Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Terhadap Peningkatan Produksi Kelapa Sawit pada Tanah Pasir di Perkebunan Kelapa Sawit Selangkun RR Darlita RR Darlita; Benny Joy; Rija Sudirja
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.304 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12294

Abstract

ABSTRACTAnalyse of soil chemical properties in the encriment of oil palm production on sandy soil at Selangkun oli palm plantationSoil is one of basic components in the development of oil palm plantation. Limitation of land causes many companies expand their areas to the sub-optimal land, such as sandy soil. This research was aimed to analyzed chemical soil properties and its relation with bunch number and bunch weight in oil palm plantation, Arut Selatan sub-district, Central Kalimantan. Survey was made in sample points that were determined based on grid system, and each sample was taken in the depth of 30 cm. This research was descriptive and used double regression equation with backward-stepwise method. Several parameters have been analyzed, such as pH, organic carbon, CEC, total N, total P, P-availability, K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, and B. The result showed that the pH was categorized acid, macro nutrients were medium to very low, except total P and P-availability, while micro nutrients were enough, except boron which had very high amount. Furthermore, statistical analysis showed that some chemical properties, such as total N, CEC, and exchangeable Al were parameters which influenced production of bunch number per oil palm plant.Keywords: Oil palm, Soil nutrient, Sandy soilABSTRAKTanah merupakan salah satu komponen dasar dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit. Keterbatasan lahan menyebabkan banyaknya perusahaan yang memperluas areal perkebunan ke lahan sub-optimal, seperti tanah pasir. Penelitian ini bertujuan mengkaji sifat-sifat kimia yang ada pada tanah pasir dan hubungannya dengan produksi tandan per pohon dan berat tandan rata-rata tanaman kelapa sawit di kecamatan Arut Selatan, Kalimantan Tengah. Survei dilakukan pada titik sampel didasarkan pada metode grid, dan sampel diambil pada kedalaman 30 cm. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan model persamaan regresi berganda metode backward-stepwise. Beberapa parameter yang dianalisis adalah pH, C-organik, KTK, N-total, P-total, P-tersedia, K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, dan B. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah tergolong rendah, kandungan hara makro berkisar sedang sampai sangat rendah, kecuali P-total dan P-tersedia, sementara kandungan hara mikronya cukup, kecuali boron yang tergolong tinggi. Sifat kimia tanah seperti N-total, KTK, dan Al-dd merupakan parameter yang meningkatkan jumlah tandan per pohon.Kata Kunci: Kelapa sawit, Hara tanah, Tanah pasir
Pengaruh Dosis Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan dan Peningkatan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays L.) Eso Solihin; Rija Sudirja; Nadia Nuraniya Kamaludin
Agrikultura Vol 30, No 2 (2019): Agustus, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.307 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i2.22791

Abstract

Produksi jagung di Indonesia masih tergolong rendah salah satu penyebabnya adalah tingkat kesuburan tanah yang rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah dengan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai macam dosis Pupuk Kalium Hasil Inovasi (PKHI) terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada jenis tanah inceptisol. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan faktorial tunggal. Faktor perlakuan tunggal yang diujikan pada penelitian ini yaitu variasi dosis PKHI yang terdiri dari variasi dosis dan kontrol, yakni N, P tunggal; N, P, K tunggal; 1/4 K + N, P tunggal; 1/2 K + N, P tunggal; 3/4 K + N, P tunggal; 1 K + N, P tunggal; 1 1/4 K + N, P tunggal; 1 1/2 K + N, P tunggal; 1 3/4 K + N, P tunggal; dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali, sehingga jumlah seluruhnya adalah 30 plot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PKHI memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tongkol, diameter tongkol, dan panjang tongkol. Dosis PKHI yang paling memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan atau hasil yaitu pada dosis 1 1/2 K dengan 240 kg/ha pupuk kalium yang diuji dan menghasilkan 18 ton tongkol/ha. Kata Kunci: Inovasi Pupuk Kalium, Jagung Manis, Hasil Pertanian
Aplikasi PCO Plus pada Tanah Bekas Tambang Batu Bata Merah terhadap Serapan P, Ca dan B serta Fruitset Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Stefina Liana Sari; Rija Sudirja; Emma Trinurani Sofyan
Agrikultura Vol 28, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.804 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i2.14956

