Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

VISUALISASI KEDATANGAN SERIBU MALAIKAT DI PERANG BADAR DALAM BENTUK SENI INSTALASI Tistian, Erda Zen; Endriawan, Didit; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perang suatu dasaran alamiah dalam menyelesaikan suatu masalah dan mmerupakan hal yang penting dilakukan. Apabila salah satu negara gagal dalam diplomasi makauntuk menyelesaikan kontiik perang menjadi jalan penting untuk ditempuh. Perang yang pernah terjadi yaitu perang modern yang menggunakan senjata mesin sedangkan perang tradisional hanya menggunakan pedang, tombak dan mlainnya. Salah satu perang tradisonal yang pernah terjadi yaitu Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriyah atau 17 Maret 624 Kalender Masehi. Perang ini terjadi di suatu lembah yang berada di antara Kota Mekkah dan Kota Madinah yaitu Lembah Badar. Di dalam perang ini juga terjadinya mukjizat turunnya seribu malaikat yang hadir membantu perang kaum muslim. Bertujuan untuk memberitahukan bahwa ini merupakan salah satu mukjizat dari Baginda Rasulullah SAW yang sangat mendebarkan dan juga untuk memvisualisasikan atau menggambarkan bagaimana takjubnya saat malaikat turun dari langit untuk membantu jalannya perang. Dalam tugas akhir ini akan menggunakan tehnik seni instalasi yaitu adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Dengan tambahan teori estetika seni yaitu yang bisa artikan sebagai cabang tilsafat yang memperhatikan atau berhubungan dengan gejala yang indah pada alam dan seni. Kesimpulan dari tugas akhirini penulis mengetahui bahwa perang badar merupakan perang pertama yang dilalui oleh Baginda Rasulullah SAW, dikarenakan faktor pertama perang terjadinya perbedaan jumlah antara pasukan muslim dan quraisy, turunnya para malaikat saat perang badar merupakan salah satu mukjizat dari Baginda Rasulullah SAW, seni juga tidak hanya sebagai pajangan tetapi juga bisa sebagai media untuk menyebarkan cerita-cerita atau menyebarkan ajaran untuk memvisualisasikan suatu kejadian. Kata Kunci: malaikat, perang, Perang Badar, instalasi, estetika, mukjizat, Rasulullah SAW
ANALISIS SINEMATOGRAFI INKLUSIF: STUDI KASUS FILM "SEJAUH KUMELANGKAH" UNTUK MEMBENTUK PERSEPSI MASYARAKAT SUKABUMI TERHADAP DISABILITAS Permana, Agus; Belasunda, Riksa; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Disabilitas merupakan salah satu isu sosial yang masih menghadirkantantangan besar bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia. Film, sebagai mediakomunikasi yang efektif, memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat terhadap isu disabilitas, terutama melalui penerapan konsepsinematografi inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemensinematik dalam film <Sejauh Kumelangkah= yang digunakan untuk mengkonstruksinarasi inklusi disabilitas, mengidentifikasi persepsi masyarakat Sukabumi terhadaprepresentasi inklusi disabilitas yang dibangun melalui film tersebut, sertamengeksplorasi penerapan konsep sinematografi inklusif dalam proses produksifilm tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain yang mencakup tigaaspek utama dalam pengumpulan data, yaitu: (1) aspek imaji yang diperolehmelalui observasi visual; (2) aspek pembuat yang dikaji melalui wawancara denganpembuat film; dan (3) aspek pemirsa yang diteliti melalui kuesioner dan diskusikelompok terfokus (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini telahberhasil membentuk persepsi positif terhadap inklusi disabilitas melaluipenggunaan teknik narasi visual yang inklusif, serta penerapan fitur aksesibilitasseperti audio description dan closed caption. Konsep sinematografi inklusifdirumuskan melalui relasi antara elemen person, research, filmmaker, production,dan audience dengan memperhatikan aspek humanity, impact, dan accessibility.Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana sinematografi inklusifdapat dilakukan untuk membentuk persepsi dan meningkatkan kesadaran terhadapisu inklusi disabilitas, serta membuka ruang bagi langkah-langkah lebih lanjut untukmewujudkan inklusi dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: sinematografi inklusif, film Sejauh Kumelangkah, inklusi disabilitas,persepsi masyarakat
