Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Strategi Linguistik Perempuan dalam Menegosiasikan Identitas Sosial di Forum Digital Atikah Nurul Asdah; Muhammad Musawir
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk strategi linguistik yang dominan digunakan oleh perempuan di ruang digital, serta menganalisis praktik stance-taking, positioning, dan indexicality berkontribusi dalam konstruksi representasi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lensa sosiolinguistik, khususnya teori identitas dan interaksi dari Bucholtz dan Hall. Data berupa tiga belas data naratif dari forum digital dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tujuh strategi linguistik dominan: emotif-ekspresif, repetisi dan afirmasi, kontras dan antitesis, afiliatif-kolektif, retoris-reflektif, naratif otobiografis, serta deklaratif-imperatif. Strategi-strategi ini mencerminkan perempuan yang menyuarakan ketahanan emosional, menantang norma gender konvensional, dan membangun solidaritas kolektif. Analisis terhadap stance, positioning, dan indexicality mengungkap bahwa identitas dalam ruang digital bersifat relasional dan emergen dinegosiasikan melalui ekspresi afektif, pemilihan posisi sosial, serta tanda-tanda semiotik yang mencerminkan nilai budaya dan ideologi gender. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi antara sosiolinguistik interaksional dan teori wacana feminis dalam memahami praktik kebahasaan perempuan di era digital. Kontribusi penelitian ini penting bagi pengembangan kajian bahasa dan gender, dengan menyoroti penggunaan bahasa sebagai alat perlawanan simbolik dan pemberdayaan identitas dalam komunikasi yang dimediasi teknologi.
DEKONSTRUKSI WACANA PHK MASSAL DALAM SURAT TERBUKA CEO STARTUP TEKNOLOGI INDONESIA (2024-2025) Sabir, Adilah; Musawir, Muhammad
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough untuk mendekonstruksi wacana delapan surat terbuka yang ditulis oleh CEO startup teknologi Indonesia yang melakukan PHK massal selama periode 2024–2025. Hasil analisis menunjukkan surat-surat tersebut memanfaatkan eufemisme – seperti istilah “efisiensi” dan “penyesuaian organisasi” – sebagai pengganti kata PHK. Strategi gramatikal seperti pasivasi dan nominalisasi juga dipakai untuk mengaburkan agensi manajerial. Selain itu, surat-surat tersebut dirancang sebagai teks hibrida untuk audiens internal maupun eksternal, dengan referensi intertekstual pada narasi global krisis teknologi. Pada tingkat sosial, temuan memperlihatkan surat terbuka itu mereproduksi ideologi neoliberalisme sekaligus membatasi imajinasi kebijakan alternatif. Secara keseluruhan, analisis ini mengungkap pola wacana yang berfungsi melegitimasi kebijakan PHK massal.
Strategi Pemertahanan Bahasa Bugis dalam Keluarga Campuran di Perantauan: Kajian Antropolinguistik Musawir, Muhammad; Sabir, Adilah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemertahanan bahasa Bugis dalam keluarga campuran di perantauan melalui perspektif Antropolinguistik dan kerangka family language policy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi interaksi bahasa pada keluarga Bugis–non-Bugis. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengintegrasikan dimensi praktik bahasa, ideologi bahasa, dan manajemen bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mendominasi komunikasi keluarga, sedangkan bahasa Bugis digunakan secara terbatas dan situasional, terutama dalam konteks emosional dan kultural. Strategi pemertahanan dilakukan secara eksplisit melalui pengajaran langsung dan secara implisit melalui interaksi afektif. Efektivitas strategi tersebut dipengaruhi oleh konsistensi penggunaan, dukungan pasangan, serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial, pendidikan, dan media. Dari sisi ideologi, ditemukan ambivalensi antara nilai simbolik bahasa Bugis sebagai identitas budaya dan dominasi pragmatis bahasa Indonesia. Penelitian ini menegaskan bahwa pemertahanan bahasa merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi identitas dan konteks sosiokultural.
TRANSFORMASI PRAKTIK BAHASA DALAM BUDAYA DIGITAL: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK PADA MEDIA SOSIAL MASYARAKAT BUGIS: TRANSFORMATION OF LANGUAGE PRACTICES IN DIGITAL CULTURE: AN ANTHROPOLINGUISTIC STUDY OF BUGIS SOCIAL MEDIA Muhammad Musawir; Adilah Sabir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.4898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi praktik bahasa Bugis dalam budaya digital melalui pendekatan Antropolinguistik. Fokus penelitian meliputi bentuk transformasi bahasa, makna budaya yang terkandung, serta implikasinya terhadap identitas digital masyarakat Bugis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif digital, dokumentasi, dan pencatatan kontekstual pada platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, pengodean, analisis kontekstual, dan interpretasi antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi praktik bahasa Bugis dalam media sosial ditandai oleh enam temuan utama, yaitu (1) munculnya campur kode dan hibriditas bahasa, (2) simplifikasi struktur bahasa, (3) pergeseran norma kesantunan, (4) penggunaan simbol digital sebagai bagian dari komunikasi multimodal, (5) fungsi bahasa sebagai representasi identitas digital, dan (6) pengaruh konteks komunikasi terhadap pilihan bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa bahasa Bugis tidak mengalami kemunduran, melainkan beradaptasi secara dinamis dalam menghadapi perubahan teknologi dan budaya. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian antropolinguistik dalam konteks digital dengan menegaskan bahwa bahasa merupakan praktik budaya yang terus mengalami transformasi. Secara praktis, penelitian ini memberikan dasar bagi upaya pelestarian bahasa Bugis melalui pemanfaatan media sosial sebagai ruang baru bagi praktik bahasa.
