Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Studi Kasus: Penerapan Teknik Relaksasi Benson terhadap Nyeri pada Pasien dengan Gastritis Revani Dea Sisila; Afianti Sulastri; Suci Tuty Putri; Septian Andriyani
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 4 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v20i4.1110

Abstract

Gastritis merupakan salah satu penyakit peradangan pada mukosa lambung. Salah satu penyebabnya adalah pola makan tidak teratur dan mengkonsumsi makanan yang merangsang produksi asam lambung. Salah satu gejala yang biasanya timbul pada penyakit gastritis yaitu rasa nyeri ulu hati. Salah satu tindakan non farmakologis untuk mengatasi nyeri adalah teknik relaksasi benson. teknik relaksasi benson yang merupakan kombinasi dari teknik relaksasi dengan keyakinan individu diucapkan berulang kali dengan ritme yang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik relaksasi benson terhadap nyeri pada subjek dengan gastritis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus dengan dua subjek yang berusia 19-55 tahun, mengalami gastritis dan sedang merasakan nyeri ringan sampai sedang (skala 1-6). Intervensi yang dilakukan yaitu teknik relaksasi benson yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 10-15 menit. Penilaian tingkat nyeri dinilai menggunakan skala penilaian Numerical Rating Scale (NRS). Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa intervensi relaksasi benson dapat menurunkan skala nyeri dari nyeri sedang (skala 4-6) menjadi ringan, yaitu skala 1. Pada saat menghirup napas panjang oksigen dalam otak tercukupi dan tubuh akan menjadi rileks. Perasaan rileks diteruskan ke hipotalamus untuk menghasilkan Corticortropin Relaxing Hormone (CRH) yang akan merangsang kelenjar dibawah otak menghasilkan β endorphine sebagai penghilang rasa nyeri yang secara alami diproduksi oleh tubuh, sehingga rasa nyeri akan hilang.
Studi Kasus : Penatalaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Siska Yulia Hananto; Suci Tuty Putri; Asih Purwandari Wahyoe Puspita
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 4 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v20i4.1111

Abstract

Diabetes melitus menjadi isu publik di seluruh dunia dimana jumlah penderita yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan berkelanjutan, salah satunya dengan Diabetes Self Management Education (DSME) yang menekankan pada perubahan gaya hidup. Implementasi DSME terkait pendidikan meliputi, pengaturan diet, terapi obat, olahraga, dan cek kadar glukosa darah untuk mencegah komplikasi sehingga meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengambarkan hasil dan intervensi penatalaksanaan DSME terhadap kadar glukosa darah dan manajemen mandiri pada pasien diabetes melitus Tipe 2. Metode penelitian ini merupakan studi kasus dengan 2 orang pasien DM tipe 2. Instrumen untuk mengevaluasi menggunakan alat ukur glucometer dan Diabetes Self-Management Questioner (DSMQ). Hasil setelah pelaksanaan DSME, pasien mengalami peningkatan pengetahuan managemen self care. Namun, berdasarkan hasil uji kadar glukosa darah puasa pasien satu (1) usia 51 tahun mengalami penurunan sebanyak 29 mg/dl , sedangkan pasien dua (2) usia 58 tahun mengalami peningkatan sebanyak 11 mg/dl disebabkan karena ketidakpatuhan diet dan minum obat. Diskusi DSME mengarahkan penderita dalam melakukan managemen mandiri yang memiliki dampak positif mengurangi komplikasi diabetes, meningkatan perilaku hidup sehat, dan memfasilitasi pengetahuan, keterampilan, dan self care behavior. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian intervensi DSME dapat membantu pasien DM tipe 2 dalam mengontrol kadar glukosa darah dan manajemen mandiri yang lebih baik.
Perbedaan Tingkat Kelelahan Dengan Intervensi Latihan Pernapasan Teknik Buteyko Pada Pasien Chronic Kidney Disease Yusuf, Salwa Nadia Nabila; Putri, Suci Tuty; Andriyani, Septian
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44344