Abstract

ABSTRACTApplication of liquid organic fertilizer formula plus on degraded soil to improve the productivity of the land and chili (Capsicum annuum L.) productionSoil exploitation in large numbers occurred in the District Wanaraja of Garut Regency. Excavation of soil more than 2 meters from the top layer for the manufacture of red bricks has exceeded the ability of the soil to re-establish its structure. So that the soils, which were agricultural lands, can be classified as degraded soils with less fertility and chemical properties. Lans reuse for agriculture requires adequate recovery and fertilizer input. This study aimed to determine the formula of LOF (liquid organic fertilizer) plus used with NPK compound fertilizer on degraded soil to improve the soil productivity. The design used was a Simple Randomized Block Design (RBD) by 10 combinations of LOF plus treatment with NPK compound fertilizer as follows: A = Control (degraded soil, no fertilizer), B = 0% LOF + 1 NPK, C = 0.25% LOF + 1 NPK, D = 0.50% LOF + 1 NPK, E = 0.75% LOF + 1 NPK, F = 1.00 % LOF + 1 NPK, G = 0.5% LOF + 3/4 NPK, H = 0.5% LOF + 1/2 NPK, I = 0.5% LOF + 1/4 NPK, J = 0.5 LOF + 0 NPK, and K = 1 NPK of normal soil that all replicated three times. The results showed that the degraded soil of red bricks required concentration of LOF above 0.5% to 1% when applied with 1 dose of standard NPK. It is able to balance the uptake of nutrients P, Ca, and B and percentage of fruitset in chili commodities equivalent to normal soil.Keywords: Chilli, Liquid Organic Faertilizer (LOF), NPK, Soil degrededABSTRAKEksploitasi tanah dalam jumlah yang besar terjadi di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Terjadinya penggalian tanah lebih dari 2 meter dari lapisan atas untuk pembuatan batu bata merah melampaui kemampuan tanah untuk membentuk struktur tanah kembali, sehingga tanah-tanah yang sebelumnya merupakan tanah pertanian ini dapat digolongkan menjadi tanah terdegradasi dengan sifat kimia kurang subur dan pemanfaatan kembali untuk pertanian memerlukan pemulihan dan input pupuk yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula pupuk cair organik (PCO) plus yang digunakan bersama NPK pada tanah terdegradasi guna meningkatkan kembali produktvitas tanahnya. Rancangan yang digunakan adalah RAK sederhana dengan 10 kombinasi perlakuan PCO plus bersama NPK yaitu A = Kontrol (tanah terdegradasi, tanpa pupuk), B = 0% PCO + 1 NPK, C = 0,25% PCO + 1 NPK, D = 0,50% PCO + 1 NPK, E = 0,75% PCO + 1 NPK, F = 1,00% PCO + 1 NPK, G = 0,5% PCO + 3/4 NPK, H = 0,5% PCO + 1/2 NPK, I = 0,5% PCO + 1/4 NPK, J = 0,5 PCO + 0 NPK, dan K = 1 NPK tanah normal. Semua perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah terdegradasi bekas tambang batu bata merah memerlukan konsentrasi PCO di atas 0,5% sampai dengan 1% apabila diaplikasikan bersama 1 dosis NPKstandar. Hal ini mempu mengimbangi serapan hara P, Ca, dan B serta persen fruitset pada komoditas cabai setara dengan tanah normal.Kata Kunci: Cabai, NPK, Pupuk Cair Organik (PCO), Tanah terdegradasi
Hubungan Serapan N, P, dan K Tanaman Cabai terhadap Residunya di dalam Tanah yang Diberi Pupuk Cair Organik dengan NPK Eso Solihin; Rija Sudirja; Maya Damayani; Nadia Nuraniya Kamaludin
Agrikultura Vol 29, No 2 (2018): Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.725 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i2.20807