REKONSTRUKSI IDENTITAS BUDAYA MELALUI BAHASA DI MEDIA SOSIAL: PERSPEKTIF ANTROPOLINGUISTIK: RECONSTRUCTION OF CULTURAL IDENTITY THROUGH LANGUAGE IN SOCIAL MEDIA: AN ANTHROPOLINGUISTIC PERSPECTIVE Muhammad Musawir; Adilah Sabir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.4899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi identitas budaya melalui praktik bahasa di media sosial dalam perspektif Antropolinguistik. Fokus penelitian meliputi bentuk-bentuk rekonstruksi identitas, strategi linguistik yang digunakan, serta makna budaya yang terkandung dalam praktik bahasa digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif digital, dokumentasi, dan pencatatan kontekstual pada platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, pengodean, analisis wacana digital, dan interpretasi antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi identitas budaya dalam media sosial ditandai oleh lima temuan utama, yaitu (1) penggunaan bahasa lokal sebagai penanda identitas budaya, (2) strategi campur kode sebagai bentuk negosiasi identitas, (3) performativitas bahasa dalam konstruksi identitas digital, (4) penggunaan simbol digital dalam representasi identitas, dan (5) pengaruh konteks komunikasi terhadap praktik bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa identitas budaya dalam era digital bersifat dinamis, kontekstual, dan terus direkonstruksi melalui praktik bahasa yang adaptif. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian antropolinguistik dengan memperluas analisis bahasa sebagai praktik budaya ke ranah digital. Secara praktis, penelitian ini memberikan dasar bagi upaya pelestarian identitas budaya melalui pemanfaatan media sosial sebagai ruang strategis untuk reproduksi dan representasi budaya.
BAHASA SEBAGAI PRAKTIK BUDAYA DALAM KONTEKS KONFLIK: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK DALAM PERSPEKTIF LINGUISTIK FORENSIK: LANGUAGE AS A CULTURAL PRACTICE IN A CONTEXT OF CONFLICT: AN ANTHROPOLINGUISTIC STUDY FROM A FORENSIC LINGUISTIC PERSPECTIVE Muhammad Musawir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.4906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa sebagai praktik budaya dalam konteks konflik melalui integrasi perspektif Antropolinguistik dan Linguistik Forensik. Fokus penelitian mencakup bentuk-bentuk praktik bahasa dalam konflik, makna budaya dan ideologi yang terkandung dalam ujaran, serta fungsi bahasa sebagai bukti dalam analisis forensik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi wacana, dan pencatatan kontekstual dari media massa dan media sosial. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, pengodean, analisis wacana kritis, analisis semiotik, analisis linguistik forensik, dan interpretasi antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bahasa dalam konflik ditandai oleh (1) strategi labelisasi sebagai konstruksi realitas, (2) penggunaan metafora dan simbol dalam representasi konflik, (3) strategi retorika dan oposisi biner dalam pembentukan narasi konflik, (4) makna implisit ujaran dalam perspektif forensik, serta (5) bahasa sebagai representasi ideologi dan praktik budaya. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam konflik tidak bersifat netral, melainkan merupakan praktik budaya yang sarat makna, ideologi, dan kepentingan kekuasaan. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian interdisipliner dengan mengintegrasikan antropolinguistik dan linguistik forensik dalam analisis konflik berbasis bahasa. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi analisis wacana konflik dan penegakan hukum, khususnya dalam memahami bahasa sebagai bukti yang memerlukan interpretasi kontekstual dan kultural.
MAKNA SIMBOLIK DALAM TINDAKAN TEROR: ANALISIS ANTROPOLINGUISTIK TERHADAP BAHASA DAN SIMBOL DALAM KASUS MEDIA: SYMBOLIC MEANING IN TERRORIST ACTS: AN ANTHROPOLINGUISTIC ANALYSIS OF LANGUAGE AND SYMBOLS IN MEDIA CASES Muhammad Musawir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.4907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dalam tindakan teror melalui integrasi perspektif Antropolinguistik, semiotik sosial, dan Linguistik Forensik. Tindakan teror dipahami tidak hanya sebagai peristiwa kekerasan, tetapi juga sebagai praktik komunikasi simbolik yang menyampaikan pesan implisit kepada publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi wacana, dan pencatatan kontekstual dari media massa dan media digital. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, pengodean, analisis semiotik, analisis wacana kritis, analisis linguistik forensik, dan interpretasi antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol dalam tindakan teror berfungsi sebagai (1) medium komunikasi implisit yang sarat makna ideologis, (2) representasi makna yang dikonstruksi melalui relasi antara bahasa dan simbol, (3) objek framing dalam praktik diskursif media, serta (4) bentuk bukti linguistik yang memerlukan analisis pragmatik dan kontekstual. Selain itu, makna simbolik bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh konteks budaya serta relasi kekuasaan dalam wacana publik. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian interdisipliner dengan mengintegrasikan antropolinguistik, semiotik, dan linguistik forensik dalam analisis komunikasi konflik. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi analisis media dan penegakan hukum, khususnya dalam memahami simbol dan bahasa sebagai bentuk komunikasi strategis yang memerlukan interpretasi kontekstual dan kultural.
