Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implementasi Kompor Berbahan Bakar Sampah Untuk Kelompok PKK dan UMKM di Kelurahan Tanah Enam Ratus Mihardi, Satria; Siregar, Alkhafi Maas; ,, Eddiyanto; Hidayat, Taufik; Fahri, Rama; Tamba, Rade Yamen; Nurlita, Nurlita; Manik, Agnes Viola; Situmorang, Immanuel Basado
Journal of Community Research and Service Vol. 9 No. 2: July (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v9i2.69362

Abstract

This Community Service activity aims to introduce and implement waste-fueled stove technology as an alternative energy solution for PKK groups and MSMEs in Tanah Enam Ratus Village, Medan Marelan. Through a participatory approach and hands-on training, participants were trained in utilizing household waste as fuel, efficient combustion techniques, and stove maintenance. The activity results showed an increase in participants' understanding of the concept of renewable energy and the formation of a working group "Energi Mandiri Tanah Enam Ratus" as a follow-up. This activity contributes to strengthening the circular economy and energy independence of urban-peripheral communities.
Analisis Komparatif Soal Pilihan Ganda LOTS dan HOTS dalam Mengukur Kreativitas Ilmiah Siswa dalam Pelajaran Fisika Melalui Google Form Hasibuan, A Rivaldi; Manik, Agnes Viola; Zuraida, Novita; Baringbing, Samuel; Mihardi, Satria; Bunawan, Wawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas soal pilihan ganda berbasis Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam mengukur kreativitas ilmiah siswa pada mata pelajaran fisika menggunakan Google Form. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi komparatif. Data diperoleh dari 32 siswa kelas XI yang mengerjakan soal LOTS dan HOTS melalui Google Form. Analisis dilakukan berdasarkan validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal memiliki tingkat kesukaran dalam kategori mudah hingga sedang, dengan daya beda yang baik hingga sangat baik. Skor rata-rata siswa pada soal LOTS lebih tinggi dibandingkan dengan soal HOTS, yang mengindikasikan bahwa mereka lebih terbiasa dengan soal yang menguji pemahaman dasar daripada soal yang menuntut analisis dan evaluasi. Google Form terbukti efektif sebagai media evaluasi digital yang fleksibel dan efisien dalam pengumpulan data serta analisis hasil asesmen.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pelajaran Fisika Tingkat Menengah Atas Fadly, M; Simatupang, Hizkia Natanael; Simanjorang, Arya Sandro; Purba, Jujur Marholong; Mihardi, Satria; Bunawan, Wawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa tingkat menengah atas dalam pelajaran fisika. Kemampuan berpikir kritris merupakan keterampilan penting dalam memahami konsep-konsep fisika yang kompleks dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena alam. Penelitian ini menggunakan pendekatakan kualitatif deskriptif dengan sampel 20 siswa dari tingkat menengah atas. Data dikumpulkan melalui wawancara dan teks menulis esai yang diberikan kepada siswa yang kemudia dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa bervariasi, dengan beberapa siswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam menganalisis dan mengevaluasi informasi fisika, sementara yang lain masih mengalami kesulitan dalam menginterprestasikan dan menarik kesimpulan. Faktor-faktir seperti metode pengajaran, motivasi belajar, dan latar belakang akademik siswa tampaknya memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menyarankan agar guru fisika menerapkan pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa.
Analisis Validitas dan Reliabilitas Soal Uraian Berbasis Google Form Dalam Menilai Kreativitas Ilmiah Siswa SMA Simbolon, Elisabeth Endang Permata; Lingga, Loni Ignasia; Gomes, Margareth Jacoba Da; Jannah, Miftahul; Batubara, Rizki Salsabila; Mihardi, Satria; Bunawan, Wawan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5681

Abstract

This study aims to analyze the validity and reliability of Google Form-based descriptive questions in assessing the scientific creativity of high school science students. Scientific creativity is an essential skill in science learning that includes flexibility of thinking, originality of ideas and elaboration in developing concepts and solving problems. By increasing the use of digital technology in learning evaluation, Google form becomes one of the platforms that offers convenience in compiling questions, collecting data in real-time and analyzing results systematically. This study uses a quantitative descriptive method by testing the validity and reliability of the descriptive question instrument through statistical analysis. The results of this study indicate that the Google Form-based assessment instrument has high validity with an average correlation value above 0.5 and good reliability with a consistency level above 0.7. In addition, this instrument is able to measure students' scientific creativity in answering questions based on three main indicators, namely flexibility, originality, and elaboration. This study shows that Google form can be used as a valid and reliable evaluation tool in assessing the scientific creativity of high school science students, but collaboration with other assessment methods is still needed to optimize the measurement of aspects of idea exploration and problem solving in more depth.
Analisis Peran Kreativitas Ilmiah dalam Pemahaman Suhu dan Kalor di Kalangan Siswa Menengah Atas Mizilfa, Nazhira; Aritonang, Yanti Seniawati; Sihite, Amisha; Siregar, Elisa; Bunawan, Wawan; Mihardi, Satria
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5690

