Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA MENGGUNAKAN ENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Lubis, Desy Astari; Maulina, Julia; Pohan, Lisa Ariyanti
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.197 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v2i2.1011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dengan pendekatan saintifik yang dapat meningkatkan minat belajar kimia siswa pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Penelitian ini adalah jenis penelitian Research and Development (R D) dengan memakai model pengembangan oleh ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluations). Produk yang dikembangkan sudah melewati fase validasi oleh validator yang ahli dibidangnya, dimana produk alhir dinilai layak untuk diuji kelapangan. Hasil penelitian terhadap uji lapangan adalah positif, yaitu Ha diterima karena terdapat kenaikan minat yang signifikan pada kelas eksperimen yaitu  t-hitung t-tabel atau 8,70 t-tabel dengan uji Independent Sample t-test. Uji tersebut didukung oleh persentase kenaikan pada kelas eksperimen yang sangat signifikan yaitu 23,92% dengan Indeks Gain 0,4 adalah kategori sedang dan kelas kontrol hanya 10,26% dengan Indeks Gain 0,1 dalam kategori rendah.Kata kunci: Multimedia Interaktif, larutan elektrolit dan nonelektrolit, ADDIE, minat belajar.
PENGEMBANGAN MODUL MULTIMEDIA BERBASIS TGT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERAN ILMU KIMIA DALAM KEHIDUPAN DI MAN 4 MEDAN Z, Rimay Handayani; Maulina, Julia; Pohan, Lisa Ariyanti
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.312 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v2i2.1012

Abstract

Modul multimedia merupakan salah satu media yang dapat digunakan pada proses pembelajaran. Modul multimedia juga dapat dimodifikasi dengan model pembelajaran seperti TGT. Pada penelitian ini disarankan modul multimedia berbasis TGT pada materi peran ilmu kimia dalam kehidupan diberikan kepada siswa kelas X MAN 4 Medan dengan merujuk kepada perbedaan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model 4-D, yang meliputi tahap (1) Define, (2) Design, (3) Develop, (3) Disseminate. Tingkat kelayakan modul multimedia berbasis TGT telah di validasi oleh para ahli dan uji coba skala kecil Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data meliputi analisis data produk, uji normalitas dan uji sample t-test. Dari hasil penelitian diperoleh adanya peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen sebesar 0,177% dan pada kelas control sebesar 0,198%. Hasil uji T menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak.Kata kunci: Modul multimedia berbasis TGT, hasil belajar, peran ilmu kimia dalam kehidupan.
Application of Problem Based Learning Model Assisted by Android Learning Media to Increase High School Students' HOTS on Redox Reaction Material Hardiansyah, Teddy; Pohan, Lisa Ariyanti; Hasanah, Uswatun
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Application of Problem Based Learning Model Assisted by Android Learning Media to Increase High School Students' HOTS on Redox Reaction Material. This study aims to describe the application of the problem-based learning model assisted by Android learning media to increase students' higher-order thinking skills (HOTS) on redox reaction material. The method used in this study is the quasi-experimental design method, with the type of research design used being a non-equivalent control group design. The research sample selected is X MIA 2 as a control class and X MIA 3 as an experimental class. The research will be conducted at SMA Negeri 2, Tanjung Morawa, in August 2023. Data collection techniques use HOTS-laden essay tests and observation sheets on learning implementation. Data analysis techniques used to measure student success and improvement of HOTS use independent sample t-tests and N-gains, while for the implementation of learning and student response, they use a Likert scale. The results of the study were obtained where there was a significant influence in the application of the problem-based learning model assisted by android learning media in increasing students' HOTS on redox reaction material with an independent test of t-test samples at α= 0.05 obtained sig. 2-tailed by 0.000 from the post-test value of the control class and experiment, the N-gain value of 0.55 in the medium category. In addition, the implementation of learning gets an average percentage of 88.19%. Thus, it can be concluded that the problem-based learning (PBL) model assisted by Android learning media can help train and improve students' higher-order thinking Skills (HOTS).Keywords: Problem-Based Learning, Android Learning Media, Higher Order Thinking Skill, Redox Reactions.DOI: 10.23960/jppk.v13.i1.2024.11
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI REDOKS DI SMAS NUSANTARA LUBUK PAKAM Pratami, Dini; Pohan, Lisa Ariyanti; Lubis, Adilah Wirdhani
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 1 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i1.30-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesulitan belajar siswa dalam memahami konsep dasar reaksi redoks serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan dalam menentukan bilangan oksidasi suatu unsur dalam senyawa atau ion. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas XII Alumni SMAS Nusantara Lubuk Pakam. Instrumen yang digunakan meliputi tes tertulis, angket, dan wawancara kepada guru kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami perpindahan elektron, penentuan bilangan oksidasi, membedakan reaksi oksidasi dan reduksi, serta mengidentifikasi zat sebagai oksidator atau reduktor. Faktor penyebab utama kesulitan tersebut adalah lemahnya penguasaan konsep dasar kimia, minimnya penggunaan media pembelajaran visual, serta metode pembelajaran yang belum mendorong keterlibatan aktif siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, pendekatan kontekstual dan penggunaan media interaktif sangat diperlukan agar konsep redoks lebih mudah dipahami. Diharapkan temuan ini dapat menjadi masukan bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Kajian Stabilitas dan Aktivitas Antibakteri Sabun Cair Berbahan Dasar Minyak Kelapa Sawit dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Raudah Harahap; Julia Maulina; Lisa Ariyanti Pohan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1749

Abstract

Sabun merupakan produk kebersihan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kesehatan kulit dari paparan mikroorganisme berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap aktivitas antibakteri dan stabilitas sabun cair berbahan dasar minyak kelapa sawit. Ekstrak daun salam diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan ke dalam sabun dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15%. Aktivitas antibakteri diuji terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Sementara itu, stabilitas sabun diuji berdasarkan parameter pH, viskositas, aroma, warna, dan ketinggian busa mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun dengan ekstrak 15% menghasilkan zona hambat terbesar yaitu 11,9 mm, menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan. Seluruh formulasi menunjukkan pH netral (pH 7), serta stabilitas fisik dan kimia yang baik. Penurunan viskositas terjadi seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, namun masih dalam rentang standar SNI. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa sabun dengan ekstrak daun salam dapat diterima dari segi warna dan aroma. Kesimpulannya, penambahan ekstrak daun salam berpotensi meningkatkan efektivitas antibakteri sabun tanpa mengganggu stabilitasnya, menjadikannya alternatif bahan aktif yang alami dan ramah lingkungan.