Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Kultivasi

Pemanfaatan urin kelinci dan urin sapi sebagai alternatif pupuk organik cairpada pembibitan kakao (Theobroma cacao L.) Rosniawaty, Santi; Sudirja, Rija; Afrianto, H.
Kultivasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.598 KB)

Abstract

Pembibitan merupakan awal dari pertum-buhan tanaman. Bibit yang baik akan menghasil-kan tanaman yang berproduksi baik pula. Pemupukan merupakan salah satu hal penting dalam menghasilkan bibit yang baik. Peman-faatan urin kelinci dan urin sapi diharapkan dapat menjadi pupuk alternatif untuk pembi-bitan kakao. Percobaan telah di laksanakan pada bulan April-Agustus 2013 di Kebun Percobaan Ciparanje fakultas Pertanian Unpad, dengan ordo Inceptisol dan tipe curah hujan menurut klasifikasi Schmidt Ferguson. Perlakuan yang digunakan adalah beberapa konsentrasi urin kelinci, konsentrasi urin sapi dan kombinasi urin dengan pupuk anorganik. Urin kelinci dan urin sapi difermentasikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Rancangan percobaan yang diguna-kan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdapat 15 perlakuan yang di ulang 3 kali. Hasil perco-baan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan urin kelinci dan urin sapi yang telah difermentasi terhadap luas daun, volume akar dan bobot kering bibit kakao pada umur 16 mst. Penggunaan urin sapi dengan konsentrasi 25 % dapat menyamai penggunaan pupuk anorganik pada pembibitan kakao. Kata kunci : Urin kelinci ∙ Pembibitan kakao ∙  Urin sapi ∙ Pupuk organik cair 
Pemanfaatan limbah organik sebagai media tanam dan aplikasi urin ternak pada pembibitan kopi (Coffea arabica L.) Rosniawaty, Santi; Sudirja, Rija; Hidayat, Hendi
Kultivasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.043 KB)

Abstract

Produksi kopi ditentukan mulai dari awal pembudidayaannya. Pembibitan merupakan salah satu tahapan budidaya untuk menghasilkan bibit yang baik dan  akan menghasilkan tanaman yang berproduksi tinggi. Media tanam dan pemupukan merupakan salah satu hal penting dalam menghasilkan bibit yang baik.  Pemanfaatan limbah kulit buah kopi  dan serasah daun sebagai campuran media tanam serta penambahan urin kelinci dan urin sapi diharapkan dapat menghasilkan bibit kopi yang baik.  Percobaan telah di laksanakan pada bulan Februari-Mei 2014 Percobaan dilaksanakan di Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan (BPBTP) Sindanglaya Bandung  Perlakuan yang digunakan adalah kombinasi antara media menggunakan kompos daun atau  kompos kulit kopi  dengan konsentrasi urin kelinci, atau konsentrasi urin sapi.  Urin kelinci dan urin sapi difermentasikan terlebih dahulu sebelum digunakan.  Konsentrasi urin kelinci dan urin sapi sebesar 25 %.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdapat 10 perlakuan yang di ulang 3 kali.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa Media tanah dan kompos kulit kopi (2:1 ataupun 3:1) dan urin kelinci berpengaruh baik pada tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun.  Media tanah dan kompos daun  (3:1) dan urin kelinci  berpengaruh baik pada volume akar dan luas daun. Media tanah : kompos kulit buah kopi (2:1) dan Urin sapi hanya berpengaruh baik pada variabel tinggi tanamanKata kunci: kopi, urine sapi, urine kelinci
Pemanfaatan limbah organik sebagai media tanam dan aplikasi urin ternak pada pembibitan kopi (Coffea arabica L.) Santi Rosniawaty; Rija Sudirja; Hendi Hidayat
Kultivasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.043 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i1.11545

