Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Jam Karet vs Budaya Tepat Waktu: Adaptasi Karyawan Indonesia dalam Lingkungan Kerja Internasional (Studi Kasus: Pekerja Indonesia di Jepang) Naswa Ine Arteta; Fatimah Az-Zahroh Nur Salsabila; Keysha Ramadhani Andrijanto; Rhayhan Maulana Ali Akhbar; Mahabillah K.R.H.P; Handy Ardiansyah; Fresha Kharisma; Hafid Kholidi Hadi
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2pvkg826

Abstract

Budaya “jam karet” masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, baik dalam aktivitas sosial maupun dunia kerja. Kebiasaan tersebut berbeda dengan budaya tepat waktu di Jepang yang sangat menjunjung tinggi disiplin, keteraturan, dan penghargaan terhadap waktu. Perbedaan budaya ini menjadi tantangan bagi pekerja Indonesia yang bekerja di Jepang karena mereka dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang cepat, terstruktur, dan profesional. Lingkungan kerja di Jepang menempatkan ketepatan waktu sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan terhadap pekerjaan serta orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan yang memiliki pengalaman bekerja di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi terhadap budaya tepat waktu berlangsung secara bertahap melalui pembiasaan, lingkungan kerja, dan kesadaran individu terhadap pentingnya disiplin waktu. Selain itu, rasa bangga terhadap pekerjaan juga memengaruhi terbentuknya perilaku disiplin dan profesionalisme. Budaya kerja Jepang mampu membentuk kebiasaan menghargai waktu sehingga pekerja menjadi lebih teratur, bertanggung jawab, dan profesional. Oleh karena itu, perubahan dari budaya “jam karet” menuju budaya disiplin memerlukan kesadaran individu serta dukungan lingkungan kerja yang konsisten dalam menerapkan nilai-nilai profesionalisme.
Adaptasi Budaya Kerja Expatriate Indonesia dalam Lingkungan Kerja Jepang sebagai Kaigo Naisyifa Zahra Irwanaputri; Marshanda Ditrisna Wati; Angelina Dwi Kartikasari; Alifatus Oktafia; Muhammad Ghaiyyas Zia Alqudsi; Fresha Kharisma
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2p81gt19

Abstract

Fenomena penuaan penduduk di Jepang menyebabkan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja pada sektor perawatan lansia (kaigo), sehingga membuka peluang besar bagi pekerja migran Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses navigasi budaya yang dilakukan pekerja migran Indonesia sebagai kaigo di Jepang selama masa awal adaptasi kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap seorang pekerja migran Indonesia di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan melakukan berbagai strategi adaptasi budaya seperti meningkatkan kedisiplinan dan manajemen waktu, mengembangkan cara berkomunikasi untuk mengatasi hambatan bahasa, serta mempertahankan identitas budaya dan religiusitas di tengah informan bekerja. Selain itu keberhasilan adaptasi juga dipengaruhi oleh dukungan lingkungan kerja, pengalaman langsung, dan support system personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fleksibilitas budaya dan kemampuan menyesuaikan diri menjadi faktor penting dalam keberhasilan adaptasi pekerja migran di lingkungan kerja Jepang.
Perjalanan U-Curve Theory dalam Adaptasi Budaya Kerja: Studi Kasus Tenaga Kerja Indonesia di New Jersey, Amerika Serikat Muzamzamah Mega Sinta; Annisa Fauziyyah Salsabila; Jevonisa Xena Loering; Sutan Izzat Mundafi; Muhammad Rio Dwi Alfandi; Fresha Kharisma
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4k1tqg59

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses adaptasi budaya seorang tenaga kerja perempuan asal Indonesia (M.) yang bekerja di sektor manufaktur di New Jersey, Amerika Serikat. Yang membedakan kasus ini dari studi-studi serupa adalah adanya dua proses adaptasi yang terjadi secara bersamaan: adaptasi terhadap budaya negara baru sekaligus adaptasi terhadap dunia kerja untuk pertama kalinya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, melalui wawancara mendalam semi-terstruktur secara daring pada Mei 2025. Analisis mengacu pada kerangka U-Curve Theory of Adjustment (Lysgaard, 1955; Oberg, 1960) serta dimensi budaya Hofstede, Hofstede, dan Minkov (2010), khususnya dimensi individualisme-kolektivisme. Temuan menunjukkan bahwa M. melewati seluruh tahapan kurva U—honeymoon, culture shock, adjustment, hingga adaptation—dengan variasi intensitas yang dipengaruhi oleh tiga faktor utama: kepribadian yang terbuka dan luwes, keberadaan komunitas diaspora Indonesia di sekitar tempat tinggal, serta tersedianya layanan akomodasi bahasa di lingkungan setempat. Perbedaan budaya kerja yang paling terasa muncul pada sistem akuntabilitas berbasis jam kerja dan pola kerja yang sangat individual—dua hal yang secara langsung bersinggungan dengan nilai-nilai kolektivistis yang dibawa M. dari Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya diskusi lintas budaya, khususnya dalam memahami kompleksitas adaptasi tenaga kerja migran dari negara berkembang ke negara maju.  
EXAMINING THE EFFECT OF GREEN MARKETING ON CUSTOMER LOYALTY: THE MEDIATING ROLE OF CUSTOMER SATISFACTION Wisnuwardhana Surya Adriansyach; Muhammad Fajar Wahyudi Rahman; Fresha Kharisma; Dhiyan Septa Wihara
ECOBISMA (JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol 13, No 2 (2026): ECOBISMA
Publisher : Published by the Faculty of Economics and Business, University of Labuhanbatu, North Sumat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/ecobi.v13i2.9383