Abstract

Pemahaman konsep suhu dan kalor merupakan aspek fundamental dalam fisika yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu dan kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep ini akibat metode pembelajaran yang kurang interaktif dan minimnya eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kreativitas ilmiah dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap suhu dan kalor melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan survei terhadap siswa kelas X SMA yang telah mempelajari suhu dan kalor. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan kuesioner kreativitas ilmiah, yang kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas ilmiah berkontribusi positif terhadap pemahaman konsep suhu dan kalor. Meskipun sebagian besar butir soal dalam instrumen asesmen memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, beberapa butir perlu direvisi untuk meningkatkan akurasi pengukuran. Diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, seperti eksperimen laboratorium, simulasi interaktif, dan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari, agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik.
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PRODUK OLAHAN SAMPAH MENGGUNAKAN CRUSHER MACHINE DI KOTA MEDAN Maas Siregar, Alkhafi; Eddiyanto, Eddiyanto; Hidayat, Taufik; Abdullah, Herkules; Irfandi, Irfandi; Nainggolan, Mangido; Mihardi, Satria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4460-4472

Abstract

Tujuan dari Kegiatan pengabdian ini peningkatan nilai ekonomi dari produk olahan sampah dengan menggunakan mesin penghancur (crusher machine) di Kota Medan. Peningkatan jumlah sampah menjadi masalah yang signifikan di perkotaan, termasuk Kota Medan. Dalam upaya mengatasi masalah ini sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah, penggunaan teknologi mesin penghancur diperkenalkan. Studi ini mengkaji bagaimana mesin penghancur dapat mengubah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, seperti bahan baku untuk industri daur ulang dan produk siap pakai. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaku usaha pengolahan sampah, dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin penghancur tidak hanya efektif dalam mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan produk olahan. Selain itu, inisiatif ini berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pengurangan beban tempat pembuangan akhir (TPA). Artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan mesin penghancur sampah di Kota Medan memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang ekonomi baru dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Implementation of Inquiry Learning Based on Creativity and Science Process Skills Sinuraya, Jurubahasa; Motlan; Mihardi, Satria; S, Abd Hakim
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.8008

Abstract

After inquiry learning research is carried out, it is necessary to investigate problems and find problems based on clear concepts based on observations. Creativity is the ability to create something new. The proposed activities are based on physical phenomena through experiments. Prior knowledge of a problem may detract from an investigation, as it may prefer to retain known evidence rather than devise new alternatives. Creativity is the ability to think to come up with solutions, ideas, ways, products as solutions to existing problems. Innovative is the process of doing something in a new way. The process skills of discovering and developing concepts, theories, legal principles and facts are science process skills (KPS). Based on investigations and problem findings, creative inquiry learning with a process skills approach is used. The method in this research is analysis of indicators of inquiry learning syntax (problem formulation, hypothesis formulation, data collection, hypothesis testing and conclusions), creativity (KE experimental group and KK control group) and science process skills (KE and KK). The concepts developed mutually support inquiry, creativity and process skills. Students' ability to investigate and find problems can be realized.
Analysis of Science Process Skills Improved From Student Activities Through Inquiry Training Learning Model Siregar, Halimatus Sadyah; Mihardi, Satria
Journal of Learning and Technology in Physics Vol. 1 No. 1
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jltp.v1i1.12128

Abstract

Science skills are skills that students need when they are investigating. These skills are needed by students in the process of inquiry to solve problems from a natural phenomenon that is around them. general reality many of the skills of students who tend to be passive and low. The low scientific skills of students because the learning process does not involve practicum. Therefore, this study aims to find out. Improved science skills in terms of high school student activities through inquiry training learning models. This type of research is descriptive. The instrument of this study was the activity evaluation observation sheet. Each student observation sheet consists of five indicators. The indicator is confronting the problem, verifying data, experimenting, processing data and inquiry analysis. The results showed that skills based on assessment of activity indicators increased at each meeting.
TPACK Based Differentiated Problem Posing to Enhance Entrepreneurial Digital Problem Solving Derlina, Derlina; Zuhra, Siti; Mihardi, Satria; Lubis, Rajo Hasim; Purba, John Tampil; Stephanie, Stephanie
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 7 No 3 (2025): November
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v7i3.609

Abstract

This study aims to determine the effect of TPACK-based differentiated learning on high school students' problem-solving abilities and motivation. The study, conducted at Private Senior High School PAB 8 Saentis Sei Tuan, used a quasi-experiment method with two classes: the experimental class, which used the differentiated problem solving model based on TPACK, and the control class, which used the conventional school learning model without differentiation. The results of this study indicate that the average post-test score for student problem-solving abilities in the experimental class was higher than in the control class. Statistical testing using two-way ANOVA showed that the problem-solving skills of students taught with the TPACK-based differentiated learning model demonstrated a significant influence between the learning model and motivation on students' problem-solving skills, as well as an interaction between the TPACK based problem posing learning model and motivation in terms of problem-solving skills. These findings have practical implications for educators, providing evidence that the TPACK-based differentiated problem-posing learning model is more effective in improving students' problem solving abilities than the conventional learning model, with learning motivation also playing an essential role in enhancing student problem-solving skills.