Claim Missing Document
Check
Articles

WHO SRQ-20 Outcomes in Mothers of Children 6-23 Months By Fecal Disposal and Drinking Water Source Factors Saefurrohim, Muhamad Zakki; Zainafree, Intan; Aidil Fitrah, Muhammad; Utomo , Dewi Natalista Dwi
Panakeia Journal of Epidemiology Vol. 1 No. 1 (2024): PANAKEIA
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most studies tended to focus on the association of health conditions or tantrum behavior in toddlers with maternal mental health. This study aimed to determine the differences in WHO SRQ-20 scores and the association of WHO SRQ-20 outcomes with fecal disposal factors and drinking water sources. This study used secondary data from RISKESDAS 2018, involving 670 mothers with children aged 6-23 months. The WHO SRQ-20 questionnaire was used to measure general mental health disorders. Mann-Whitney analysis was conducted to determine the difference in scores, while Chi-Square was used to examine the association of WHO SRQ-20 outcomes with toddler feces disposal factors and drinking water sources. All analyses were performed using SPSS 22.0, with a significance value of <0.05. The analysis showed that inappropriate fecal disposal and poor drinking water sources increased the total WHO SRQ-20 score (p=0.003, & p=0.041). Both factors were positively correlated with seven common mental health symptoms in mothers with children aged 6-23 months, including no appetite, difficulty thinking, difficulty making decisions, feelings of fear, trembling hands, and indigestion, with significant p-values (p<0.05) for each symptom. Environmental quality, especially inappropriate fecal disposal and poor drinking water sources, was significantly correlated with increased mental health symptoms among mothers with children aged 6-23 months.
Peningkatan Literasi Jaminan Kesehatan Nasional Sebagai Social Health Insurance pada Siswa SMA di Kota Semarang Maharani, Chatila; Zainafree, Intan; Cahyono, Adi Nur; Wahyono, Bambang; Pangesti, Lely Tri; Syukria, Nadia; Van Den , Emilia; Azizah, Azzahra Nur; Alsriansyah, Ella; Kharazi, Akhmal Raziq; Ahmad, Ari Praneza; Dewanto, Earlene Nadhira
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v10i3.6362

Abstract

Literasi tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, masih tergolong rendah. Pemahaman terhadap sistem jaminan kesehatan sejak dini penting untuk mendorong kesadaran dan kepesertaan aktif di masa mendatang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa SMA mengenai JKN dan konsep asuransi kesehatan sosial melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi edukasi menggunakan booklet, simulasi role play dengan tiga skenario kepesertaan JKN, serta pembuatan video pendek oleh siswa terpilih sebagai JKN Student Ambassadors. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 7 Semarang dengan total peserta 104 siswa kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan setelah intervensi edukasi. pendekatan edukasi yang interaktif dan kontekstual dapat secara efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap sistem jaminan kesehatan sosial serta membentuk karakter sebagai agen literasi di lingkungan sekitarnya.
Go-First Aid: Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Kru dalam Penanganan Pertama Pada Kegawatdaruratan Di Saloka Theme Park Zainafree, Intan; Rahayu, Sri Ratna; Khasanah, Amelia Fitra; Dimarti, Safira Chairani; Widodo, Priskila Naomi; Syukria, Nadia; Faizin, Miftahul; Sulistio, Revan Aji; Makhfudz, Rendy Adiyatmarijal; Nugraheni, Hana Putri; Trikinasih, Rusda Lintang; Simanjuntak, Sugianto Parulian
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7393