LAPORAN TUGAS AKHIR VISUALISASI HUBUNGAN ASMARA LINTAS AGAMA DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTAL Setiawan, Dennis Deanova; Zen, Adrian Permana; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masing-masing individu sudah pasti memiliki rasa cinta kepada individu lainnya, terkhusus asmara yang saling diberikan satu sama lain antara pria dan wanita sesuai dengan yang sudah diatur oleh agama. Dalam pengkaryaan ini, Penulis ingin mewujudkan sebuah karya dimana hubungan asmara memiliki sebuah tantangan, yaitu perbedaan agama yang dianut. Dalam pengkaryaan berjudul <Tuhan Ku Sembah, Cinta Ku Puja=, fenomena tersebut Penulis sajikan dalam bentuk film eksperimental. Film eksperimental adalah hasil dari eksplorasi sinematik dan mengubah film berbentuk naratif menjadi nonnaratif. Film eksperimental tetap memiliki ide, emosi, dan gagasan, namun sedikit berbeda dari film pada umumnya. Film eksperimental terkesan lebih abstrak sehingga sulit untuk dipahami. Penulis membagi menjadi 3 tahap pengkaryaan yaitu tahap pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam tahap pra-produksi, penulis menyiapkan alat- alat produksi berupa kamera, lighting, tripod, laptop, dan sofware editing. Pada tahap produksi, Penulis akan menerapkan abstract dan associational Form. Dalam tahap pasca produksi, Penulis akan menggunakan efek yang beragam dan banyak teknik editing masking pada objek tertentu. Tujuan dari pengkaryaan ini adalah sebagai visualisasi respon negatif masyarakat terhadap fenomena ini, visualisasi emosi dan perasaan yang dialami oleh pelaku fenomena ini, dan menyampaikan pesan bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta dua orang yang saling menyayangi. Kata Kunci: Hubungan Asmara Beda Agama, Film Eksperimental, Tahapan Pengkaryaan, Tujuan Pengkaryaan.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN FILM EKSPERIMENTAL HANASTA SANG NAFSI Nugraha, Farhan; Endriawan, Didit; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kesempatan ini penulis mengangkat Isu mothering relationship, yang seringkali terjadi dalam masyarakat namun sebagain diantaranya terkadang tidak menyadari perilaku ini dalam hubungannya. Melihat dampak yang ditimbulkan isu ini terhadap keberlangsungan hidup dari korban perilaku mothering ini, serta berdasarkan pengalaman pribadi penulis akan isu ini, menggerakan penulis untuk mengangkat isu ini menjadi sebuah karya seni film eksperimental yang berfokus kepada reaksi serta efek negatif rincinya lagi yaitu reaksi sosial soft reaction yang ditimbulkan isu ini tercipta suatu tujuan agar masyarakat dapat mengetahui apa yang dirasakan oleh seseorang ketika mengalami isu ini dalam hubungan atau dirinya. Tidak hanya sekedar menganangkat isu ini,pada kesempatan ini penulis mencoba mengeksplorasi film eksperimental untuk mengintergrasikan elemen seni pertunjukan didalam filmnya. Film ini menggunakan pendekatan sinematografi non-konvensional serta narasi non-linear guna menyampaikan dinamika emosional yang kompleks. Dengan menggunakan simbolisme, manipulasi waktu serta pencahayaan yang ekspresif film ini dapat menciptakan pengalaman mendalam yang memaksa penonto untuk merenungkan kejadian ini. Kata Kunci : Film Eksperimental, Mothering Relationship, Visual Treatment
RECALL MEMORY REPRESENTASI RASA KEHILANGAN PERPISAHAN ORANG TUA DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA Nugrahadi, Muhammad Agam; Yuningsih, Cucu Retno; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang pasti memiliki sebuah kenangan, entah itu kenangan baik atau pun buruk. Tapi bagaimana jadinya ketika seseorang memiliki kenangan buruk yang terus teringat. Terutama jika kenangan buruk itu berasal dari lingkungan yang lebih dekat yaitu keluarga, seperti perpisahan orang tua. Tentu kenangan buruk yang dimiliki akan terus dirasakan semakin dalam dan menjadi sebuah keresahan. Ini lah hal yang menjadi gagasan dari karya lukis tugas akhir <Recall Memory Representasi Rasa Kehilangan Perpisahan Orang Tua Dalam Karya Lukis Mix Media=. Karya ini menjadi salah satu metode mengingat kembali (recall memory) terhadap rasa kehilangan untuk pelampiasan dan pemrosesan emosi ke dalam dua buah kanvas. Dengan adanya karya ini menjadikan media atau wadah sebagai curhat dan lebih menggali lebih dalam mengenai rasa kehilangan yang terjadi terhadap perpisahan orang tua, dengan menuangkan emosi dan pengalaman pribadi ke dalam medium visual dapat memproses duka cita yang terpendam. Karya ini bukan hanya sekadar representasi visual dari pengalaman pribadi, tetapi juga sebuah undangan bagi pembaca untuk merenung dan mungkin menemukan refleksi diri dalam proses pengalaman manusiawi yang kompleks. Kata kunci: recall memory, kenangan, rasa kehilangan, lukis mix media, surealis.
