Ni Luh Putu Suariyani
Department Of Public Health And Preventive Medicine, Faculty Of Medicine, Udayana University

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan Reproduksi

DETERMINAN WANITA UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN LANJUTAN SETELAH USG PAYUDARA Artika Dewi Amri; Ni Luh Putu Suariyani
Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol 11 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 11 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/kespro.v11i1.2175

Abstract

Abstract Background: The further examination after breast ultrasound is needed because the ultrasound examination is not merely recommended for early detection of breast cancer; however by the combination of ultrasound and mammography, the disorder in the breast could be determined more accurately. Mammography method is a method that could detect breast cancer with an accuracy up to 90 percent. Objective: This study is aimed to identify the determinant of women to conduct further examination after breast ultrasound in Badung. Method: The study’s design used a descriptive observational study with cross-sectional design. The sampling technique used was simple random sampling with a sample of 100 people. The bivariate analysis used chi-square with α = 0.05. Result: The results of this study showed that, among the 100 respondents, there were 43 percent have done further examination. The proportion of women taking a further examination was 41 percent with high education, 38 percent with good knowledge, 18 percent stated the distance of health services were far, 43 percent were able to pay the further examination, 38 percent had ever received the information about breast cancer, 43 percent gained the support of health workers and 41 percent received good support from family. The results showed that there were four factors that had a relationship with the further examination after breast ultrasound, including the level of knowledge (OR = 8,65; 95% CI 3,19-23,86), affordability (p-value <0,0001), the support of health workers (p-value <0,0001) and the support of family (OR = 30,3; 95% CI 6,52-273,73). Conclusion: The conclusion of this study is that the determinant of women to undertake the further examination after breast ultrasound depends on the level of knowledge, affordability, the support of health workers and the support of family. There is a need of an increase in socialization about breast cancer to women and husband/family. In addition, to increase further examination there is a need of socialization regarding the utilization of BPJS. Keywords: breast cancer, advanced examination, breast ultrasound Abstrak Latar belakang: Pemeriksaan lanjutan setelah USG payudara perlu dilakukan karena pemeriksaan USG saja tidak direkomendasikan untuk deteksi dini kanker payudara, tetapi dengan kombinasi USG dan mammografi kelainan pada payudara dapat ditentukan lebih akurat. Metode mammografi merupakan metode yang dapat mendeteksi kanker payudara dengan akurasi sampai 90 persen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan wanita untuk melakukan pemeriksaan lanjutan setelah USG payudara di Kabupaten Badung. Metode: Desain penelitian menggunakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Analisis bivariat menggunakan chi-square dengan α=0,05. Hasil: Hasil penelitian ini menggambarkan dari 100 responden sebanyak 43 persen sudah melakukan pemeriksaan lanjutan. Proporsi wanita yang melakukan pemeriksaan lanjutan sebanyak 41 persen orang berpendidikan tinggi, 38 persen orang berpengetahuan baik, 18 persen orang menyatakan jarak pelayanan kesehatan jauh, 43 persen orang mampu untuk membiayai pemeriksaan lanjutan, 38 persen pernah memperoleh informasi tentang kanker payudara, 43 persen orang memperoleh dukungan petugas kesehatan, dan 41 persen memperoleh dukungan baik dari keluarga. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat faktor yang memiliki hubungan terhadap pemeriksaan lanjutan setelah USG payudara yaitu tingkat pengetahuan (OR = 8,65; 95% CI 3,19-23,86), keterjangkauan biaya (p-value <0,0001), dukungan petugas kesehatan (p-value <0,0001) dan dukungan keluarga (OR = 30,3; 95% CI 6,52-273,73). Kesimpulan: Simpulan penelitian adalah determinan wanita untuk melakukan pemeriksaan lanjutan setelah USG payudara adalah tingkat pengetahuan, keterjangkauan biaya, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga. Perlu adanya peningkatan sosialiasasi mengenai kanker payudara kepada wanita dan suami/keluarga. Selain itu untuk meningkatkan pemeriksaan lanjutan perlu adanya sosialisasi mengenai pemanfaatan BPJS Kesehatan. Kata kunci: kanker payudara, pemeriksaan lanjutan, USG Payudara
Co-Authors Adhi, I Gusti Ayu Mirah Artha, Luh Putu Wulandari Artika Dewi Amri Azmy, Liza Ulil Brahmantya, Ida Bagus Yorky Cahyani, Ida Ayu Made Gia Christine Mariane Dethan Deni Witari Deni Witari, Deni Desak Gede Yenny Apriani Desak Putu Yulita Kurniati Dewa Nyoman Wirawan Dewa Nyoman Wirawan, Dewa Nyoman Dinar Lubis Dinar Lubis Drs. I Wayan Darsana,M.Ed . Dyah Pradnyaparmita Duarsa Gonçalves, Marilia Juvi Gusti Agung Sri Guntari Gusti Ayu Resa Dyanti, Gusti Ayu Resa I Gede Andre Cahya Pratama I Gusti Ayu Sri Darmayani I Made Subrata I Made Subrata I Made Subrata, I Made I MADE SUTARGA I Nengah Sujaya I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Mangku Karmaya I Putu Wily Anggara Wijaya I Wayan Weta I.W.G.A.E. Putra Ida Bagus Yorky Brahmantya Januario Nuno Dos Reis Gomes K Tangking Widarsa Kadek Anggie Wisandewi Mayun Kadek Dina Puspitasari Kadek Tresna Adhi Kariasih, Ni Luh Nu Komang Ayu Kartika Sari Krisnawati, Putu Ayu LPL Wulandari Luh Seri Ani M.D. Kurniasari Made Intan Kusuma Dewi Made Pasek Kardiwinata Mangku Karmaya Mangku Karmaya Maria Ulfah Marilia Juvi Gonçalves Mayun, Kadek Anggie Wisandewi N.K. Ekawati N.P. Widarini N.W.A. Utami Ni Ketut Nopi Widiantari Ni Ketut Sutiari Ni Made Ari Febriyanti Ni Made Ari Febriyanti Ni Made Nujita Mahartati Ni Made Rai Widiastuti Ni Made Rai Widiastuti Ni Made Sri Nopiyani Ni Made Utami Dwipayanti Ni Putu Gita Antari Ni Putu Riza Kurnia Indriana Ni Putu Widarini Ni Wayan Septarini Ni Wayan Sri Widyantari Nyoman Tigeh Suryadhi Pande Putu Januraga Puspitasari, Kadek Dina Putu Aris Budiyasa Putra Putu Ayu Ratna Darmayanti Putu Ayu Ratna Darmayanti Putu Ayu swandewi astuti Putu Hary Chandrakrisna Putu Larassita Abdi PertiwI Putu Riza Kurnia Indriana Putu Wahyuni Wulandari Karnawati putu Widarini Rina Listyowati Rina Listyowati, Rina Sari Andajani Sari Andajani, Sari Sari, Komang Ayu Kartika Sawitri, Anak Agung Sagung Suandana, Iwan Abdi Suhartiningsih Suhartiningsih Suhartiningsih Suryadhi, Nyoman Tigeh Teguh Permana Wahyuni, Luh Putu Sudi Wardana, Ketut Eka Larasati Widiantari, Ni Ketut Nopi Wulandari, LPL