Articles
PENGARUH SENAM HAMIL, MODUL DAN CARA TIDUR YANG BAIK TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA KEHAMILAN
Wahyunita, Vina Dwi;
Fasiha, Fasiha;
Latifah, Ulfatul;
Kutaromalus, Sitti Sarifah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v12i1.4192
Pendahuluan: Perubahan fisik system musculoskeletal pada kehamilan menyebabkan nyeri punggung wanita hamil. Senam hamil merupakan salah satu cara memperoleh tubuh yang sehat, di samping senam hamil, cara tidur yang baik mempunyai manfaat mengurangi rasa nyeri punggung pada kehamilan. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh senam hamil, modul dan cara tidur yang baik terhadap nyeri punggung pada kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi-Experimental pretest-posttest control design yang melibatkan dua kelompok, dengan jumlah sampel 60 responden. Uji yang digunakan menggunakan Mann Whitney. Hasil: Penelitian menunjukkan ibu hamil yang melakukan senam hamil, pemberian modul senam hamil dan posisi tidur yang baik rerata intensitas nyeri punggung lebih rendah yaitu 15,65 dari ibu hamil yang jalan pagi dan tidur biasa yaitu 45,37, serta ada perbedaan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil yang diberi modul, melakukan senam hamil dan cara tidur yang baik dengan ibu hamil yang jalan pagi dan tidur biasa dengan selisih mean 4,94. Kesimpulan: Terdapat pengaruh senam hamil, pemberian modul dan cara tidur yang baik terhadap intensitas nyeri punggung pada kehamilan
PERBEDAAN HASIL BELAJAR PRAKTIKUM ASUHAN KEHAMILAN DENGAN METODE OSCE (Objective Structured Clinical Examination) DAN NON OSCE UNTUK MAHASISWA KEBIDANAN
Ulfatul Latifah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penilaian hasil belajar dapat memberikan umpan balik kepada institusi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kepada mahasiswa sebagai motivator untuk belajar. Program Studi kebidanan menerapkan strategi pembelajaran dengan metode ceramah, diskusi, simulasi. Metode simulasi yang digunakan untuk mengevaluasi kompetensi profesional tenaga kesehatan dikenal dengan metode OSCE pada model uji ini peserta didik akan dinilai secara komprehensif yaitu Kognitif,Psikomotor dan Afektif. Evaluasi pembelajaran ketrampilan mahasiswa Prodi Kebidanan selama ini menggunakan dengan dua teknik yaitu metode OSCE dengan membagi ketrampilan kedalam stasi- stasi yang terdiri dari 4-8 stasi ketrampilan sedangan uji ketrampilan non OSCE dilakukan penilaian secara langsung tidak membagi stasi ketrampilan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar praktikum asuhan kehamilan dengan metode OSCE dan non OSCE. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekana cros sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Politeknik Harapan Bersama semester II sejumlah 87. Hasil penelitian ini adalah nilai rata-rata mahasiswa uji praktikum dengan metode OSCE 75,20 dan nilai rata-rata uji praktikum non OSCE 72,08. Tingkat kelulusan uji praktikum dengan metode OSCE 74,7% dan tingkat kelulusan uji praktikum non OSCE 69,7% dengan demikian terdapat perbedaan hasil belajar antara uji praktikum dengan metode OSCE dan non OSCE sebesar 5,8% dan terjadi peningkatan 3,11. Berdasarakan hasil uji analisis nilai p value : 0,046 arti nya ada perbedaan hasil belajar praktikum dengan metode OSCE dan non OSCE. Diharapkan kepada institusi pendidikan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai arah pertimbangan, guna perbaikan metode OSCE ke depan
PENGALAMAN MENYUSUI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MENJALANI LONG DISTANCE MARIAGE DI KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL
Seventina Nurul Hidayah;
Ulfatul Latifah;
Meyliya Qudriani
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Selama pemberian ASI banyak alasan yang disampaikan ibu untuk tidak menyusui bayinya diantaranya ibu yang menjalani long distance marriage dikarenakan suami bekerja, membuat ibu merasa berjuang sendiri dan akhirnya menyerah dan beralih menggunakan susu formula. ASI sangat penting untuk untuk mempengaruhi tumbuh kembang bayi termasuk perkembangan mental emosional melalui kelekatan yang terbentuk saat menyusui. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang pengalaman menyusui ibu yang menjalani long distance marriage. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah informan tiga orang ibu menyusui yang berada di wilayah Kecamatan Tegal Barat. Hasil wawancara pada informan didapatkan informasi tentang berbagai perasaan, persepsi, pemahaman dan pengetahuan ibu tentang menyusui, motivasi menyusui, bagaimana praktik menyusui secara eksklusif, hambatan-hambatan yang ditemukan dan dukungan yang diharapkan selama ibu menjalani long distance marriage. Dengan informasi ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti di dalam memberikan konseling menyusui bagi ibu yang menjalani long distance marriage mulai dari antenatal sampai postnatal. Bagi pemerintah dapat digunakan sebagai bahan evaluasi keberhasilan program menyusui sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan cakupan pemberian ASI secara eksklusif pada bayi untuk mencapai pertumbuhan perkembangan dan kesehatan optimal di Wilayah Kecamatan Tegal Barat