Abstract

ABSTRACTThe Relationship between N, P, and K Uptake of Chili Plants to Their Residues in Soil Treated by Liquid Organic Fertilizers and NPKThis study aims to determine the relationship of N, P, and K uptake of chili plants towards the residues in the soil treated with liquid organic fertilizer with the addition of inorganic fertilizers of N, P and K. The research was conducted from September 2017 to January 2018 in the experimental field and KTNT Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The design used was simple complete randomized design with 10 treatments and were repeated 3 times, with the treatment arrangement as follows: A = Control 0 PS + 0 NPK, B = 0 PCO + 1 NPK, C = 1 PCO + 0 NPK, D = 1 PCO + ¼ NPK, E = 1 PCO + ½ NPK, F = 1 PCO + ¾ NPK, G = 1 PCO + 1 NPK, H = ¼ PCO + ¾ NPK, I = ½ PCO + ¾ NPK and J = ¾ PCO + ¾ NPK. The results showed that the highest nutrient uptake and residue was found in the treatment of 1 PCO + ¾ NPK. Relationship between N, P and K uptake with nutrient residue on the soil was detected. The N, P and K residues were influenced by the N, P and K uptake of chili plants of 92%, 98%, and 97%, respectively.Keywords: Chili, NPK, Liquid Organic Fertilizer, Residue, AbsorptionABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan serapan N, P, dan K tanaman cabai terhadap residunya di dalam tanah yang diberi pupuk cair organik dengan pupuk anorganik N, P dan K. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2017 sampai dengan Januari 2018 di kebun percobaan dan Laboratorium KTNT Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan yang digunakan adalah RAK sederhana dengan 10 perlakuan yang diulang 3 kali dengan susunan perlakuan sebagai berikut: A = Kontrol 0 PS + 0 NPK, B = 0 PCO + 1 NPK, C = 1 PCO + 0 NPK, D = 1 PCO + ¼ NPK, E = 1 PCO + ½ NPK, F = 1 PCO + ¾ NPK, G= 1 PCO + 1 NPK, H = ¼ PCO + ¾ NPK, I = ½ CO + ¾ PK dan J = ¾ PCO + ¾ NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan dan residu hara tertinggi ialah perlakuan F = 1 PCO + ¾ NPK. Terdapat hubungan antara serapan N, P dan K dengan residu hara pada tanah. Residu N, P dan K dipengaruhi oleh serapan N, P dan K tanaman cabai masing-masing sebesar 92% serapan N, 98% serapan P, dan 97% serapan K.Kata Kunci: Cabai, NPK, PCO, Residu, Serapan
Adsorpsi Paraquat dan Sifat Tanah pada Tiga Subgrup Tanah Akibat Pemberian Amelioran Rija Sudirja; Mahfud Arifin; Benny Joy
Agrikultura Vol 26, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.891 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i1.8459