REPRESENTASI FEMINISME PADA KARAKTER PEREMPUAN DALAM FILM THE BIG 4 Nusantari, Alya; Ersyad, Firdaus Azwar; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi feminisme dalam film The Big 4 melalui pendekatan semiotika John Fiske. The Big 4 adalah film aksi komedi yang mengisahkan empat saudara mantan pembunuh bayaran yang kembali beraksi bersama Dina untuk mengungkap pembunuh ayah mereka. Beberapa adegan dalam film ini menampilkan representasi feminisme, dan tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana feminisme diwujudkan dalam narasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data dianalisis berdasarkan teori semiotika John Fiske, serta disertai tangkapan gambar untuk memperkuat analisis yang dilakukan. Kata Kunci: film The Big 4, feminisme, semiotika John Fiske
VISUALISASI DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KELOMPOK SENSITIF DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTASL "INVISIBLE THREAT" Taqiyuddin, Sayyaf; Ersyad, Firdaus Azwar; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi udara menjadi permasalahan global yang semakin ramai dibicarakan. Kualitas udara bersih yang biasanya kita hirup dengan bebas kini mulai tercemar, terutama akibat aktivitas manusia, seperti merokok, pembakaran sampah, penggunaan kendaraan bermotor, serta aktivitas industri yang masih mengandalkan bahan bakar fosil. Jika masalah ini terus diabaikan, manusia akan menghadapi ancaman serius yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit pernapasan. Terlebih lagi, Ibu kota Jakarta saat ini termasuk dalam 10 besar kota penyumbang polusi udara di dunia. Sebagai tanggapan terhadap isu ini, penulis menciptakan karya audio-visual dalam bentuk film eksperimental yang bertujuan untuk menggambarkan bahaya polusi udara terhadap kelompok sensitif. Melalui karya ini, penulis berharap dapat mengedukasi masyarakat tentang risiko polusi udara dan mendorong kerja sama antara dan pemerintah masyarakat dalam upaya mengurangi polusi tanpa saling menyalahkan. Kata Kunci : polusi udara, kelompok sensitif, film eksperimental
VISUALISASI PHUBBING DALAM FILM EKSPERIMENTAL BERJUDUL : DISCONNECTED Ashila, Muhammad Azka; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film eksperimental ini awalnya terbentuk dari keresahan penulis terkait fenomena sosial satu dekade terakhir ini yang cukup ramai terjadi namun sedikit orang yang menyadarinya. <Disconnected= mengeksplorasi tema kecanduan teknologi atau bisa disebut sebagai dampak negatif dari phubbing yang mempengaruhi hubungan antar individu, film eksperimental ini mencoba memvisualisasikan dampak negatif dari phubbing tersebut melalui serangkaian visual simbolis dan narasi non-linear. Dalam film ini dikisahkan seorang protagonis yang sudah sedari awal kecanduan terhadap gawai, saking kecanduannya sampai-sampai dia melampiaskannya kepada teman-temannya dengan perilaku phubbing. Seiring alur cerita berjalan, emosi dalam diri protagonis akan terus berjuang melawan konflik batinnya yang sering kali memaksa dirinya untuk terlena terhadap dunia digital. Kata kunci: film eksperimental, kecanduan, emosi, simbolisme.
