Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGOLAHAN KUE KASTENGEL IKAN TUNA DI DESA SAMPULUNGAN Rapi, Nuraeni L; Cahyono, Indra; Kantun, Wayan; Harianti, Harianti; Karim, Mutemainna; Muchtar, Muthahharah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i1.249

Abstract

The variety of processed fish products is very important to increase the selling value and standard of consumer tastes so as not to cause a feeling of saturation with pre-existing products. One of processed fish products is kastengel cake. The aim is to provide the knowledge and skills of fishermen's wives in processing fishery products into kastengel cakes. The method used in service activities is counseling and direct practice. Counseling on the production of tuna nuggets was held on Thursday, 20 November 2022 in Sampulangan Village, Takalar Regency. The results of the activity are processed tuna fish products, namely kastengel cakes with high taste and nutritional value.
Penanganan dan Nilai Nutrisi Ikan Kembung Perempuan (Rastrelliger brachysoma) di Atas Kapal Menggunakan Fermentasi Air Kelapa Angreni, Husni; Hasnawati; Saokani Sofyan, Jawiana; Karim, Mutemainna
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman fermentasi air kelapa dan kandungan nutrisi pada ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma) di atas kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020 di TPI Sumpang Binangae, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan yaitu ikan kembung perempuan dengan menggunakan perlakuan es tanpa perendaman, perendaman air kelapa segar dan air kelapa fermentasi 50%, masing-masing perlakuan diuji sebanyak 3 kali pengulangan. Lama perendaman 8 jam dan analisis data menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein kembung perempuan tertinggi pada perlakuan air kelapa fermentasi 50% sebanyak 19.51 % sedangkan kadar terendah yaitu 18.49 % pada perlakuan tanpa perendaman. Kadar lemak tertinggi sebanyak 1.36 % perlakuan tanpa perendaman dan terendah pada perlakuan air kelapa fermentasi 50% sebanyak 0.92 %. Nilai rata-rata ALT tertinggi pada perlakuan tanpa perendaman yakni yaitu 3.0 (3.0×104). Nilai rata-rata organoleptik tertinggi pada perlakuan air kelapa fermentasi 50% mata 7,16, insang 6,84, daging 7,2, bau 7,32 dan tekstur 7,44 sedangkan rata-rata organoleptik lendir tertinggi perlakuan tanpa perendaman 7,2. Kesimpulan penelitian ini bahwa berdasarkan lama perendaman, kadar protein dan lemak serta nilai organoleptik air kelapa fermentasi efektif digunakan untuk mengawetkan ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma).
Kajian Empirik Pilihan Rasional dan Jaringan Nelayan Tani Di Kawasan Danau Tempe Karim, Mutemainna; Ahmad, Ahfandi; Raisa, Daeva Mubarika; Astaman, Putra; Suryanto
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 3 No. 02 (2023): VOLUME 03, NOMOR 02, DESEMBER 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v3i02.708

Abstract

This study aims to assess the rationality and social networks formed among fishermen farmers who live and run farms in tidal areas in the Tempe Lake area. The study was conducted in Tempe Lake area, covering Salo Menraleng and Laelo villages, Tempe sub-district, Wajo district from April to May 2016. The assessment method used was the Rapid Rural Appraisal method. Interviews were conducted repeatedly with 2-3 people from the community who work as farmers-fishermen, heads of farmer groups, community leaders and local agricultural extension workers. The interview was considered complete when it had reached a saturation point, i.e. there were no more things to ask. The process of forming rational choices of fishermen farmers who live and run farms in tidal areas in the Tempe Lake area is the existence of actors in this case are fishermen farmers and resources (land) where the relationship between the two is power and interests. The power here means that the landowner fishermen farmers have the right to work on anything in the natural conditions that occur in the Tempe Lake area to fulfill their interests or goals. The goal is to fulfill food needs and a source of family income. This is the reason and background they make decisions or actions in the form of farming methods, cropping patterns, selection of rice varieties and switching from secondary crops to rice. The social network formed among fishermen farmers is a sense of knowing each other, informing each other, reminding and helping in carrying out or overcoming something. Social networks will not materialize without being based on norms and mutual trust. The network of farmer group formation can be used as a means to learn to increase the productivity of their rice farming land. 
Peningkatan Keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Takalar Melalui  Pelatihan Pengolahan Bandeng Tanpa Duri Harianti Harianti; Husni Angreni; Zul Khairiyah; Jawiana Saokani Sofyan; Mutemainna Karim; Mesalina Tri Hidayani
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 1, Nomor 1, April 2024
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/kv18n445

