitas. Metode: Studi in silico ini menargetkan lima protein Alzheimer (BACE1, GSK-3β, AChE, Tau, PKR) dari PDB yang diproses di AutoDock Tools. Senyawa LC-MS dimodelkan di Biovia Studio dan didocking menggunakan PyRx. Toksisitas dievaluasi via ProTox-3.0. Hasil: Sepuluh senyawa teratas menunjukkan afinitas –7,3 s.d. –10,2 kcal/mol dan “inactive” terhadap hepatotoksisitas, neurotoksisitas, serta sitotoksisitas. Senyawa kunyit juga tidak mutagenik dan tidak karsinogenik. Kesimpulan: Moringa oleifera dan Curcuma longa berpotensi sebagai terapi multitarget Alzheimer yang aman. Bioinformatika mendukung skrining awal yang efisien Kata Kunci: Curcuma longa, Moringa oleifera, multitarget, molecular docking, Penyakit Alzheimer