ILM PENDEK “BEYOND THE CODE” Rinaldy, Adry Nathan; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film pendek Beyond the Code menggambarkan keterbatasan kecerdasan buatan (AI) dalammenggantikan aspek emosional manusia yang kompleks. Dalam era dimana AI telah menjadi bagiandari kehidupan sehari-hari. Mulai dari asisten virtual hingga sistem interaksi sosial berbasis algoritma.Muncul pertanyaan mendasar mengenai apakah teknologi ini dapat benar-benar menggantikan peranmanusia dalam konteks hubungan emosional. Film ini mengisahkan seorang pria yang kehilangankekasihnya dan mencoba mengatasi rasa duka dengan menghadirkan kembali sosok tersebut dalambentuk robot AI yang dirancang menyerupai perilaku dan suara kekasihnya. Meski pada awalnyakehadiran AI tersebut memberikan kenyamanan semu, perlahan sang tokoh menyadari bahwainteraksi yang tercipta hanyalah tiruan, tanpa makna emosional yang sejati. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis bagaimana Beyond the Code merepresentasikan perbedaan antara kecanggihanAI dan kedalaman perasaan manusia. Fokus utama terletak pada penggunaan narasi, simbolismevisual, dan karakterisasi yang menggambarkan bahwa emosi, empati, dan koneksi batin adalah halyang tidak dapat diprogramkan. Film sebagai medium visual dipilih karena kemampuannyamenyampaikan pesan kompleks secara imajinatif dan menyentuh aspek afektif penonton. Pendekatankualitatif digunakan untuk menelaah bagaimana sinematografi dan alur cerita memperkuat pesantentang pentingnya peran unik manusia dalam dunia yang semakin terdigitalisasi. Dengan demikian,penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami batas-batas teknologi serta pentingnyamenjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam membangun masa depan yang tetap berpusat pada manusia.Kata Kunci: : Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence, AI, Manusia, Rasa, Emosional, Menggantikan,Film
KOLABORASI EKSPERIMENTAL FOTOGRAFI DAN PROMPTOGRAPHY MENGENAI MAKNA RUMAH PADA REMAJA LAKI-LAKI Safaat, Rahmat Ayi; Ersyad, Firdaus Azwar; Ramadhan, Axel Ridzky
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan ini mengeksplorasi makna rumah bagi remaja laki-laki melalui pendekatan kolaborasifotografi eksperimental dan promptography. Promptography merupakan sebuah inovasi terbaru dalammembantu seniman dalam eksplorasi ide untuk membantu menciptakan elemen visual warna dalam estetika.Elemen visual warna tersebut bisa diciptakan dengan membuat prompt atau perintah yang dikembangkandengan skenario dan elemen warna hasil promptography tersebut di edit ulang menggunakan software editinguntuk diselaraskan dan digabungkan menjadi karya hybrid dengan fotografi eksperimental. Melalui fotografieksperimental kebebasan dalam berkarya dapat membantu representasi makna rumah pada remaja laki-laki,sementara promptography dapat merepresentasikan warna sesuai yang merepresentasikan berbagai keadaanemosional laki-laki. Fenomena yang diambil untuk eksplorasi kedua media tersebut merupakan representasimakna rumah pada remaja laki-laki, rumah tersebut memiliki berbagai macam representasi dan makna yangberagam diiringi dengan berbagai kondisi lingkungan, emosional, dan era digital. Namun, di tengah dinamikasosial dan digital, banyak remaja laki-laki mengalami kebingungan dalam memaknai serta merepresentasikanrumah sebagai tempat aman dan nyaman karena faktor maskulinitas yang membatasi cara berekspresi remajalaki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan representasi remaja laki-laki dalammemberikan makna rumah untuk menciptakan karya visual berbasis fotografi eksperimental danpromptography. Kolaborasi kedua pendekatan ini mampu merefleksikan emosi, identitas, dan pengalamanremaja laki-laki terhadap makna rumah.