Abstract

Produksi kopi ditentukan mulai dari awal pembudidayaannya. Pembibitan merupakan salah satu tahapan budidaya untuk menghasilkan bibit yang baik dan  akan menghasilkan tanaman yang berproduksi tinggi. Media tanam dan pemupukan merupakan salah satu hal penting dalam menghasilkan bibit yang baik.  Pemanfaatan limbah kulit buah kopi  dan serasah daun sebagai campuran media tanam serta penambahan urin kelinci dan urin sapi diharapkan dapat menghasilkan bibit kopi yang baik.  Percobaan telah di laksanakan pada bulan Februari-Mei 2014 Percobaan dilaksanakan di Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan (BPBTP) Sindanglaya Bandung  Perlakuan yang digunakan adalah kombinasi antara media menggunakan kompos daun atau  kompos kulit kopi  dengan konsentrasi urin kelinci, atau konsentrasi urin sapi.  Urin kelinci dan urin sapi difermentasikan terlebih dahulu sebelum digunakan.  Konsentrasi urin kelinci dan urin sapi sebesar 25 %.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdapat 10 perlakuan yang di ulang 3 kali.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa Media tanah dan kompos kulit kopi (2:1 ataupun 3:1) dan urin kelinci berpengaruh baik pada tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun.  Media tanah dan kompos daun  (3:1) dan urin kelinci  berpengaruh baik pada volume akar dan luas daun. Media tanah : kompos kulit buah kopi (2:1) dan Urin sapi hanya berpengaruh baik pada variabel tinggi tanamanKata kunci: kopi, urine sapi, urine kelinci
Aplikasi beberapa konsentrasi air kelapa untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kakao kultivar ICCRI 08 H Santi Rosniawaty; Cucu Suherman; Rija Sudirja; Dimas Nur Annisa Istiqomah
Kultivasi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v19i2.26671

Abstract

AbstrakKultivar ICCRI 08 H merupakan kultivar unggul baru kakao yang tetap harus dipelihara selama pembibitan. Pupuk anorganik yang digunakan untuk menyediakan nutrisi bibit dapat menyebabkan pemadatan tanah, sehingga perlu suplai nutrisi alami, seperti nutrisi yang berasal dari air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat air kelapa dan pengurangan dosis urea dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut: Kontrol (2 g Urea), 25% air kelapa, 50% air kelapa, 75% air kelapa, 25% air kelapa + urea 2 g, 50% air kelapa + urea 2 g, 75% air kelapa + urea 2 g, air kelapa 25% + urea 1 g, air kelapa 50% + urea 1 g; dan air kelapa 75% + urea 1 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa mampu meningkatkan pertumbuhan bibit kakao kultivar ICCRI 08 H.  Air kelapa mampu mengurangi penggunaan urea dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kakao kultivar ICCRI 08 H. Perlakuan air kelapa 50% menunjukkan pengaruh terbaik pada variabel tinggi tanaman, diameter batang,  jumlah daun, dan luas daun.Kata kunci: pembibitan, air kelapa, kakao AbstractThis study aimed to determine the benefits of coconut water and the reduction of urea doses in increasing the growth of cacao seedling. The study was conducted at the Ciparanje Experimental field, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Sumedang Regency. The study used randomized block design (RBD) with 10 treatments which were repeated 3 times. The treatments were: Control (2 g urea), 25% coconut water, 50% coconut water, 75% coconut water, 25% coconut water + 2 g urea, 50% coconut water + 2 g urea, 75% coconut water + 2 g urea, 25% coconut water + 1 g urea, 50% coconut water + 1 g urea; and coconut water 75% + 1 g urea. The results showed that coconut water increased the growth of cocoa seedlings cultivar ICCRI 08 H. Coconut water could reduced urea requirement in increasing the growth of cocoa seedlings ICCRI 08 H. Concentration of 50% coconut water showed the best effect on plant height, stem diameter, number of leaves, and leaf area.Keywords : seedling, coconut water, cacao
Pemanfaatan urin kelinci dan urin sapi sebagai alternatif pupuk organik cairpada pembibitan kakao (Theobroma cacao L.) Santi Rosniawaty; Rija Sudirja; H. Afrianto
Kultivasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.598 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v14i1.12094

