Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : JURNAL PERTANIAN

MODEL PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI UBI KAYU MELALUI POLA KLASTER DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI TEPUNG MOCAF DI KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT INCREASING INCOME MODEL OF CASSAVA FARMERS THROUGH CLUSTERISED PATTERN IN DEVELOPMENT OF MOCAF FLOUR INDUSTRY OF SUKABUMI DISTRICT, WEST JAVA AhmadSyarbaini, HimmatulMiftah
JURNAL PERTANIAN Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.476 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i2.50

Abstract

Tujuan penelitian jangka panjang yaitu untuk membuat model peningkatan pendapatan masyarakatmelalui pola klaster, sehingga dapat dilakukan simulasi pendapatan yang ingin dicapai daripenggunaan sumberdaya yang dialokasikan dalam rumah tangga petani dan untuk meningkatkannilai tambah produk olahan ubi kayu menjadikan MOCAF (Modified Cassava Flour). Target khususdengan tersusunnya model ini dapat membuat gambaran perencanaan dan evaluasi programpengentasan kemiskinan petani ubi kayu. Pendapatan petani ubi kayu masih tergolong miskin perluditingkatkan dengan mengintegrasikan subsistem agribisnis hulu sampai hilir melalui pola klasterakan dapat dijelaskan peningkatan pendapatan rumah tangga tani ubi kayu di Kabupaten Sukabumi.Kata kunci: MOCAF, ubi kayu, dan model peningkatan pendapatan
LABOR EMPLOYMENT AND UBIKAYU HEALTH REVENUE (Manihot esculenta Crantz) ON HOUSEHOLD FARMS REVENUE Miftah, Himmatul; Suryana, Dede; Yodfiatfinda, Yodfiatfinda
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.112 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1152

Abstract

Increased cassava demand was not followed by an increase in farmer income. To cover the expenditures of households, farmers work in non-agricultural activities. The objective of this research is to analyze the level of household income and contribution of cassava farming to the total income of farm household. The research was conducted in Purabaya Village, Purabaya sub-district, Sukabumi district, conducted from April until June 2013. The location was chosen purposively by Simple Random Sampling of 36 farmers sample. Conclusion The average household income of peani is Rp. 5,721,639 per year or Rp. 476,800 per month. Cassava business income contribution of 59 percent, from non-cassava farming by 9 percent and outside farming ie trade and services 32 percent of total household income Rp 40,553,344, -
ANALISIS MARGIN dan STRATEGI PEMASARAN TOMAT DI PERUSAHAAN PACET SEGAR DESA CIHERANG KECAMATAN PACET KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT Miftah, Himmatul
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.432 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i1.558

Abstract

The level of competition among suppliers of tomato is very tight. Furthurmore with the flood of imported products. In order to maintain continuity of its business, the company seeks to develop its business strategy. Research in fresh Pacet Company by analyzing internal and external factors known at the position of growth strategies through a strategy of concentration by implementing horizontal integration strategies or stability. This strategy is supported by the analysis of marketing margins in order to strengthen the companys strategy in gaining a profit.
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH UBI KAYU SEBAGAI PENYUSUN MODEL POLA KLASTER AhmadSyarbaini, HimmatulMiftah
JURNAL PERTANIAN Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.455 KB) | DOI: 10.30997/jp.v3i1.592

Abstract

Penelitian pendapatan dan nilai tambah petani ubi kayu diperlukan dalam menyusun modelpemberdayaan masyarakat melalui pola klaster. Analisis teknis budidaya, pasca panen dan aspeksosioekonomis dijadikan sebagai acuan pokok pembentukan pola klaster, sehingga proses integrasivertikal mulai dari sistem pengadaan sarana produksi, proses produksi, panen, pengolahan danpemasaran serta subsistem penunjang dapat diintegrasikan dalam satu pengelolaan bersama. Programpengentasan kemiskinan petani ubi kayu diwujudkan melalui peningkatan pendapatan petani denganmengintegrasikan subsistem agribisnis hulu sampai hilir.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI SAPI POTONG Parlindungan, Muhammad Dapot; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.459 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1057