Abstract

Keselamatan pengunjung merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan destinasi wisata yang memiliki potensi risiko cedera dan kegawatdaruratan medis. Program pengabdian masyarakat Go-First Aid dilaksanakan oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang di Saloka Theme Park, Kabupaten Semarang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kru keselamatan dalam melakukan penilaian cedera dan resusitasi jantung paru (CPR). Kegiatan melibatkan 30 kru keselamatan sebagai mitra pelatihan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui pelatihan berbasis simulasi, pendampingan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pengunjung, serta penyediaan media edukatif berupa buku saku klasifikasi cedera, panduan penilaian tingkat keparahan cedera, dan video edukasi pertolongan pertama. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai post-test sebesar 39,4% dibandingkan pre-test. Selain itu, lebih dari 90% peserta mampu melaksanakan prosedur CPR sesuai standar American Heart Association (AHA). Program Go-First Aid memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesiapsiagaan kru, penguatan sistem manajemen keselamatan pengunjung, dan pembentukan budaya kerja tanggap darurat di lingkungan taman wisata. Secara keseluruhan, pelaksanaan program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat tata kelola keselamatan destinasi wisata berbasis kolaborasi akademisi dan pengelola pariwisata.
Sociodemographic and Health Insurance Ownership Related to Tuberculosis in Elderly: An Analysis of Indonesia Health Survey Lili Amaliah; Oktia Woro Kasmini Handayani; Intan Zainafree
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i2.8893

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB) continues to be a significant public health issue globally, with Indonesia being one of the nation’s experiencing the highest TB burden in the world. The purpose of this study is to analyze the sociodemographic factors and health insurance ownership associated with the incidence of tuberculosis (TB) among the elderly in Indonesia. Methods: This study used secondary data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI), focusing on elderly individuals (?60 years). A total of 97,339 participants were included after applying inclusion criteria. The dependent variable was the self-reported diagnosis of tuberculosis (TB), and independent variables included age, sex, marital status, education, occupation, health insurance, place of residence, and family status. Data were analyzed with univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate (binary logistic regression) analyses. Results: The study found that 0.57% of older adults self-reported the tuberculosis diagnosis. The significant associations between tuberculosis diagnosis and variables such as sex, marital status, education, occupation, health insurance, place of residence, and family status, with women, higher education levels, certain occupations, health insurance coverage, urban living, and being head of the household being less likely to report TB, while age showed no significant association. The binary logistic regression revealed that factors such as sex, education, occupation, health insurance, and family status significantly influence the likelihood of TB diagnosis, with females, higher education levels, certain occupations, no health insurance, and being a spouse showing reduced odds of being diagnosed with TB. Conclusion: This study found that tuberculosis (TB) among older persons was significantly associated with several sociodemographic factors, including sex, education level, occupation, health insurance ownership, and family status. Female older adults and those with higher education levels were less likely to be diagnosed with TB. Similarly, those who were employed, especially as private employees, entrepreneurs, or farmers, and those without health insurance had lower odds of TB. It is suggested to improve TB prevention and treatment strategies for older adults, with a particular emphasis on gender, education, employment, and health insurance access.
Side Effects Associated with Short-Term Treatment Regimens among MDR TB Patients with Treatment Failure: A Clinic-Based Case-Control Study in Central Java, Indonesia Muhamad Zakki Saefurrohim; Intan Henda Ardiani; Alma Feriyanti; Intan Zainafree; Fildza Huwaina Fathnin
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sainsmed.v17i1.45038

Abstract

Prevalensi kegagalan pengobatan TB MDR regimen jangka pendek di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang mencapai 70,59% dengan 15,3% diantaranya meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status pekerjaan, status HIV, hasil pemeriksaan sputum awal, dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap berbagai kategori kegagalan pengobatan TB MDR yaitu gagal, perubahan diagnosis, perubahan regimen, putus berobat, dan kematian. Penelitian ini merupakan studi kasus-kontrol berbasis klinik yang dilakukan di fasilitas pengobatan TB MDR di Jawa Tengah, Indonesia. Data diperoleh dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) pada pasien TB MDR yang menjalani terapi antara tahun 2021 hingga 2023. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Gamma dan uji Kruskal-Wallis. Status pekerjaan menunjukkan hubungan signifikan dengan kegagalan pengobatan (p=0,022), Hal ini terlihat bahwa pasien yang tidak bekerja lebih banyak mengalami putus berobat (82,5%) dan kematian (59,6%). Status HIV juga berpengaruh signifikan (p=0,009), dengan pasien HIV reaktif lebih sering mengalami perubahan regimen (1,8%). Hasil pemeriksaan sputum awal memiliki hubungan paling signifikan (p=0,000), di mana pasien dengan sputum negatif lebih sering mengalami perubahan diagnosis (49,1%) dan pasien dengan hasil sputum tidak diketahui lebih sering mengalami putus berobat (66,7%). IMT rendah (<18,5 kg/m²) juga berkorelasi dengan kegagalan pengobatan (p=0,037), dengan proporsi putus berobat tertinggi (75,4%) dan kematian (33,3%) dibandingkan kelompok IMT lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor sosial-ekonomi, status HIV, hasil pemeriksaan sputum awal, dan status gizi memiliki memiliki hubungan dengan berbagai kategori kegagalan pengobatan TB MDR jangka pendek terutama pada angka putus berobat dan kematian.
Evaluasi Program Rumah Pelita Daycare Sekar Kasih sebagai Salah Satu Upaya Zero Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sekaran Nabila Puspita; Intan Zainafree
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.18316