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi medis yang disebabkan oleh perubahan fungsi dan struktur ginjal yang bersifat permanen dan berkembang secara perlahan dan terus menerus. Kelelahan merupakan salah satu gejala yang paling umum dan paling mengganggu bagi pasien CKD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kelelahan dengan intervensi latihan pernapasan dengan teknik Buteyko pada pasien CKD. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode Pree Experiment dengan jenis one group pretest-posttest design yang dilakukan terhadap 31 responden CKD di Rumah Sakit Tingkat II Dustira Cimahi dengan pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling .Hasil penelitian menggunakan analisis data uji Paired sample t-Test didapatkan hasil rata-rata (Mean) sebelum diberikan perlakuan sebesar 30,23 dengan standar deviasi (SD) sebesar 6.270 sedangkan rata-rata (Mean) sesudah diberikan perlakuan sebesar 41,48 dengan standar deviasi (SD) sebesar 4.947 dengan nilai P-Value sebesar 0,001 (P<0,05) yang berarti terdapat perbedaan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi latihan pernafasan dengan teknik Buteyko pada pasien CKD. Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi latihan pernapasan teknik buteyko
Hubungan Kualitas Tidur Terhadap Parameter Hemodinamik Pasien Lansia Dengan Hipertensi: Studi Explorasi Aulia, Aghni; Putri, Suci Tuty; Dharmansyah, Dhika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45059

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara kualitas tidur dan parameter hemodinamik pada orang tua dengan hipertensi di Panti Tresna Wredha Senjarawi (PTSW) Senjarawi. Studi ini terdiri dari 23 orang lanjut usia yang menggunakan desain penampang dan memenuhi kriteria inklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan peralatan standar, dan tekanan darah diukur menggunakan perangkat digital. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan parameter hemodinamik (p> 0,05). Hasil ini tidak konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menentukan hubungan antara pola tidur dan tekanan darah. Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh faktor -faktor lain seperti kesehatan, penggunaan narkoba, dan variasi individu. Hasil ini menyoroti betapa pentingnya untuk mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kualitas tidur dan parameter hemodinamik pada orang dewasa yang lebih tua. Pemahaman yang lebih baik tentang hubungan ini membutuhkan penelitian lebih lanjut menggunakan desain longitudinal dan ukuran sampel yang lebih besar.
Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan oleh Masyarakat menggunakan Pendekatan Social-cognitive Preparation Model Salasa, Sehabudin; Darmansyah, Dhika; Andriyani, Septian; Amalia, Linda; Putri, Suci Tuty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22099

Abstract

ABSTRAK  Pelayanan kegawatdaruratan pra-Rumah Sakit bertumpu pada kualitas penolong pertama sebagai orang yang merekognisi dan melakukan intervensi pada korban pertama kali. Masyarakat secara umum berpotensi menjadi penolong pertama dimanapun jika terjadi kasus kegawatdaruratan. olehkarena itu masyarakat secara umum perlu memiliki kemampuan yang baik dalam pertolongan kegawatdarurata. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu menggunakan pendekatan Social cognitive preparation model, sedangkan pemberian materinya dilakukan dengan metode demonstrasi, diskusi, dan simulasi terhadap 30 peserta. Hasil menunjukan bahwa peserta memiliki keesadaran diri yang tinggi ditunjukan dengan nilai rata-rata nilai refleksi diri mencapai 78,07 kemudian pasca pelatihan menunjukan kualitas resusitasi jantung paru yang tinggi dinilai dengan indicator, Kedalaman CPR, Kecepatan CPR dan Full Chest Recoil, dengan rentang 82,75 %- 93.10% dari keseluruhan peserta. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pelatihan terhadap individu yang memiliki kesadaran akan kebutuhan kemampuan apa yang ingin dipelajari jauh memberikan dampak. Kata Kunci: Cardiopulmonal Resuscitation, Social Cognitive Model, Relawan, Kegawatdaruratan, Pelatihan Masyarakat.  ABSTRACT Pre-hospital emergency services rely on the quality of first responders, who recognize and intervene firsthand with victims. The general public has the potential to be first responders anywhere in the event of an emergency. Therefore, the general public needs to have strong emergency response skills. The goal of this activity was to improve the community's ability to handle emergencies. The method used in this activity was the Social Cognitive Preparation Model approach, while material was delivered through demonstrations, discussions, and simulations with 30 participants. Results showed that participants had high self-awareness, as evidenced by an average self-reflection score of 78.07. Post-training demonstrated high levels of cardiopulmonary resuscitation quality, as assessed by indicators such as CPR Depth, CPR Rate, and Full Chest Recoil, with a range of 82.75% to 93.10% of all participants. From these results, it can be concluded that providing training to individuals who are aware of the skills they need to learn has a significant impact. Keywords: Cardiopulmonary Resuscitation, Social Cognitive Model, Volunteers, Emergency, Community Training.
Implementasi Teknik Clapping pada Anak Prasekolah dengan Pneumonia: Studi Kasus Darmawan, Dadang; Andriyani, Septian; Rahmi, Upik; Putri, Suci Tuty; Fitriana, Lisna Anisa; Malisa, Novi; Setiawan, Guling; Apriany, Dyna; Norma, Norma; Murtiani, Farida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4657

