Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Dharma Bakti

Teknologi Tepat Guna Untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi serta Kesehatan Lingkungan Di UKM Jamur Raya Purwanto, Yuli; Sukmawati, Paramita Dwi; Kumalasanti, Rosalia Arum
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 5 No 1-April 2022
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v5i1.3903

Abstract

In the village of Gesikan, Subdistrict of gantiwarno, Regency of Klaten, there is a home industry in the form of mushroom cultivation. Mushroom SME in Gesikan Village was established 9 years ago and is still capable of meeting the needs of the food industry. Jamur Raya SME has several types of mushrooms that are cultivated such as oyster mushrooms, straw mushrooms, ear mushrooms, Lingzhi mushrooms and so on. Jamur Raya SMEs carry out production starting from nurseries to ready for planting. The results of these mushroom seeds are usually sold to farmers up to 1000 mushroom seeds every month. A portion of the seedling will be planted on its own and then sold according to customer needs. Mushroom Raya SMEs have a fairly high potential in production in the food industry, but there are also obstacles that are felt by these SME producers.Some of these obstacles are the lack of ability of Mushroom Raya SME to meet consumer needs caused by the limitations of production tools that are still simple/manual. The filling of planting media in the form of baglog and mixing of planting media is still done manually, so it takes a lot of time and energy to process it. In addition, there are environmental constraints, namely in the form of former planting media waste that accumulates, resulting in an unhealthy environment. Another perceived obstacle is from the marketing side which is still conventional or offline. Of course, this also needs to be supported by qualified human resources. Appropriate technology in the form of baglog filling equipment, planting media mixer & straw chopper is expected to be a solution to accelerate mushroom production in meeting consumer needs. Baglog waste treatment in improving environmental quality is also expected to provide solutions to maintain environmental health & cleanliness by using brisket maker and composter. Mushroom Raya SMEs are also expected to survive in the dynamics of the global market so that online marketing is an option to maintain this food industry. Marketing using website media is expected to be able to provide wider information in all circles of society.
Diversifikasi Jali Sebagai Bahan Pangan Lokal Berbasis Cleaner Production Dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Di Padukuhan Borosuci Kalurahan Banjarasri Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo Dwi Sukmawati, Paramita; Wahyuningtyas, Dewi; Purwanto, Yuli
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 6 No 2-Oktober 2023
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v6i2.4491

Abstract

Desa Banjarasri merupakan salah satu desa di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Sebagian besar penduduk Desa Banjarasri sebagai petani dan terdapat satu kelompok tani yang ikut melestarikan pangan lokal yaitu Kelompok Tani Asmorogati yang menanam jali sebagai pengganti beras dan tepung. Tanaman jali bisa diolah menjadi beras yang memiliki keunggulan yaitu nilai karbohidrat, protein, dan serat lebih tinggi dari padi, kandungan gula rendah dan bebas gluten, sehingga baik bagi penderita penyakit gula. Saat ini Kelompok Tani Asmorogati mengalami permasalahan yaitu penurunan jumlah petani yang menanan jali dari 2019-2022 hingga hanya terdapat 5 orang, disebabkan karena proses diversifikasi jali sebagai bahan pangan lokal belum efektif. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan jumlah petani dan mengoptimalkan hasil pertanian, salah satunya adalah pendampingan diversifikasi jali sebagai bahan pangan lokal. Pendampingan ini dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna dan berbasis cleaner production. Kegiatan pendampingan yang telah dilakukan yaitu : penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pengupas kulit jali dan penggiling jali, sosialisasi dan penerapan clenar production serta pelatihan pemasaran jali secara online. Hasil dari kegiatan pendampingan ini antara lain: proses pengupasan kulit jali semula 1kg jali/jam menjadi 50 kg jali/jam, meningkatnya kapasitas produksi pengolahan biji jali menjadi beras semula 10 kg/bulan menjadi 30 kg/bulan, tepung jali semula 7kg/bulan menjadi 20 kg/bulan, jumlah petani semula 5 orang menjadi 15 orang, pemasaran konvesional berubah menjadi digital serta telah diterapkannya produksi bersih. Kegiatan pendampingan ini sudah terlaksana dengan baik karena adanya partisipasi dari anggota kelompok tani serta perlu adanya pemantauan untuk setiap kegiatan yang telah berlangsung.