Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perbedaan Tingkat Kelelahan Dengan Intervensi Latihan Pernapasan Teknik Buteyko Pada Pasien Chronic Kidney Disease Salwa Nadia Nabila Yusuf; Suci Tuty Putri; Septian Andriyani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44344

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi medis yang disebabkan oleh perubahan fungsi dan struktur ginjal yang bersifat permanen dan berkembang secara perlahan dan terus menerus. Kelelahan merupakan salah satu gejala yang paling umum dan paling mengganggu bagi pasien CKD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kelelahan dengan intervensi latihan pernapasan dengan teknik Buteyko pada pasien CKD. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode Pree Experiment dengan jenis one group pretest-posttest design yang dilakukan terhadap 31 responden CKD di Rumah Sakit Tingkat II Dustira Cimahi dengan pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling .Hasil penelitian menggunakan analisis data uji Paired sample t-Test didapatkan hasil rata-rata (Mean) sebelum diberikan perlakuan sebesar 30,23 dengan standar deviasi (SD) sebesar 6.270 sedangkan rata-rata (Mean) sesudah diberikan perlakuan sebesar 41,48 dengan standar deviasi (SD) sebesar 4.947 dengan nilai P-Value sebesar 0,001 (P<0,05) yang berarti terdapat perbedaan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi latihan pernafasan dengan teknik Buteyko pada pasien CKD. Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi latihan pernapasan teknik buteyko
Hubungan Kualitas Tidur Terhadap Parameter Hemodinamik Pasien Lansia Dengan Hipertensi: Studi Explorasi Aghni Aulia; Suci Tuty Putri; Dhika Dharmansyah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45059

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara kualitas tidur dan parameter hemodinamik pada orang tua dengan hipertensi di Panti Tresna Wredha Senjarawi (PTSW) Senjarawi. Studi ini terdiri dari 23 orang lanjut usia yang menggunakan desain penampang dan memenuhi kriteria inklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan peralatan standar, dan tekanan darah diukur menggunakan perangkat digital. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan parameter hemodinamik (p> 0,05). Hasil ini tidak konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menentukan hubungan antara pola tidur dan tekanan darah. Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh faktor -faktor lain seperti kesehatan, penggunaan narkoba, dan variasi individu. Hasil ini menyoroti betapa pentingnya untuk mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kualitas tidur dan parameter hemodinamik pada orang dewasa yang lebih tua. Pemahaman yang lebih baik tentang hubungan ini membutuhkan penelitian lebih lanjut menggunakan desain longitudinal dan ukuran sampel yang lebih besar.
Predictors of Dementia Among Elderly Residents in Nursing Home Fitriana, Lisna Anisa; Putri, Suci Tuty; Darmawati, Irma; Andriyani, Septian; Rustiani, Erni; Luu, Puu Taa
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 9, No 2 (2023): Volume 9, Nomor 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v9i2.63304

Abstract

Dementia is a syndrome characterized by a decline in intellectual ability that is severe enough to interfere with an elderly person's daily activities. It is still unknown whether specific variables are most frequently linked to dementia in nursing homes, despite the fact that a number of factors are known to cause dementia symptoms. The purpose of this research was to identify the risk factors for dementia in senior citizens residing in assisted living facilities. This study has a cross-sectional design. Eighty-six senior citizens, ages 60 to 90, who resided in two nursing facilities in Bandung and Garut, Indonesia, made up the research sample. The Mini Mental State Examination (MMSE), which has a cut-off score of 24, is used to screen for dementia. Data analysis used the Chi-Square test and logistic regression to examine the link between risk factors and dementia. Education (p = 0.001), BADL (p = 0.014), IADL (p = 0.023), phonemic fluency (p0.001), semantic fluency (p = 0.001), QoL-physical (p = 0.007), QoL-psychological (p = 0.002), QoL-environment (p = 0.001), diabetes (p = 0.013), and depression (p = 0.001) were all significantly correlated with dementia, according to the results. Logistic regression tests showed that education (p = 0.005), phonemic fluency (p = 0.001), and QoL-psychological (p = 0.043) are known to provide the most significant contribution to the occurrence of dementia in senior individuals in nursing homes. It is advised that healthcare professionals offer preventative and promotional actions for senior dementia prediction. 
GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERHADAP REGIMEN TERAPEUTIK DI PUSKESMAS PADASUKA KOTA BANDUNG Safii, Safii; Putri, Suci Tuty; Adikusuma, Tirta
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 3, No 2 (2017): Vol 3, No.2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i2.9245