Pengaruh Aktifitas Fisik terhadap Kejadian Penyakit Tidak Menular pada Lansia
Ulfatul Latifah;
Iroma Maulidah;
Ardhi Henda Karmandika
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v5i2.514
The morbidity rate for the elderly is the proportion of the elderly population who experience health problems that interfere with their daily activities during the past month. According to the 2014 Susenas, the morbidity rate for the elderly population was 25.05%, meaning that out of every 100 elderly people, 25 of them were sick. In Tegal City, the prevalence of non-communicable diseases has a tendency to increase from year to year, this is due to the epidemiological transition, demographic transition and lifestyle transition. This study aims to determine the relationship between physical activity and the incidence of non-communicable diseases in the elderly in Tegal City. This type of analytic observational research uses a cross-sectional design, with a quantitative approach. The population in this study were elderly aged over ≥ 46 years who were in the Tegal City Region. The analytical test used is the chis square test which aims to determine the relationship between physical activity and the occurrence of non-communicable diseases. Data collection was carried out through interviews and filling out questionnaires on the elderly with a sample of 50 people. The results showed that there was a relationship between physical activity and the incidence of non-communicable diseases. The incidence of non-communicable diseases in the elderly can be caused by the high prevalence of risk factors such as lack of physical activity. It is hoped that health workers
The The Influence of Life Stressors on Mental Health Disorders in Adolescents
Bachtiar, Nanda;
Latifah, Ulfatul
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3156
Based on the 2018 mental health data for adolescents in Indonesia, it was found that 9.8% experienced emotional mental disorders with symptoms of depression and anxiety among those aged >15 years. Adolescent mental health significantly influences their individual futures and has broader implications for families and communities. Emotional issues in adolescents can serve as life stressors, which, in turn, become a risk factor affecting their mental health. This research aims to investigate the influence of life stressors on the mental health of adolescents. This study adopts a quantitative approach with an observational design. The population comprises adolescents in Tegal City, and data collection employs the Cluster Random Sampling technique. The sample size, determined using the Slovin formula with a 0.05 error level, is set at 510 individuals. Data are collected through a questionnaire distributed via Google Forms. The data analysis utilizes multiple linear regression analysis.The research findings indicate a significant influence of life stressors on Mental Health Disorders. It can be inferred that life stressors play a substantial role in mental health disorders among adolescents, highlighting them as risk factors for mental health issues in this demographic. The involvement of parents, teachers, community leaders, and the surrounding society is crucial in providing guidance and positive role models for adolescents.This study sheds light on the urgency of collective efforts in addressing life stressors and promoting mental well-being among adolescents, emphasizing the pivotal roles of key stakeholders in the community
The Influence of Psychological Factor on Breast Milk Production in Breastfeeding Mothers with COVID-19 Survivors in Tegal
Latifah, Ulfatul;
Rahmanindar, Nora
JURNAL KEBIDANAN Vol. 14 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jkb.v14i1.8932
The role of breastfeeding mothers very important, not only for the baby's growth but also for their own health. Lactation offers numerous health benefits, including preventing infectious diseases and reducing depression among mothers. One of the factors that affect the worsening of exclusive lactation is the anxiety felt by mothers, especially during the COVID-19 pandemic. The anxiety experienced by breastfeeding mothers is due to the their thoughts or knowledge, will transmit the COVID-19 virus to her baby through breast milk, while one of the effects of anxiety on breastfeeding mothers is that milk production isn't smooth or doesn't come out. This study aims to determine the effect of psychological factors on breast milk production in COVID-19 survivors. It's an analytic design using an observational research design with a cross sectional approach. The population study involved 46 breastfeeding  mothers with COVID-19 survivors in Tegal with purposive sampling and Chi Square analysis test. The results showed that in mothers who didn't experience anxiety, their milk production didn't decrease, while in mothers who experienced anxiety there was reduced milk production. The results showed that there was an influence of psychological factors on breast milk production in breastfeeding mothers COVID-19 survivors with a P-value of 0.011. It's hoped that the Tegal City government will cooperate with health workers to make breastfeeding mothers with COVID-19 calmer and less anxious.
Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memperbanyak Produksi Asi Di Bidan Praktik Mandiri Wilayah Puskesmas Kabupaten Tegal
Zulfiana, Evi;
Latifah, Ulfatul
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33859/dksm.v14i1.879
Latar Belakang: Permasalahan yang sering terjadi pada massa nifas salah satunya adalah produksi asi, Produksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Ibu yang tidak menyusui bayinya pada harihari pertama disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan akan kurangnya produksi ASI serta kurangnya pengetahuan ibu tentang proses menyusui terapi komplementer adalah salah satu solusi untuk memerbanyak produksi asiTujuan: Mengetahui jenis pelayanan kebidanan komplementer dalam asuhan ibu post partum, Mengetahui Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memperbanyak produksi ASI, Mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan terapi komplementer pada ibu post partum, Mengetahui pemanfaatan terapi komplementer dalam asuhan ibu post partumMetode: Penelitian kualitatif untuk memperoleh kedalaman data melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya dari responden untuk mengetahui bagaimana Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memproduksi Asi. Alat penelitian menggunakan pedoman wawancara, Responden dalam penelitian ini adalah 4 bidan Praktik mandiri bidan wilayah puskesmas kabupaten tegal sebagai informan utama dan 4 ibu post partum sebagai informan tri angulasi .Hasil: Penelitian implementasi pelayanan kebidanan komplementer pada ibu post partum untuk memperbanyak produksi asi dengan pijat oksitosin dan, moksa, massage endorphin, sudah sesuai dengan teori dan terbukti bahwa pelayanan komplementer tersebut dapat meningkatkan ASI.Simpulan Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memperbanyak Produksi Asi sudah sesuai dengan teori dan terbukti terbukti bahwa pelayanan komplementer tersebut dapat meningkatkan ASI. Implementation of Complementary Midwifery Services In Post Partum Mothers to Increase Breast Milk Production in Independent Practice Midwives in the Puskesmas Area of Tegal RegencyBackground: A common problem postpartum is inadequate breast milk production. Early breastfeeding can be a challenge due to limited milk production in the first few days after giving birth. Complementary therapy is considered as one solution to stimulate breast milk production. Many mothers who do not breastfeed on the first day experience anxiety and fear about a lack of milk production or insufficient knowledge of the breastfeeding process.Objective: to investigate the effectiveness of this therapy. Understanding the different types of complementary midwifery services for caring for postpartum mothers, determining the effectiveness of these services in increasing breast milk production, researching the factors that play a role in choosing complementary therapy for postpartum care, and examining the use of complementary therapy for postpartum care.Methodology: Qualitative research was conducted to gain an in-depth understanding of the Implementation of Complementary Midwifery Services in Postpartum Mothers to enhance breast milk production. The study had 4 midwives who were independent practitioners in the Tegal district health center area as the main informants and 4 postpartum mothers as triangulation informants.Result: were obtained through the rigorous analysis of the data collected. Research on the implementation of complementary midwifery services for postpartum mothers, aimed at increasing breast milk production with oxytocin and moksa endorphin massages, conforms to theoretical principles and demonstrates the efficacy of these complementary services in enhancing breast milk.Conclusion: The provision of complementary midwifery services for postnatal mothers to increase breast milk production aligns with theoretical principles and has been demonstrated to be effective. The utilization of these complementary services has been shown to increase breast milk supply.