Abstract

Pneumonia masih menjadi penyebab kematian yang signifikan, terutama pada anak usia prasekolah. Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan patogen di dalam alveoli yang menyebabkan terbentuknya eksudat inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi intervensi clapping pada ana kusa prasekolah dengan pneumonia. Penelitian ini dirancang sebagai studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan analisis dokumentasi penelitian. Penelitian kami menghasilkan temuan yang signifikan yang menunjukkan efektivitas teknik clapping dalam membersihkan saluran napas, mengurangi akumulasi dahak, meningkatkan difusi gas, dan meringankan beban pernapasan. Teknik clapping sebagai salah satu komponen dari fisioterapi dada, memiliki potensi untuk diterapkan dalam intervensi penanganan pneumonia pada anak-anak.
Hubungan Peran Sosial terhadap Tingkat Depresi pada Lansia: The Relationship of Social Roles to the Level of Depression in the Elderly Prischa Amelliana Dewi; Suci Tuty Putri; Imam Tri Sutrisno
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 20 No. 2 (2024): NJK Volume 20, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v20i2.53

Abstract

Depression in the elderly is a serious problem that significantly affects their quality of life. The causes of depression are based on social factors, namely social isolation, loss of a life partner, decreased social support, and changes in social roles. The aim of this research is to determine the relationship between social roles and levels of depression in the elderly. This research uses quantitative descriptive with a cross-sectional approach. The sample in this study was 100 elderly people aged 60-69 years at the UPTD Ledeng Health Center, Bandung City. This study was conducted for 3 weeks in April 2024. The sampling technique uses purposive sampling. This research instrument used a social role questionnaire and the Geritatric Depression Scale (GDS15) questionnaire. Data analysis used bivariate analysis and Pearson correlation test.Most of the 54 respondents (54%) were in the poor social role category. Most respondents experienced mild depression, 58 people (58%). Further analysis of the Pearson correlation test obtained a significance value of 0.009 α (<0.05). This research shows that there is a relationship between social roles and levels of depression in the elderly. Based on the results of this study, the elderly can increase their social role and prevent depression levels by providing social support so that the elderly are involved in social activities with light responsibilities and implementing social intervention programs that focus on increasing their social involvement. These programs can include group activities, elderly communities, or community events specifically designed to strengthen social networks and support mental well-being.
LITERATUR REVIEW TERHADAP PENGGUNAAN VIRTUAL REALITY DALAM REHABILITASI FUNGSI MOTORIK PASIEN STROKE Wahyuningtyas, Oktaviani Rizqi; Worang, Pingkan Priscilla Mareta; Putri, Suci Tuty; Rahmi, Upik; Anggudi, Ridha Wahdini
Scientific Journal of Nursing Research Vol 7, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v7i2.1911