Abstract

Analisis kelayakan peningkatan kapasitas produksi sapi potong ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial peningkatan usaha yang akan dilakukan oleh CV Lembu Mas. CV Lembu Mas bertujuan untuk meningkatkan usaha penggemukan sapinya dari 31 ekor per tahun menjadi 501 ekor per tahun. Penelitian dilaksanakan di  CV Lembu Mas (Kelurahan Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok Jawa Barat) mulai dari September sampai dengan November  2016.  Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu besar manfaat (benefit) dan besar biaya dalam usaha ini, yang dianalisis menggunakan analisis finansial, yang terdiri dari struktur biaya dan analisis cashflow dengan kriteria NPV, Payback period. Hasil NPV yang diperoleh NPV > 0 = 789.314.098. Kriteria Laba-Rugi peningkatan kapasitas produksi memperoleh keuntungan pada tahun pertama sebesar Rp 128.440.450, tahun kedua sampai tahun kelima memperoleh keuntungan  sebesar : Rp 209.408.450. Kriteria R/C Ratio diperoleh 1,1 pada tahun petama dan 1,2 pada tahun kedua sampai tahun kelima. Berdasarkan kriteria payback period yang diperoleh lebih cepat dari umur bisnis, yaitu 1 tahun 11 bulan. Berdasarkan aspek finansial, peningkatan kapasitas produksi dikatakan layak untuk dijalankan.KATA KUNCI: analisis kelayakan, sapi potong, pengembangan usaha.  FINANCIAL FEASIBILITY STUDY OF BEEF PRODUCTION CAPACITY EXPANSION ABSTRACTThis study was aimed to analyze the feasibility of production expansion of beef at CV Lembu Mas, Depok. CV Lembu Mas intended to expand their beef production, from 31 beef to 51 beef. The study was conducted at CV Lembu Mas from September to November 2016. Financial analysis was done to assess the benefit and the cost in this business and consisted of  cost structure and cash flow analyzes using NPV and Payback Period parameters. Results showed that the NPV was NPV > 0 = Rp 789.314.098.  With profit-loss parameter, it was shown that the first year profit was Rp 128.440.450 and in year 2 to 5, the profit was Rp 209.408.450,-.  The R/ C ratios were 1.1 in the first year and 1.2 in year 2 to 5.  Payback period was 1 year 11 months, shorter than the age of the business.  Based on the results of financial and non financial analyzes, it was concluded that the expansion of production capacity was feasible.  
COMMERCIAL VEGETABLE SUPPLY CHAINS IN THE TRADITIONAL MARKET OF BOGOR CITY THAT GIVE TO FARMERS Miftah, Himmatul; Yoesdiarti, Arti; Soka, Tiara Dewi
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 2 (2018): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.242 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i2.1517

Abstract

The price gap between farmers and retailers in commercial vegetables like spinach, tomatoes, potatoes and shallots in Bogor City was predicted as a result from the high trading margin. The research aims to analyze income, margin and farmer share obtained by commercial vegetable supply chain actors in Bogor City. The study was conducted in March - October 2017 at the Bogor Traditional Market and the Jambu Traditional Market. The selection of respondents used the purposive sampling and snowball sampling method. Result shows that the R / C ratio of farmers is lower than that of traders. The R/C ratio received by farmers is 1,48, while that received by traders is 2,64. The average Farmer Share (41,2%) is lower than the seller share (58,8%). The average marketing margin is Rp 14,576.5. The supply chain that take side to farmers regarding to the value of R/C, the total margin and the farmers share value are found in potato commodities because it has a higher R / C ratio than traders, higher farmer shares than traders, and trading margin that lower than the three other commodities compared.
MODEL PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI UBI KAYU MELALUI POLA KLASTER DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI TEPUNG MOCAF DI KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT INCREASING INCOME MODEL OF CASSAVA FARMERS THROUGH CLUSTERISED PATTERN IN DEVELOPMENT OF MOCAF FLOUR INDUSTRY OF SUKABUMI DISTRICT, WEST JAVA AhmadSyarbaini, HimmatulMiftah
Jurnal Pertanian Vol. 5 No. 2 (2014): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.476 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i2.50