Abstract

Pembibitan merupakan awal dari pertum-buhan tanaman. Bibit yang baik akan menghasil-kan tanaman yang berproduksi baik pula. Pemupukan merupakan salah satu hal penting dalam menghasilkan bibit yang baik. Peman-faatan urin kelinci dan urin sapi diharapkan dapat menjadi pupuk alternatif untuk pembi-bitan kakao. Percobaan telah di laksanakan pada bulan April-Agustus 2013 di Kebun Percobaan Ciparanje fakultas Pertanian Unpad, dengan ordo Inceptisol dan tipe curah hujan menurut klasifikasi Schmidt Ferguson. Perlakuan yang digunakan adalah beberapa konsentrasi urin kelinci, konsentrasi urin sapi dan kombinasi urin dengan pupuk anorganik. Urin kelinci dan urin sapi difermentasikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Rancangan percobaan yang diguna-kan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdapat 15 perlakuan yang di ulang 3 kali. Hasil perco-baan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan urin kelinci dan urin sapi yang telah difermentasi terhadap luas daun, volume akar dan bobot kering bibit kakao pada umur 16 mst. Penggunaan urin sapi dengan konsentrasi 25 % dapat menyamai penggunaan pupuk anorganik pada pembibitan kakao. Kata kunci : Urin kelinci ∙ Pembibitan kakao ∙  Urin sapi ∙ Pupuk organik cair 
Partisi bahan kering bibit kopi arabika (Coffea arabica L.) yang diberi asam humat dan pupuk NPK tablet Santi Rosniawaty; Rija Sudirja; Mira Ariyanti; Syariful Mubarok; Rachmad Akbar
Kultivasi Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.838 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i1.20119

Abstract

Sari. Kopi merupakan salah satu produk perkebunan penghasil devisa negara.  Saat ini tanaman kopi menjadi andalan beberapa daerah di Indonesia dengan kekhasannya.  Namun demikian produksi kopi masih perlu ditingkatkan karena masih tidak sesuai dengan potensi produksi. Peningkatan produksi kopi dapat diawali dari pembibitan.  Pengelolaan bibit yang baik dapat dilakukan dengan pemberian pupuk NPK tablet dan asam humat, yang nantinya akan mempengaruhi fotosintesis dan fotosintat yang dihasilkan.  Tujuan penelitian adalah untuk melihat partisi bahan kering bibit kopi melalui bobot kering bagian-bagian tanaman pada bibit kopi yang diberi NPK tablet dan asam humat.  Percobaan dilakukan  di bulan Februari 2017 sampai bulan April 2017 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Unpad. Percobaan ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan  sebagai berikut : Tanpa pupuk NPK tablet dan asam humat ; Pupuk NPK Tablet 6 g;  Asam humat 10 mL; Pupuk NPK Tablet 3 g + Asam Humat 5 mL; Pupuk NPK Tablet 3 g + Asam humat 10 mL;  Pupuk NPK tablet 3 g  + Asam Humat 15 mL;  Pupuk NPK tablet 6 g  + Asam Humat 5 mL; Pupuk NPK tablet 6 g   + Asam humat 10 mL;  Pupuk NPK tablet 6 g  + Asam Humat 15 mL. Terdapat pengaruh NPK tablet dan asam humat terhadap partisi bahan kering di akar bibit kopi. NPK tablet 1 butir (3g) dan asam humat 10 mL mempengaruhi partisi bahan kering di akar tertinggi. Kata kunci: bahan kering, bibit, kopi, asam humat, pupuk tabletAbstract. Coffee is one of the plants that gave income to Indonesia. Currently, coffee plants are the pledge of several regions in Indonesia with their distinctiveness. However, coffee production is still needed to be improved due to  its low production capacity. Increasing coffee production can be started from nurseries. Good seedling management can be done with application of NPK tablets and humic acid ferlilizer, which is influencing photosynthesis and photosynthates produced. The aim of the study was to determine dry matter partition through the dry weight of plant parts in coffee seedlings given NPK tablets and humic acid. The experiment was conducted on February to April 2017 at the Ciparanje Experimental Station, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. Randomized block design (RBD) was used in this experiment, consisted of nine treatments and repeated three times. The treatment was : without NPK tablets and humic acid; NPK Tablet 6 g; 10 mL humic acid; NPK Tablet 3 g + 5 mL Humic Acid; NPK Tablet 3 g + 10 mL humic acid; NPK tablet 3 g + 15 mL humic acid; NPK tablet 6 g + humic acid 5 mL; NPK tablet 6 g + 10 mL humic acid; NPK tablet 6 g + 15 mL Humic Acid. There was an effect of NPK tablets and humic acid on dry matter partition in the roots of coffee seedlings. NPK tablet 3 g and 10 mL humic acid gave the highest dry matter partition at the root. Key words: dry matter, Seedling, coffee, humic acid, tablet fertilizer
Evaluasi tiga sistem budidaya di lahan sempit pada budidaya dua kultivar bayam di Kota Bekasi Syariful Mubarok; Salsabila Dwi Ananda; Farida Farida; Ainun Fadilah; Rija Sudirja
Kultivasi Vol 20, No 2 (2021): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v20i2.32022