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular bahkan bisa menyebabkan kematian, penyakit ini menyebar melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil tuberkulosis. Tuberkulosis masih menjadi salah satu pembunuh utama bagi manusia, jika tidak diobati dengan baik maka penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada hampir setengah kasus selama 5 tahun setelah menderita penyakit ini. Kepatuhan rata-rata pasien pada pengobatan jangka panjang terhadap penyakit kronis di negara maju hanya sebesar 50% sedangkan di negara berkembang jumlah tersebut bahkan lebih rendah. Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan merupakan masalah kesehatan yang serius dan sering terjadi pada pasien dengan penyakit kronis, seperti pada penyakit Tuberkulosis Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Padasuka Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 21 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien Tuberkulosis Paru memiliki kepatuhan terhadap regimen terapeutik yaitu diperoleh 16 orang (76%), yang tidak patuh diperoleh 5 orang (24%). Alasan yang paling banyak diungkapkan oleh responden yang patuh adalah karena ingin cepat sembuh dari penyakitnya, bisa beraktivitas kembali seperti biasa sebelum sakit, dukungan dari keluarga responden dan informasi yang didapatkan dari petugas puskesmas sangat baik sehingga termotivasi untuk patuh meminum obat. Diharapkan semua pihak diantaranya keluarga pasien, pemerintah dan tenaga kesehatan untuk lebih memotivasi pasien Tuberkulosis Paru untuk kepatuhan berobat dan melakukan pendidikan kesehatan terhadap pasien Tuberkulosis Paru untuk meningkatkan keberhasilan terapi pengobatan.
GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERHADAP REGIMEN TERAPEUTIK DI PUSKESMAS PADASUKA KOTA BANDUNG Safii, Safii; Putri, Suci Tuty; Adikusuma, Tirta
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 3, No 2 (2017): Vol 3, No.2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i2.9247

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular bahkan bisa menyebabkan kematian, penyakit ini menyebar melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil tuberkulosis. Tuberkulosis masih menjadi salah satu pembunuh utama bagi manusia, jika tidak diobati dengan baik maka penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada hampir setengah kasus selama 5 tahun setelah menderita penyakit ini. Kepatuhan rata-rata pasien pada pengobatan jangka panjang terhadap penyakit kronis di negara maju hanya sebesar 50% sedangkan di negara berkembang jumlah tersebut bahkan lebih rendah. Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan merupakan masalah kesehatan yang serius dan sering terjadi pada pasien dengan penyakit kronis, seperti pada penyakit Tuberkulosis Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Padasuka Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 21 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien Tuberkulosis Paru memiliki kepatuhan terhadap regimen terapeutik yaitu diperoleh 16 orang (76%), yang tidak patuh diperoleh 5 orang (24%). Alasan yang paling banyak diungkapkan oleh responden yang patuh adalah karena ingin cepat sembuh dari penyakitnya, bisa beraktivitas kembali seperti biasa sebelum sakit, dukungan dari keluarga responden dan informasi yang didapatkan dari petugas puskesmas sangat baik sehingga termotivasi untuk patuh meminum obat. Diharapkan semua pihak diantaranya keluarga pasien, pemerintah dan tenaga kesehatan untuk lebih memotivasi pasien Tuberkulosis Paru untuk kepatuhan berobat dan melakukan pendidikan kesehatan terhadap pasien Tuberkulosis Paru untuk meningkatkan keberhasilan terapi pengobatan. ABSTRACTTuberculosis  is an infectious disease that can cause death, disease is spread through droplet of people who have been infected with the tuberculosis bacillus. Tuberculosis is one of the major killer of humans at this time, the disease can cause death in almost half of cases for 5 years after the disease. The average patient compliance in long-term treatment of chronic diseases in developed countries is only 50%, while in developing countries the number is lower. Noncompliance of patients in the treatment of a serious health problem and often occurs in patients with chronic diseases, such as Tuberculosis disease. This study aims to determine the compliance of pulmonary Tuberculosis patients in sub-district Puskesmas Padasuka Cibeunying Bandung Kidul. Design of this research is quantitative descriptive. Data were collected using questionnaires and accidental sampling with a sample of 21 people. The results showed that the majority of patients with pulmonary tuberculosis have adherence to therapeutic regimens is obtained by 16 people (76%), which do not comply obtained 5 people (24%). The most reason expressed by respondents who are obedient because they want toget well from his illness, can do aktivity before ill, the support of family respondents and the information obtained from health center personnel very good so motivated to obey taking drugs. It is hoped all parties including the patient's family, the government and health professionals to better motivate patients for pulmonary Tuberculosis treatment compliance and conduct health education for patients with pulmonary Tuberculosis to increase the therapeutic efficacy of treatment.
Effectiveness of Brogandi (Broccoli and Gotu Kola) on Cognitive Function among Elderly Fitriana, Lisna Anisa; Darmawati, Irma; Putri, Suci Tuty; Andriyani, Septian; Rustiani, Erni; Hazar, Fatih
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, Nomor 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v10i1.69988