Abstract

Tujuan penelitian jangka panjang yaitu untuk membuat model peningkatan pendapatan masyarakatmelalui pola klaster, sehingga dapat dilakukan simulasi pendapatan yang ingin dicapai daripenggunaan sumberdaya yang dialokasikan dalam rumah tangga petani dan untuk meningkatkannilai tambah produk olahan ubi kayu menjadikan MOCAF (Modified Cassava Flour). Target khususdengan tersusunnya model ini dapat membuat gambaran perencanaan dan evaluasi programpengentasan kemiskinan petani ubi kayu. Pendapatan petani ubi kayu masih tergolong miskin perluditingkatkan dengan mengintegrasikan subsistem agribisnis hulu sampai hilir melalui pola klasterakan dapat dijelaskan peningkatan pendapatan rumah tangga tani ubi kayu di Kabupaten Sukabumi.Kata kunci: MOCAF, ubi kayu, dan model peningkatan pendapatan
ANALISIS MARGIN dan STRATEGI PEMASARAN TOMAT DI PERUSAHAAN PACET SEGAR DESA CIHERANG KECAMATAN PACET KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT Miftah, Himmatul
Jurnal Pertanian Vol. 2 No. 1 (2011): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v2i1.558

Abstract

The level of competition among suppliers of tomato is very tight. Furthurmore with the flood of imported products. In order to maintain continuity of its business, the company seeks to develop its business strategy. Research in fresh Pacet Company by analyzing internal and external factors known at the position of growth strategies through a strategy of concentration by implementing horizontal integration strategies or stability. This strategy is supported by the analysis of marketing margins in order to strengthen the company's strategy in gaining a profit.
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH UBI KAYU SEBAGAI PENYUSUN MODEL POLA KLASTER AhmadSyarbaini, HimmatulMiftah
Jurnal Pertanian Vol. 3 No. 1 (2012): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v3i1.592

Abstract

Penelitian pendapatan dan nilai tambah petani ubi kayu diperlukan dalam menyusun modelpemberdayaan masyarakat melalui pola klaster. Analisis teknis budidaya, pasca panen dan aspeksosioekonomis dijadikan sebagai acuan pokok pembentukan pola klaster, sehingga proses integrasivertikal mulai dari sistem pengadaan sarana produksi, proses produksi, panen, pengolahan danpemasaran serta subsistem penunjang dapat diintegrasikan dalam satu pengelolaan bersama. Programpengentasan kemiskinan petani ubi kayu diwujudkan melalui peningkatan pendapatan petani denganmengintegrasikan subsistem agribisnis hulu sampai hilir.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI SAPI POTONG Parlindungan, Muhammad Dapot; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
Jurnal Pertanian Vol. 8 No. 2 (2017): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.459 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1057