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan dan pengemasan pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Takalar dalam pengolahan Bandeng Tanpa Duri (BATARI), (2) meningkatkan nilai konsumsi ikan bandeng karena produk ini dibuat khusus untuk menghilangkan duri yang banyak terdapat pada daging ikan bandeng, (3) menciptakan peluang bisnis dan pendapatan baru bagi WBP Lapas Takalar  melalui keterampilan yang didapat dalam pelatihan tersebut. Pencapaian tujuan pelatihan tersebut dilakukan melalui pelatihan dengan metode ceramah, demontrasi, tanya jawab dan evaluasi kegiatan. Setelah kegiatan pelatihan dilaksanakan monitoring atau evaluasi oleh tim PKM untuk melihat dan menilai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan pengolahan Bandeng Tanpa Duri. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pelatihan pada program Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut berjalan lancar dan sukses. Program pelatihan ini mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat produk Bandeng Tanpa Duri dan dapat memberikan peluang bisnis dan pendapatan baru bagi WBP lapas Takalar. Adapun saran yang dapat diajukan dari hasil program Pengabdian Kepada Masyarakat, bagi mitra Lapas Takalar untuk melanjutkan kegiatan ini yakni pengolahan berbagai produk olahan lainnya berbahan baku Bandeng Tanpa Duri.  
Teknologi Pengolahan Bandeng Tanpa Duri untuk Meningkatkan Keterampilan Ibu-Ibu Majelis Taklim Al Fattah Sudiang Harianti, Harianti; Jumrawati, Jumrawati; Angraeni, Husni; Karim, Mutemainna; Kustam, Sri Rukmini; Jamal, Besse Firma
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 1, April 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/6jprc808

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu ikan yang menjadi komoditas unggulan yang memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Pemanfaatan ikan bandeng sebagai bahan baku  baku produk olahan antara lain nugget, bakso, pempek, siomay, otak-otak ikan telah banyak dilakukan.  Ikan bandeng memiliki kelemahan bila dikonsumsi langsung dengan adanya tulang dan duri yang cukup banyak di dalam tubuhnya sehingga sebagian masyarakat tidak mengonsumsinya.  Upaya meningkatkan konsumsi bandeng dengan membuang semua duri yang ada melalui pelatihan penerapan teknologi pengolahan bandeng tanpa duri. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegitan penyuluhan dan pelatihan ini berdampak positif dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan Ibu-ibu pengurus dan anggota Majelis Taklim Al-Fattah Sudiang Makassar terkait manfaat dan nutrisi ikan bandeng, teknologi diversifikasi pengolahan bandeng tanpa duri, dan teknik pengolahan bandeng tanpa duri. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini telah mendukung program pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dan berharap agar selanjutnya diadakan lagi kegiatan pelatihan diversifikasi pengolahan berbahan baku ikan bandeng tanpa duri   
Workshop Peningkatan Keterampilan Pengolahan Dimsum Ikan Pada Kelompok PKK Desa Sicini Kabupaten Gowa Harianti, Harianti; Basir, Buana; Karim, Mutemainna; Rizal, Muh.
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.80171