Abstract

Introduction: Broccoli and Gotu Kola (Brogandi) are known to improve cognitive function, but the combination of the two to improve cognitive function is still limited. Objective: This study aimed to analyze the effectiveness of Brogandi in improving cognitive function in healthy elderly, mild dementia and moderate dementia.  Methods: This research used a pre and post test design on 38 elderly people at Griya Lansia Garut. Cognitive function examination uses the MMSE (Mini Mental State Examination) questionnaire. The dose of brogandi given is 2x500 mg/day for 14 weeks. Results: Brogandi can improve cognitive function in elderly with mild dementia (p=0.001). Conclusion: Giving Brogandi at a dose of 2x500mg/day for 14 weeks is effective in improving cognitive function in elderly with mild dementia. Meanwhile, in elderly people with moderate dementia, further research needs to be done in the form of increasing the dose and taking a longer administration time. 
GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI POSYANDU PADASUKA KOTA BANDUNG Handayani, Sri Lucky; Putri, Suci Tuty; Soemantri, Budi
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 3, No 2 (2017): Vol 3, No.2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i2.9249

Abstract

Pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan, nutrisi yang terkandung dari ASI eksklusif sangat penting bagi bayi sejak lahir sampai enam bulan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat serta untuk mencegah dari berbagai penyakit. Di indonesia, cakupan ASI eksklusifnya masih berada pada kisaran 54,3 %. Salah satu faktor yang mempengaruhi ibu dalam memberikan ASI eksklusif yaitu dukungan suami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya gambaran dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif yang dilakukan di wilayah Posyandu Padasuka RW 06 dan RW 12 Kelurahan Padasuka Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi  0-6  bulan  sebanyak  30  orang.  Teknik  sampling  yang  digunakan  adalah  teknik  accidental sampling selama 3 minggu. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang dimodifikasi oleh peneliti dari Teori Marcer. Hasil penelitian ini bahwa Ibu menyusui di Posyandu Padasuka ini sangat didukung dalam pemberian ASI secara eksklusif oleh suaminya,  sebagian  besar  responden  mendapatkan  dukungan  baik  sebanyak  19  orang  (63,3%), sebagian responden mendapatkan dukungan cukup 8 orang (26,7%), dan sebagian kecil responden mendapatkan dukungan kurang 3 orang (10,0%). Peneliti menyarankan agar para petugas kesehatan memberikan penyuluhan pentingnya ASI kepada suami sehingga suami lebih memahami dan sadar untuk memberikan dukungan pada ibu dalam menyusui secara eksklusif selama 6 bulan. ABSTRACTThe impotance of breastfeeding (breast milk) only to infant from birt until the age of 6 month, nutrions from exclusif breastfeeding is very important for babies the growth and development of a healthy baby as well to prevent from various diseases. In indonesia, coverage of exclusive breastfeeding is still in the range of 54,3%. One of the factors that affect mother in giving exclusive breastfeeding   is the husband support. The purpose of this research was to find a description of husband support in giving exclusive breastfeeding in regional padasuka posyandu RW 06 and RW 12 villages padasuka city of bandung. This research uses descriptive quantitative method. Samples of this research are breastfeeding mother with babies 0-6 months. Sample was 30 respondents. The sampling technique used is accidental sampling for 3 weeks. Data was collection by questionnaires enclosed modified by  researchers from theory mercer. The Results of this study showed that mothers in padasuka posyandu is giving supported in exclusive breastfeeding by her husband. Mothers got good support were 3 people (63,3% ), quite good support were 8 (26,7%), and mother got less support from her husband were 3 people (10%). The researcher suggests health worker to improve health promotion to mothers and their husband on exclusive breastfeeding  by involving volunteer and society for better understand and conciosly to provide support to mother breastfeed exclusively until the age of 6 month.