Abstract

AbstrakBudidaya sayuran pada lahan sempit di daerah perkotaan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem budidaya tanaman bayam yang paling baik untuk diterapkan pada lahan sempit pekarangan di Kota Bekasi. Percobaan ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2020 di areal pemukiman yang berlokasi di Jalan Caringin Raya, Kota Bekasi. Percobaan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Dua kultivar bayam, ‘Maestro’ dan ‘Mira’, dibudidayakan pada tiga sistem budidaya berbeda, yaitu konvensional, vertikultur, dan hidroponik rakit apung yang diulang sebanyak empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman bayam pada sistem hidroponik rakit apung menghasilkan pertumbuhan, hasil, kualitas hasil, serta pendapatan yang paling baik dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional dan vertikultur.Kata kunci: Hidroponik, hortikultura, sayuran, vertikultur Abstract Vegetable cultivation on limited areas in urban is one of the government's efforts to obtain food security. The purpose of this study was to determine the best amaranth cultivation system to be applied in urban farming system likewise on limited areas in Bekasi City. This experiment was carried out from August to September 2020 in a densely inhabited living area located on Caringin Raya Street, Bekasi. The experiment used a Randomized Block Design. Two cultivars amaranth, ‘Maestro’ and ‘Mira’ were cultivated under treatment of three different cultivation. There were conventional system, verticulture system, and hydroponic floating raft, that repeated four times. The results showed that amaranth cultivation on the floating raft hydroponic produced the best growth, yield, yield quality, and revenue, compared to conventional and verticulture cultivation systems. Keywords: Hydroponic, horticulture, vegetables, verticulture.
Soil nutrient and invertase-producing bacteria relation impact on Cilembu sweet potato (Ipomoea batatas L.) growth: A study based on upland and wetland cultivation in Cilembu village Sumedang district Solihin, Eso; Anwar, Syaiful; Santoso, Dwi Andreas; Nugroho, Budi; Purwono, Purwono; Sudirja, Rija; Maulana, Haris; Kamaluddin, Nadia Nuraniya; Karuniawan, Agung
Kultivasi Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i1.45353

Abstract

The environment is one important factor that must be considered in supporting sweet potato productivity. Environmental factors can be biotic and abiotic, including the availability of nutrients and microbes in the soil. This study aims to identify the nutrient content of the soil in wetland and upland, identify the total invertase microorganisms in wetland and dupland, and identify the relationship between soil nutrients and microorganisms during the growth of Cilembu sweet potato in dry and wetland agroecosystems. This research was conducted on upland and wetland in Cilembu Village, Sumedang Regency. The experimental design used was a single randomized block design (RBD) with six treatments and three replications:  A; Rancing, wetland, B; Biang wetland, C; Mencrang wetland, D; Rancing, uplands, E; Biang, uplands, F; Mencrang, upland. Parameters observed included pH, C-organic, total-N, available-P, exchangeable K, exchangeable Na, exchangeable Ca and exchangeable Mg, CEC, and total invertase-producing bacteria. The results showed that in wetland nutrient content such as N, P, exchangeable Ca,  Mg, Na, CEC, C-organic and pH tended to be more available. K content and abundance of invertase bacteria are more available in upland. The availability of invertase bacteria has a close relationship with the K content. The information generated in this study can be used as a basis for determining an effective location to produce good quality.
Effectiveness of modified nitrogen fertilizer on soil chemical properties and rice plant growth in the textile industrial area Sudirja, Rija; Rosniawaty, Santi; Rahayu, Sri Muji; Qurrohman, Budy Frasetya Taufik
Kultivasi Vol 22, No 2 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i2.47097