Abstract

PURPOSE - This study examines the impact of green marketing on consumer loyalty, with consumer satisfaction acting as a mediating variable among customers of The Body Shop categories Body Mist products in Surabaya. The study is based on the growing importance of sustainable business practices in influencing consumer behavior in the cosmetics industry.METHODOLOGY - This research employs a quantitative approach using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) as the data analysis technique. The sample consists of 150 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires designed to measure green marketing, consumer satisfaction, and consumer loyalty variables.FINDING - The results indicate that green marketing has a positive and significant effect on both consumer satisfaction and consumer loyalty. Sustainable practices such as recyclable packaging, animal-free campaigns, refill programs, and environmentally supportive marketing activities contribute to positive consumer perceptions and stronger emotional connections with the brand. Furthermore, consumer satisfaction significantly influences consumer loyalty and acts as a mediating variable in the relationship between green marketing and consumer loyalty. These findings imply that implementing sustainable marketing strategies can serve as a key competitive advantage in enhancing long-term consumer loyalty in the cosmetics sector
Pengaruh Game Addiction terhadap In-App Purchase Intention dengan Game Loyalty sebagai Variabel Mediasi pada Pemain Roblox Generasi Z Risya Yurifia Putri; Fresha Kharisma
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kecanduan Game terhadap Niat Pembelian Dalam Aplikasi dengan Loyalitas Game sebagai variabel mediasi di antara pemain Roblox Generasi Z di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 203 pemain Roblox Generasi Z aktif sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert online dan dianalisis menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kecanduan Game memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Game; (2) Kecanduan Game memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Pembelian Dalam Aplikasi; dan (3) Loyalitas Game memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Pembelian Dalam Aplikasi. Lebih lanjut, Loyalitas Game memediasi sebagian hubungan antara Kecanduan Game dan Niat Pembelian Dalam Aplikasi. Temuan ini menyoroti bahwa Kecanduan Game merupakan pendorong paling dominan dari Niat Pembelian Dalam Aplikasi di antara pemain Roblox Generasi Z di Indonesia
Pengaruh Content Marketing dan FOMO terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Aksesori Blindbox di Platform TikTok Nessa Aulia Jalapuspa Tambunan; Fresha Kharisma
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Content Marketing dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Minat Beli konsumen pada produk aksesori blindbox di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian adalah pengguna TikTok di Indonesia berusia 18–34 tahun yang pernah melihat konten produk blindbox dan memiliki ketertarikan terhadap produk tersebut. Sampel penelitian berjumlah 270 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Content Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,572, nilai t hitung sebesar 14,543, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Fear of Missing Out (FOMO) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,246, nilai t hitung sebesar 12,850, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Secara simultan, kedua variabel membentuk model regresi yang signifikan dengan nilai F hitung sebesar 317,556 dan nilai R² sebesar 0,704, sehingga 70,4 persen variasi Minat Beli dapat dijelaskan oleh model penelitian. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa Entertainment Focus menjadi indikator Content Marketing dengan nilai rata-rata tertinggi, sedangkan Updating menjadi indikator Fear of Missing Out (FOMO) dengan nilai rata-rata tertinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konten yang menghibur dan dorongan untuk terus mengikuti pembaruan informasi berperan dalam membentuk Minat Beli konsumen pada produk aksesori blindbox di TikTok.
Pengaruh Fear Of Missing Out Dan Hedonic Shopping Motivation Terhadap Post-Purchase Dissonance Dengan Impulse Buying Pada Generasi Z Pengguna Tiktok Shop Syafira Nasution; Fresha Kharisma
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i3.1820

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan social commerce pada platform TikTok Shop, yang mendorong perubahan perilaku konsumsi Generasi Z menjadi lebih impulsif dan berpotensi menimbulkan Post-Purchase Dissonanace. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Fear of Missing Out dan Hedonic Shopping Motivation terhadap Post-Purchase Dissonance dengan Impulse Buying sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) dengan metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner pada Generasi Z pengguna TikTok Shop di Indonesia dengan teknik purposive sampling dan analisis SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa seluruh variabel positif signifikan serta Impulse Buying mmemediasi hubungan antar variabel. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan emosional dapat meningkatkan pembelian impulsif yang berujung pada penyesalan pasca pembelian.
Pengaruh E-service quality dan Digital After-Sales service terhadap Repurchase intention melalui Customer satisfaction RedSeller RedDoorz Naufal Zamzami; Fresha Kharisma; Achmad Fitro; Ratih Amelia
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5117

