p-Index From 2021 - 2026
6.735
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Akuntansi Muhammadiyah Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Jurnal Pilar Empirisma; Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis PARAMUROBI Aktiva : Jurnal Akuntansi dan Investasi Jurnal Riset Akuntansi Aksioma JURNAL ILMIAH FEASIBLE (JIF) Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Moderasi; Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of English Language and Education Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum Eduthink: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Didaktika Religia PENGABDIAN SOSIAL Al Irsyad: Jurnal Studi Islam Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Trunojoyo Law Review HUKMY : Jurnal Hukum Jurnal Mahasiswa Mengabdi (JIMAWAbdi) Indonesia Auditing Research Journal ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Jurnal PERKUSI: Pemasaran, Keuangan dan Sumber Daya Manusia Journal for Quality in Public Health Cendikia Pendidikan Assyarikah: Journal Of Islamic Economic Business Maharot : Journal of Islamic Education Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Cakrawala: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ektasi : Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Organisasi Tilawah: Journal of Al-Qur'an Studies Reflektika
Claim Missing Document
Check
Articles

Mandatory Spending Pesantren Pasca Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren Afriyani, Alfin; Fathorrahman, Fathorrahman; Najib, Ainun
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, April 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i4.1564

Abstract

Penetapan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah memberikan landasan hukum yang kuat bagi pengelolaan pesantren di Indonesia. Salah satu aspek penting dalam undang-undang tersebut adalah pengaturan mengenai mandatory spending (belanja wajib), termasuk kewajiban alokasi anggaran untuk mendukung seluruh kegiatan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mandatory spending anggaran pesantren pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan jenis penelitian yuridis normatif, melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan mandatory spending untuk pesantren masih belum optimal, di mana alokasi anggaran pesantren masih bersumber dari anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN/APBD sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Padahal, selain mengemban amanat konstitusi, pesantren juga memiliki dasar hukum khusus melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang seharusnya memperkuat dukungan anggaran secara lebih spesifik.
Strategy for Developing Teaching Materials for Islamic Education Media and Technology Courses in the Digital Era Aniza Fitri; Fathorrahman, Fathorrahman
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v3i2.161

Abstract

In the digital era, technological advancements have transformed various aspects of life, including the field of education. Islamic Religious Education (PAI), as one of the academic disciplines taught in universities, is also required to adapt to the changing times—particularly in the development of more interactive, innovative, and technology-based teaching materials. The issue addressed in this study is how teaching material development strategies are implemented in the digital era within the Islamic education study program. This is elaborated through two main focuses:   What are the strategies for developing teaching materials for the course "Media and Technology in Islamic Religious Education (PAI)”? What are the supporting and inhibiting factors in the strategy for developing teaching materials for the course "Media and Technology in Islamic Religious Education (PAI)" in the digital era. To gain deeper insights, the researcher employed a descriptive qualitative research approach. The data sources used consist of both primary and secondary data, while the data collection techniques included interviews, observations, and documentation. Synergy between lecturers, students, and educational institutions is essential in creating a conducive digital learning ecosystem. With the support of appropriate policies, enhanced teaching staff competencies, and the effective use of technology, it is expected that the development of digital-based teaching materials can be carried out optimally and provide maximum benefits for students. The inhibiting factors include limited internet access and lack of student motivation. On the other hand, the supporting factors include the availability of media, platforms, and applications that can be utilized for learning.