Abstract

 ABSTRACT Stunting is one of the nutritional problems that still occurs in many developing countries, including Indonesia. Stunting is a condition where children grow smaller than their peers. Children are said to be stunted if they have a Z-Score value of less than -2 SD to -3 SD which means they are stunted, and less than -3 SD indicates severely stunted children. Stunting globally in 2022 has a prevalence of 22.3% or 148.1 million children under 5 years old experiencing stunting conditions. This study aims to evaluate the Rumah Pelita Daycare Sekar Kasih program as a special daycare for stunted children by improving parenting and child feeding patterns by the Semarang City Government. This research uses a qualitative approach with a case study design. The informants in this study consisted of 4 main informants and 8 triangulation informants. The instruments used in this research are interview guidelines and documentation. The results showed that the Input aspect in the implementation of this program was good. The Process aspect is still not maximally implemented, one of which is due to incomplete infrastructure. The Output aspect is declared good because Sekar Kasih Daycare has graduated 14 children from stunting. The conclusion of this study is that Daycare Sekar Kasih staff can increase their efforts in attracting parents with stunted children to register with Daycare Sekar Kasih. Another suggestion is that the Semarang City Government is expected to make a law or permanent regulation that can be used to regulate and supervise the implementation of the Rumah Pelita Daycare program as a whole. Keywords: Daycare, Stunting, Evaluation  ABSTRAK  Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang masih banyak terjadi di berbagai negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Stunting adalah keadaan dimana anak tumbuh lebih kecil dibandingkan dengan anak seusianya. Anak dikatakan stunting apabila anak memiliki nilai Z-Score yang kurang dari -2 SD hingga -3 SD yang berarti menunjukkan anak pendek (stunted), dan kurang dari -3 SD menunjukkan anak sangat pendek (severely stunted). Stunting secara global pada tahun 2022 memiliki prevalensi sebanyak 22,3% atau 148,1 juta anak dibawah 5 tahun mengalami kondisi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Rumah Pelita Daycare Sekar Kasih sebagai tempat penitipan anak khusus untuk anak-anak stunting dengan memperbaiki pola asuh dan pola pemberian makan anak yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 4 informan utama dan 8 informan triangulasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan aspek Input (masukan) dalam pelaksanaan program ini sudah baik. Aspek Process (proses) masih belum terlaksana dengan maksimal yang salah satunya disebabkan karena sarana prasarana yang belum lengkap. Aspek Output (keluaran) dinyatakan baik karena telah Daycare Sekar Kasih meluluskan 14 anak dari stunting. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu petugas Daycare Sekar Kasih dapat meningkatkan meningkatkan upaya mereka dalam menarik orangtua dengan anak-anak stunting untuk mendaftar ke Daycare Sekar Kasih. Saran lainnya yaitu Pemerintah Kota Semarang diharapkan membuat undang-undang atau peraturan tetap yang dapat digunakan untuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan program Daycare Rumah Pelita secara menyeluruh. Kata Kunci: Daycare, Stunting Evaluasi
Pelaksanaan Posyandu Balita Door to Door di Kelurahan Pedalangan Kota Semarang Hany Putri Antari; Intan Zainafree
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i3.323