Abstract

The advancement of digital commerce requires e-commerce platforms to continuously improve service quality to maintain customer satisfaction and encourage repurchase intention. This study aims to examine the effects of E-service quality and Digital After-Sales service on Customer satisfaction and Repurchase intention among RedSeller RedDoorz agents. A quantitative approach was employed using the SEM-PLS method (SmartPLS 4) with 162 respondents selected through purposive sampling. The results indicate that E-service quality has a positive and significant effect on both Customer satisfaction and Repurchase intention. In contrast, Digital After-Sales service does not have a significant effect on Customer satisfaction but has a positive and significant effect on Repurchase intention. Customer satisfaction is also found to have a positive and significant effect on Repurchase intention. Furthermore, Customer satisfaction does not mediate the relationship between E-service quality and Repurchase intention, nor the relationship between Digital After-Sales service and Repurchase intention. These findings suggest that customers' repurchase intention toward RedSeller is influenced more directly by digital service quality and after-sales service than through customer satisfaction. Therefore, RedDoorz should continuously enhance its e-service quality and strengthen effective after-sales support to encourage sustainable service usage and customer retention.   Abstrak Kemajuan perdagangan digital mengharuskan platform e-commerce untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna mempertahankan kepuasan pelanggan dan mendorong niat pembelian kembali. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh E-service quality dan Digital After-Sales service terhadap Customer satisfaction serta Repurchase intention pada agen RedSeller RedDoorz. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode SEM-PLS (SmartPLS 4) terhadap 162 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer satisfaction dan Repurchase intention. Sebaliknya, Digital After-Sales service tidak berpengaruh signifikan terhadap Customer satisfaction, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase intention. Customer satisfaction juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase intention. Selain itu, Customer satisfaction tidak mampu memediasi pengaruh E-service quality maupun Digital After-Sales service terhadap Repurchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa niat pembelian kembali pelanggan RedSeller lebih banyak dipengaruhi secara langsung oleh kualitas layanan digital dan layanan purna jual dibandingkan melalui mekanisme kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, RedDoorz perlu terus meningkatkan kualitas e-service dan efektivitas layanan after-sales untuk mendorong penggunaan layanan secara berkelanjutan.  
Pengaruh Fear Of Missing Out Dan Hedonic Shopping Motivation Terhadap Post-Purchase Dissonance Dengan Impulse Buying Pada Generasi Z Pengguna Tiktok Shop Syafira Nasution; Fresha Kharisma
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i3.1820

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan social commerce pada platform TikTok Shop, yang mendorong perubahan perilaku konsumsi Generasi Z menjadi lebih impulsif dan berpotensi menimbulkan Post-Purchase Dissonanace. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Fear of Missing Out dan Hedonic Shopping Motivation terhadap Post-Purchase Dissonance dengan Impulse Buying sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) dengan metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner pada Generasi Z pengguna TikTok Shop di Indonesia dengan teknik purposive sampling dan analisis SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa seluruh variabel positif signifikan serta Impulse Buying mmemediasi hubungan antar variabel. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan emosional dapat meningkatkan pembelian impulsif yang berujung pada penyesalan pasca pembelian.
The Effects Of Digital Leadership, Digital Literacy, And Digital Competency On Innovative Work Behavior Among Web3 Remote Workers In Surabaya City Pradipta Agung Wahyu Pratama; Hujjatullah Fazlurrahman; Fresha Kharisma; Muhammad Fajar Wahyudi Rahman
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 5 No 5 (2026): IJHESS APRIL 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v5i5.2301

Abstract

This study analyzes the influence of Digital Leadership, Digital Literacy, and Digital Competency on Innovative W This study examines the influence of Digital Leadership, Digital Literacy, and Digital Competency on Innovative Work Behavior (IWB) among Web3 remote workers in Surabaya City. The research is grounded in the transformation of remote work within the Web3 ecosystem, which presents innovation challenges due to limited spontaneous social interaction. This study addresses both a contextual gap, focusing on the underexplored population of Web3 workers, and a methodological gap by integrating three key digital factors into a single analytical framework. A quantitative approach was employed using purposive sampling, involving 70 Web3 remote workers in Surabaya. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The results show that Digital Leadership (β = 0.330), Digital Literacy (β = 0.322), and Digital Competency (β = 0.301) have a positive and significant effect on Innovative Work Behavior (p < 0.05). Simultaneously, the variables significantly influence IWB (F = 45.646), with a coefficient of determination (R²) of 0.675, indicating that 67.5% of the variation in IWB is explained by the model. These findings confirm that the integration of digital leadership, strong digital literacy, and well-developed digital competency plays a critical role in enhancing innovative work behavior in Web3 remote work environments. The study contributes to the development of Upper Echelons Theory in the context of decentralized digital work and provides practical insights for organizations in designing effective digital talent strategies.