Abstract

Abstrak. Desa Sicini terletak di pegunungan Kabupaten Gowa yang masih mengandalkan tadah hujan dalam pertanian. Lahan persawahan dikelola dan berproduksi sekali dalam setahun sehingga pemenuhan kebutuhan hidup dan kesejahteraan, masyarakat Desa Sicini memerlukan perhatian dan pemberdayaan. Kegiatan workshop yang dilakukan ditujukan pada diversifikasi produk olahan ikan yaitu pengolahan dimsum ikan sebagai suatu usaha dalam pemenuhan gizi dan peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Sicini. Metode Pembelajaran dan Aksi Partisipatif digunakan selama kegiatan workshop pengolahan dimsum ikan. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 warga Desa Sicini. Evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar angket. Berdasarkan hasil angket, diketahui bahwa kegiatan yang telah dilakukan membantu meningkatkan pengetahuan (100%) dan minat (50%) khususnya dalam pengolahan dimsum ikan. Kegiatan workshop membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat kelompok PKK dalam pengolahan dimsum ikan. Kata Kunci: Workshop, dimsum ikan, kelompok PKK, Desa Sicini
Pemberdayaan Kelompok Dasawisma Dalam Peningkatan Ekonomi Melalui Diversifikasi Produk Olahan Ikan di RT 004 Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Sofyan, ⁠Jawiana Saokani; Khairiyah, ⁠Zul; Alifia, Frida; Karim, Mutemainna; Harianti, Harianti; Angreni, Husni; Awaluddin, Awaluddin
INNOVA-S: Journal of Innovation and Sustainable Services Volume 1, Issue 2, 2025
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS DAN MARITIM BALIK DIWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/innova-s.v1i2.80

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kondisi kelompok Dasawisma RT 004 RW 005 Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar yang sebagian besar anggotanya adalah ibu rumah tangga dengan potensi besar namun belum optimal dalam memanfaatkan peluang ekonomi di lingkungannya. Melalui kegiatan ini, tujuan yang hendak dicapai adalah meningkatkan pengetahuan, minat, dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah ikan lele menjadi produk diversifikasi bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan melalui ceramah, diskusi, dan penyuluhan, serta praktek penerapan teknologi pengolahan ikan lele menjadi nugget dan abon. Kegiatan pendampingan dan evaluasi juga dilakukan untuk memastikan keberlanjutan hasil. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa para peserta sangat antusias dan aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka mampu memahami materi, mempraktekkan teknik pengolahan dengan baik, serta menunjukkan minat untuk mengembangkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha kecil maupun untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil memberdayakan kelompok Dasawisma dalam meningkatkan keterampilan sekaligus mendukung upaya peningkatan ekonomi keluarga melalui diversifikasi olahan ikan lele.
THE EFFECT OF THE PROCESSING PROCESS (BLANCHING) ON THE MICROBIOLOGICAL AND ORGANOLEPTIC QUALITY OF DRIED ANCHOVIES (Stolephorus sp.) Rahmawati Idrus; Mutemainna Karim
Journal of Fisheries and Marine Resource Management Volume 1, Issue 1, 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/marfig.v1i1.106

Abstract

anchovies (Stolephorus sp.) Blanching is a heat process that uses hot water or steam, and this heating generally takes place at a temperature of 85°C. This study aims to determine the effect of blanching on the processing process of dried anchovies on the content of microbiological values (total plate number), moisture content, and organoleptics of dried anchovies (Stolephorus sp) in Barru district. This research will be carried out in April 2025. This test was carried out at the Microbiology and Biochemistry Laboratory of the Pangkajene and Islands State Agricultural Polytechnic and organoleptic testing was carried out at the Barru Regency Fisheries Office. This research method uses a descriptive method with test parameters Total plate number (ALT), moisture content, organoleptic (appearance, smell, taste, texture, mold) The test was carried out with two treatments, namely dried anchovies that were blanching (A) and dried anchovies without blanching (B) and 3 repetitions with the product storage period in week 1, week 2, and week 3. The results showed that the blanching method in the dried anchovy processing process had a real effect on the microbiological and organoleptic quality, where the ALT test showed that the number of microbes in the blanching fish samples was lower than the samples without blanching. The number of microbes in sample A was within safe limits for 3 storage times while in sample B it had passed the threshold in the third week of storage, which was 140,000 colonies/gram. The growth in the number of microbes in each storage period was very drastic compared to sample A. The results of organoleptic tests showed that dried anchovies that went through the blanching method had a better value than anchovies without blanching, namely the average value of sample A 8.35 looked clean, while sample B 6.3 appeared intact but not clean. The average odor in sample A was 8.1 without additional odor while sample B 6.3 had little additional odor. In the specification of the taste of sample value A 6.9 while sample B 5.5 has a slight taste of tamabahn and in the texture test the value of sample A 8.35 is compact while sample B 6.0 looks solid and dry
ANALYSIS OF AMINO ACID PROFILE OF ANCHOR SAUCE (Stolephorus sp.) WITH THE ADDITION OF PAPAIN ENZYME Ariansyah Ariansyah; Mutemainna Karim; Tri Widayati Putri; Zul Khairiyah
Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB) Volume 4, Issue 1, 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/jrdb.v4i1.133