Abstract

The COVID-19 pandemic caused posyandu activities for toddlers to be temporarily suspended and began to be carried out again in August 2020 with a door to door system. This study aims to determine the achievements of posyandu toddlers door to door in the Pedalangan Village area with program evaluation. This study used descriptive qualitative. Determination of informants using purposive sampling technique. The main informants are the head of the puskesmas, the person in charge of the program, nutritionists, cadres and mothers of toddlers. data collection by means of observation, documentation and in-depth interviews to 8 people. Data validity using triangulation techniques to 4 people. The resukts are in the evaluation of input points, there are differences in facilities during the pandemic and before the pandemic. In the process, posyandu for toddlers during the pandemic was carried out door to door, while before the pandemic it was carried out directly. At the output point, there was an increase in D/S in 2021 of 86.4% compared to 2020, which was 57.4%. the conclusion is toddler posyandu activities before the pandemic are different from after the pandemic. D/S coverage in 2021 of 86.4% is in accordance with the target of Indonesia Sehat.
Co-Authors Abdul Hakam Adi Nur Cahyono Afriyatin, Via Agnes Widanti Ahmad, Ari Praneza Alma Feriyanti Alsriansyah, Ella Alvy Fajri Andreas Wilson Setiawan Anggun Dessita Wandastuti Anisa Prabaningrum Ari Yuniastuti Atika Aulia Atika Aulia Aufiena Nur Ayu Merzistya Aufiena Nur Ayu Merzistya Azizah, Azzahra Nur Bambang Budi Raharjo Bambang Wahyono Bela, Maria Vila Bramasto, Tegar BUDIONO SKM, M.Kes(Epid), IRWAN Cahyati , Widya Hary Casmuti, Casmuti Chatila Maharani Defi, Rahma Dewanto, Earlene Nadhira Dimarti, Safira Chairani Dina Nur Anggraini Ningrum Endang Wahyati y. Fahrurozi, M. Faizin, Miftahul Farida, Eko Faridho, Fikrifar Rizki Fildza Huwaina Fathnin Fitri Indrawati Fitria Ningsih Gian Lisuari Adityasiwi Hakam, Mohammad Abdul Hany Putri Antari Imam Subhi, Imam Intan Henda Ardiani Irsam, Muhamad Irwan Irwan Isbandi Isbandi Julia Pertiwi Jusran, Alek Kamal Agus Efendi Kartika Pibrianti KH, Oktia Woro Kharazi, Akhmal Raziq Khasanah, Amelia Fitra Lili Amaliah Linda Riski Sefrina Lukman Fauzi Makhfudz, Rendy Adiyatmarijal Mardiana Mardiana Mernawati, Defi Minhajul Mubarok Mona Subagja Muhamad Anbiya Nur Islam Muhamad Syaiful Bachri Al Yunus Muhammad Aidil Fitrah Mustafa Daru Affandi Nabila Puspita Nissa, Fidia Nugraheni, Hana Putri Nur Wahidah Nur Wahidah Nurkhasanah, Maulia Wahyu Nurul Maulidiyah Oktabella, Zulvaida Haditya Oktia Woro Kasmini Handayani Oktia Woro KH Pangesti, Lely Tri Parno Parno Patriajat, Maria M. Rosaria Patriajati, Maria Margareta Rosaria Pibrianti, Kartika Prasetya, Henky Yoga Putra, Tyar Bhatara Putri, Deva Amanda Putri, Wulan Apriyani Gusti Rahmadhani, Alda Adiestya Ratna Wahyuningtias Retnoningsih, Heriani Rohayati, . Rr. Sri Ratna Rahayu Saefurrohim, Muhamad Zakki Setyowati, Florensia Indah Shinta Ayu Respati Simanjuntak, Sugianto Parulian Siti Harnina Bintari Soesmeyka Savitri Sri Ratna Rahayu Suhito, Hanif Pandu Sulistio, Revan Aji Syukria, Nadia Tatik Atmini Trikinasih, Rusda Lintang Tsuroyya, Sabrina Luthfi Usnawati, Uus Utomo , Dewi Natalista Dwi Van Den , Emilia Widodo, Priskila Naomi Widya Hary Cahyati Wigatie, Ragil Ayu Yuniarti Yuniarti Zaimatuddunia, Irma Zakiyyah, Naeli Robikhati Zuyyinatun Muflikhah