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS PESURUNGAN LOR
Prastiwi, Ratih Sakti;
Latifah, Ulfatul
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 1 No. 2 (2018): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33006/ji-kes.v1i2.106
AbstrakASI Eksklusif merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan anak lebih optimal. Tingginya aktifitas ibu diluar rumah menjadi kendala untuk memberikan ASI secara Eksklusif dan cenderung memberikan formula. Capaian ASI Eksklusif di wilayah Pesurungan Lor <60%, hal ini dapat mempengaruhi pencapaian pertumbuhan dan perkembangan bagi anak di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pemberian ASI Eksklusif pada anak usia 6-12 terhadap perkembangannya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif terhadap anak usia 6-12 bulan. Teknik sampling diambil menggunakan teknik accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 26 sampel. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Data selanjutnya dianalisis menggunakan chi-square test. Hasil analisis didapatkan terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan anak namun tidak signifikan ditunjukkan dari adanya Ï-value sebesar 0.09. Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh pemberian ASI Eksklusif saja, namun terdapat faktor lain seperti emotional bonding serta adanya pemberian stimulus dari orang tua atau pengasuh anak.   Kata kunci : ASI Eksklusif, perkembangan, anak, bayi Abstract Exclusive breasfeeding was an important aspect in children development. For working mothers, breast feeding exclusively would be hard and they prefer to used formula. Exclusive breastfeeding coverage in Pesurungan lor were less than 60%, it could cause an impending for growth and development in children achievement. The purpose of this study was to assess relation of breastfeeding exclusively with 6-12 months baby’s development. This study used descriptive analytichal method. Using accidental sampling to babies aged 0-6 months (26 babies). Data collected using Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) and analyzed using chi-square test. This study show there is a relation within breastfeeding exclusively and children development but not significant (Ï-value: 0.09). Children development not only influenced by breast milk but it could be influence by emotional bonding and/or stimulation by their parents or their caretakers,  Keywords           :              Exclusive breastfeeding, development, children, babies
PENINGKATAN SIKAP PENERIMAAN DIRI REMAJAMELALUI PENYULUHAN DAN PERMAINAN PENGENALAN DIRI DI KOTA TEGAL
Iroma Maulida;
Ulfatul Latifah;
M. Ibnu Hasan;
Atikah Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25829
Abstrak: Sikap penerimaan diri (self acceptance) adalah sikap puas akan keadaan diri sendiri atau dapat menerima semua yang ada pada dirinya baik kelebihan maupun kekurangannya. Individu yang memiliki self acceptance akan memandang kekurangan diri sebagai hal yang wajar yang dimiliki setiap individu sehingga akan bisa berpikir positif tentang dirinya. Kekurangan tidak akan menghambat untuk mengaktualisasikan dirinya. Untuk itu tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan sikap penerimaan diri remaja melalui penyuluhan dan permainan tentang konsep pengenalan diri. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang sikap penerimaan diri, dilanjutkan dengan permainan pengenalan diri pada remaja kelas XI jurusan akuntansi SMK Ikhsaniah Kota Tegal berjumlah 22 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post test sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian dilakukan. Hasil pengabdian menunjukkan rata-ratai sikap penerimaan diri siswa 79,59 sebelum kegiatan dan 79,82 setelah kegiatan. Tidak ada perbedaan yang bermakna sikap penerimaan diri sebelum dan sesudah kegiatan. Walupun demikian kegiatan tersebut tetap bermanfaat bagi remaja yaitu menambah rasa percaya diri serta menerima kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Hal ini disampaikan oleh beberapa siswa di akhir kegiatan walaupun hasil pre dan post testnya menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna.Abstract: The attitude of self-acceptance is an attitude of being satisfied with one's own condition or being able to accept everything that is in oneself, both its advantages and disadvantages. 7 Individuals who have self-acceptance will view their own shortcomings as normal things that every individual has so that they will be able to think positively about himself. Disadvantages will not prevent him from actualizing himself. For this reason, the aim of this activity is to increase teenagers' self-acceptance through counseling and games about the concept of self-recognition. The method of activities carried out includes counseling about self-acceptance, followed by self-introduction games for 22 class XI teenagers majoring in accounting at Ikhsaniah Vocational School, Tegal City. Evaluation is carried out through pre and post tests before and after service activities are carried out. The target of the activity is class XI students majoring in accounting, a new major at the school. The service results showed that the average student self-acceptance attitude was 79.59 before the activity and 79.82 after the activity. There is no significant difference in self-acceptance attitudes before and after the activity. However, this activity is still beneficial for teenagers, namely increasing their self-confidence and accepting their strengths and weaknesses. This was conveyed by several students at the end of the activity even though the pre and post test results showed there were no significant differences Self Acceptance.
PENGALAMAN MENYUSUI SECARA EKSKLUSIF PADA IBU PRIMIPARA DI KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL
Meyliya Qudriani;
Ulfatul Latifah;
Seventina Nurul Hidayah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijb.v2i2.503
Berbagai alasan disampaikan para ibu yang tidak menyusui bayinya diantaranya ibu primipara dimana menyusui merupakan pengalaman awalyang tidilakukan dan akhirnya menyerah dan beralih menggunakan susu formula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran pengalaman ibu primipara yang telah menyelesaikan proses menyusui eksklusif.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah informan 2 ibu menyusui yang berada di wilayah kecamatan Tegal Barat. Dari hasil wawancara didapatkan hasil mengenai pengetahuan, persepsi, pemahaman, dan perasaan ibu tentang proses menyusui eksklusif bagi ibu primipara hambatan yang ditemui serta motivasi yang diharapkan. Informasi ini dapat menjadi acuan peneliti dalam pemberian konseling bagi ibu primipara yang menyusui bayinya seja antenatal sampai post natal. Bagi pemerintah dapat digunakan sebagai bahan evaluasi keberhasilan program menyusui sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan cakupan ASI eksklusif dalam mengupayakan pertumbuhan serta perkembangan yang optimal di Wilayah Kecamatan Tegal Barat.