Abstract

Teknologi realitas virtual (VR) semakin mendapat perhatian sebagai pelengkap dalam rehabilitasi stroke, khususnya dalam meningkatkan fungsi motorik ekstremitas atas. Pelatihan berbasis VR memberikan latihan yang imersif, berulang, dan spesifik tugas yang dapat merangsang plastisitas saraf serta mendorong partisipasi aktif pasien. Intervensi ini terbukti memberikan dampak positif terhadap mobilitas ekstremitas atas, keseimbangan, pola berjalan, dan pemulihan motorik secara menyeluruh. Sifat VR yang interaktif dan menarik juga meningkatkan motivasi serta kepatuhan pasien terhadap terapi, yang merupakan faktor penting dalam keberhasilan rehabilitasi. Selain itu, pelatihan VR dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu dan diterapkan baik di fasilitas medis maupun di rumah, sehingga memberikan fleksibilitas dan kesinambungan perawatan. Bukti menunjukkan bahwa integrasi VR merupakan pendekatan menjanjikan yang melengkapi terapi konvensional dengan menawarkan rehabilitasi yang berpusat pada pasien, berbasis teknologi, dan mudah diakses. Dengan kemampuannya dalam meningkatkan hasil fungsional serta keterlibatan pasien, VR menjadi solusi inovatif dalam program pemulihan stroke masa kini.Kata Kunci : Stroke, Latihan, Ekstremitas atas, Rehabilitasi, Virtual Reality
The Effectiveness of Walking Exercise on Hypertension Padilah, Farhan Isma; Anguni, Ridha Wahdini; Putri, Suci Tuty; Rahmi, Upik
Scientific Journal of Nursing Research Vol 7, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v7i2.1922

Abstract

Hypertension is a major global health concern and a leading risk factor for cardiovascular diseases. Non-pharmacological approaches such as physical activity and lifestyle modification have gained attention as effective strategies to reduce high blood pressure. This literature review examines eight selected international studies that explore the effectiveness of walking-based and lifestyle interventions in managing hypertension. The findings consistently show that programs like brisk walking, culturally adapted walking interventions, and DASH diet combined with walking significantly reduce systolic and diastolic blood pressure. Some studies reported reductions of up to 20 mmHg systolic and 12 mmHg diastolic (p < 0.05). In certain cases, stretching exercises proved more effective than brisk walking for early-stage hypertensive individuals. These interventions also enhanced cardiovascular fitness (VO₂max), walking endurance, and self-efficacy in maintaining healthy habits. Overall, walking and lifestyle changes offer accessible, low-cost, and effective non-pharmacological options for controlling blood pressure. These approaches are recommended as part of a comprehensive hypertension management strategy.
Analisis Keterkaitan Persepsi Gizi dan Citra Tubuh (Body Image) pada Atlet Beladiri di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Jawa Barat Latiefah, Halwiyana Ziyanka; Sulastri, Afianti; Sutrisno, Imam Tri; Putri, Suci Tuty; Darmawati, Irma; Salasa, Sehabudin
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2024.9.1.3

Abstract

Body weight is a crucial aspect in martial arts sports, as it is directly related to determining the competition class that an athlete will participate in. To achieve their ideal target weight required for their respective classes, each athlete has their own perception of the body weight status they desire. This perception is often closely linked to their body image or view of their current physical form. This research was conducted with the aim of comprehensively describing nutritional perceptions, body image profiles, and the relationship between nutritional perceptions and body image among martial arts athletes at the West Java Student Sports Education and Training Center (PPLP). This research involved 45 martial arts athletes from the West Java PPLP institution, comprising 25 males and 20 females. The research design used was a cross-sectional survey with total sampling technique. Nutritional perception and body image assessments were conducted using the Nutritional Perception Screening Questionnaire (NPSQ9) and Figure Rating Scale (FRS) instruments. The findings showed that on average, the athletes' nutritional perceptions were in the good category. However, the obtained body image profile yielded negative results, meaning that their current body shape did not match the desired body shape of the athletes. The bivariate correlation analysis revealed no significant relationship between nutritional perceptions and body image among martial arts athletes at the West Java PPLP, with a significance value of 0.164 (p>0.05). Although the body image profiles of males were negative and females positive, there was no difference in perception between them. This was because the athletes were more focused on meeting the requirements for their competition class rather than attaining their desired body image.