PERFORMANCE-BASED ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH: STUDI EVALUATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA: PERFORMANCE-BASED ASSESSMENT IN LEARNING REGIONAL LANGUAGES: AN EVALUATIVE STUDY OF STUDENTS' SPEAKING SKILLS Muhammad Musawir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.4941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi performance-based assessment dalam pembelajaran bahasa daerah, khususnya dalam mengukur keterampilan berbicara mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif dengan dukungan data kuantitatif deskriptif (embedded mixed-method). Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran dan asesmen, wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa, serta analisis dokumen seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS), rubrik penilaian, dan hasil tugas mahasiswa. Data kuantitatif berupa skor keterampilan berbicara dianalisis secara deskriptif untuk melengkapi temuan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi performance-based assessment telah memberikan kontribusi positif dalam menciptakan praktik pembelajaran yang lebih autentik dan komunikatif. Namun demikian, terdapat ketidaksesuaian antara tujuan pembelajaran, desain instrumen asesmen, dan praktik evaluasi, khususnya pada aspek indikator penilaian yang belum sepenuhnya mengakomodasi dimensi kompetensi komunikatif secara komprehensif, termasuk aspek pragmatik dan sosiokultural. Selain itu, kualitas umpan balik dan kejelasan rubrik penilaian masih perlu ditingkatkan untuk mendukung fungsi formatif asesmen. Secara kuantitatif, capaian keterampilan berbicara mahasiswa berada pada kategori sedang hingga baik, meskipun interpretasi hasil masih dipengaruhi oleh keterbatasan instrumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas performance-based assessment sangat ditentukan oleh keselarasan antara tujuan pembelajaran, desain tugas, dan kualitas instrumen asesmen. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model asesmen berbasis kinerja yang lebih valid, reliabel, dan kontekstual dalam pembelajaran bahasa daerah.
INTEGRASI AI DALAM ASESMEN MENULIS: PELUANG DAN TANTANGAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA: AI INTEGRATION IN WRITING ASSESSMENT: OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN LANGUAGE LEARNING Muhammad Musawir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.4942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam asesmen menulis serta mengidentifikasi peluang dan tantangan penggunaannya dalam pembelajaran bahasa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain evaluatif, di mana data kualitatif menjadi fokus utama dan didukung oleh data kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa, serta analisis dokumen berupa tugas menulis, hasil revisi, dan umpan balik dari sistem AI. Data kuantitatif diperoleh dari skor tulisan mahasiswa sebelum dan sesudah penggunaan AI menggunakan rubrik analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI berkontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi asesmen dan kualitas umpan balik, khususnya pada aspek teknis penulisan seperti tata bahasa, kosakata, dan mekanik. Namun, AI masih memiliki keterbatasan dalam menilai aspek yang lebih kompleks, seperti koherensi, argumentasi, dan kreativitas. Selain itu, ditemukan tantangan pedagogis dan etis, termasuk ketergantungan mahasiswa, potensi bias algoritma, serta isu keaslian karya. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan skor tulisan mahasiswa setelah penggunaan AI, meskipun peningkatan tersebut lebih dominan pada aspek linguistik dibandingkan aspek konseptual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas integrasi AI dalam asesmen menulis sangat bergantung pada keselarasan antara teknologi, desain asesmen, dan praktik pedagogis. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model asesmen berbasis AI yang lebih valid, reliabel, dan kontekstual dengan menempatkan AI sebagai alat pendukung dalam kerangka asesmen yang kolaboratif dan berorientasi pada pembelajaran.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL, KOMUNIKATIF, KOOPERATIF DAN STRUKTURAL PADA TEKS PROSEDUR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Atikah Nurul Asdah; Muhammad Musawir
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pendekatan pembelajaran dalam pembelajaran teks prosedur di sekolah menengah atas dengan menitikberatkan pada aktivitas dan interaksi siswa sebagai indikator utama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas menggunakan instrumen terstruktur pada berbagai pendekatan pembelajaran, yaitu kontekstual, komunikatif, kooperatif, dan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual paling efektif dalam meningkatkan aktivitas siswa, sedangkan pendekatan komunikatif unggul dalam membangun interaksi pembelajaran. Pendekatan kooperatif efektif dalam mendorong kerja sama, namun menunjukkan ketimpangan partisipasi, sementara pendekatan struktural mendukung pemahaman sistematis tetapi kurang kontekstual. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran ditentukan oleh integrasi pendekatan yang berorientasi pada aktivitas dan interaksi siswa.