Abstract

Analisis kelayakan peningkatan kapasitas produksi sapi potong ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial peningkatan usaha yang akan dilakukan oleh CV Lembu Mas. CV Lembu Mas bertujuan untuk meningkatkan usaha penggemukan sapinya dari 31 ekor per tahun menjadi 501 ekor per tahun. Penelitian dilaksanakan di  CV Lembu Mas (Kelurahan Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok Jawa Barat) mulai dari September sampai dengan November  2016.  Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu besar manfaat (benefit) dan besar biaya dalam usaha ini, yang dianalisis menggunakan analisis finansial, yang terdiri dari struktur biaya dan analisis cashflow dengan kriteria NPV, Payback period. Hasil NPV yang diperoleh NPV > 0 = 789.314.098. Kriteria Laba-Rugi peningkatan kapasitas produksi memperoleh keuntungan pada tahun pertama sebesar Rp 128.440.450, tahun kedua sampai tahun kelima memperoleh keuntungan  sebesar : Rp 209.408.450. Kriteria R/C Ratio diperoleh 1,1 pada tahun petama dan 1,2 pada tahun kedua sampai tahun kelima. Berdasarkan kriteria payback period yang diperoleh lebih cepat dari umur bisnis, yaitu 1 tahun 11 bulan. Berdasarkan aspek finansial, peningkatan kapasitas produksi dikatakan layak untuk dijalankan.KATA KUNCI: analisis kelayakan, sapi potong, pengembangan usaha.  FINANCIAL FEASIBILITY STUDY OF BEEF PRODUCTION CAPACITY EXPANSION ABSTRACTThis study was aimed to analyze the feasibility of production expansion of beef at CV Lembu Mas, Depok. CV Lembu Mas intended to expand their beef production, from 31 beef to 51 beef. The study was conducted at CV Lembu Mas from September to November 2016. Financial analysis was done to assess the benefit and the cost in this business and consisted of  cost structure and cash flow analyzes using NPV and Payback Period parameters. Results showed that the NPV was NPV > 0 = Rp 789.314.098.  With profit-loss parameter, it was shown that the first year profit was Rp 128.440.450 and in year 2 to 5, the profit was Rp 209.408.450,-.  The R/ C ratios were 1.1 in the first year and 1.2 in year 2 to 5.  Payback period was 1 year 11 months, shorter than the age of the business.  Based on the results of financial and non financial analyzes, it was concluded that the expansion of production capacity was feasible.  
Co-Authors Abdul Aziz Afandi, Santia Ahmid, Ahmid Ahmid, Ahmid Aidah, Yuyu Aina, Ana Aina, Ana Aisah Rini Susanti Alfiah, Ananda Ananda, Agustia Rizka Antoni, Erwin Antoni, Erwin Apendi Arsyad Ar- Rozi, Muhammad Fakhrudin Arsyad, Eki Fadhal Arti Yoesdiarti Arti Yusdiarti Azrin Syamsuddin Bidari Silmi Dean Riza Rivanda Dianda, Rusli Dinata, Maijar Elgar, Muhamad Elis Marfu'ah Elis Marfuah Erika Ewiel, Ewiel Farrizal, Fony Fauzi Ahmad Muda Fazalika, Feri Dwi H Tsuwaibah Habibi, Muhsin Habibi, Muhsin Hanan, Sufrin Hanifah, Ishmah I Gusti Bagus Wiksuana Ikhsan Qodri Pramartaa Iskandar, Imam Ita Novita Khairi, Yudri Khairi, Yudri Khairi, Yudrik Khairi, Yudrik Kusnadi, Sidik Laksana, Shefira Gustiana M. A. Sunaryo Marfuah Zuher, Vigia Maulana, Harry Muchransyah Nadita Nahraeni, Wini Namira L Ramadhani Namira Laila Ramadhani Nandan Limakrisna Nirmalasari, Suci Novita Yulanda Novita, Ita Parlindungan, Muhammad Dapot Parlindungan, Muhammad Dapot Ramadhan, Andhika Wahyu Ramadhan, Andika Wahyu Ramadhan, Januar Ramdani, Doni Rapigah, Siti Riadhotul huda, Wafi Riny Kusumawati Riri Setyawati Ruslan, Muhammad Robi Saefullah, Lutfi Saefullah, Lutfi Santia Afandi Siti Malihatul Aviah Siti Masithoh Siti Masitoh Siti Rohmah Soka, Tiara Dewi Soka, Tiara Dewi Soka, Tiara Dwi Soka, Tiara Dwi Sulistiawati , Riri Sumantri Sumantri Sumantri Sunaryo, Muhammad Abdurohman Suryana, Dede Suryana, Dede Susanti, Aishah Rini Syaima Lailatul Mubarokah Tamaradewi, R. Nadya Tiara Amanda Lestari Vigia Marfu’ah Zuher Yanyan Mulyaningsih Yodfiatfinda, Yodfiatfinda Yusdiarti, Arti Yusdiarti, Arti