Abstract

ABSTRACTParaquat adsorption and Soil Properties on Three Soil Subgroups Due to Ameliorant ApplicationParaquat (Bipyridylium biclorida) is known as a highly toxic herbicide and quite widely used by the farmers. The material can be adsorbed by soil colloids and can contaminate soil and water. The study aimed to determine the ability of three of soil subgroups of different orders (Typic Hapludult, Typic Hapludand,and Chromic Endoaquert) to adsorb paraquat, finding the best kind of ameliorant in reducing residues, and studying its effect on corn crops. The study was conducted in two stages, namely (1) to test the maximum adsorption capacity of paraquat on the three of soil subgroups based on the Langmuir equation, and (ii) to study the influence of the type and ameliorant dose on three soil subgroups saturated with paraquat. Methods used were completely randomized design experiment nested models. The results of laboratory experiments showed that the topsoil layer of Typic Hapludands was dominated by halloysite and little amorphous clay minerals. While predominantly Typic Hapludult was dominated by kaolinite and little smectite. Chromic Endoaquert contained little kaolinite and was dominated by smectite. Saturation points in all three soil subgroups were 1.883 cmol kg-1, 20.833 cmol kg-1, and 9.346 cmol kg-1 paraquat, respectively. The type and dose of each ameliorant signifancty affected paraquat adsorption capacity, soil pH and electrical conductivity in all three soil subgroups, except for paraquat adsorption capacity and pH which were not affected in Typic Hapludults. The highest dose of activated charcoal adsorbed paraquat markedly higher compared with other treatments on Typic Hapludands, whereas Chromic Endoaquerts activated charcoal had the same effect with the zeolite, but higher than straw and control. Furthermore, on Typic Hapludults ameliorant did not significantly affect the adsorption capacity of paraquat, except when compared with controls.Keywords: Paraquat, soil subgroups, adsorption, ameliorant.ABSTRAKParaquat (Bipyridylium biclorida) dikenal sebagai herbisida yang sangat toksik dan pengunaannya cukup luas di kalangan petani. Bahan ini dapat diadsorpsi oleh koloid tanah dan dapat mencemari tanah dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tiga subgrup tanah berlainan ordo (Hapludult Tipik, Hapludand Tipik, dan Endoequert Kromik) mengadsorpsi paraquat, menemukan jenis amelioran yang paling baik dalam menekan residu paraquat, serta mempelajari pengaruhnya terhadap hasil tanaman jagung. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) Uji kapasitas adsorpsi maksimum paraquat pada tiga subgrup tanah berdasarkan persamaan Langmuir, dan (2) pengaruh jenis dan dosis amelioran pada tiga subgrup tanah terjenuhi paraquat terhadap adsorpsi, pH, dan daya hantar listrik. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap model percobaan Tersarang. Hasil percobaan di laboratorium menunjukkan titik jenuh paraquat pada ketiga subgrup tanah tersebut masing-masing sebesar 1,883 cmol kg-1, 20,833 cmol kg-1, dan 9,346 cmol kg-1. Jenis dan dosis amelioran masing-masing berpengaruh nyata terhadap kapasitas adsorpsi paraquat, pH tanah dan daya hantar listrik pada ketiga subgrup tanah, kecuali kapasitas adsorpsi paraquat dan pH tidak dipengaruhi pada Hapludult Tipik. Arang aktif dosis 20% media tanah mampu mengadsorpsi paraquat nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada Hapludand Tipik, sedangkan pada Endoaquert Kromik, arang aktif memiliki pengaruh yang sama dengan zeolit, tetapi lebih tinggi dari jerami dan kontrol.
Co-Authors Abdul Halim luthfi Abraham Suriadikusumah Ade Ismail Ade Setiawan Ade Setiawan Ade Setiawan Agung Karuniawan Agus Susanto Agus Wahyudin Ainun Fadilah Al- Adawiah, Alin Robial Alin Robial Al- Adawiah Andre R. Daud ANNE NURBAITY Anni Yuniarti Apong Sandrawati Asep Anang Asmi Maulina Bahjatien, Isnaini Dzatie Benny Joy Benny Joy Benny Joy Benny Joy Benny Joy Benny Joy Betty Natalie Fitriatin Budi Nugroho Budy Frasetya Taufik Qurrohman Chamid Itmam Citra Bakti, Citra Cucu Suherman Daud Siliwangi Saribun Dedi Ruswandi Desvia Diyanti Nursyabani Dimas Nur Annisa Dimas Nur Annisa Istiqomah Dirga Sapta Sara DIYAN HERDIYANTORO Djuansah, Muhamad Rahman Djuwansah, Muhamad Rachman Emma Trinurani Emma Trinurani Sofyan Encep Hidayat Salim Erika Wahyuni Saragih Erna Dewi Erna Dewi . Erni Suminar Eso Solihin Eso Solihin Fadhilah, Rifat Ferdy Firmansyah Furqan Mubarak Djula Ganjar Herdiansyah Ganjar Herdiansyah, Ganjar H. Afrianto H. Afrianto, H. Haris Maulana Hendi Hidayat Hendi Hidayat, Hendi Hermawan, Mega Kartika Husein, Anne Yuliana Iin Susilawati Indra Permana Intan Ratna Dewi Anjarsari Intan Ratna Dewi Anjarsari Islamy Hasan Hermawan Johar Arifin Leony Agustine Liana Sari, Stefina Lindung Tri Puspasari Lubis, Ary Satria M. Arief Sholeh Mahfud Arifin Masruri, Muhammad Kholil Maulana, Haris Maya Damayani Maya Damayani Maya Damayani Meddy Rachmadi Mieke Rochimi Setiawati Mira Ariyanti Mochamad Arief Sholeh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mubarok, Zakka Tafwidh Muhammad Farghan Fauzan Nadia N. Kamaluddin Nadia Nuraniya Kamaluddin Oviyanti Mulyani Pudjawati Suryatmana Pujawati Suryatmana Purwono Purwono, Purwono Rachmad Akbar Rachmat Harryanto Rachmat Haryanto Rachmat Haryanto, Rachmat Rani Ros Reginawanti Hindersah Rhazista Noviardi Rhendika Indra Yunianto Rina Devnita Rizky Febria RR Darlita RR Darlita Rudianto, Safira Damayanti Salsabila Dwi Ananda Sandrawati, Apong Santi Rosniawaty Santoso, Dwi Andreas Sari, Stefina Liana Sri Muji Rahayu Stefina Liana Sari Suryatma, Pujawati Suryo Firnato Syaiful Anwar SYARIFUL MUBAROK Syfani Fitria Syfani Fitria Vera Oktavia Subarja Wawan Sutari Wicaksono, Ficky Yulianto Wulan Sri Damayanti Yulianti Machfud Yuliati Machfud Yusup Hidayat Zahra, Siti Revita