Abstract

The imbalance of nutrients and heavy metal contamination is a challenge in increasing plant growth surround the textile industry area. This study aimed to determine the effectiveness of the dosage of Biologically Agent N Organo Mineral Fertilizer (Biomix-N) as a fertilizer and an ameliorant in paddy soil contaminated with textile liquid waste. This study used a randomized block design of eight treatments with four replications. Parameters observed were soil chemical properties after application of Biomix-N (Na-ex, total N, EC, Cd, and pH), rice plant growth (plant height and tiller number), Cd concentration in the plant, and relative agronomic effectiveness (RAE). Data analysis used analysis of variance, Duncan's test at a 5% level, regression, and correlation analysis. The results showed that Biomix-N 500 kg ha-1 affected the value of EC and total N, while it did not affect Na-ex, Cd, pH and Cd uptake by the paddy plant. Biomix-N fertilization affects the height and number of tillers of rice plants at the age of 70 DAP. Biomix-N fertilization 500 kg ha-1 gave an RAE value of 126-176% compared to the control treatment. The total N content of the soil has a high value of coefficient determinant and correlation (R2= 0.76; R = 0.9) on the growth of rice plants. Applying Biomix-N 500 kg ha-1 equal to 300 kg ha-1 of urea was an effective dose for paddy soil surround the textile industrial area.Keywords: Cadmium, nutrient balance, soil amendment
Pengaruh bahan organik terhadap kesuburan tanah serta pertumbuhan dan fisiologi tanaman kakao muda hasil transplanting di tanah Inceptisol Rosniawaty, Santi; Sudirja, Rija; Ariyanti, Mira; Mubarok, Syariful; Wahyudin, Agus
Kultivasi Vol 20, No 3 (2021): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v20i3.32621