Abstract

Kecap ikan teri merupakan produk fermentasi yang kaya protein sehingga berpotensi menghasilkan kandungan asam amino yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain terhadap total asam amino serta mutu organoleptik kecap ikan teri dan membandingkannya dengan kecap tanpa enzim. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu A (0g enzim papain) sebagai kontrol dan B (10g enzim papain). Analisis komposisi asam amino dilakukan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), sedangkan evaluasi organoleptik dilakukan melalui uji hedonik. Data diolah dengan uji non-parametrik menggunakan Mann-Whitney U. Hasil analisis menunjukkan bahwa total asam amino sampel A adalah 19.49% w/w, sedangkan sampel B adalah 11.54% w/w, yang menunjukkan rendahnya kadar asam amino akibat penambahan enzim papain. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan enzim papain menurunkan nilai rasa pada sampel B 2.6 (cukup suka) dan nilai warna pada sampel B 3.1 (cukup suka), sedangkan sampel tanpa penambahan enzim papain meningkatkan nilai rasa pada sampel A 2.7 (cukup suka) dan nilai warna pada sampel A 3.3 (cukup suka), sedangkan sampel tanpa penambahan enzim papain menunjukkan penurunan nilai bau pada sampel A 2.5 (kurang suka) dan nilai tekstur pada sampel A 2.8 (cukup suka), sedangkan pada sampel dengan penambahan enzim papain menunjukkan peningkatan nilai bau pada sampel B 2.6 (cukup suka) dan nilai tekstur pada sampel B 3.0 (cukup suka). Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa penambahan enzim papain berpengaruh negatif terhadap asam amino dan nilai organoleptic rasa dan warna kecap ikan teri.
FEASIBILITY ANALYSIS OF FISH FLOUR BUSINESS IN KEMBANG DAHLIA SMEs, BUKI DISTRICT, SELAYAR ISLANDS REGENCY Rahmi Sari; Mutemainna Karim; Awaluddin Awaluddin; Muh. Ayusal Salam
Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB) Volume 4, Issue 1, 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/jrdb.v4i1.138

Abstract

The fish processing industry plays an important role in increasing the added value of fisheries products and strengthening the economic resilience of coastal communities. This study aimed to evaluate the financial feasibility of the fish floss business operated by Kembang Dahlia SME in Buki District, Selayar Islands Regency. The research was conducted from May to July 2025 using a case study approach. Primary data were collected through observations, interviews, documentation, and structured questionnaires, while secondary data were obtained from institutional reports and relevant literature. Financial feasibility was analyzed using investment cost analysis, production cost analysis, Break-Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), and Internal Rate of Return (IRR). The results showed that the enterprise required an initial investment of IDR 25,170,000 and maintained annual production costs ranging from IDR 43.13 million to IDR 47.60 million during 2022–2024. Annual revenues ranged from IDR 109.50 million to IDR 136.05 million, generating net profits between IDR 66.37 million and IDR 88.45 million. The business consistently produced above the break-even production level, while the selling price remained substantially higher than the break-even price. Financial feasibility indicators demonstrated positive results, including an NPV of IDR 53,648,180, a BCR of 1.35, and an IRR of 123%, all exceeding the accepted investment criteria. These findings indicate that the fish floss business operated by Kembang Dahlia SME is financially feasible, profitable, and sustainable. Strengthening production capacity, improving product diversification, and expanding market access are recommended to enhance long-term business competitiveness and profitability