Abstract

AbstrakPenanaman bibit kakao pada tanah inceptisol memiliki beberapa kendala, salah satunya adalah bahan organik rendah. Peningkatan pertumbuhan tanaman kakao pada awal tanam dapat dilakukan dengan pemberian bahan organik. Saat ini terdapat bahan organik berbentuk cair, namun pengaruhnya terhadap kakao belum menghasilkan belum diketahui, karena pada umumnya bahan organik yang digunakan pada tanaman kakao berbentuk padat. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh bahan organik berbeda (asam humat dan pupuk kotoran sapi) terhadap kesuburan tanah, pertumbuhan, dan fisiologi tanaman kakao belum menghasilkan. Percobaan dilakukan pada bulan Januari sampai Desember 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah  Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 (tiga) ulangan.  Perlakuan yang diaplikasikan adalah dosis asam humat per tanaman (0 mL, 5 mL, 10 mL, 15 mL, dan 20 mL) serta dosis pupuk kotoran sapi per tanaman (0 kg, 5 kg, 10 kg, 15 kg, dan 20 kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis bahan organik cenderung meningkatkan kapasitas tukar kation dan kandungan C-organik, tetapi tidak berpengaruh terhadap pH tanah. Bahan organik padat maupun cair tidak memberikan pengaruh terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang, dan indeks klorofil pada tanaman kakao belum menghasilkan, namun  pupuk kotoran sapi 10 kg per tanaman yang diberikan pada awal pertumbuhan tanaman memberikan pertambahan jumlah daun terbaik.Kata kunci: Asam humat ∙ Kakao ∙ Kotoran sapi ∙ Tanaman belum menghasilkan  AbstractPlanting cacao seedlings on inceptisol face several problems, one of them is low organic matter content. The application of organic materials can be used to increase cocoa plant growth at early planting stage. Recently, new formulation of organic fertilizer, i.e., liquid organic fertilization, has been produced, but its effects on immature cocoa plants growth have not been clearly identified, because the organic matter applied in cocoa plants is usually the solid ones. The objectives of this experiment was to investigate the effect of different organic matter  (humic acid and solid cow manure) on soil fertility, the growth and physiology of immature cocoa plants. The experiment was conducted from January to December 2017 in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Randomized Block Design was performed in this experiment with 9 treatments and 3 replications.  Applied treatments were doses of humic acid per plant (0 mL, 5 mL, 10 mL, 15 mL and 20 mL) and doses of cow manure per plant (0 kg, 5 kg, 10 kg, 15 kg and 20 kg). The results showed that both organic matters tended to cation exchange capacity and C-organic conten, but did not affect the soil pH. Both organic matters did not significantly affect the increase of plant height, the increase of stem diameter, and chlorophyll index of immature cocoa plants, but 10 kg of solid cow dung per plant given at the beginning of plant growth gave the highest number of leaves produced.Keywords : Humic acid ∙ Cocoa ∙ Cow manure ∙ Immature plant   
Co-Authors Abdul Halim luthfi Abraham Suriadikusumah Ade Ismail Ade Setiawan Ade Setiawan Ade Setiawan Agung Karuniawan Agus Susanto Agus Wahyudin Ainun Fadilah Al- Adawiah, Alin Robial Alin Robial Al- Adawiah Andre R. Daud Anne Nurbaity Anni Yuniarti Apong Sandrawati Asep Anang Asmi Maulina Bahjatien, Isnaini Dzatie Benny Joy Benny Joy Benny Joy Benny Joy Benny Joy Benny Joy Betty Natalie Fitriatin Budi Nugroho Budy Frasetya Taufik Qurrohman Chamid Itmam Citra Bakti, Citra Cucu Suherman Daud Siliwangi Saribun Dedi Ruswandi Desvia Diyanti Nursyabani Dimas Nur Annisa Dimas Nur Annisa Istiqomah Dirga Sapta Sara Diyan Herdiyantoro Djuansah, Muhamad Rahman Djuwansah, Muhamad Rachman Elisabeth Mora Emma Trinurani Emma Trinurani Sofyan Encep Hidayat Salim Erika Wahyuni Saragih Erna Dewi Erna Dewi . Erni Suminar Eso Solihin Eso Solihin Fadhilah, Rifat Ferdy Firmansyah Furqan Mubarak Djula Ganjar Herdiansyah Ganjar Herdiansyah, Ganjar H. Afrianto H. Afrianto, H. Haris Maulana Hendi Hidayat Hendi Hidayat, Hendi Hermawan, Mega Kartika Husein, Anne Yuliana Iin Susilawati Indra Permana Intan Ratna Dewi Anjarsari Islamy Hasan Hermawan Johar Arifin Leony Agustine Leony Agustine Liana Sari, Stefina Lindung Tri Puspasari Lubis, Ary Satria M. Arief Sholeh Mahfud Arifin Masruri, Muhammad Kholil Maulana, Haris Maya Damayani Maya Damayani Maya Damayani Meddy Rachmadi Mieke Rochimi Setiawati Mira Ariyanti Mochamad Arief Sholeh Mochamad Arief Soleh Mubarok, Zakka Tafwidh Muhammad Farghan Fauzan Nadia N. Kamaluddin Nadia Nuraniya Kamaluddin Oviyanti Mulyani Pudjawati Suryatmana Pujawati Suryatmana Purwono Purwono, Purwono Rachmad Akbar Rachmat Harryanto Rachmat Harryanto Rachmat Haryanto Rachmat Haryanto, Rachmat Rani Ros Reginawanti Hindersah Rhazista Noviardi Rhendika Indra Yunianto Rina Devnita Rizky Febria RR Darlita RR Darlita Rudianto, Safira Damayanti Salsabila Dwi Ananda Sandrawati, Apong Santi Rosniawaty Santoso, Dwi Andreas Sari, Stefina Liana Sri Muji Rahayu Stefina Liana Sari Suryatma, Pujawati Suryo Firnato Syaiful Anwar Syariful Mubarok Syfani Fitria Syfani Fitria Tualar Simarmata Vera Oktavia Subarja Wawan Sutari Wicaksono, Ficky Yulianto Wulan Sri Damayanti Yulianti Machfud Yuliati Machfud Yusup Hidayat Zahra, Siti Revita